16 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Angga Wijaya | Mengirim Suara Ibu ke Angkasa

Angga Wijaya by Angga Wijaya
October 16, 2021
in Puisi
Puisi-puisi Angga Wijaya | Mengirim Suara Ibu ke Angkasa

Foto ilustrasi: Mursal Buyung

DENTING PENJUAL BAKSO

Dari dalam kamar, kudengar suara yang
berasal dari luar, mangkuk penjual bakso

Suaranya tak seperti biasa, begitu pilu
Pagi yang sepi sama seperti pembeli

“Tempat asal saya sedang ada bencana,
anak dan istri di sana, saya merantau”

Semenjak omongan intelektual bodoh
Bakso yang dijualnya tak dibeli banyak

Berjualan bakso untuk bertahan hidup
Tak malu memilih pekerjaan bersahaja

Jangan paksakan sesuatu yang tak alami
Kita semua satu, jangan sampai berkelahi

Politik dari dulu dikatakan sesuatu kotor
Sebab hati dan perilaku amat jauh berbeda

Denting mangkuk seperti hendak berkata:
Kemiskinan menyakitkan. Mari kita peduli.

2021

ANAK-ANAK DI UJUNG GANG

Tak ada tempat bermain, anak-anak penuhi gang-gang sempit di kota.
Bercanda, berlari, berteriak. Lepas, tanpa beban, tampak bebas-merdeka.

Ayah mereka bekerja, tak sempat temani usia penting dalam kehidupan.
Ibu sibuk memikirkan uang tambahan, berjualan online, sesekali internetan

Tradisi yang membuat mereka menikah, sebab jika terus melajang
dianggap aneh, tak laku-laku atau pencinta sesama jenis.

Setelah berumah tangga, mereka mesti punya anak,
agar tak dianggap mandul. Demi kebahagiaan keluarga.

Anak-anak tumbuh di kamar kontrakan, rumah menjadi
impian tak terbeli, karena penghasilan tiap bulan sedikit.

Berteman dengan televisi dan gawai, hidup
di luar kenyataan, menjadi apa saja, dunia
virtual berikan kehidupan semu dan palsu

Sore hari, jika kau melintasi pemukiman,
terdengar suara ramai dari anak-anak itu.
Sebuah negeri bermimpi menjaga mereka

2020

CATATAN PERJALANAN

Datang ke kantor redaksi koran, memori indah.
Menorehkan nama dan tandatangan di kertas.

Honor, bukan hanya soal besaran uang,materi.
Lebih dari itu, ada kepuasan batin, rasa cinta.

Saat tulisan atau karya dimuat, rasanya asyik.
Itu ibarat pengakuan atas jerih payah penulis.

Menulis hingga malam, atau bahkan dini hari.
Ini bukan insomnia, kami terbiasa tidur telat.

Penulis, kaum yang kini banyak dilupakan.
Lupa betapa besar jasa kami di masa lalu.

Koran-koran kini tak bisa membayar honor
Akibat serbuan dunia digital amat kejam

Pemasukan tak sesuai dengan keuntungan
Koran tergeletak di meja, kita tak membaca

Pemerintah ada baiknya segera bertindak
Dukung perusahaan koran tetap berjaya

Agar kami para penulis juga tetap hidup
Honor tulisan membuat dapur mengepul

2021

LAGU CENGENG

Namanya PK, sebut saja demikian, beliau
guru seni saat aku duduk di sekolah dasar.

Konon dia guru agama, entah kenapa bisa
mengajar seni dan beri teori menggambar.

Suatu pagi, dia meminta tugas pada kami,
anak-anak yang polos, lugu, dan baik hati.

“Kumpulkan pekerjaan rumah kalian!”
Suara berat itu penuhi ruangan kelas.

Saat aku menyerahkan lukisanku, ia berkata
keras, “tak adakah gambar lain, selain langit pagi?”

Aku terdiam, air mataku bercampur marah.

Dia tak tahu, ayahku mengajariku melukis,
bersama hikmah hidup yang terus hidup.

Saat itu aku masih kecil, orang tuaku tak pernah
melakukan apa yang dia lakukan.

Beberapa bulan kemudian, guru itu terbius
perselingkuhan. Di tembok sekolah, kabar itu
ditulis dengan tangan yang penuh amarah.

Begitulah. Kami belajar banyak hal. Meniru
apa yang kami lihat dari orang dewasa.

2021

MENGIRIM SUARA IBU KE ANGKASA

Ibu mengirim pesan suara, memintaku
untuk lebih mengalah pada pasangan

Suara itu amat lembut, penuh kedamaian.
Mendengarnya, aku tak mampu berkata.

Melalui telepon pintar milik kakak, pesan
itu masuk ke sanubari dan hati terdalam.

Itu terakhir kali kami mendengar suaranya.
Setelah itu, dini hari tenang, ibu meninggal.

Kami kehilangan perempuan nan agung.
Air mata basahi hati yang masih keras ini.

Kemarin, kudengar lagi pesan suara ibu.
Ibu telah pergi, pulang ke rumah abadi.

Aku lalu mengirim pesan itu ke angkasa
Bekal setiap pejalan yang pulang kembali.

2021

JAKARTA, JANGAN AMBIL DIA

Masihkah kau simpan lukisan itu?
Dulu sekali, saat kita masih belia
Kau pergi lanjutkan studi ke kota
Kuberikan lukisan kecemasan itu.

Tak ingin aku kau pergi amat jauh
Aku takut perubahan. Benar saja,
kau jauh berubah setelah di kota.
Surat dariku tak pernah kau baca

Telepon kabarkan rasa sedih, kau
ingin berpisah usai kita bersama.
Ibumu, ya, ibumu tak menyukaiku.
Kita berbeda keyakinan. Cinta kita
sama, tembok tebal menghalangi.

Lelaki lain masuk dalam hidupmu
Diam-diam kalian menikam setia.
Kudengar pernikahan di pendopo
kota, kau mengundang kecewaku.
Aku terbakar amarah. Marah pada
ketidakjujuran dan kepengecutan.

Kita bertemu dalam diam, ketika
aku datang ke kotamu. Mata kita
ingatkan aku kenangan bersama
saat kita saling mencium kasih
di ruang tunggu, lugu dan polos.

Tak ingin lagi aku mengenalmu
Kita begitu jauh, terpisah jarak
Tak ada lagi pertemuan abadi
Semua hanya sandiwara radio
Sutradara atas kegagalan kita.

2021

DELAPAN PESAN BULAN MEI

Ada yang mengirim hujan ini pagi.
Apakah itu dari para kekasih hati?

Sudah lama panas menghantui
Aku teringat bulan yang datang

Separuh cahaya di langit barat
Kemenangan cinta nan hakiki

Ingatlah, kita tak pernah kalah.
Berita negeri jauh berisi tangis

Kita bersedih bumi tak damai
Manusia tak percaya pada diri

Menguasai dunia, untuk apa?
Kematian datang setiap hari

Hari ketujuh, tuhan tak tidur
Ia selalu menjaga bumi kita

Menari, bernyanyi gembira
Agar air mata tak lagi usai

2021

SEJAK AKU MENCINTAIMU

Sejak aku mencintaimu
Hari-hari begitu indah
Hati riang gembira
Langkah kian pasti
Menjalani hidup
Tak kutemui lagi
Jiwa yang muram
Seperti dulu

Pada dirimu
Aku berkaca
Kutemui ketulusan
Kepolosan
Kanak-kanak kita

Aku ingin bersamamu
Habiskan sisa usia
Mengarungi
Samudera hidup
Percaya dan yakin
Tuhan bersama kita

Peluk erat tubuh ini
Hati kita terpaut
Pada satu kata; cinta!

2015

JALAN PIDADA, DENPASAR

Ketiadaan datang menghampiri
Sebelum hujan akhiri pertemuan

Juga obrolan ditemani dua kopi
Telah sampai di manakah waktu?

Saat masa sulit menghampiri diri
Pandemi membuat kita bersiasat

Lari atau bertahan, kita selalu kalah
Melawan kematian yang pasti tiba

Dunia menjadi seperti pertempuran
Tuhan tak datang lagi menolongku

Sebab doa telah lama tak kudengar
Setelah kepergian orang-orang suci

Menunggu, kita hanya bisa menunggu
Hingga nasib baik mengubah semua

Bukan oleh politik seperti di televisi
Keringat usai bekerja bukti revolusi

2021

CERITA NABI UNTUK KEKASIH

Ada yang tak bersuara di luar kamar
Kukira pencuri, kulihat kucing lapar

Engkau ajarkan aku untuk berbagi
Rumah kita menjadi persinggahan

Perut mungil bersama kelucuan
Kita beri mereka nama manusia

Aku teringat nabi junjungan kita
Beliau gelisah menyimpan harta

Rezeki ini hari dibagikan semua
Jika tidak, beliau tak bisa tidur

Itu yang kudengar dari kekasih
Engkau ajarkan aku arti semua

Lihatlah zaman kita sekarang ini
Saudara kita amat kekenyangan

Sementara yang lain kelaparan
Mencari makan amatlah sukar

Kita bagai binatang jalanan
Manusia yang lupa jati diri

Cerita nabi semoga didengar
Itu pun jika kita masih ingat

2021

~~~~~~~~~~~~

BACA PUISI LAIN

Puisi-puisi Rai Sri Artini | Oleg Tamulilingan, Di Suatu Masa

~~~~~~~~~~

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Foto Swa’Raga | Ideologi Jati Diri Gung Ama

Next Post

Kisah Heroik Luh Ayu Manik Mas Saat Pandemi Digarap dalam Wayang Kulit

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails
Next Post
Kisah Heroik Luh Ayu Manik Mas Saat Pandemi Digarap dalam Wayang Kulit

Kisah Heroik Luh Ayu Manik Mas Saat Pandemi Digarap dalam Wayang Kulit

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co