2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tips Mensyukuri Hidup yang (Mungkin) Berbahaya

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
August 7, 2021
in Esai
Tips Mensyukuri Hidup yang (Mungkin) Berbahaya

Ilustrasi tatkala.co | Nata Kusuma

Kecemasan atau ke-tidakpede-an terhadap diri sendiri (insecurity) semakin menjadi topik yang hangat dewasa ini terutama bagi kaum muda. Entahlah, mungkin ada juga kaum orang tua yang merasakan insecurity ini.

Siapapun itu, perasaan cemas terhadap diri sendiri sangatlah wajar terjadi. Akan tetapi, di masa ini kecemasan tersebut seolah mudah sekali untuk terjadi. Tentu hal ini dipicu oleh beberapa faktor yang, salah satunya adalah kemajuan teknologi.

Hadirnya media sosial menjadi pemicu utama atas terjadinya rasa insecure di kalangan anak muda. Media sosial kerap menjadi media dengan momok terbesar bagi mereka yang memiliki tingkat ke-pede-an yang rendah dalam diri mereka.

Ini dikarenakan seluruh hal yang terunggah di media sosial kini sangatlah beragam dan “menggila” tanpa batas. Orang-orang bisa mengunggah hal mulai dari kegiatan mereka sehari-hari, aktifitas hangout, pamer barang baru, aktifitas seru bersama pasangan bahkan pamer proses glow up tubuh mereka dari yang dulunya gendut sampai sekarang sudah mencapai body goals.

Tentu, tidak ada yang salah dengan apa yang mereka unggah karena itu merupakan hak setiap orang.

Hanya saja, terkadang tanpa kita sadari sesuatu yang kita unggah di media sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap orang lain baik secara langsung maupun tak langsung. Itulah mengapa, banyak orang yang berkata untuk berhati-hatilah atas apa yang kamu unggah di media sosial karena hal tersebut bisa saja merugikan diri sendiri dan  atau orang lain.

Nah, pastinya kita tak bisa menyuruh terlebih membatasi seseorang untuk hal yang ingin mereka unggah. Maka, di sinilah kita sendiri yang harus membiasakan serta menguatkan diri agar tidak mudah merasa rendah diri atas kehidupan orang lain yang terunggah di media sosial.

Berikut adalah tips yang akan saya berikan kepada para pembaca tentang cara mensyukuri hidup yang (mungkin) akan jadi berbahaya apabila tips ini disalahgunakan. Tips ini sebenarnya sudah sering disampaikan dari mulut ke mulut dan sudah lumrah terjadi ditengah masyarakat.

Di sini, saya hanya mempertegasnya kembali dan menambahkan sedikit penjelasan terkait hal ini. Tips mensyukuri hidup yang saya maksud di sini erat kaitannya dengan mind-set atau pola pikir.

Nah, agar bisa menjalankan tips ini dengan baik terlebih dahulu seseorang harus mematangkan mind-set nya untuk bisa memandang sesuatu sebagaimana yang akan saya jelaskan nanti.

Baiklah, tanpa berlama-lama lagi ini adalah tips mensyukuri hidup yang (mungkin) berbahaya yaitu:

“Pahamilah bahwa setiap orang memiliki kekurangan dalam hidup mereka yang tidak mereka unggah/ceritakan”.

Bagaimana tips dari saya kali ini? Terdengar biasa saja bukan? Memang, ini hanyalah ucapan biasa yang mungkin sudah sering pembaca dengar entah dari orang tua atau mungkin teman sejawat. Tetapi, tips ini sudah mampu membantu saya mengurangi insecurity dalam diri saya setidaknya hingga 80%.

Bagaimana caranya? Jadi begini, saya pun adalah orang yang memiliki banyak insecurity dalam diri saya apalagi saat melihat orang-orang di sekeliling saya lebih baik, lebih sukses daripada diri saya (setidaknya, saya merasakan demikian).

Namun, belakangan ini saya kerap melihat berbagai pemberitaan di media massa dan atau media elektronik tentang kasus perceraian, pembunuhan, narkoba, kriminalitas dan lain-lain yang notabene berasal dari public figure yang kehidupannya saya anggap sudah bahkan sangat sempurna.

Kita ambil saja salah satu contoh kasus yang masih hangat dari seorang public figure yakni Nia Ramadhani. Seperti yang kita semua tahu bahwa Nia adalah seorang artis dan juga istri dari seorang pengusaha ternama. Tentunya, harta bukan lagi permasalahan besar bagi Nia dan suaminya.

Hidup mereka terlihat sempurna di mata publik hingga akhirnya mereka terjerat kasus penggunaan narkoba yang isunya disebabkan oleh kejenuhan mereka menghadapi situasi pandemi seperti ini.

Berangkat dari hal ini, saya percaya bahwa orang yang kita inginkan atau iri-kan kesempurnaan hidupnya pun sesungguhnya memiliki permasalahan mereka sendiri yang mungkin saja mereka menganggap itu sebagai kekurangan mereka dan memilih untuk tidak menunjukkannya ke hadapan khalayak ramai.

Sekarang, mari kita tarik contohnya lebih dekat ke lingkungan di sekitar kita. Sebelumnya, saya mohon maaf jika contoh kali ini menyinggung beberapa dari para pembaca.

Saya memiliki seorang kolega yang secara karir terbilang sudah menjanjikan. Benar, beliau adalah seorang PNS. Sebuah pekerjaan yang hingga saat ini sangat diminati oleh masyarakat pada umumnya.

Tak banyak orang bisa lulus tes CPNS pada kali pertama mencoba. Namun tidak dengan kolega saya yang langsung lolos CPNS saat kali pertama mencobanya. Tentu, hal ini sangat didambakan oleh orang lain dan menganggap kolega saya tersebut adalah orang yang sangat beruntung dan kini kehidupannya telah terjamin.

Tetapi di sisi lain hingga 10 tahun lebih usia pernikahannya, ia belum juga dikaruniai seorang anak. Anak tentunya merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri bagi mereka yang telah menikah terlebih bagi mereka yang sangat mendambakan kehadirannya di tengah keluarga. Mungkin, Tuhan belum mengizinkan rezeki tersebut datang pada kolega saya.

Contoh lain saya ambil dari masa saya berkuliah dulu. Saya adalah tipe orang yang santai, cenderung ceroboh dalam mengerjakan sesuatu namun selalu bisa menyelesaikan segala tugas yang diberikan kepada saya dengan baik. Saya selalu ingin menjadi seperti salah seorang teman sekelas saya yang sangat pintar dan disiplin dalam mengerjakan segala tugas-tugasnya.

“Jadi dia mah enak, apa aja pasti cepet selesai,” begitu pikir saya.

Hingga sebuah diskusi bersamanya mengubah cara pandang saya terhadap teman saya tersebut. Suatu hari, kami berkeluh kesah tentang tugas individu yang baru saja kami kumpulkan.

“Eh, aku pengen deh punya jiwa santai dalam dirimu itu,” celetuk teman saya

“Maksudnya?” tanya saya bingung

“Iya soalnya aku orangnya tu tegang banget dan kadang lama buat ngerjain sesuatu karena kelamaan mikir. Pengen aja gitu tugasnya itu dibawa santai biar aku juga bisa nikmatin hal lain. Gak sampe berjam-jam mengurung diri dalam kamar” jawab teman saya

Benar, curhatan teman saya itu mengubah sedikit tidaknya cara pandang saya dalam melihat diri sendiri. Saya yang sebelumnya merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya, ternyata ada seseorang yang secara diam-diam menginginkan salah satu karakter dalam diri saya yaitu sikap santai yang saya miliki (ya meskipun hanya itu yang diinginkan teman saya dari diri saya tetapi hey! Itu artinya saya spesial dimata seseorang kan?)

Cerita tentang kolega saya yang karirnya PNS namun tak kunjung memiliki anak hingga lebih dari 10 tahun dan cerita tentang teman kuliah saya yang pintar namun menginginkan agar bisa lebih santai dalam menjalani hidup seperti saya membuat saya semakin yakin bahwa bahwa setiap orang memiliki kekurangan dalam hidup mereka yang tidak mereka unggah/ceritakan kepada orang lain.

Di saat kita membanggakan orang lain atas kesuksesan yang mereka miliki entah itu punya rumah/mobil baru, punya bentuk tubuh yang sempurna, punya karir yang cemerlang dan lain-lain, di saat yang sama yakinlah bahwa di balik itu semua ada sebuah kekurangan yang mereka sembunyikan dan tidak mereka ceritakan pada siapapun.

Lalu, percayalah bahwa disekelilingmu bisa saja ada seseorang yang sedang mendambakan sesuatu dalam dirimu yang mungkin mereka tak miliki dalam diri mereka dan bisa saja seseorang tersebut adalah dia, orang yang kau banggakan selama ini.

Haha, memang kunci dalam pola pikir seperti ini adalah ke-GR-an atau kepercayaan diri yang tinggi. Terlepas dari benar atau tidaknya ada seseorang yang sedang mengagumi kita diam-diam dan terlepas dari ada atau tidaknya kekurangan yang disembunyikan oleh mereka yang kita kagumi, hal-hal tersebut biarkanlah tetap menjadi “imajinasi” kita saja agar kita bisa tetap mensyukuri apa yang diri kita miliki dan tidak mudah membanding-bandingkan diri dengan orang lain sehingga kita tidak mudah merasa insecure.

Nah, mengapa pola pikir atau tips ini mungkin saja menjadi berbahaya? Hal ini bisa menjadi berbahaya terutama bagi diri sendiri apabila tips ini terlalu paten kita tanamkan dalam pikiran kita.

Kerugiannya bagi diri kita adalah kita akan menjadi pribadi yang pemalas dan pasrah akan hidup yang kita miliki karena merasa bahwa “Mereka juga pasti ada jeleknya kok. Jadi, ngapain aku repot-repot menjadi yang terbaik?”.

Dalam fase ini, kita cenderung tidak lagi ingin berproses dalam hidup. Padahal sejatinya hidup adalah tentang bersyukur juga tentang menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu sehingga kita bisa beradaptasi pada perubahan yang terjadi.

Nah, kunci daripada tips mensyukuri hidup ini adalah keseimbangan dalam melihat segala sesuatunya. Mana saat kita harus bersyukur dan bangga terhadap diri sendiri dan mana saat kita harus berbenah dan berproses menjadi lebih baik lagi.

Intinya adalah kita sesungguhnya adalah orang yang berguna dan sempurna (setidaknya lebih dari cukup agar bisa menjalani hidup setiap hari). Maka, jangan pernah berkecil hati karena hidup bukan buku katalog yang untuk dicari mana manusia yang terbaik. Terima kasih. [T]

Baca esai lain dari penulis Nata Kusuma

Tags: kehidupanrenungantips
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Selamat Malam Cinta | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Next Post

Donor Darah, Kesadaran Bersaudara dari Desa Tembok

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Donor Darah, Kesadaran Bersaudara dari Desa Tembok

Donor Darah, Kesadaran Bersaudara dari Desa Tembok

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co