14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Konstruksi Estetika Made Muliana Bayak | Catatan Pameran Bhuta Kala Plastik Poleng

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
June 9, 2021
in Ulasan
Konstruksi Estetika Made Muliana Bayak | Catatan Pameran Bhuta Kala Plastik Poleng

Konstruksi Estetika Made Muliana Bayak | Catatan Pameran Bhuta Kala Plastik Poleng

Estetika dalam ranah seni tradisional memiliki asosiasi dengan kenormatifan yang telah ditegakkan. Meski setiap daerah di Bali memiliki persepsi dan perlakuan berbeda tentang suatu norma, akan tetapi secara keseluruhan telah diatur oleh suatu patron, baik itu penguasa, maupun daerah-daerah yang memiliki relasi atau berada dalam kawasan tempat suci utama, di mana kenormatifan itu dapat dilihat melalui narasi yang dibangun dengan memilih fragmen tertentu atas sebuah cerita epos pada kakawin atau geguritan, diwujudkan dalam bentuk relief, patung, lukisan.

Indikatornya adalah kesesuaian ikonografi figur wayang yang ketat sebagaimana tradisi wayang Kamasan, kehalusan sebuah ukiran, kesimetrisan bentuk, kepadatan komposisi, ketepatan proporsi, dll. Sebagaimana telah disepakati bersama bahwa estetika adalan suatu filsafat tentang keindahan.

Keindahan hari-hari ini justru menghadirkan realitasnya, ia tidak selalu perkara kesesuaian proporsional, susunan harmoni warna, keseimbangan komposisi dan lainnya. Sudah sepantasnya keindahan tidak lagi dipandang secara kolektif sebagaimana wujud normatif tradisi atau sebagaimana kolektivitas kehidupan orang Bali itu sendiri. Keindahan hari-hari ini justru seharusnya beragam, dipandang berbeda-beda sesuai dengan konteks kehadirannya, keindahan yang sesuai dengan lingkungannya, nilai estetika di tempat seni tersebut hadir.

Pendek kata, filsafat keindahan dalam konteks estetika Bali hari-hari ini adalah nilai yang merepresentasikan Bali itu sendiri, kekacauan tatanan tata ruang, dualitas tarik-menarik antara keberlangsungan tradisi dan pergerakan budaya yang dinamis, kerusakan ekosistem lingkungan akibat limbah dan sampah dari hulu ke hilir, kepadatan komposisi penduduk, dan tereduksinya sisi humanis.

Oleh sebabnya berbicara nilai estetika Bali di masa kini idealnya tentu berdasar pada konsep ruang dan waktu ala Bali yang disebut dengan Bhuta-Kala, merefleksikan kekinian yang sifatnya sangat temporer dan dinamis. Jika ditilik, bahwa Bhuta adalah ruang hulu-teben atau utara-selatan sedangkan kala adalah waktu yang garis edarnya dari timur ke barat.

Seri Plasticology karya Bayak

Lantas apa hubungannya antara Bhuta Kala Plastik Poleng Made Muliana Bayak Bayak dengan konsep ruang dan waktu? Semua jawaban menjadi mungkin. Yang dapat diketengahkan di sini adalah wacana tentang hubungan antara alam, manusia, dan seni terbingkai dalam satu wacana artistik hari-hari ini.

Secara sederhana karya-karya Made Muliana Bayak menyajikan karya seni berupa olahan sampah plastik yang dipergunakan sebagai medium datar dua dimensi, kasus pertama adalah kolase olahan sampah plastik kemudian ditimpakan stensil yang menggambarkan figur.

Kasus kedua adalah kantong plastik yang telah diolah sehingga berbentuk sangat pipih ditempelkan pada medium datar kemudian diberikan sentuhan drawing baik pada objek plastik itu sendiri berupa semacam gambar dengan genre magis yang dikenal dengan rerajahan dan objek plastik yang direspon bentuknya menjadi sebuah figur mistik nan hibrid.

Kasus ketiga, menurut saya yang paling baru yaitu seri alien dengan merespon kertas atau plastik yang secara khusus menyajikan bentuk yang bukan merujuk kepada bentuk-figur Bali yang kita kenal namun lebih kepada menyerupai makhluk aneh, dikatakan hibrid juga bukan, sesuai judulnya itu adalah alien.

Seri Karya Alien Made Muliana Bayak

Pada kasus pertama, unsur-unsur rupa dalam karya Made Muliana Bayak Bayak menghadirkan kolase sampah plastik, kolase ini dibentuk dari berbagai kemasan baik makanan dan juga brand market yang secara langsung warna dalam keseluruhan karya-karya edisi ini dibentuk melalui warna medium yang disusun, sebuah plastik kemasan berwarna merah misalkan dengan tulisan branding ataupun tagline tertentu hadir begitu saja, berpadu padan dengan kemasan lainnya, dalam hal ini, Muliana Bayak mengganti peranan pigmen cat yang pada genre lukisan lain sangat dominan menjadi tidak begitu memiliki peran, yang berperan adalah warna kemasan itu sendiri.

Kemasan dipergunakan sebagai latar belakang yang justru sangat kuat dibandingkan figur-figur siluet stensilnya. Susunan kemasan tersebut yang kemudian memberi kesan ruang dan tentu tekstur optikal. Saya rasa pointnya estetiknya ada pada kolase kemasan plastik, sedangkan figur stensil berperan sebagai figuran, sebagai sekedar penanda bahwa wacana kritis yang ia hadirkan ke publik adalah Bali.

Kasus kedua adalah merespon kemasan tas plastik, terkesan agak sedikit dipaksakan secara visual, apa yang terlihat secara gamblang adalah pelebaran medium. Sebagai orang Bali sudah sangat lumrah sekali bahwa rerajahan berhubungan dengan segala sesuatu yang bersifat magis juga kosmik. Mediumnya dapat dimana saja, dari kertas, kain, batu, kayu, tipe-tipe logam tertentu, tanah, daun, hingga tubuh hewan juga manusia. Karya ini lebih kuat kepada wacana tentang dominasi plastik hari-hari ini. Tiga karya dengan medium sama dengan perlakuan yang lebih berbeda pada seri potret yang diberi judul Bhuta Kala Plastik Poleng, tas belanja yang bentuk menjadi sebuah potret seram nan lucu, disini Bayak menghadirkan parodi itu sendiri.

Kasus ketiga juga mirip dengan keparodian meski agak lepas dari perkara sampah plastik dan lebih atraktif juga partisipatif. Seri alien, yang wacananya lebih mengarah kepada sisi humanis, wacana atas kesetaraan ras dan suku dimata dunia. Karya ini sentimentil dengan memposisikan diri sebagai alien melalui pengalaman-pengalamannya berkunjung ke negara-negara lain, realitas itu yang dihadirkan melalui responsifnya terhadap medium yang kata kuncinya terdapat pada tagline dan teks yang menjadi bagian utama dari tubuh alien, represntasi diri Muliana Bayak sendiri. sisi atraktif dan partisipatif terletak pada salah satu tubuh alien, QR code yang apabila discan menggunakan teknologi smartphone, orang-orang akan diajak untuk masuk ke dalam wilayah digital dengan konten proses penciptaan karyanya.

Seri Hero-hero Social Club karya Bayak

Bhuta Kala Plastik Poleng, oleh sebab itu adalah rangkaian karya Muliana Bayak yang menghadirkan hubungan antara wacana oposisi alam manusia, dunia magis, dan problematika industri yang kemudian diwujudkan menjadi satu kesatuan karya; dalam hal ini, seni menjadi refleksi kritis atas wilayah-wilayah yang menjadi wacana perdebatan yang agaknya susah untuk didamaikan antara manusia-bhuta kala-plastik diwujudkan melalui nilai estetika dan relasinya terhadap kehidupan sosial-kebudayaan.

Dari sisi medium rupa, bahwa adanya perubahan fokus estetik medium lukis yang sebelumnya adalah pigment warna di atas kanvas dengan segala praktik teoritis modernnya menjadi bentuk yang ekletik, parodi, dan kaya akan kemungkinan-kemungkinan eksplorasi baru melalui plasticology-nya. Singkat kata, plastik menjadi palet warna ketiga Mulian Bayak setelah bidang datar dan pigmen warna. [T]

UNmask Me Pak Eko karya Bayak

Pohmanis-Denpasar, 9 Juni 2021

Tags: Made Muliana BayakPameran Seni RupaSeniSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komang Adnyana | Membunuh “Writer Block” dengan Mem-Bali-kan Sastra Dunia

Next Post

Mau Ajum, Ikut Ngantri BTS Meal | Eh, Akhirnya Beli Bakso Tepi Jalan

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Mau Ajum, Ikut Ngantri BTS Meal | Eh, Akhirnya Beli Bakso Tepi Jalan

Mau Ajum, Ikut Ngantri BTS Meal | Eh, Akhirnya Beli Bakso Tepi Jalan

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co