22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali yang Cantik dan Turis yang Nyeleneh

AjeNg Bali Tour by AjeNg Bali Tour
May 10, 2021
in Esai
Bali yang Cantik dan Turis yang Nyeleneh

Ilustrasi: Croping foto lukisan kaca Nagasepaha karya Ketut Samudra yang dipamerkan di Bentara Budaya Bali 2017

April  lalu Bali kembali dihebohkan dengan viral kelakukan aneh oknum turis di Bali. Kali ini adalah video mesum pasangan WNA yang diambil di tempat terbuka, yang diduga berlokasi di kawasan Gunung Batur.

Sungguh, kita semua pasti bersepakat bahwa kejadian ini merupakan sebuah pelecehan, apalagi jika benar video tersebut dilakukan di Gunung Batur sebagai kawasan yang disucikan, apalagi jika benar video ini diambil di tengah situasi Covid saat ini, dimana pariwasata Bali masih terpuruk dan belum juga menunjukkan perkembangan.

Kejadian ini membuat Bali ibarat peribahasa, sudah jatuh, tertimpa tangga, tertimpa pula dengan atap. Sudah terancam Covid, tak punya duit, ditinggal turis, sekalinya ada yang tinggal, malah turis-turis semacam ini.

Terbaru, ada turis diberitakan didepostasi karena membuka kelas orgasme. Beritanya juga sedang ramai-ramainya di Bali. Sebelumnya lagi ada turis melukis wajah dengan lukisan seakan-akan ia menggunakan masker dan mengelabui petugas keamanan.

Sesungguhnya berita tentang turis yang viral akibat aksi dan perbuatan yang nyeleneh (bahkan ada yang masuk ranah hukum), berkali-kali terjadi. Seakan-akan selalu ada berita baru tentang turis yang dianggap tak sesuai dengan norma-norma dan hukum yang berlaku di Bali dan Indonesia. Siapa yang harus mulat sarira, introspeksi diri, si turis atau kita di Bali?

Berikut adalah beberapa kebiasaan turis yang sempat viral di Bali, yang mungkin tak lagi kita ingat, yang mungkin sebenarnya dapat kita petik amanatnya sebagai bahan mulat sarira di tengah situasi Covid, di tengah harapan untuk menyongsong wisata Bali yang lebih berkualitas.

Turis Gak Mau Bayar Tagihan Makan

Ingatkah semeton tentang viral turis yang tak mau bayar tagihan makan sebesar Rp 95 ribu sekitar pertengahan bulan Juli 2019 lalu? Turis wanita yang mengaku sebagai Host TV itu diberitakan telah bertindak kurang sopan saat diberikan tagihan. Bukan hanya sekali, turis wanita ini ternyata sudah dua kali datang ke tempat yang sama dan juga tidak membayar makanan dan minuman yang dipesannya. Pada kali kedua inilah kemudian sang pemilik restoran memasukannya ke dalam daftar hitam dan memviralkannya.

Dari hal ini, kita dapat mengetahui bahwa turis sebenarnya sama saja dengan kita. Ada turis yang kaya, ada juga kita yang kaya. Ada turis yang miskin, ada juga kita yang miskin. Ada turis yang makan tak mau bayar, ada juga kita yang pernah demikian. Bedanya, jika tourist tak mau bayar makan di restoran terang-terangan, kita beraninya cuma pada dagang nasi jinggo atau pada dagang bakso yang lewat. Itupun makannya sama temen. Sembunyi-sembunyi pula. Hayoooo, siapakah di antara semeton yang pernah bertingkah demikian?

Turis “Cebok”

Ada juga kasus pasangan turis dari Ceko yang sempat bikin heboh Bali. Pasangan itu dianggap melecehkan pura di kawasan Monkey Forest Ubud karena “cebok” dengan air suci dari pelinggih pada 11 Agustus 2019 lalu. Pasangan ini direkam saat tengah berpelukan membelakangi area tirta suci. Lalu, tiba-tiba yang perempuan membuka roknya dengan posisi menungging. Yang laki-laki langsung mengambil air yang mengalir dari pelinggih lalu ‘menyebokkannya’ ke bokong si perempuan. Hal ini membuat yang perempuan terkejut, lalu mereka tertawa setelahnya. Untuk meluruskan masalah ini, mereka pun dipanggil. Pasangan itu kemudian meminta maaf dengan alasan tidak tahu bahwa kawasan pura adalah tempat suci.

Kejadian serupa juga sempat terjadi, misalnya pada kasus turis naik ke pelinggih Pura Luhur Batukaru atau pada turis yang merusak patung Catur Muka. Hampir semua persoalan diselesaikan dengan permohonan maaf dan menghaturkan Guru Piduka. Hal ini kian menguatkan pandangan betapa konsistennya toleransi masyarakat Bali yang begitu tinggi menjaga keharmonisan. Tak cuma harmonis pada Tuhan, alam dan lingkungan sesama. Juga pada mereka-mereka yang merusak keharmonisan masyarakat pada Tuhan, alam dan lingkungan. Semuanya tetap harus dimaafkan, tetap harus dihormati agar senantiasa harmoni pariwisata Bali.

Viral Turis Ngajak Liburan ke Bali di Tengah Covid

Unggahan dari Kristen Gray, seorang turis asing yang tinggal di Bali sempat viral di media sosial Twitter pada 17 Januari 2021.  Penyebabnya lantaran ia mengajak turis asing ke Bali dan mengikuti jejaknya meski tengah berada dalam situasi pandemi Covid-19. Melalui akun Twitter-nya @kristentootie, ia menceritakan pengalamannya pindah ke Bali setelah kehilangan pekerjaan.

Pada awalnya, ia hanya berencana tinggal selama enam bulan, namun pandemi membuatnya tak bisa pulang ke negaranya. Selama di Bali, ia mengaku menikmati hidup yang serba murah dibandingkan dengan Amerika. Dalam penutupnya, ia juga menautkan link e-book karyanya berjudul Our Bali Life is Yours dengan harga 30 dollar AS. Buku itu berisi tentang cara agar bisa mencapai mimpi yang sama di Bali.

Dari hal ini, tentu kita patut berbangga sebagai orang Bali. Sebagai sebuah destinasi wisata, begitu banyak hal yang bisa ditawarkan dan dijual perihal Bali. Mulai dari tanah yang dijual, sawah yang dijual, pantai yang dijual, kini mimpi hidup di Bali pun bisa dijual seharga 30 dollar. Berupa e-book lagi! Tentu tak sebanding dengan harga buku para penulis Bali yang paling banter seharga 30 ribu rupiah. Itupun yang beli cuma segelintir orang.

Viral Pengunjung Pantai Sanur Diusir

Ini adalah viral sebuah video yang menampilkan curahan hati seorang perempuan pengunjung Pantai Sanur Bali yang diusir satpam hotel dengan alasan kawasan milik pribadi atau private beach. Sayangnya, yang diusir bukan turis, melainkan perempuan Bali bernama Mirah Sugandhi. Video ini berasal dari akun Instagram miliknya pada 24 Maret lalu.

“Aku masih syok, ya ampun kenapa aku diusir ya? Aku baru tahu loh kalau hotel itu bisa punya pantai”, ujarnya. Komentar ini tentu begitu menggelikan buat kita. Sebab persoalan pantai yang diprivatisasi ini sebenarnya sudah sejak dulu marak terjadi. Beberapa netizen sempat berkomentar dalam video, ‘inilah kekuatan perempuan cantik, yen jegeg, jeg aluh be viral!’

Demikianlah kekuatan kecantikan, semeton. Perempuan yang cantik, tak ada bedanya dengan Pulau Bali yang cantik. Karena kecantikannya, gampang sekali menjadikannya viral. Jika diingat-ingat, sudah tak terhitung lagi jumlah kejadian viral turis berkelakuan menyimpang yang datang ke Bali.

Berkali-kali kita teriakan “kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi!”, berkali-kali juga terulang lagi. Kecantikan pulau Bali tak ada bedanya dengan kecantikan seleb-seleb di Instagram. Bedanya, kecantikan seleb Instagram bisa diprivat agar terproteksi dari para netizan ngawur yang datang berkomentar. Sementara memprivat pulau Bali tampaknya tak segampang memprivat akun Instragam. Cukup pantai Bali saja yang diprivat. Pulaunya jangan! [T]

Tags: balimedia sosialPariwisataTuris Nyeleneh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memasuki Museum Masa Kecil Avianti Armand | Hidup dan Hidup Lagi Berkali Kali

Next Post

Drama Politik | Bupati Masuk Kandang Banteng Setelah Bertempur Menundukkan Sang Banteng

AjeNg Bali Tour

AjeNg Bali Tour

Penyedia jasa tour & travel narasi Bali alternatif

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Drama Politik | Bupati Masuk Kandang Banteng Setelah Bertempur Menundukkan Sang Banteng

Drama Politik | Bupati Masuk Kandang Banteng Setelah Bertempur Menundukkan Sang Banteng

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co