2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali yang Cantik dan Turis yang Nyeleneh

AjeNg Bali Tour by AjeNg Bali Tour
May 10, 2021
in Esai
Bali yang Cantik dan Turis yang Nyeleneh

Ilustrasi: Croping foto lukisan kaca Nagasepaha karya Ketut Samudra yang dipamerkan di Bentara Budaya Bali 2017

April  lalu Bali kembali dihebohkan dengan viral kelakukan aneh oknum turis di Bali. Kali ini adalah video mesum pasangan WNA yang diambil di tempat terbuka, yang diduga berlokasi di kawasan Gunung Batur.

Sungguh, kita semua pasti bersepakat bahwa kejadian ini merupakan sebuah pelecehan, apalagi jika benar video tersebut dilakukan di Gunung Batur sebagai kawasan yang disucikan, apalagi jika benar video ini diambil di tengah situasi Covid saat ini, dimana pariwasata Bali masih terpuruk dan belum juga menunjukkan perkembangan.

Kejadian ini membuat Bali ibarat peribahasa, sudah jatuh, tertimpa tangga, tertimpa pula dengan atap. Sudah terancam Covid, tak punya duit, ditinggal turis, sekalinya ada yang tinggal, malah turis-turis semacam ini.

Terbaru, ada turis diberitakan didepostasi karena membuka kelas orgasme. Beritanya juga sedang ramai-ramainya di Bali. Sebelumnya lagi ada turis melukis wajah dengan lukisan seakan-akan ia menggunakan masker dan mengelabui petugas keamanan.

Sesungguhnya berita tentang turis yang viral akibat aksi dan perbuatan yang nyeleneh (bahkan ada yang masuk ranah hukum), berkali-kali terjadi. Seakan-akan selalu ada berita baru tentang turis yang dianggap tak sesuai dengan norma-norma dan hukum yang berlaku di Bali dan Indonesia. Siapa yang harus mulat sarira, introspeksi diri, si turis atau kita di Bali?

Berikut adalah beberapa kebiasaan turis yang sempat viral di Bali, yang mungkin tak lagi kita ingat, yang mungkin sebenarnya dapat kita petik amanatnya sebagai bahan mulat sarira di tengah situasi Covid, di tengah harapan untuk menyongsong wisata Bali yang lebih berkualitas.

Turis Gak Mau Bayar Tagihan Makan

Ingatkah semeton tentang viral turis yang tak mau bayar tagihan makan sebesar Rp 95 ribu sekitar pertengahan bulan Juli 2019 lalu? Turis wanita yang mengaku sebagai Host TV itu diberitakan telah bertindak kurang sopan saat diberikan tagihan. Bukan hanya sekali, turis wanita ini ternyata sudah dua kali datang ke tempat yang sama dan juga tidak membayar makanan dan minuman yang dipesannya. Pada kali kedua inilah kemudian sang pemilik restoran memasukannya ke dalam daftar hitam dan memviralkannya.

Dari hal ini, kita dapat mengetahui bahwa turis sebenarnya sama saja dengan kita. Ada turis yang kaya, ada juga kita yang kaya. Ada turis yang miskin, ada juga kita yang miskin. Ada turis yang makan tak mau bayar, ada juga kita yang pernah demikian. Bedanya, jika tourist tak mau bayar makan di restoran terang-terangan, kita beraninya cuma pada dagang nasi jinggo atau pada dagang bakso yang lewat. Itupun makannya sama temen. Sembunyi-sembunyi pula. Hayoooo, siapakah di antara semeton yang pernah bertingkah demikian?

Turis “Cebok”

Ada juga kasus pasangan turis dari Ceko yang sempat bikin heboh Bali. Pasangan itu dianggap melecehkan pura di kawasan Monkey Forest Ubud karena “cebok” dengan air suci dari pelinggih pada 11 Agustus 2019 lalu. Pasangan ini direkam saat tengah berpelukan membelakangi area tirta suci. Lalu, tiba-tiba yang perempuan membuka roknya dengan posisi menungging. Yang laki-laki langsung mengambil air yang mengalir dari pelinggih lalu ‘menyebokkannya’ ke bokong si perempuan. Hal ini membuat yang perempuan terkejut, lalu mereka tertawa setelahnya. Untuk meluruskan masalah ini, mereka pun dipanggil. Pasangan itu kemudian meminta maaf dengan alasan tidak tahu bahwa kawasan pura adalah tempat suci.

Kejadian serupa juga sempat terjadi, misalnya pada kasus turis naik ke pelinggih Pura Luhur Batukaru atau pada turis yang merusak patung Catur Muka. Hampir semua persoalan diselesaikan dengan permohonan maaf dan menghaturkan Guru Piduka. Hal ini kian menguatkan pandangan betapa konsistennya toleransi masyarakat Bali yang begitu tinggi menjaga keharmonisan. Tak cuma harmonis pada Tuhan, alam dan lingkungan sesama. Juga pada mereka-mereka yang merusak keharmonisan masyarakat pada Tuhan, alam dan lingkungan. Semuanya tetap harus dimaafkan, tetap harus dihormati agar senantiasa harmoni pariwisata Bali.

Viral Turis Ngajak Liburan ke Bali di Tengah Covid

Unggahan dari Kristen Gray, seorang turis asing yang tinggal di Bali sempat viral di media sosial Twitter pada 17 Januari 2021.  Penyebabnya lantaran ia mengajak turis asing ke Bali dan mengikuti jejaknya meski tengah berada dalam situasi pandemi Covid-19. Melalui akun Twitter-nya @kristentootie, ia menceritakan pengalamannya pindah ke Bali setelah kehilangan pekerjaan.

Pada awalnya, ia hanya berencana tinggal selama enam bulan, namun pandemi membuatnya tak bisa pulang ke negaranya. Selama di Bali, ia mengaku menikmati hidup yang serba murah dibandingkan dengan Amerika. Dalam penutupnya, ia juga menautkan link e-book karyanya berjudul Our Bali Life is Yours dengan harga 30 dollar AS. Buku itu berisi tentang cara agar bisa mencapai mimpi yang sama di Bali.

Dari hal ini, tentu kita patut berbangga sebagai orang Bali. Sebagai sebuah destinasi wisata, begitu banyak hal yang bisa ditawarkan dan dijual perihal Bali. Mulai dari tanah yang dijual, sawah yang dijual, pantai yang dijual, kini mimpi hidup di Bali pun bisa dijual seharga 30 dollar. Berupa e-book lagi! Tentu tak sebanding dengan harga buku para penulis Bali yang paling banter seharga 30 ribu rupiah. Itupun yang beli cuma segelintir orang.

Viral Pengunjung Pantai Sanur Diusir

Ini adalah viral sebuah video yang menampilkan curahan hati seorang perempuan pengunjung Pantai Sanur Bali yang diusir satpam hotel dengan alasan kawasan milik pribadi atau private beach. Sayangnya, yang diusir bukan turis, melainkan perempuan Bali bernama Mirah Sugandhi. Video ini berasal dari akun Instagram miliknya pada 24 Maret lalu.

“Aku masih syok, ya ampun kenapa aku diusir ya? Aku baru tahu loh kalau hotel itu bisa punya pantai”, ujarnya. Komentar ini tentu begitu menggelikan buat kita. Sebab persoalan pantai yang diprivatisasi ini sebenarnya sudah sejak dulu marak terjadi. Beberapa netizen sempat berkomentar dalam video, ‘inilah kekuatan perempuan cantik, yen jegeg, jeg aluh be viral!’

Demikianlah kekuatan kecantikan, semeton. Perempuan yang cantik, tak ada bedanya dengan Pulau Bali yang cantik. Karena kecantikannya, gampang sekali menjadikannya viral. Jika diingat-ingat, sudah tak terhitung lagi jumlah kejadian viral turis berkelakuan menyimpang yang datang ke Bali.

Berkali-kali kita teriakan “kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi!”, berkali-kali juga terulang lagi. Kecantikan pulau Bali tak ada bedanya dengan kecantikan seleb-seleb di Instagram. Bedanya, kecantikan seleb Instagram bisa diprivat agar terproteksi dari para netizan ngawur yang datang berkomentar. Sementara memprivat pulau Bali tampaknya tak segampang memprivat akun Instragam. Cukup pantai Bali saja yang diprivat. Pulaunya jangan! [T]

Tags: balimedia sosialPariwisataTuris Nyeleneh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memasuki Museum Masa Kecil Avianti Armand | Hidup dan Hidup Lagi Berkali Kali

Next Post

Drama Politik | Bupati Masuk Kandang Banteng Setelah Bertempur Menundukkan Sang Banteng

AjeNg Bali Tour

AjeNg Bali Tour

Penyedia jasa tour & travel narasi Bali alternatif

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Drama Politik | Bupati Masuk Kandang Banteng Setelah Bertempur Menundukkan Sang Banteng

Drama Politik | Bupati Masuk Kandang Banteng Setelah Bertempur Menundukkan Sang Banteng

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co