12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali yang Cantik dan Turis yang Nyeleneh

AjeNg Bali Tour by AjeNg Bali Tour
May 10, 2021
in Esai
Bali yang Cantik dan Turis yang Nyeleneh

Ilustrasi: Croping foto lukisan kaca Nagasepaha karya Ketut Samudra yang dipamerkan di Bentara Budaya Bali 2017

April  lalu Bali kembali dihebohkan dengan viral kelakukan aneh oknum turis di Bali. Kali ini adalah video mesum pasangan WNA yang diambil di tempat terbuka, yang diduga berlokasi di kawasan Gunung Batur.

Sungguh, kita semua pasti bersepakat bahwa kejadian ini merupakan sebuah pelecehan, apalagi jika benar video tersebut dilakukan di Gunung Batur sebagai kawasan yang disucikan, apalagi jika benar video ini diambil di tengah situasi Covid saat ini, dimana pariwasata Bali masih terpuruk dan belum juga menunjukkan perkembangan.

Kejadian ini membuat Bali ibarat peribahasa, sudah jatuh, tertimpa tangga, tertimpa pula dengan atap. Sudah terancam Covid, tak punya duit, ditinggal turis, sekalinya ada yang tinggal, malah turis-turis semacam ini.

Terbaru, ada turis diberitakan didepostasi karena membuka kelas orgasme. Beritanya juga sedang ramai-ramainya di Bali. Sebelumnya lagi ada turis melukis wajah dengan lukisan seakan-akan ia menggunakan masker dan mengelabui petugas keamanan.

Sesungguhnya berita tentang turis yang viral akibat aksi dan perbuatan yang nyeleneh (bahkan ada yang masuk ranah hukum), berkali-kali terjadi. Seakan-akan selalu ada berita baru tentang turis yang dianggap tak sesuai dengan norma-norma dan hukum yang berlaku di Bali dan Indonesia. Siapa yang harus mulat sarira, introspeksi diri, si turis atau kita di Bali?

Berikut adalah beberapa kebiasaan turis yang sempat viral di Bali, yang mungkin tak lagi kita ingat, yang mungkin sebenarnya dapat kita petik amanatnya sebagai bahan mulat sarira di tengah situasi Covid, di tengah harapan untuk menyongsong wisata Bali yang lebih berkualitas.

Turis Gak Mau Bayar Tagihan Makan

Ingatkah semeton tentang viral turis yang tak mau bayar tagihan makan sebesar Rp 95 ribu sekitar pertengahan bulan Juli 2019 lalu? Turis wanita yang mengaku sebagai Host TV itu diberitakan telah bertindak kurang sopan saat diberikan tagihan. Bukan hanya sekali, turis wanita ini ternyata sudah dua kali datang ke tempat yang sama dan juga tidak membayar makanan dan minuman yang dipesannya. Pada kali kedua inilah kemudian sang pemilik restoran memasukannya ke dalam daftar hitam dan memviralkannya.

Dari hal ini, kita dapat mengetahui bahwa turis sebenarnya sama saja dengan kita. Ada turis yang kaya, ada juga kita yang kaya. Ada turis yang miskin, ada juga kita yang miskin. Ada turis yang makan tak mau bayar, ada juga kita yang pernah demikian. Bedanya, jika tourist tak mau bayar makan di restoran terang-terangan, kita beraninya cuma pada dagang nasi jinggo atau pada dagang bakso yang lewat. Itupun makannya sama temen. Sembunyi-sembunyi pula. Hayoooo, siapakah di antara semeton yang pernah bertingkah demikian?

Turis “Cebok”

Ada juga kasus pasangan turis dari Ceko yang sempat bikin heboh Bali. Pasangan itu dianggap melecehkan pura di kawasan Monkey Forest Ubud karena “cebok” dengan air suci dari pelinggih pada 11 Agustus 2019 lalu. Pasangan ini direkam saat tengah berpelukan membelakangi area tirta suci. Lalu, tiba-tiba yang perempuan membuka roknya dengan posisi menungging. Yang laki-laki langsung mengambil air yang mengalir dari pelinggih lalu ‘menyebokkannya’ ke bokong si perempuan. Hal ini membuat yang perempuan terkejut, lalu mereka tertawa setelahnya. Untuk meluruskan masalah ini, mereka pun dipanggil. Pasangan itu kemudian meminta maaf dengan alasan tidak tahu bahwa kawasan pura adalah tempat suci.

Kejadian serupa juga sempat terjadi, misalnya pada kasus turis naik ke pelinggih Pura Luhur Batukaru atau pada turis yang merusak patung Catur Muka. Hampir semua persoalan diselesaikan dengan permohonan maaf dan menghaturkan Guru Piduka. Hal ini kian menguatkan pandangan betapa konsistennya toleransi masyarakat Bali yang begitu tinggi menjaga keharmonisan. Tak cuma harmonis pada Tuhan, alam dan lingkungan sesama. Juga pada mereka-mereka yang merusak keharmonisan masyarakat pada Tuhan, alam dan lingkungan. Semuanya tetap harus dimaafkan, tetap harus dihormati agar senantiasa harmoni pariwisata Bali.

Viral Turis Ngajak Liburan ke Bali di Tengah Covid

Unggahan dari Kristen Gray, seorang turis asing yang tinggal di Bali sempat viral di media sosial Twitter pada 17 Januari 2021.  Penyebabnya lantaran ia mengajak turis asing ke Bali dan mengikuti jejaknya meski tengah berada dalam situasi pandemi Covid-19. Melalui akun Twitter-nya @kristentootie, ia menceritakan pengalamannya pindah ke Bali setelah kehilangan pekerjaan.

Pada awalnya, ia hanya berencana tinggal selama enam bulan, namun pandemi membuatnya tak bisa pulang ke negaranya. Selama di Bali, ia mengaku menikmati hidup yang serba murah dibandingkan dengan Amerika. Dalam penutupnya, ia juga menautkan link e-book karyanya berjudul Our Bali Life is Yours dengan harga 30 dollar AS. Buku itu berisi tentang cara agar bisa mencapai mimpi yang sama di Bali.

Dari hal ini, tentu kita patut berbangga sebagai orang Bali. Sebagai sebuah destinasi wisata, begitu banyak hal yang bisa ditawarkan dan dijual perihal Bali. Mulai dari tanah yang dijual, sawah yang dijual, pantai yang dijual, kini mimpi hidup di Bali pun bisa dijual seharga 30 dollar. Berupa e-book lagi! Tentu tak sebanding dengan harga buku para penulis Bali yang paling banter seharga 30 ribu rupiah. Itupun yang beli cuma segelintir orang.

Viral Pengunjung Pantai Sanur Diusir

Ini adalah viral sebuah video yang menampilkan curahan hati seorang perempuan pengunjung Pantai Sanur Bali yang diusir satpam hotel dengan alasan kawasan milik pribadi atau private beach. Sayangnya, yang diusir bukan turis, melainkan perempuan Bali bernama Mirah Sugandhi. Video ini berasal dari akun Instagram miliknya pada 24 Maret lalu.

“Aku masih syok, ya ampun kenapa aku diusir ya? Aku baru tahu loh kalau hotel itu bisa punya pantai”, ujarnya. Komentar ini tentu begitu menggelikan buat kita. Sebab persoalan pantai yang diprivatisasi ini sebenarnya sudah sejak dulu marak terjadi. Beberapa netizen sempat berkomentar dalam video, ‘inilah kekuatan perempuan cantik, yen jegeg, jeg aluh be viral!’

Demikianlah kekuatan kecantikan, semeton. Perempuan yang cantik, tak ada bedanya dengan Pulau Bali yang cantik. Karena kecantikannya, gampang sekali menjadikannya viral. Jika diingat-ingat, sudah tak terhitung lagi jumlah kejadian viral turis berkelakuan menyimpang yang datang ke Bali.

Berkali-kali kita teriakan “kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi!”, berkali-kali juga terulang lagi. Kecantikan pulau Bali tak ada bedanya dengan kecantikan seleb-seleb di Instagram. Bedanya, kecantikan seleb Instagram bisa diprivat agar terproteksi dari para netizan ngawur yang datang berkomentar. Sementara memprivat pulau Bali tampaknya tak segampang memprivat akun Instragam. Cukup pantai Bali saja yang diprivat. Pulaunya jangan! [T]

Tags: balimedia sosialPariwisataTuris Nyeleneh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memasuki Museum Masa Kecil Avianti Armand | Hidup dan Hidup Lagi Berkali Kali

Next Post

Drama Politik | Bupati Masuk Kandang Banteng Setelah Bertempur Menundukkan Sang Banteng

AjeNg Bali Tour

AjeNg Bali Tour

Penyedia jasa tour & travel narasi Bali alternatif

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Drama Politik | Bupati Masuk Kandang Banteng Setelah Bertempur Menundukkan Sang Banteng

Drama Politik | Bupati Masuk Kandang Banteng Setelah Bertempur Menundukkan Sang Banteng

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co