14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali yang Cantik dan Turis yang Nyeleneh

AjeNg Bali Tour by AjeNg Bali Tour
May 10, 2021
in Esai
Bali yang Cantik dan Turis yang Nyeleneh

Ilustrasi: Croping foto lukisan kaca Nagasepaha karya Ketut Samudra yang dipamerkan di Bentara Budaya Bali 2017

April  lalu Bali kembali dihebohkan dengan viral kelakukan aneh oknum turis di Bali. Kali ini adalah video mesum pasangan WNA yang diambil di tempat terbuka, yang diduga berlokasi di kawasan Gunung Batur.

Sungguh, kita semua pasti bersepakat bahwa kejadian ini merupakan sebuah pelecehan, apalagi jika benar video tersebut dilakukan di Gunung Batur sebagai kawasan yang disucikan, apalagi jika benar video ini diambil di tengah situasi Covid saat ini, dimana pariwasata Bali masih terpuruk dan belum juga menunjukkan perkembangan.

Kejadian ini membuat Bali ibarat peribahasa, sudah jatuh, tertimpa tangga, tertimpa pula dengan atap. Sudah terancam Covid, tak punya duit, ditinggal turis, sekalinya ada yang tinggal, malah turis-turis semacam ini.

Terbaru, ada turis diberitakan didepostasi karena membuka kelas orgasme. Beritanya juga sedang ramai-ramainya di Bali. Sebelumnya lagi ada turis melukis wajah dengan lukisan seakan-akan ia menggunakan masker dan mengelabui petugas keamanan.

Sesungguhnya berita tentang turis yang viral akibat aksi dan perbuatan yang nyeleneh (bahkan ada yang masuk ranah hukum), berkali-kali terjadi. Seakan-akan selalu ada berita baru tentang turis yang dianggap tak sesuai dengan norma-norma dan hukum yang berlaku di Bali dan Indonesia. Siapa yang harus mulat sarira, introspeksi diri, si turis atau kita di Bali?

Berikut adalah beberapa kebiasaan turis yang sempat viral di Bali, yang mungkin tak lagi kita ingat, yang mungkin sebenarnya dapat kita petik amanatnya sebagai bahan mulat sarira di tengah situasi Covid, di tengah harapan untuk menyongsong wisata Bali yang lebih berkualitas.

Turis Gak Mau Bayar Tagihan Makan

Ingatkah semeton tentang viral turis yang tak mau bayar tagihan makan sebesar Rp 95 ribu sekitar pertengahan bulan Juli 2019 lalu? Turis wanita yang mengaku sebagai Host TV itu diberitakan telah bertindak kurang sopan saat diberikan tagihan. Bukan hanya sekali, turis wanita ini ternyata sudah dua kali datang ke tempat yang sama dan juga tidak membayar makanan dan minuman yang dipesannya. Pada kali kedua inilah kemudian sang pemilik restoran memasukannya ke dalam daftar hitam dan memviralkannya.

Dari hal ini, kita dapat mengetahui bahwa turis sebenarnya sama saja dengan kita. Ada turis yang kaya, ada juga kita yang kaya. Ada turis yang miskin, ada juga kita yang miskin. Ada turis yang makan tak mau bayar, ada juga kita yang pernah demikian. Bedanya, jika tourist tak mau bayar makan di restoran terang-terangan, kita beraninya cuma pada dagang nasi jinggo atau pada dagang bakso yang lewat. Itupun makannya sama temen. Sembunyi-sembunyi pula. Hayoooo, siapakah di antara semeton yang pernah bertingkah demikian?

Turis “Cebok”

Ada juga kasus pasangan turis dari Ceko yang sempat bikin heboh Bali. Pasangan itu dianggap melecehkan pura di kawasan Monkey Forest Ubud karena “cebok” dengan air suci dari pelinggih pada 11 Agustus 2019 lalu. Pasangan ini direkam saat tengah berpelukan membelakangi area tirta suci. Lalu, tiba-tiba yang perempuan membuka roknya dengan posisi menungging. Yang laki-laki langsung mengambil air yang mengalir dari pelinggih lalu ‘menyebokkannya’ ke bokong si perempuan. Hal ini membuat yang perempuan terkejut, lalu mereka tertawa setelahnya. Untuk meluruskan masalah ini, mereka pun dipanggil. Pasangan itu kemudian meminta maaf dengan alasan tidak tahu bahwa kawasan pura adalah tempat suci.

Kejadian serupa juga sempat terjadi, misalnya pada kasus turis naik ke pelinggih Pura Luhur Batukaru atau pada turis yang merusak patung Catur Muka. Hampir semua persoalan diselesaikan dengan permohonan maaf dan menghaturkan Guru Piduka. Hal ini kian menguatkan pandangan betapa konsistennya toleransi masyarakat Bali yang begitu tinggi menjaga keharmonisan. Tak cuma harmonis pada Tuhan, alam dan lingkungan sesama. Juga pada mereka-mereka yang merusak keharmonisan masyarakat pada Tuhan, alam dan lingkungan. Semuanya tetap harus dimaafkan, tetap harus dihormati agar senantiasa harmoni pariwisata Bali.

Viral Turis Ngajak Liburan ke Bali di Tengah Covid

Unggahan dari Kristen Gray, seorang turis asing yang tinggal di Bali sempat viral di media sosial Twitter pada 17 Januari 2021.  Penyebabnya lantaran ia mengajak turis asing ke Bali dan mengikuti jejaknya meski tengah berada dalam situasi pandemi Covid-19. Melalui akun Twitter-nya @kristentootie, ia menceritakan pengalamannya pindah ke Bali setelah kehilangan pekerjaan.

Pada awalnya, ia hanya berencana tinggal selama enam bulan, namun pandemi membuatnya tak bisa pulang ke negaranya. Selama di Bali, ia mengaku menikmati hidup yang serba murah dibandingkan dengan Amerika. Dalam penutupnya, ia juga menautkan link e-book karyanya berjudul Our Bali Life is Yours dengan harga 30 dollar AS. Buku itu berisi tentang cara agar bisa mencapai mimpi yang sama di Bali.

Dari hal ini, tentu kita patut berbangga sebagai orang Bali. Sebagai sebuah destinasi wisata, begitu banyak hal yang bisa ditawarkan dan dijual perihal Bali. Mulai dari tanah yang dijual, sawah yang dijual, pantai yang dijual, kini mimpi hidup di Bali pun bisa dijual seharga 30 dollar. Berupa e-book lagi! Tentu tak sebanding dengan harga buku para penulis Bali yang paling banter seharga 30 ribu rupiah. Itupun yang beli cuma segelintir orang.

Viral Pengunjung Pantai Sanur Diusir

Ini adalah viral sebuah video yang menampilkan curahan hati seorang perempuan pengunjung Pantai Sanur Bali yang diusir satpam hotel dengan alasan kawasan milik pribadi atau private beach. Sayangnya, yang diusir bukan turis, melainkan perempuan Bali bernama Mirah Sugandhi. Video ini berasal dari akun Instagram miliknya pada 24 Maret lalu.

“Aku masih syok, ya ampun kenapa aku diusir ya? Aku baru tahu loh kalau hotel itu bisa punya pantai”, ujarnya. Komentar ini tentu begitu menggelikan buat kita. Sebab persoalan pantai yang diprivatisasi ini sebenarnya sudah sejak dulu marak terjadi. Beberapa netizen sempat berkomentar dalam video, ‘inilah kekuatan perempuan cantik, yen jegeg, jeg aluh be viral!’

Demikianlah kekuatan kecantikan, semeton. Perempuan yang cantik, tak ada bedanya dengan Pulau Bali yang cantik. Karena kecantikannya, gampang sekali menjadikannya viral. Jika diingat-ingat, sudah tak terhitung lagi jumlah kejadian viral turis berkelakuan menyimpang yang datang ke Bali.

Berkali-kali kita teriakan “kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi!”, berkali-kali juga terulang lagi. Kecantikan pulau Bali tak ada bedanya dengan kecantikan seleb-seleb di Instagram. Bedanya, kecantikan seleb Instagram bisa diprivat agar terproteksi dari para netizan ngawur yang datang berkomentar. Sementara memprivat pulau Bali tampaknya tak segampang memprivat akun Instragam. Cukup pantai Bali saja yang diprivat. Pulaunya jangan! [T]

Tags: balimedia sosialPariwisataTuris Nyeleneh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memasuki Museum Masa Kecil Avianti Armand | Hidup dan Hidup Lagi Berkali Kali

Next Post

Drama Politik | Bupati Masuk Kandang Banteng Setelah Bertempur Menundukkan Sang Banteng

AjeNg Bali Tour

AjeNg Bali Tour

Penyedia jasa tour & travel narasi Bali alternatif

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Drama Politik | Bupati Masuk Kandang Banteng Setelah Bertempur Menundukkan Sang Banteng

Drama Politik | Bupati Masuk Kandang Banteng Setelah Bertempur Menundukkan Sang Banteng

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co