2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengkonversi Karya Tulis Ilmiah Menjadi Sebuah Buku

I Made Kridalaksana by I Made Kridalaksana
April 8, 2021
in Esai
Mengkonversi Karya Tulis Ilmiah Menjadi Sebuah Buku

Workshop nasional “Nulis Bareng Pak Dhe—Angkatan 3” pada hari ke 3 hari Senin, 29 Maret 2021 sesi pertama menghadirkan Wahyu Juli Hastuti. Pemateri yang juga guru dan penulis ini memulai presentasinya yang berjudul “Karya Tulis Ilmiah Buku” tersebut dengan memperkenalkan pengertian karya ilmiah. Sebagaimana dipaparkan pada powerpoint slide-nya karya tulis ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Menurutnya, tujuan pembuatan karya tulis ilmiah adalah untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Lebih lanjut dijelaskannya bahwa karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam obyek tulisan.

Penelitian dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang dimulai dengan adanya penyimpangan. Melengkapi pernyataan ini Wahyu Juli Hastuti mengutip Stonner (1982) yang mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan  kenyataan,  adanya   pengaduan,  dan kompetisi.

Dalam melakukan penelitian untuk karya tulis ilmiah terdapat 2 syarat yang mesti dipenuhi oleh peneliti atau penulis. Pertama, merupakan masalah penting. Peneliti hendaknya meneliti hal-hal yang merupakan masalah yang memang benar-benar penting. Yang juga tidak kalah pentingnya adalah meneliti atau menulis masalah-masalah yang merupakan bidang keilmuan si peneliti. Kedua, tidak melanggar etika. Penelitian harus dilakukan dengan kejujuran metodologi, prosedur harus dijelaskan kepada obyek penelitian, tidak melanggar privasi, publikasi harus dengan persetujuan obyek penelitian, tidak boleh melakukan penipuan, dalam pengambilan maupun pengolahan data.

Selanjutnya, Wahyu Juli Hastuti menjelaskan pengertian masalah. Masalah adalah suatu pernyataan yang mempersoalkan keberadaan suatu variabel atau mempersoalkan hubungan antar variabel pada suatu fenomena. Ia juga mengutip pernyataan Suryabrata (1994: 60) yang menyebutkan masalah merupakan kesenjangan antara harapan (das sollen) dengan  kenyataan (das sein), antara kebutuhan dengan yang tersedia, antara yang seharusnya (what should be) dengan yang ada (what  it is). Penelitian dimaksudkan untuk menutup kesenjangan (what can be).

Menurutnya, terdapat 5 jenis syarat masalah dalam penelitian. Pertama, menarik. Meneliti masalah yang menarik ini akan memberikan motivasi untuk melakukan penelitian dengan serius. Kedua, Bermanfaat. Manfaat bagi masyarakat dalam skala besar maupun kecil (kampus, sekolah, kelurahan, dsb.). Ketiga, hal yang baru. Masalah yang diteliti sebaiknya menawarkan solusi baru yang apabila dibandingkan dengan solusi yang lainnya akan menjadi lebih efektif, murah, cepat, dan sebagainya. Selain itu, meskipun tidak baru, setidaknya masalah yang diteliti tersebut memberikan perbaikan dari sistem dan mekanisme kerja yang sudah ada sebelumnya. Keempat, dapat diuji (diukur). Masalah penelitian beserta variabel-variabelnya merupakan sesuatu yang bisa diuji secara empiris. Untuk penelitian korelasi, korelasi antara beberapa variabel yang kita teliti juga harus diuji secara ilmiah dengan beberapa parameter. Kelima, dapat dilaksanakan. Masalah yang diangkat dalam penelitian hendaknya terkait hal-hal yang dapat dilakukan peneliti seperti terkait dengan kepakaran atau keahlian peneliti, kemudahan untuk mendapatkan data, serta ketersediaan waktu dan dana yang cukup. Jadi, hindari melakukan penelitian terhadap hal-hal yang tidak memungkinkan atau research impossible.

Untuk menjadikan hasil penelitian ke dalam bentuk karya tulis ilmiah berupa buku, si penulis hendaknya memahami dan melakukan urutan-urutan struktur sebuah karya tulis. Adapun urutan struktur karya tulis tersebut adalah judul, abstrak, pendahuluan pada Bab I, kajian pustaka pada Bab II, metode pada Bab III, Hasil dan Pembahasan pada Bab IV, simpulan pada Bab V, serta diikuti daftar pustaka.

Terkait abstrak, narasumber yang bertugas di SMK Negeri 1 Bontang ini mencontohkan format sebuah abstrak yang baik. Sebagaimana bisa dilihat pada slide-nya, judul sebuah hasil penelitian ditulis paling atas menggunakan huruf kapital semua: “REDUKSI MISKONSEPSI SISWA PADA KONSEP REAKSI REDOKS MELALUI MODEL ECIRR”. Selanjutnya, di bawah judul tersebut ia mencantumkan nama penulis serta diikuti dengan nama dan alamat institusi tempat tugas penulis beserta alamat e-mail-nya. Pada abstraknya, terdapat dua jenis bahasa yang digunakan, yakni: bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Dalam menulis abstrak, sedikitnya terdapat tiga hal yang harus ada. Ketiga hal tersebuat adalah latar belakang penelitian terkait mengapa sebuah penelitian dilakukan, metode penelitian apa yang diterapkan dan bagaimana penerapannya, serta hasil penelitian terkait apa yang ditemukan pada penelitian tersebut.  Untuk memberikan “bayangan” penulisan abstrak kepada peserta workshop, ia menampilan abstrak hasil penelitiannya dalam bahasa Inggris “Implementation of a ECIRR Model that could remediate students’ misconception on Redo’s reactions” serta padanannya dalam bahasa Indonesia. Pada abstrak ia menuliskan subyek penelitian, kelas, dan nama sekolah, rancangan penelitian, instrumen yang dipakai three-tier diagnostic test untuk menemukan miskonsepsi siswa, teknik analisis data, deskriptif kualitatif, dan inferensial, serta yang tidak kalah penting adalah temuan bahwa pembelajaran menggunakan model ECIRR berhasil mengurangi miskonsepsi subyek penelitian dalam mengetahui konsep dan meningkatkan prestasi pembelajaran secara signifikan.

Selanjutnya, Wahyu Juli Hastuti memaparkan tentang pendahuluan pada sebuah karya tulis ilmiah. Pada Bab I adalah ‘Pendahuluan’.  Pendahuluan setidaknya memuat tiga hal, yakni: latar belakang masalah, rumusan masalah, serta tujuan penelitian. Terkait dengan keterpaduan masing-masing hal tersebut, ia menjelaskan kalimat terakhir pada sebuah paragraf satu hendaknya berhubungan dengan kalimat pertama pada awal kalimat pada paragraf berikutnya.

Wahyu Juli Hastuti juga menyebutkan terdapat 3 jenis metode penelitian. Ketiga jenis metode tersebut adalah metode penelitian berdasarkan tujuan, metode penelitian berdasarkan tingkat kealamiahan, serta metode penelitian berdasarkan pendekatan. Lebih jauh dipaparkan penelitian berdasarkan tujuan adalah penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. Penelitian jenis ini dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji dan mengevaluasi teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis. Penelitian dan pengembangan bertujuan untuk menemukan, mengembangkan dan memvalidasi suatu produk.

Selanjutnya, berdasarkan tingkat kealamiahan, metode penelitian dibedakan menjadi dua. Yang pertama metode penelitian eksperimen, yakni metode penelitian yang sangat tidak alamiah karena tempat penelitian di lab dalam kondisi yang terkontrol sehingga tidak terdapat pengaruh dari luar. Dan yang kedua, metode survei, yakni metode yang digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data misalkan dengan mengedarkan kuesioner, tes wawancara terstruktur dan sebagainya (perlakuan tidak seperti dalam eksperimen).

Berdasarkan pendekatannya, metode penelitian dibedakan menjadi dua, yakni: yang pertama, metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian jenis ini berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Yang kedua, adalah metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif ini adalah metode yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Setelah memperkenalkan struktur karya tulis ilmiah seperti di atas, ia menjelaskan sesuatu yang paling ditunggu-tunggu oleh peserta workshop, yakni: cara mengubah Karya Tulis Ilmiah (KTI) menjadi sebuah buku. Dalam menuangkan sebuah KTI menjadi buku, lanjutnya, ada beberapa bagian yang harus dipotong maupun ada bagian yang perlu ditambahkan. Menurutnya, bagian-bagian yang harus dipotong meliputi tinjauan pustaka, metodologi, kutipan, tabel, referensi serta lampiran. Sebaliknya, bagian-bagian yang perlu ditambahkan adalah latar belakang masalah untuk mengarahkan dan mempersiapkan pembaca ”menyantap” tulisan hasil penelitian si peneliti, bahan data baru untuk memfokuskan kembali pada penelitian tersebut serta dilanjutkan dengan kesimpulan yang menarik benang merah dari semua penjelasan menjadi satu kesatuan yang koheren dan memuaskan.

Menanggapi pertanyaan saya apakah artikel-artikel yang pernah dimuat di media massa seperti koran bisa “diubah” ke dalam bentuk buku, Wahyu Juli Hastuti mengatakan “bisa” asalkan kumpulan artikel-artikel tersebut memiliki tema yang “berdekatan” dalam arti terdapat korelasi antara artikel yang satu dengan yang lainnya. Salah satu pertanyaan menarik dari peserta lainnya adalah apakah bukan merupakan plagiasi apabila “membukukan” karya tulis ilmiah (KTI) kita menjadi sebuah buku, Wahyu Juli Hastuti menjawab bahwa hal tersebut tidak masalah sepanjang pada buku terdapat perbedaan gaya pengungkapan, pemotongan bagian kutipan tulisan orang lain pada kajian pustaka, serta “memperlembut” bahasa dari bahasa ilmiah pada KTI menjadi bahasa yang lebih popular. Setelah Wahyu Juli Hasuti menjawab semua pertanyaan peserta, tibalah saatnya Suwari selaku moderator menutup sesi pertama tersebut. Setelah mengikuti sesi ini, saya pun merasa semakin “berilmu” sebab mendapatkan pengetahuan yang sangat bermanfaat. [T]

Tags: Bukukarya ilmiah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Bali Emerging Artist 2021 | Membuka Ruang Bagi yang Muda

Next Post

Menyambut Galungan | Bangkitkan Cahaya Dharma dalam Hati

I Made Kridalaksana

I Made Kridalaksana

Lahir di Bongkasa, Badung, Bali, tahun 1972. Pendidikan terakhir S2 Linguistik di Universitas Udayana Denpasar (2007). Kini, guru di SMA Negeri 2 Mengwi, Badung, Bali. Puisi-puisi penulis terhimpun pada antologi bersama: “Mengunyah Geram, Seratus Puisi Menolak Korupsi” (2017), dan banyak lagi.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Menyambut Galungan | Bangkitkan Cahaya Dharma dalam Hati

Menyambut Galungan | Bangkitkan Cahaya Dharma dalam Hati

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co