23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengkonversi Karya Tulis Ilmiah Menjadi Sebuah Buku

I Made Kridalaksana by I Made Kridalaksana
April 8, 2021
in Esai
Mengkonversi Karya Tulis Ilmiah Menjadi Sebuah Buku

Workshop nasional “Nulis Bareng Pak Dhe—Angkatan 3” pada hari ke 3 hari Senin, 29 Maret 2021 sesi pertama menghadirkan Wahyu Juli Hastuti. Pemateri yang juga guru dan penulis ini memulai presentasinya yang berjudul “Karya Tulis Ilmiah Buku” tersebut dengan memperkenalkan pengertian karya ilmiah. Sebagaimana dipaparkan pada powerpoint slide-nya karya tulis ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Menurutnya, tujuan pembuatan karya tulis ilmiah adalah untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Lebih lanjut dijelaskannya bahwa karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam obyek tulisan.

Penelitian dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang dimulai dengan adanya penyimpangan. Melengkapi pernyataan ini Wahyu Juli Hastuti mengutip Stonner (1982) yang mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan  kenyataan,  adanya   pengaduan,  dan kompetisi.

Dalam melakukan penelitian untuk karya tulis ilmiah terdapat 2 syarat yang mesti dipenuhi oleh peneliti atau penulis. Pertama, merupakan masalah penting. Peneliti hendaknya meneliti hal-hal yang merupakan masalah yang memang benar-benar penting. Yang juga tidak kalah pentingnya adalah meneliti atau menulis masalah-masalah yang merupakan bidang keilmuan si peneliti. Kedua, tidak melanggar etika. Penelitian harus dilakukan dengan kejujuran metodologi, prosedur harus dijelaskan kepada obyek penelitian, tidak melanggar privasi, publikasi harus dengan persetujuan obyek penelitian, tidak boleh melakukan penipuan, dalam pengambilan maupun pengolahan data.

Selanjutnya, Wahyu Juli Hastuti menjelaskan pengertian masalah. Masalah adalah suatu pernyataan yang mempersoalkan keberadaan suatu variabel atau mempersoalkan hubungan antar variabel pada suatu fenomena. Ia juga mengutip pernyataan Suryabrata (1994: 60) yang menyebutkan masalah merupakan kesenjangan antara harapan (das sollen) dengan  kenyataan (das sein), antara kebutuhan dengan yang tersedia, antara yang seharusnya (what should be) dengan yang ada (what  it is). Penelitian dimaksudkan untuk menutup kesenjangan (what can be).

Menurutnya, terdapat 5 jenis syarat masalah dalam penelitian. Pertama, menarik. Meneliti masalah yang menarik ini akan memberikan motivasi untuk melakukan penelitian dengan serius. Kedua, Bermanfaat. Manfaat bagi masyarakat dalam skala besar maupun kecil (kampus, sekolah, kelurahan, dsb.). Ketiga, hal yang baru. Masalah yang diteliti sebaiknya menawarkan solusi baru yang apabila dibandingkan dengan solusi yang lainnya akan menjadi lebih efektif, murah, cepat, dan sebagainya. Selain itu, meskipun tidak baru, setidaknya masalah yang diteliti tersebut memberikan perbaikan dari sistem dan mekanisme kerja yang sudah ada sebelumnya. Keempat, dapat diuji (diukur). Masalah penelitian beserta variabel-variabelnya merupakan sesuatu yang bisa diuji secara empiris. Untuk penelitian korelasi, korelasi antara beberapa variabel yang kita teliti juga harus diuji secara ilmiah dengan beberapa parameter. Kelima, dapat dilaksanakan. Masalah yang diangkat dalam penelitian hendaknya terkait hal-hal yang dapat dilakukan peneliti seperti terkait dengan kepakaran atau keahlian peneliti, kemudahan untuk mendapatkan data, serta ketersediaan waktu dan dana yang cukup. Jadi, hindari melakukan penelitian terhadap hal-hal yang tidak memungkinkan atau research impossible.

Untuk menjadikan hasil penelitian ke dalam bentuk karya tulis ilmiah berupa buku, si penulis hendaknya memahami dan melakukan urutan-urutan struktur sebuah karya tulis. Adapun urutan struktur karya tulis tersebut adalah judul, abstrak, pendahuluan pada Bab I, kajian pustaka pada Bab II, metode pada Bab III, Hasil dan Pembahasan pada Bab IV, simpulan pada Bab V, serta diikuti daftar pustaka.

Terkait abstrak, narasumber yang bertugas di SMK Negeri 1 Bontang ini mencontohkan format sebuah abstrak yang baik. Sebagaimana bisa dilihat pada slide-nya, judul sebuah hasil penelitian ditulis paling atas menggunakan huruf kapital semua: “REDUKSI MISKONSEPSI SISWA PADA KONSEP REAKSI REDOKS MELALUI MODEL ECIRR”. Selanjutnya, di bawah judul tersebut ia mencantumkan nama penulis serta diikuti dengan nama dan alamat institusi tempat tugas penulis beserta alamat e-mail-nya. Pada abstraknya, terdapat dua jenis bahasa yang digunakan, yakni: bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Dalam menulis abstrak, sedikitnya terdapat tiga hal yang harus ada. Ketiga hal tersebuat adalah latar belakang penelitian terkait mengapa sebuah penelitian dilakukan, metode penelitian apa yang diterapkan dan bagaimana penerapannya, serta hasil penelitian terkait apa yang ditemukan pada penelitian tersebut.  Untuk memberikan “bayangan” penulisan abstrak kepada peserta workshop, ia menampilan abstrak hasil penelitiannya dalam bahasa Inggris “Implementation of a ECIRR Model that could remediate students’ misconception on Redo’s reactions” serta padanannya dalam bahasa Indonesia. Pada abstrak ia menuliskan subyek penelitian, kelas, dan nama sekolah, rancangan penelitian, instrumen yang dipakai three-tier diagnostic test untuk menemukan miskonsepsi siswa, teknik analisis data, deskriptif kualitatif, dan inferensial, serta yang tidak kalah penting adalah temuan bahwa pembelajaran menggunakan model ECIRR berhasil mengurangi miskonsepsi subyek penelitian dalam mengetahui konsep dan meningkatkan prestasi pembelajaran secara signifikan.

Selanjutnya, Wahyu Juli Hastuti memaparkan tentang pendahuluan pada sebuah karya tulis ilmiah. Pada Bab I adalah ‘Pendahuluan’.  Pendahuluan setidaknya memuat tiga hal, yakni: latar belakang masalah, rumusan masalah, serta tujuan penelitian. Terkait dengan keterpaduan masing-masing hal tersebut, ia menjelaskan kalimat terakhir pada sebuah paragraf satu hendaknya berhubungan dengan kalimat pertama pada awal kalimat pada paragraf berikutnya.

Wahyu Juli Hastuti juga menyebutkan terdapat 3 jenis metode penelitian. Ketiga jenis metode tersebut adalah metode penelitian berdasarkan tujuan, metode penelitian berdasarkan tingkat kealamiahan, serta metode penelitian berdasarkan pendekatan. Lebih jauh dipaparkan penelitian berdasarkan tujuan adalah penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. Penelitian jenis ini dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji dan mengevaluasi teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis. Penelitian dan pengembangan bertujuan untuk menemukan, mengembangkan dan memvalidasi suatu produk.

Selanjutnya, berdasarkan tingkat kealamiahan, metode penelitian dibedakan menjadi dua. Yang pertama metode penelitian eksperimen, yakni metode penelitian yang sangat tidak alamiah karena tempat penelitian di lab dalam kondisi yang terkontrol sehingga tidak terdapat pengaruh dari luar. Dan yang kedua, metode survei, yakni metode yang digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data misalkan dengan mengedarkan kuesioner, tes wawancara terstruktur dan sebagainya (perlakuan tidak seperti dalam eksperimen).

Berdasarkan pendekatannya, metode penelitian dibedakan menjadi dua, yakni: yang pertama, metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian jenis ini berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Yang kedua, adalah metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif ini adalah metode yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Setelah memperkenalkan struktur karya tulis ilmiah seperti di atas, ia menjelaskan sesuatu yang paling ditunggu-tunggu oleh peserta workshop, yakni: cara mengubah Karya Tulis Ilmiah (KTI) menjadi sebuah buku. Dalam menuangkan sebuah KTI menjadi buku, lanjutnya, ada beberapa bagian yang harus dipotong maupun ada bagian yang perlu ditambahkan. Menurutnya, bagian-bagian yang harus dipotong meliputi tinjauan pustaka, metodologi, kutipan, tabel, referensi serta lampiran. Sebaliknya, bagian-bagian yang perlu ditambahkan adalah latar belakang masalah untuk mengarahkan dan mempersiapkan pembaca ”menyantap” tulisan hasil penelitian si peneliti, bahan data baru untuk memfokuskan kembali pada penelitian tersebut serta dilanjutkan dengan kesimpulan yang menarik benang merah dari semua penjelasan menjadi satu kesatuan yang koheren dan memuaskan.

Menanggapi pertanyaan saya apakah artikel-artikel yang pernah dimuat di media massa seperti koran bisa “diubah” ke dalam bentuk buku, Wahyu Juli Hastuti mengatakan “bisa” asalkan kumpulan artikel-artikel tersebut memiliki tema yang “berdekatan” dalam arti terdapat korelasi antara artikel yang satu dengan yang lainnya. Salah satu pertanyaan menarik dari peserta lainnya adalah apakah bukan merupakan plagiasi apabila “membukukan” karya tulis ilmiah (KTI) kita menjadi sebuah buku, Wahyu Juli Hastuti menjawab bahwa hal tersebut tidak masalah sepanjang pada buku terdapat perbedaan gaya pengungkapan, pemotongan bagian kutipan tulisan orang lain pada kajian pustaka, serta “memperlembut” bahasa dari bahasa ilmiah pada KTI menjadi bahasa yang lebih popular. Setelah Wahyu Juli Hasuti menjawab semua pertanyaan peserta, tibalah saatnya Suwari selaku moderator menutup sesi pertama tersebut. Setelah mengikuti sesi ini, saya pun merasa semakin “berilmu” sebab mendapatkan pengetahuan yang sangat bermanfaat. [T]

Tags: Bukukarya ilmiah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Bali Emerging Artist 2021 | Membuka Ruang Bagi yang Muda

Next Post

Menyambut Galungan | Bangkitkan Cahaya Dharma dalam Hati

I Made Kridalaksana

I Made Kridalaksana

Lahir di Bongkasa, Badung, Bali, tahun 1972. Pendidikan terakhir S2 Linguistik di Universitas Udayana Denpasar (2007). Kini, guru di SMA Negeri 2 Mengwi, Badung, Bali. Puisi-puisi penulis terhimpun pada antologi bersama: “Mengunyah Geram, Seratus Puisi Menolak Korupsi” (2017), dan banyak lagi.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Menyambut Galungan | Bangkitkan Cahaya Dharma dalam Hati

Menyambut Galungan | Bangkitkan Cahaya Dharma dalam Hati

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co