2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pernikahan, Sartre dan Berang-berang Pacarnya

I Putu Agus Phebi Rosadi by I Putu Agus Phebi Rosadi
February 14, 2021
in Esai
Pernikahan, Sartre dan Berang-berang Pacarnya

Jean Paul Sartre/theparisreview.org [diambil dari IDN Times]

Seorang teman yang nasib hidupnya tak lebih baik setelah menikah, bertanya kepada saya yang memang mempunyai rencana menikah dalam waktu dekat,” Apa kamu akan menikah?”, “Dalam wabah Corona begini, bukankah tidak boleh menikah?” saya bertanya balik. Dia tak menyahut. Tiap kali pertanyaan semacam itu membawa saya pada identifikasi yang itu-itu juga ; pernikahan adalah keharusan demi belanjutnya kehidupan manusia. Tiap kali pula hal semacam itu membawa saya pada sebuah kemungkinan baru untuk membalikkan fakta yang itu-itu juga.  Setiap pernikahan, seyogyanya membawa nasib masing-masing dan mengandung kemungkinan tak terduga. Entah pernikahan membawa nasib ke arah yang lebih baik atau kearah yang lebih buruk.

Saya kemudian teringat kisah Sartre dan Berang-berang pacarnya. Jean Paul Satre amat tenar di kalangan para mahasiswa, kaum revolusioner di masanya, bahkan hingga sekarang. Laki-laki yang bertubuh kecil dan berkacamata tebal yang dicap, bahwa hanya saat ia tidur, ia tak berpikir. Sikap politiknya amat selaras dengan era jayanya Che Guevara. Namun, diantara sikap politik dan pemikiran-pemikiran filsafatnya, dalam hidupnya Satre mengalami kisah cinta yang menggantung.

Pada suatu hari, di Paris tahun 1929, saat Jean Paul nongkrong di sebuah kafe di Latin Quarter dengan Raymond Aron Maurice Marleau-Ponty, tiba-tiba seorang perempuan bertubuh tinggi ikut bergabung. Sekejap saja gadis itu sanggup bertaut dengan obrolan filsafat. Dialah Simone de Beauvoir. Selisih usia mereka 3 tahun. Sartre 24 tahun dan Simone 21 tahun.  Sartre memandang Simone sebagai perempuan manis, cantik, dan kerap mengenankan pakaian keren. Dalam diskusi yang berlangsung lama itu, seketika kawan-kawan dari Sartre memberi julukan “Berang-berang” pada Simone karena ia berpendafat seperti menunjukkan sebuah kerja keras dan berenergi.

Tanpa disadari, dalam pertemuan itu, Sartre telah menaruh hati pada Simone dan mengatakan bahwa ia akan melindungi Simone dalam kepakan sayapnya. Mereka kerap bepergian berdua dan beradu pendapat. Meskipun Simone begitu pintar, namun ia selalu kalah bila beradu isi kepala dengan Sartre. Simon kerap memberikan pendapat-pendapat dan kritik tepat sasaran. Hal itulah yang membuat Sartre merasa menjadi tumbu bertemu tutup. Mereka akhirnya menjalin hubungan yang lebih serius. Tapi mereka sama memandang bahwa sebuah hubungan yang serius tidakalh sesuai dengan sudut pandang filosofis. Sikap hubungan pacaran yang konvensional menurutnya meski dihindari.

Mereka akhinya membuat sikap bahwa hubungan mereka harus bersifat terbuka. Tidak ada ikatan, tidak ada komitmen.  Mereka sering bepergian ke rumah makan di Left Blank, ke kafe-kafe. Betapa saya membayangkan saat Julliette Greco menyanyikan lagu , Whaterver you do, you become.” dan Satre dan si berang-berang mendengarkannya di sebuah meja dengan obrolan-obrolan filsafat yang berserakan di meja sambil sesekali berciuman dan tertawa menertawakan dirinya masing-masing. Lalu mereka pulang, dan bercinta di ranjang sambil memperdebatkan sisa-sisa filsafat yang masih berserakan di atas meja kafe itu.

Lama berselang, setelah masa akhir ujian kelas Filsafat diumumkan, Sartre menduduki peringkat pertama, sedangkan Simone menduduki peringkat kedua. Sungguh pasangan yang sempurna. Era Filsafat Prancis sedang menemukan generasi emas. Namun akhirnya Sartre dan Simone dihadapkan dengan peristiwa dunia nyata yang harus dihadapi ; Simone mengajar dan Sartre manjalani wajib militer. Sartre sadar, bahwa hubungannya dengan Simon adalah hubungan yang istimewa, amka ia membuat sebuah komitmen baru yang menyatakan bahwa Ia dan Simone menjalani ikatan kontrak dua tahun. Sartre mengusulkan selama dua tahun hubungan mereka akan bersifat affair. Banyak orang yang mengatakan bahwa Prancis adalah kota yang romantic bagi sebuah hubungan. Namun Sartre dan simon jalas-jelas membantahnya dan melakukannya bahkan di jantung Prancis.

Sartre akhirnya benar-benar menjalani wajib militer dan menjadi serdadu paling buruk setelah Bustre Keaton. Karena ia adalah serdadu yang buruk, Satre akhirnya memilih unit meteorology dan menjadi penerbang balon cuaca di bawah pimpinan temannya Raymond Aron. Dalam masa wajib militer itu, Sartre kerap menerima surat-surat dari Simone dengan salam yang sama sekali tidak romantic, “ Hey, aku telah menemukan teori baru!”

Sebetulnya Sartre tidaklah menemukan teori baru, namun ia hanya merusak teori yang telah ada. Ia mengatakan Descartes keliru, Kant tidak lengkap, dan Hegel sangat Borjuis hingga akhirnya ia kecewa pada diri sendiri yang menggeluti filsafat. Menurutnya filsafat sama sekali tak mampu mencekram kehidupan nyata. Tapi Raymond Aron membantahnya, ia mengatakan bahwa filsafat telah sejak lama mencakup kehidupan nyata. Ia memberikan contoh bahwa jika ia sanggup bicara mengenai fenomenologi sebuah botol di atas meja, maka itu adalah fisafat. Hal itulah kemudian membuat Sartre ingin menghabiskan waktunya di Fennch Institute untuk memahami filsafat Husserl yang dikatakan Aron tadi.

Melihat kisah cinta mereka, saya jadi ingat novelis Gibson dan Atwood yang memandang pernikahan juga sebagai sesuatu yang boleh tak dilakukan. Dalam puisinya “ Habitation” ia mengatakan bahwa pernikahan membutuhkan usaha yang banyak untuk mempertahankannya. Dan Satre-Simone, bukan tipe orang yang mau diribetkan dengan hal semacam itu. Simone mengatakan perasaan negatif kepada perempuan.

Ia mengatakan bahwa kehamilan adalah kutukan yang menjadikan manusia lemah dan pasif. Dan sekali lagi saya tegaskan, tak perlu kiranya dijelaskan lagi. Dalam hal cinta, mereka adalah filsafat itu sendiri. Biarlah cara berhubungan mereka tetap menjadikan pernikahan sebagai sebuah pilihan, bukan keharusan. Sementara saya sendiri, tetap menimbang-nimbang, apakah akan meniru Sartre ataukah mengambil keputusan manusia pada umumnya. [T]

Tags: cintafilsafatJean Paul Sartrepernikahan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menulis, Menjaga Kelestarian Otak Kita

Next Post

Duku dan Duka | Kisah Kematian Pohon-Pohon

I Putu Agus Phebi Rosadi

I Putu Agus Phebi Rosadi

Setelah menempuh pendidikan di Singaraja, ia kembali ke kampung halamannya di Jembrana untuk menjadi petani sembari nyambi jadi guru. Selain menulis puisi, ia juga menulis esai dan cerpen.

Related Posts

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails

Seni sebagai Napas Demokrasi: Mengapa Kritik Bukan Ancaman, Melainkan Tanda Kehidupan

by Ahmad Prasetya Hady
July 28, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

“Demokrasi tidak hanya hidup di bilik suara. Ia juga hidup di panggung teater, di dinding mural, dalam bait puisi, dan...

Read moreDetails

Komunikasi Politik dan Krisis Komunikasi Publik Pemimpin

by Chusmeru
July 27, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DINAMIKA komunikasi politik selalu berubah pada setiap rezim. Puluhan tahun silam, para pemimpin dikenal lewat pidato di lapangan terbuka dan...

Read moreDetails

Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

by Agung Sudarsa
July 27, 2026
0
Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

SEBUAH peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Bali kembali mengguncang nurani masyarakat. Bukan semata karena adanya korban jiwa, tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Duku dan Duka | Kisah Kematian Pohon-Pohon

Duku dan Duka | Kisah Kematian Pohon-Pohon

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali
Khas

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi
Khas

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi
Khas

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena
Ulas Pentas

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co