8 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bermain Ski ala Pandemi di Awal 2021 | Kabar dari Jepang

Riris Sanjaya by Riris Sanjaya
January 26, 2021
in Khas
Bermain Ski ala Pandemi di Awal 2021 | Kabar dari Jepang

Bermain sky di Jepang {foto Riris Sanjaya]

Sudah setahun lebih saya tinggal untuk bekerja di Niseko, Hokkaido, Jepang. Kawasan tempat saya bekerja ini tersohor akan ski resort-nya, yang mana hotel-hotel mengedepankan ketersediaan ski-in dan ski-out.

Di Bali hotel seperti berlomba mencari lokasi terdekat dengan bibir pantai. Tentu agar tamu, keluar dari kamar, langsung bisa berjemur ke pantai atau nyebur ke laut. Tapi hotel di kawasan ski ini, seperti Niseko Village, Hirafu, Annupuri, dan Hanazono ini, seakan berlomba membuat kamar  sedekat mungkin dengan ski area. Jadi begitu tamu telah mengenakan atribut ski yang aduhai ribetnya itu, tamu bisa segera meluncur berski-ria dan kembali juga dengan berski menuju hotel.

Kalau sunset Bali terkenal dengan beach viewnya, sementara Niseko, tentu saja dengan layer saljunya. [Foto: Riris Sanjaya]

Jadi jangan heran kalau pemain ski kelas berat, akan memilih kamar yang luasnya tidak seberapa tapi begitu keluar pintu lobi langsung bisa meluncur di atas salju, dibandingkan ditawari free upgrade ke private townhouse yang mewah dan megah tapi harus naik mobil dulu sebelum bermain ski.

Tentang keribetan pakaian ski? Aduh, makebek sekali, Jon!  Saya yang sudah setahun di daerah itu, pada akhirnya mencoba ski untuk pertama kalinya pada 5 Januari 2021, setelah memasuki Winter Season kedua saya di Niseko. Saya sungguh termehek-mehek dengan kelengkapan pakaian ski yang harus saya kenakan demi kelancaran acara ber-ski itu.

Dari atas hingga bawah, dimulai dari helmet, goggle, neck warmer, dalaman heattech teknologi Jepang atas dan bawah, atasan cukup tebal, jaket ski, celana ski, gloves, kaos kaki, ski boots. Kemudian untuk perlengkapan, menggunakan ski poles dan tentu saja ski boardnya. Inilah adalah salah satu alasan saya menunda-nunda percobaan ski sejak tahun lalu.

Area First Timer. [Foto: Riris Sanjaya]

Ketika awal saya datang, saya sungguh tidak memiliki keberanian mencoba ski meskipun tertarik. Alasannya ada beberapa, salah satunya malas keluar uang untuk biaya asuransi ski, sewa pakaian, sewa alat, dan tentu saja paling takut kalau sampai cedera. Saya sungguh berhati-hati akan setiap kegiatan yang saya lakukan selama bekerja di Jepang ini, terpisah dari anak, suami, dan keluarga besar. Jangan sampai membuat khawatir dan tentu saja harus pintar menjaga diri karena tinggal sendiri.

Tahun lalu segala kelengkapan ski dan snowboard disediakan oleh penyedia jasa sewa di dalam hotel. Tapi sehubungan dengan usaha mencegah penyebaran virus Covid-19, beberapa item tidak lagi disewakan, seperti goggles dan gloves. Saat saya mencoba mengenakan ski boots, akhirnya rasa penasaran saya terselesaikan.

Saya kerap mengernyitkan dahi ketika melihat para tamu berlalu lalang di depan lobi berjalan seperti robot punyah. Jalannya per langkah demi langkah, kemudian agak miring-miring seperti habis minum sake. Ternyata bentuk ski boots memang tidak mengijinkan kaki kita berdiri lurus. Hahaaa dasar first timer!

Memang segala sesuatu kalau tidak kita coba sendiri, bisanya cuma bertanya-tanya dalam hati, atau kalau buat tipe yang lebih rajin dari saya, tanya-tanya Mbah Google.  

Usai membayar biaya rental alat-alat ski dengan melampirkan approval form dari manager, saya mendapat potongan harga 50%, saya dan Jaycy yang telah menghubungi salah satu teman instruktur untuk mengajari kami bermain ski, beriringan menuju ski area. Tentu saja, area First Timer. Hahahaa

Pokoknya biar pernah [Foto: Riris Sanjaya]

Ah, rasanya menakjubkan ketika saya menyadari saya masih dibolehkan mencoba hal baru. Saya pikir saya sudah cukup tua untuk memulai, terutama dalam hal olahraga. Saya merasa sebagai seorang ibu yang sudah melahirkan dua kali, tubuh saya sebaiknya hanya melakukan relaksasi ringan saja, jogging dan yoga sudah maksimal. Tapi kini, saya malah menikmati sensasi meluncur di atas salju dengan ketidaktakutan untuk jatuh dan terjerembab.

Saya terinspirasi oleh para tamu jepang. Mereka sudah terbilang renta secara usia, tetapi berjiwa pelita. Sejak Winter Season 2020 dimulai, dari 1 Desember, saya ditugaskan di front desk. Setiap hari main job saya adalah menangani check-in dan check-out. Dari menyambut kedatangan tamu-tamu yang pasangan muda, kemudian keluarga, hingga saya terkesan akan banyaknya kakek dan nenek yang datang bermalam dengan tujuan utama bermain ski. Bukan paruh baya, tapi sungguh sudah lanjut usia.

Magic carpet, menuju ski base camp. [Foto Riris Sanjaya]
Teman instruktur, Hana-chan, orang Taiwan yang mahir bahasa Jepang dan Inggris. [Foto: Riris Sanjaya]
Once in a lifetime! {fptp Riris Sanjaya]

Mereka terlihat lihai dan sungguh mandiri mengurusi seluruh perlengkapan ski yang sudah mereka kirim dari rumah masing-masing dengan layanan takkyubin, jadi mereka tidak usah sibuk menyewa alat karena sudah membawa peralatan andalan sesuai ukuran mereka. Dan, herannya lagi, mengingat perjalanan dari bandara sampai Niseko kurang lebih 3 jam, usai check-in mereka langsung bergegas ganti pakaian dan langsung meluncur. Tinggallah saya yang terbelalak di lobi melihat para lansia penuh stamina. 

Ada tamu-tamu yang datang setiap tahun, ada yang datang dalam satu bulan yang sama berkali-kali, ada pula yang menginap selama 3 bulan hampir selama winter season. Tamu-tamu ini kami golongkan menjadi VIP, super repeater guests, yang tentu saja nama dan preference kamarnya sudah kami siapkan betul. Berbeda dengan tahun lalu, karena border ditutup untuk kedatangan WNA, kami hanya memiliki tamu domestik. Itupun jumlahnya menurun karena Go To Campaign, program diskon dari pemerintah kepada seluruh penduduk Jepang untuk menghidupkan kembali perekonomian negara, dihentikan sementara akibat merebaknya kembali kasus Covid-19.

Ah, pengalaman bermain ski pertama saya, sungguh menyenangkan sekaligus menyedihkan pada saat yang sama. Saya senang bisa menikmati salju segar Niseko yang terkenal dengan istilah Japan Powder leluasa seperti dalam private area, tetapi ngenes karena sadar tidak banyak tamu-tamu yang bisa datang meluncur di area ski karena kendala pandemi.

Eh, sebentar! Tentu saja saya merasa bebas dan leluasa tidak ada banyak orang, karena saya dan Jaycy saja yang masuk kelas First Timer. Hahhaaaa. [T]

Menyenangkan {foto Riris Sanjaya]

_____

BACA KABAR DARI JEPANG SELENGKAPNYA

Ini salah satu jenis sakura, yang ada di sekitaran dam. [Foto koleksi Riris Sanjaya]
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Filosofi Luluh Sate

Next Post

Pulang Adalah Kepastian, Rumah Hanya Persinggahan

Riris Sanjaya

Riris Sanjaya

Lahir di Singaraja, kini bekerja di Jepang

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Pulang Adalah Kepastian, Rumah Hanya Persinggahan

Pulang Adalah Kepastian, Rumah Hanya Persinggahan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek
Buku Tatkala

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek

Judul: Permata Bali -- kumpulan cerita pendek Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putu Oka Sukanta ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
October 7, 2026
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa
Opini

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

by Chusmeru
October 7, 2026
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud
Pameran

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co