25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Transformasi Tradisi dari Penggunaan “Semat” ke “Staples” dalam “Majejaitan”

Suara Perubahan by Suara Perubahan
January 10, 2021
in Esai
Transformasi Tradisi dari Penggunaan “Semat” ke “Staples” dalam “Majejaitan”

Penulis: Ni Komang Ayu Gek Mahadewi

________

Ketika melewati ruas jalan di wilayah Kapal, Mengwi, Badung. sering kita jumpai ada banyak pedagang yang menjual sarana upakara. Jika di cermati mereka sebagian besar menggunakan staples ketimbang semat dalam jejaitan (bahan sarana upakara). Sarana banten (upakara) merupakan bagian dari kearifan lokal tradisi di Bali. Sarana banten biasanya menggunakan bahan alami dari alam seperti janur, buah-buahan dan lainnya.

Kegiatan membuat banten salah satunya disebut kegiatan mejejahitan. Mejejahitan adalah kegiatan pembuatan sarana persembahyanagan yang bahan dasarnya memanfaatkan daun atau janur. Dulu, dilingkungan masyarakat bali sering dijumpai proses pembuatan banten dengan mejejahitan kini hanya beberapa dearah yang masih eksis melakukan kegiatan ini bersama-sama di desa. Kegiatan mejejahiatan dilakukan melalui pengarah atau mendatangkan krama (masyarakat sekitar). Umumnya tujuan krama hadir untuk membantu mejejahitan banten untuk kegiatan tertentu.

Agama Hindu di Bali mengenal banyak jenis upacara yadnya (ritual) seperti pernikahan, ngaben (upacara kematian), upacara kelahiran bayi, dan lainnya. Dominan masyarakat hindu Bali akan membuat persiapan saranan upacara berupa banten (upakara). Hal ini karena kehidupan masyarakat hindu di Bali tidak terlepas dari adanya kegiatan upacara agama (Yadnya). Sering dijumpai pada masyarakat yang menghaturkan sesembahan yang disebut banten (sarana upakara).

Sesembahan ini merupakan bentuk hubungan manusia dengan Tuhan atau pencipta. Sarana banten yang sering kita jumpai saat ini di masyarakat banyak mengalami perubahan di era tahun 2000-an. Proses pembuatan banten yang melalui mejejahitan yang ada saat ini, jarang menggunakan semat (bahan pengait yang terbuat dari bambu dan tajam untuk mengkaitkan dan ditusukkan ke janur). Namun kini, masyarakat lebih memilih menggunakan staples untuk efisiensi waktu, kemudahan, simple dan menghindari luka pada tangan saat mejejahitan banten tersebut.

Pesatnya kemajuan imu pengetahuan merupakan salah satu faktor dominan penyebab cepatnya perubahan-perubahan sosial (social changes). Seiring dengan berkembangnya jaman, adanya perkembangan budaya dan ilmu pengetahuian tersebut, membuat pergeseran prilaku di masyarakat. Masyarakat mulai berpikir praktis, efektif,efisien, cepat dan tidak merepotkan. Kehadiran teknologi dan perubahan industrialisasi sangat berkembang pesat di beberapa sektor. Membuat kegiatan mejejahitan mulai menglami perubahan dimana masyarakat kini mulai memanfaatkan alat berupa staples ketimbang menggunakan semat. Staples merupakan alat pengencang dua arah yang terbuat dari metal, alat ini biasanya dipasangkan dengan stapler untuk menyatukan beberapa bagian. Beberapa masayarakat lebih menggunakan straples karena pertimbanagn lebih simple dan cepat dalam menyelesaikan kegiatan mejejahitan.

Tentu saja, simplisitas penggunaan alat dalam kegiatan mejejahitan banyak mengalami pro dan kontra di kalangan pembuat banten maupun masyarakat. Dominan pertimbangan eknomis dalam proses acara dibandingkan pertimbanagn maknawi. Penggunaan staples sebagai pengganti semat pada jejahitan banten upakara. Adanya konsepsi mental umat hindu yang dijelaskan bahwa sarana upacara lebih dimaknai sebagai alat dari pada religiusnya.

Penggunaan semat yang beralih dengan penggunaan staples dalam kegiatan mejejahitan, untuk tujuan pembuatan banten upakara hindu di Bali, kian megalami perubahan. Perubahan seperti ini sering disebut dengan perubahan transformasi tradisi. Transformasi tersebut, memaksa penyesuaian nilai dan norma dalam masyarakan. Beberapa kalangan brahmana (geria) berpendapat, penggunaan staples tidak sesuai etika hubungan manusia dengan lingkungan dalam pembuatan upakara. Alasannya karena bahan staples dalam menjejahitan terbuat dari bahan metal, yang tentu akan sangat susah terurai sehingga dipandang dapat merusak lingkungan. Disisi lain, masyarakat biasa kini lebih sering menggunakan staples ketimbang semat. Kelemahan penggunaan staples juga dapat mengganggu pakem pembuatan banten.

Akan tetapi, kehadiran staples dalam kegiatan mejejahitan di lingkungan serati, juga memang cukup membantu mempersingkat waktu pembuatan banten. Banten yang dibuat sesuai target akan lebih cepat selesai. Penggunaan staples dalam menjejahitan juga menjadi lebih simple karena tidak banyak membuang tenaga dan tidak terlalu melukai tangan. Namun sisi lain sisi buruknya adalah beberapa serati harus membiasakan diri beralih dari penggunaan semat ke staples. Perubahan penggunaan alat staples pada serati yang usianya lebih tua akan mengalami penolakan karena keahlian penggunaan semat saat mejejahitan akan memerlukan waktu untuk membiasakannya.

Lebih lanjut. Penggunaan staples pada sarana upacara juga ditemukan pada pedagang sarana upakara di daerah mengwi badung. Seperti sarana penjor, bahkan banyak diantara mereka sudah dominan memilih menggunakan staples. Faktor ekonomi dan efisiensi waktu produksi menjadi beberapa pedagang sarana upakara memilih menggunakan staples ketimbang semat. Di sisi lain, beberapa masayrakat juga menganggap bahwa bahan semat sifatnya mudah rapuh, jadi penggunaan staples dalam jejahitan banten menjadi lebih kokoh dan tahan lama.

Dunia usaha sarana upakara (banten) pada saat ini mengalami banyak inovasi dan kesadaran modern. Penggunaan staples pada proses mejejahitan dalam pembuatan banten menjadi kian eksis karena kemudahan yang ditawarkan. Jika dilihat dari perspektif etika bisnis, penggunaan staples dalam jejahitan banten di untuk upakara yadnya di bali, ada beberapa aspek yang harus di perhatikan yaitu. Pertama adanya tanggung jawab hubungan dengan Tuhan. Bahan banten yang akan dipersembahkan kepada tuhan, harus menyeseuaikan dengan syarat dan kaidah. Penggunaan steples dalam mejejahitan masih kadang terjadi perdebatan dalam masyarakat.

Aspek kedua, tanggung jawab antara manusia. Pelayanan pembuatan banten yang dilakukan melalui proses mejejahitan biasanya memerlukan waktu dan tenaga yang cukup banyak. Sehingga untuk efisiensi waktu dan tenaga penggunaan staples kadang akan membantu meneyelsaikan banten tepat waktu. Aspek ketiga yaitu tanggung jawab lingkungan, etika penggunaan semat ke staples masih menjadi pro dan kontra. Mengingat semat sendiri didapat dari alam dan staples terbuat dari bahan metal yang sulit terurai. Hal ini memerlukan solusi yang tepat agar teknologi dan tradisi bisa berjalan beriringan.

Sehingga, penggunaan staples menjadi peluang bagi beberapa masyarakat. Alternative pembuatan banten melalui proses mejejahitan dari menggunakan semat menjadi beralih menggunakan staples merupakan suatu pilihan yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk mempermudah waktu mereka dalam mengerjakan proses mejejahitan dan aman dari luka. Perubahan ini juga menjadi trend di masyarakat kini, bahwa kegiatan dinamis sosial yang terus berubah berdasarkan pemanfaatn tekniologi terbaru dan yang lebih praktis. Penggunaan staples dalam mejejhatian sarana upakara adalah hal yang dapat disimpulkan sebagai bentuk peningkatan hasil produksi. Masyarakat harus memperhatikan unsur-unsur berpikir cepat, memanfaatkan teknologi dalam kegiatan tradisi adat. [T]

  • Ni Komang Ayu Gek Mahadewi- Mahasiswa Pascasarjana S2 Ilmu Manajemen, Undiksha

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Harmonisasi Adat dan Budaya Bali di Tengah Pandemi

Next Post

Strategi Survive Sektor Perhotelan di Kala Pandemi

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Strategi Survive Sektor Perhotelan di Kala Pandemi

Strategi Survive Sektor Perhotelan di Kala Pandemi

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co