2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Covid-19: Pandemi, Ramalan, Paksaan Perubahan Paradigma, dan Inersia Kehidupan

Suara Perubahan by Suara Perubahan
January 8, 2021
in Esai
Covid-19: Pandemi, Ramalan, Paksaan Perubahan Paradigma, dan Inersia Kehidupan

I Gede Prabaskara Ary Karang

Penulis: I Gede Prabaskara Ary Karang

_______

Sejarah mencatat bahwa pada tanggal 11 Maret 2020 Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) secara resmi mengumumkan virus corona Covid-19 sebagai sebuah pandemi. Pandemi merupakan penyakit yang menyebar di wilayah yang luas, misalnya beberapa benoa atau di seluruh dunia. Pandemi adalah epidemi yang terjadi pada skala yang melintasi batas internasional. WHO meminta seluruh negara untuk mengambil “tindakan mendesak dan agresif”. Pandemi dinilai sebagai wabah yang mengerikan dan mencemaskan.

Virus corona merupakan jenis virus yang diidentifikasi sebagai penyebab penyakit pada saluran pernapasan, yang pertama kali terdeteksi muncul di Kota Wuhan, Tiongkok. Dari sebuah kota hingga menyebar ke 189 Negara di dunia. Dari 1 kasus terkonfirmasi hingga update per Oktober 2020 hampir 39 juta kasus terkonfirmasi dengan lebih dari satu juta kasus kematian. Dari sebuah virus flu biasa menjadi pandemi, dari sebuah virus tanpa vaksin akhirnya nanti menjadi bagian dari 6 imunisasi wajib yang diberikan kepada anak-anak, dari sebuah penyakit menakutkan bergeser menjadi penyakit yang seakan diragukan kebenarannya sebagai bentuk resistensi dari masyarakat. Dari sebuah virus yang paling dijauhi hingga nanti menjadi virus yang bersejarah yang paling banyak dicari. Begitulah perubahan itu terjadi, tidak ada makhluk di dunia ini yang luput dari perubahan.

Covid-19 yang tidak luput dari perubahan tersebut seakan tidak luput juga dari sebuah ramalan, salah satunya adalah ramalan Jayabaya atau Joyoboyo yang terkenal ramalan Notonegoro-nya. Ramalan itu berbunyi

“Sesuk yen wis ketemu tahun sing kembar bakal ketemu jamane langgar bubar, mesjid korat-karit, Kabah ora kaambah, begajul padha ucul, manungsa seda tanpa diupakara, kawula cilik padha keluwen, para punggawa negara makarya nganti lali kaluwarga”

Artinya, besok bila bertemu tahun kembar maka akan bertemu masanya surau atau musala bubar, masjid tidak terurus, Ka’bah tidak dikunjungi, penjahat lepas, manusia meninggal tidak diurus sebagaimana mestinya, rakyat kecil kelaparan, dan para pejabat/petugas bekerja sampai lupa keluarga.

Sebuah ramalan yang begitu menggambarkan kondisi Indonesia saat ini ketika diserang wabah pandemi Covid-19 yang terjadi pada tahun kembar, 2020. Suatu ramalan yang tidak memaksa kita untuk mempercayainya, semuanya diserahkan kepada pribadi masing-masing untuk percaya atau tidak dengan hal tersebut karena ramalan bukan takdir tetapi sebuah seni proyeksi. Seiring dengan perkembangan zaman maka perubahan akan penilaian terhadap suatu ramalan akan semakin berubah, lagi-lagi perubahan dan tidak ada yang luput dari perubahan.

Fokus inti dari ramalan itu adalah menggambarkan bahwa adanya perubahan yang sangat mendasar dalam perilaku manusia akibat adanya pandemi Covid-19. Untuk mengurangi penyebaran Covid-19 maka pemerintah selalu menyerukan agar masyarakat selalu menjaga jarak dan menghindari kerumunan yang akhirnya banyak mengkampanyekan seruan “di rumah saja” sehingga tidak heran di setiap media sosial bertebaran hastag #dirumahaja. Tidak hanya terkait dengan aktivitas pekerjaan tetapi juga terkait kewajiban beribadah. Pada aktivitas pekerjaan akhirnya diterapkan Work From Home (WFH), pertemuan dilakukan dengan media online dan saat ini telah menjadi kebiasaan.

Pada aktivitas kewajiban beribadah, bahwa beribadah secara bersama adalah suatu yang sangat baik namun ketika Pandemi Covid-19 ini menyerang maka itu pun disebut sebagai suatu bentuk aktivitas yang dapat menimbulkan kerumunan sehingga pemerintah pun menghimbau agar masyarakat dapat beribadah di rumah masing-masing. Dengan demikian tergambarlah suatu keadaan yang persis dengan ramalan Jayabaya bahwa tempat beribadah baik Masjid, Gereja, Pura, Wihara, Kelenteng dan lain-lain menjadi sangat sepi. Baru saat ini semboyan yang sudah digunakan sejak zaman kolonial dengan tujuan memupuk rasa persatuan saat itu yaitu “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” mengalami perubahan. Pertama dalam sejarah dunia, bahkan di negara lain pun sama, semboyan ‘berpisah kita kuat bersatu kita runtuh’, menjadi salah satu cara melawan wabah yang melanda sehingga semboyan “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” seakan tidak berlaku saat ini dalam penanganan pandemi Covid-19. Walau mustahil, kini itulah kenyataannya. Lagi-lagi perubahan terjadi dengan tidak mengenal kata mustahil.  

Dari sebuah pandemi hingga menjadi sebuah peristiwa yang banyak dihubungkan oleh masyarakat dengan sebuah ramalan, sebagai pemicu seruan lockdown dan seruan di rumah saja sampai yang teranyar menjadi seruan ingat pesan Ibu telah menjadikan pandemi Covid-19 sebagai suatu trending topik nomor 1 di dunia sepanjang tahun 2020. Wabah virus Covid-19 telah membawa dampak yang signifikan terhadap berbagai sektor. Hampir tidak ada sektor yang tidak mengalami dampak krisis akibat pandemi Covid-19.

Hampir setiap negara di dunia pasti menganggarkan dana untuk keperluan pertahanan dan keamanan. Sebut saja 5 (lima) negara dengan anggaran pertahanan tertinggi di Dunia antara lain Amerika Serikat, China, Arab Saudi, India, dan Perancis. Amerika Serikat sebagai negara adikuasa tentu tidak dapat diragukan kekuatan pertahanan keamanannya. Besar kekuatan militernya nomor 1 di dunia. Militer Amerika Serikat sebenarnya dipersenjatai dengan baik untuk menghalau serangan konvensional. Tetapi keunggulan itu tidak banyak bermanfaat ketika menghadapi ancaman pandemi Covid-19. Ratusan ribu warga AS meninggal dalam waktu singkat. Bahkan angkatan laut AS pun tidak berdaya.

Covid-19 menyebar di atas Kapal Induk USS Theodore Roosevelt dengan kapasitas sekitar 5000 awak kapal. Pihak angkatan laut AS kemudian bingung meghadapinya. Hal tersebut telah menelanjangi rapuhnya konsep pertahanan nasional saat ini. Hal ini bukan hanya di Amerika Serikat tetapi juga seluruh dunia. Jadi pandemi Covid-19 menjadi pemicu perlunya transformasi dalam berbagai aspek kehidupan salah satunya adalah pertahanan dan keamanan. Paradigma keamanan internasional yang telah fokus pada anti terorisme, perebutan wilayah, dan serangan konvensional lainnya  akhirnya dipaksa untuk berubah fokus. Ke depan anggaran pertahanan dan keamanan lebih dimaksimalkan untuk kegiatan pemulihan pasca pandemi Covid-19 dan juga antisipasi wabah serupa di masa yang akan datang.

Diantara banyaknya transformasi yang harus dilakukan terkait dengan dipaksanya harus merubah paradigma seperti perubahan paradigma industri dan ekonomi, perubahan paradigma pembelajaran dalam dunia pendidikan, perubahan paradigma layanan dalam sektor bisnis jasa termasuk pariwisata maka perubahan paradigma pertahanan dan keamanan adalah perubahan yang pokok dilakukan karena menyangkut suatu yang penting dan mendesak yaitu demi keselamatan setiap warga negara. Sudah saatnya untuk mengadopsi “gagasan keamanan yang lebih luas”. Sesuatu yang tidak terpikirkan oleh negara manapun sebelumnya, covid-19 telah merubah paradigma setiap negara di dunia ini secara terpaksa dan harus dilakukan. Sebuah perubahan besar yang hanya bisa dilakukan oleh sebuah virus, sebuah organisme yang sangat kecil. Sebuah petikan pelajaran bahwa apapun bisa terjadi di dunia.

Pandemi covid-19 benar-benar membawa dampak yang sangat luas, bukan hanya karena menelan banyak korban tetapi juga menjadikan kondisi ekonomi dunia carut marut. Dari sebuah pandemi hingga menjadi pemicu keterpaksaan merubah paradigma dalam berbagai aspek dasar, pandemi Covid-19 juga membentuk inersia kehidupan masyarakat. Inersia adalah kecenderungan benda untuk tetap bergerak atau tetap diam. Dalam konsep psikologi, manusia lebih cenderung bertahan daripada kembali melakukan sesuatu.

Covid-19 adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata, sehingga masyarakat awam banyak memunculkan pendapat bahwa Covid-19 tidak ada, mungkin ada tetapi dibesar-besarkan. Suatu pendapat yang wajar. Ini lah yang menyebabkan terjadinya inersia kehidupan. Masyarakat lebih cenderung tetap untuk bergerak, sehingga resistensi masyarakat sangat besar ketika pemangku kepentingan mengajak masyarakat untuk tetap di rumah saja. Kecenderungan untuk beraktifitas seperti biasa itu lebih besar daripada ketakutan terinfeksi Covid-19. Bukan tidak masuk akal, tetapi karena masyarakat perlu hidup. Hidup ini sangat banyak kebutuhan dan kewajiban apalagi keinginan. Cov-19 memicu inersia kehidupan yang sebenernya masih luas dari yang tersampaikan di atas. Lagi-lagi ini adalah perubahan mendasar, inilah kenyataannya. [T]

  • I Gede Prabaskara Ary Karang, Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Manajemen Undiksha

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pengalihan Mata Pencarian di Masa Pandemi || Dari Karyawan Perhotelan ke Stand Angkringan

Next Post

Bandar Udara atau Bandar Tanah

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Hantu Kotak Kosong

Bandar Udara atau Bandar Tanah

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co