23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Covid-19: Pandemi, Ramalan, Paksaan Perubahan Paradigma, dan Inersia Kehidupan

Suara Perubahan by Suara Perubahan
January 8, 2021
in Esai
Covid-19: Pandemi, Ramalan, Paksaan Perubahan Paradigma, dan Inersia Kehidupan

I Gede Prabaskara Ary Karang

Penulis: I Gede Prabaskara Ary Karang

_______

Sejarah mencatat bahwa pada tanggal 11 Maret 2020 Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) secara resmi mengumumkan virus corona Covid-19 sebagai sebuah pandemi. Pandemi merupakan penyakit yang menyebar di wilayah yang luas, misalnya beberapa benoa atau di seluruh dunia. Pandemi adalah epidemi yang terjadi pada skala yang melintasi batas internasional. WHO meminta seluruh negara untuk mengambil “tindakan mendesak dan agresif”. Pandemi dinilai sebagai wabah yang mengerikan dan mencemaskan.

Virus corona merupakan jenis virus yang diidentifikasi sebagai penyebab penyakit pada saluran pernapasan, yang pertama kali terdeteksi muncul di Kota Wuhan, Tiongkok. Dari sebuah kota hingga menyebar ke 189 Negara di dunia. Dari 1 kasus terkonfirmasi hingga update per Oktober 2020 hampir 39 juta kasus terkonfirmasi dengan lebih dari satu juta kasus kematian. Dari sebuah virus flu biasa menjadi pandemi, dari sebuah virus tanpa vaksin akhirnya nanti menjadi bagian dari 6 imunisasi wajib yang diberikan kepada anak-anak, dari sebuah penyakit menakutkan bergeser menjadi penyakit yang seakan diragukan kebenarannya sebagai bentuk resistensi dari masyarakat. Dari sebuah virus yang paling dijauhi hingga nanti menjadi virus yang bersejarah yang paling banyak dicari. Begitulah perubahan itu terjadi, tidak ada makhluk di dunia ini yang luput dari perubahan.

Covid-19 yang tidak luput dari perubahan tersebut seakan tidak luput juga dari sebuah ramalan, salah satunya adalah ramalan Jayabaya atau Joyoboyo yang terkenal ramalan Notonegoro-nya. Ramalan itu berbunyi

“Sesuk yen wis ketemu tahun sing kembar bakal ketemu jamane langgar bubar, mesjid korat-karit, Kabah ora kaambah, begajul padha ucul, manungsa seda tanpa diupakara, kawula cilik padha keluwen, para punggawa negara makarya nganti lali kaluwarga”

Artinya, besok bila bertemu tahun kembar maka akan bertemu masanya surau atau musala bubar, masjid tidak terurus, Ka’bah tidak dikunjungi, penjahat lepas, manusia meninggal tidak diurus sebagaimana mestinya, rakyat kecil kelaparan, dan para pejabat/petugas bekerja sampai lupa keluarga.

Sebuah ramalan yang begitu menggambarkan kondisi Indonesia saat ini ketika diserang wabah pandemi Covid-19 yang terjadi pada tahun kembar, 2020. Suatu ramalan yang tidak memaksa kita untuk mempercayainya, semuanya diserahkan kepada pribadi masing-masing untuk percaya atau tidak dengan hal tersebut karena ramalan bukan takdir tetapi sebuah seni proyeksi. Seiring dengan perkembangan zaman maka perubahan akan penilaian terhadap suatu ramalan akan semakin berubah, lagi-lagi perubahan dan tidak ada yang luput dari perubahan.

Fokus inti dari ramalan itu adalah menggambarkan bahwa adanya perubahan yang sangat mendasar dalam perilaku manusia akibat adanya pandemi Covid-19. Untuk mengurangi penyebaran Covid-19 maka pemerintah selalu menyerukan agar masyarakat selalu menjaga jarak dan menghindari kerumunan yang akhirnya banyak mengkampanyekan seruan “di rumah saja” sehingga tidak heran di setiap media sosial bertebaran hastag #dirumahaja. Tidak hanya terkait dengan aktivitas pekerjaan tetapi juga terkait kewajiban beribadah. Pada aktivitas pekerjaan akhirnya diterapkan Work From Home (WFH), pertemuan dilakukan dengan media online dan saat ini telah menjadi kebiasaan.

Pada aktivitas kewajiban beribadah, bahwa beribadah secara bersama adalah suatu yang sangat baik namun ketika Pandemi Covid-19 ini menyerang maka itu pun disebut sebagai suatu bentuk aktivitas yang dapat menimbulkan kerumunan sehingga pemerintah pun menghimbau agar masyarakat dapat beribadah di rumah masing-masing. Dengan demikian tergambarlah suatu keadaan yang persis dengan ramalan Jayabaya bahwa tempat beribadah baik Masjid, Gereja, Pura, Wihara, Kelenteng dan lain-lain menjadi sangat sepi. Baru saat ini semboyan yang sudah digunakan sejak zaman kolonial dengan tujuan memupuk rasa persatuan saat itu yaitu “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” mengalami perubahan. Pertama dalam sejarah dunia, bahkan di negara lain pun sama, semboyan ‘berpisah kita kuat bersatu kita runtuh’, menjadi salah satu cara melawan wabah yang melanda sehingga semboyan “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” seakan tidak berlaku saat ini dalam penanganan pandemi Covid-19. Walau mustahil, kini itulah kenyataannya. Lagi-lagi perubahan terjadi dengan tidak mengenal kata mustahil.  

Dari sebuah pandemi hingga menjadi sebuah peristiwa yang banyak dihubungkan oleh masyarakat dengan sebuah ramalan, sebagai pemicu seruan lockdown dan seruan di rumah saja sampai yang teranyar menjadi seruan ingat pesan Ibu telah menjadikan pandemi Covid-19 sebagai suatu trending topik nomor 1 di dunia sepanjang tahun 2020. Wabah virus Covid-19 telah membawa dampak yang signifikan terhadap berbagai sektor. Hampir tidak ada sektor yang tidak mengalami dampak krisis akibat pandemi Covid-19.

Hampir setiap negara di dunia pasti menganggarkan dana untuk keperluan pertahanan dan keamanan. Sebut saja 5 (lima) negara dengan anggaran pertahanan tertinggi di Dunia antara lain Amerika Serikat, China, Arab Saudi, India, dan Perancis. Amerika Serikat sebagai negara adikuasa tentu tidak dapat diragukan kekuatan pertahanan keamanannya. Besar kekuatan militernya nomor 1 di dunia. Militer Amerika Serikat sebenarnya dipersenjatai dengan baik untuk menghalau serangan konvensional. Tetapi keunggulan itu tidak banyak bermanfaat ketika menghadapi ancaman pandemi Covid-19. Ratusan ribu warga AS meninggal dalam waktu singkat. Bahkan angkatan laut AS pun tidak berdaya.

Covid-19 menyebar di atas Kapal Induk USS Theodore Roosevelt dengan kapasitas sekitar 5000 awak kapal. Pihak angkatan laut AS kemudian bingung meghadapinya. Hal tersebut telah menelanjangi rapuhnya konsep pertahanan nasional saat ini. Hal ini bukan hanya di Amerika Serikat tetapi juga seluruh dunia. Jadi pandemi Covid-19 menjadi pemicu perlunya transformasi dalam berbagai aspek kehidupan salah satunya adalah pertahanan dan keamanan. Paradigma keamanan internasional yang telah fokus pada anti terorisme, perebutan wilayah, dan serangan konvensional lainnya  akhirnya dipaksa untuk berubah fokus. Ke depan anggaran pertahanan dan keamanan lebih dimaksimalkan untuk kegiatan pemulihan pasca pandemi Covid-19 dan juga antisipasi wabah serupa di masa yang akan datang.

Diantara banyaknya transformasi yang harus dilakukan terkait dengan dipaksanya harus merubah paradigma seperti perubahan paradigma industri dan ekonomi, perubahan paradigma pembelajaran dalam dunia pendidikan, perubahan paradigma layanan dalam sektor bisnis jasa termasuk pariwisata maka perubahan paradigma pertahanan dan keamanan adalah perubahan yang pokok dilakukan karena menyangkut suatu yang penting dan mendesak yaitu demi keselamatan setiap warga negara. Sudah saatnya untuk mengadopsi “gagasan keamanan yang lebih luas”. Sesuatu yang tidak terpikirkan oleh negara manapun sebelumnya, covid-19 telah merubah paradigma setiap negara di dunia ini secara terpaksa dan harus dilakukan. Sebuah perubahan besar yang hanya bisa dilakukan oleh sebuah virus, sebuah organisme yang sangat kecil. Sebuah petikan pelajaran bahwa apapun bisa terjadi di dunia.

Pandemi covid-19 benar-benar membawa dampak yang sangat luas, bukan hanya karena menelan banyak korban tetapi juga menjadikan kondisi ekonomi dunia carut marut. Dari sebuah pandemi hingga menjadi pemicu keterpaksaan merubah paradigma dalam berbagai aspek dasar, pandemi Covid-19 juga membentuk inersia kehidupan masyarakat. Inersia adalah kecenderungan benda untuk tetap bergerak atau tetap diam. Dalam konsep psikologi, manusia lebih cenderung bertahan daripada kembali melakukan sesuatu.

Covid-19 adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata, sehingga masyarakat awam banyak memunculkan pendapat bahwa Covid-19 tidak ada, mungkin ada tetapi dibesar-besarkan. Suatu pendapat yang wajar. Ini lah yang menyebabkan terjadinya inersia kehidupan. Masyarakat lebih cenderung tetap untuk bergerak, sehingga resistensi masyarakat sangat besar ketika pemangku kepentingan mengajak masyarakat untuk tetap di rumah saja. Kecenderungan untuk beraktifitas seperti biasa itu lebih besar daripada ketakutan terinfeksi Covid-19. Bukan tidak masuk akal, tetapi karena masyarakat perlu hidup. Hidup ini sangat banyak kebutuhan dan kewajiban apalagi keinginan. Cov-19 memicu inersia kehidupan yang sebenernya masih luas dari yang tersampaikan di atas. Lagi-lagi ini adalah perubahan mendasar, inilah kenyataannya. [T]

  • I Gede Prabaskara Ary Karang, Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Manajemen Undiksha

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pengalihan Mata Pencarian di Masa Pandemi || Dari Karyawan Perhotelan ke Stand Angkringan

Next Post

Bandar Udara atau Bandar Tanah

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Hantu Kotak Kosong

Bandar Udara atau Bandar Tanah

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co