14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Covid-19: Pandemi, Ramalan, Paksaan Perubahan Paradigma, dan Inersia Kehidupan

Suara Perubahan by Suara Perubahan
January 8, 2021
in Esai
Covid-19: Pandemi, Ramalan, Paksaan Perubahan Paradigma, dan Inersia Kehidupan

I Gede Prabaskara Ary Karang

Penulis: I Gede Prabaskara Ary Karang

_______

Sejarah mencatat bahwa pada tanggal 11 Maret 2020 Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) secara resmi mengumumkan virus corona Covid-19 sebagai sebuah pandemi. Pandemi merupakan penyakit yang menyebar di wilayah yang luas, misalnya beberapa benoa atau di seluruh dunia. Pandemi adalah epidemi yang terjadi pada skala yang melintasi batas internasional. WHO meminta seluruh negara untuk mengambil “tindakan mendesak dan agresif”. Pandemi dinilai sebagai wabah yang mengerikan dan mencemaskan.

Virus corona merupakan jenis virus yang diidentifikasi sebagai penyebab penyakit pada saluran pernapasan, yang pertama kali terdeteksi muncul di Kota Wuhan, Tiongkok. Dari sebuah kota hingga menyebar ke 189 Negara di dunia. Dari 1 kasus terkonfirmasi hingga update per Oktober 2020 hampir 39 juta kasus terkonfirmasi dengan lebih dari satu juta kasus kematian. Dari sebuah virus flu biasa menjadi pandemi, dari sebuah virus tanpa vaksin akhirnya nanti menjadi bagian dari 6 imunisasi wajib yang diberikan kepada anak-anak, dari sebuah penyakit menakutkan bergeser menjadi penyakit yang seakan diragukan kebenarannya sebagai bentuk resistensi dari masyarakat. Dari sebuah virus yang paling dijauhi hingga nanti menjadi virus yang bersejarah yang paling banyak dicari. Begitulah perubahan itu terjadi, tidak ada makhluk di dunia ini yang luput dari perubahan.

Covid-19 yang tidak luput dari perubahan tersebut seakan tidak luput juga dari sebuah ramalan, salah satunya adalah ramalan Jayabaya atau Joyoboyo yang terkenal ramalan Notonegoro-nya. Ramalan itu berbunyi

“Sesuk yen wis ketemu tahun sing kembar bakal ketemu jamane langgar bubar, mesjid korat-karit, Kabah ora kaambah, begajul padha ucul, manungsa seda tanpa diupakara, kawula cilik padha keluwen, para punggawa negara makarya nganti lali kaluwarga”

Artinya, besok bila bertemu tahun kembar maka akan bertemu masanya surau atau musala bubar, masjid tidak terurus, Ka’bah tidak dikunjungi, penjahat lepas, manusia meninggal tidak diurus sebagaimana mestinya, rakyat kecil kelaparan, dan para pejabat/petugas bekerja sampai lupa keluarga.

Sebuah ramalan yang begitu menggambarkan kondisi Indonesia saat ini ketika diserang wabah pandemi Covid-19 yang terjadi pada tahun kembar, 2020. Suatu ramalan yang tidak memaksa kita untuk mempercayainya, semuanya diserahkan kepada pribadi masing-masing untuk percaya atau tidak dengan hal tersebut karena ramalan bukan takdir tetapi sebuah seni proyeksi. Seiring dengan perkembangan zaman maka perubahan akan penilaian terhadap suatu ramalan akan semakin berubah, lagi-lagi perubahan dan tidak ada yang luput dari perubahan.

Fokus inti dari ramalan itu adalah menggambarkan bahwa adanya perubahan yang sangat mendasar dalam perilaku manusia akibat adanya pandemi Covid-19. Untuk mengurangi penyebaran Covid-19 maka pemerintah selalu menyerukan agar masyarakat selalu menjaga jarak dan menghindari kerumunan yang akhirnya banyak mengkampanyekan seruan “di rumah saja” sehingga tidak heran di setiap media sosial bertebaran hastag #dirumahaja. Tidak hanya terkait dengan aktivitas pekerjaan tetapi juga terkait kewajiban beribadah. Pada aktivitas pekerjaan akhirnya diterapkan Work From Home (WFH), pertemuan dilakukan dengan media online dan saat ini telah menjadi kebiasaan.

Pada aktivitas kewajiban beribadah, bahwa beribadah secara bersama adalah suatu yang sangat baik namun ketika Pandemi Covid-19 ini menyerang maka itu pun disebut sebagai suatu bentuk aktivitas yang dapat menimbulkan kerumunan sehingga pemerintah pun menghimbau agar masyarakat dapat beribadah di rumah masing-masing. Dengan demikian tergambarlah suatu keadaan yang persis dengan ramalan Jayabaya bahwa tempat beribadah baik Masjid, Gereja, Pura, Wihara, Kelenteng dan lain-lain menjadi sangat sepi. Baru saat ini semboyan yang sudah digunakan sejak zaman kolonial dengan tujuan memupuk rasa persatuan saat itu yaitu “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” mengalami perubahan. Pertama dalam sejarah dunia, bahkan di negara lain pun sama, semboyan ‘berpisah kita kuat bersatu kita runtuh’, menjadi salah satu cara melawan wabah yang melanda sehingga semboyan “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” seakan tidak berlaku saat ini dalam penanganan pandemi Covid-19. Walau mustahil, kini itulah kenyataannya. Lagi-lagi perubahan terjadi dengan tidak mengenal kata mustahil.  

Dari sebuah pandemi hingga menjadi sebuah peristiwa yang banyak dihubungkan oleh masyarakat dengan sebuah ramalan, sebagai pemicu seruan lockdown dan seruan di rumah saja sampai yang teranyar menjadi seruan ingat pesan Ibu telah menjadikan pandemi Covid-19 sebagai suatu trending topik nomor 1 di dunia sepanjang tahun 2020. Wabah virus Covid-19 telah membawa dampak yang signifikan terhadap berbagai sektor. Hampir tidak ada sektor yang tidak mengalami dampak krisis akibat pandemi Covid-19.

Hampir setiap negara di dunia pasti menganggarkan dana untuk keperluan pertahanan dan keamanan. Sebut saja 5 (lima) negara dengan anggaran pertahanan tertinggi di Dunia antara lain Amerika Serikat, China, Arab Saudi, India, dan Perancis. Amerika Serikat sebagai negara adikuasa tentu tidak dapat diragukan kekuatan pertahanan keamanannya. Besar kekuatan militernya nomor 1 di dunia. Militer Amerika Serikat sebenarnya dipersenjatai dengan baik untuk menghalau serangan konvensional. Tetapi keunggulan itu tidak banyak bermanfaat ketika menghadapi ancaman pandemi Covid-19. Ratusan ribu warga AS meninggal dalam waktu singkat. Bahkan angkatan laut AS pun tidak berdaya.

Covid-19 menyebar di atas Kapal Induk USS Theodore Roosevelt dengan kapasitas sekitar 5000 awak kapal. Pihak angkatan laut AS kemudian bingung meghadapinya. Hal tersebut telah menelanjangi rapuhnya konsep pertahanan nasional saat ini. Hal ini bukan hanya di Amerika Serikat tetapi juga seluruh dunia. Jadi pandemi Covid-19 menjadi pemicu perlunya transformasi dalam berbagai aspek kehidupan salah satunya adalah pertahanan dan keamanan. Paradigma keamanan internasional yang telah fokus pada anti terorisme, perebutan wilayah, dan serangan konvensional lainnya  akhirnya dipaksa untuk berubah fokus. Ke depan anggaran pertahanan dan keamanan lebih dimaksimalkan untuk kegiatan pemulihan pasca pandemi Covid-19 dan juga antisipasi wabah serupa di masa yang akan datang.

Diantara banyaknya transformasi yang harus dilakukan terkait dengan dipaksanya harus merubah paradigma seperti perubahan paradigma industri dan ekonomi, perubahan paradigma pembelajaran dalam dunia pendidikan, perubahan paradigma layanan dalam sektor bisnis jasa termasuk pariwisata maka perubahan paradigma pertahanan dan keamanan adalah perubahan yang pokok dilakukan karena menyangkut suatu yang penting dan mendesak yaitu demi keselamatan setiap warga negara. Sudah saatnya untuk mengadopsi “gagasan keamanan yang lebih luas”. Sesuatu yang tidak terpikirkan oleh negara manapun sebelumnya, covid-19 telah merubah paradigma setiap negara di dunia ini secara terpaksa dan harus dilakukan. Sebuah perubahan besar yang hanya bisa dilakukan oleh sebuah virus, sebuah organisme yang sangat kecil. Sebuah petikan pelajaran bahwa apapun bisa terjadi di dunia.

Pandemi covid-19 benar-benar membawa dampak yang sangat luas, bukan hanya karena menelan banyak korban tetapi juga menjadikan kondisi ekonomi dunia carut marut. Dari sebuah pandemi hingga menjadi pemicu keterpaksaan merubah paradigma dalam berbagai aspek dasar, pandemi Covid-19 juga membentuk inersia kehidupan masyarakat. Inersia adalah kecenderungan benda untuk tetap bergerak atau tetap diam. Dalam konsep psikologi, manusia lebih cenderung bertahan daripada kembali melakukan sesuatu.

Covid-19 adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata, sehingga masyarakat awam banyak memunculkan pendapat bahwa Covid-19 tidak ada, mungkin ada tetapi dibesar-besarkan. Suatu pendapat yang wajar. Ini lah yang menyebabkan terjadinya inersia kehidupan. Masyarakat lebih cenderung tetap untuk bergerak, sehingga resistensi masyarakat sangat besar ketika pemangku kepentingan mengajak masyarakat untuk tetap di rumah saja. Kecenderungan untuk beraktifitas seperti biasa itu lebih besar daripada ketakutan terinfeksi Covid-19. Bukan tidak masuk akal, tetapi karena masyarakat perlu hidup. Hidup ini sangat banyak kebutuhan dan kewajiban apalagi keinginan. Cov-19 memicu inersia kehidupan yang sebenernya masih luas dari yang tersampaikan di atas. Lagi-lagi ini adalah perubahan mendasar, inilah kenyataannya. [T]

  • I Gede Prabaskara Ary Karang, Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Manajemen Undiksha

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pengalihan Mata Pencarian di Masa Pandemi || Dari Karyawan Perhotelan ke Stand Angkringan

Next Post

Bandar Udara atau Bandar Tanah

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Hantu Kotak Kosong

Bandar Udara atau Bandar Tanah

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co