24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Covid-19: Pandemi, Ramalan, Paksaan Perubahan Paradigma, dan Inersia Kehidupan

Suara Perubahan by Suara Perubahan
January 8, 2021
in Esai
Covid-19: Pandemi, Ramalan, Paksaan Perubahan Paradigma, dan Inersia Kehidupan

I Gede Prabaskara Ary Karang

Penulis: I Gede Prabaskara Ary Karang

_______

Sejarah mencatat bahwa pada tanggal 11 Maret 2020 Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) secara resmi mengumumkan virus corona Covid-19 sebagai sebuah pandemi. Pandemi merupakan penyakit yang menyebar di wilayah yang luas, misalnya beberapa benoa atau di seluruh dunia. Pandemi adalah epidemi yang terjadi pada skala yang melintasi batas internasional. WHO meminta seluruh negara untuk mengambil “tindakan mendesak dan agresif”. Pandemi dinilai sebagai wabah yang mengerikan dan mencemaskan.

Virus corona merupakan jenis virus yang diidentifikasi sebagai penyebab penyakit pada saluran pernapasan, yang pertama kali terdeteksi muncul di Kota Wuhan, Tiongkok. Dari sebuah kota hingga menyebar ke 189 Negara di dunia. Dari 1 kasus terkonfirmasi hingga update per Oktober 2020 hampir 39 juta kasus terkonfirmasi dengan lebih dari satu juta kasus kematian. Dari sebuah virus flu biasa menjadi pandemi, dari sebuah virus tanpa vaksin akhirnya nanti menjadi bagian dari 6 imunisasi wajib yang diberikan kepada anak-anak, dari sebuah penyakit menakutkan bergeser menjadi penyakit yang seakan diragukan kebenarannya sebagai bentuk resistensi dari masyarakat. Dari sebuah virus yang paling dijauhi hingga nanti menjadi virus yang bersejarah yang paling banyak dicari. Begitulah perubahan itu terjadi, tidak ada makhluk di dunia ini yang luput dari perubahan.

Covid-19 yang tidak luput dari perubahan tersebut seakan tidak luput juga dari sebuah ramalan, salah satunya adalah ramalan Jayabaya atau Joyoboyo yang terkenal ramalan Notonegoro-nya. Ramalan itu berbunyi

“Sesuk yen wis ketemu tahun sing kembar bakal ketemu jamane langgar bubar, mesjid korat-karit, Kabah ora kaambah, begajul padha ucul, manungsa seda tanpa diupakara, kawula cilik padha keluwen, para punggawa negara makarya nganti lali kaluwarga”

Artinya, besok bila bertemu tahun kembar maka akan bertemu masanya surau atau musala bubar, masjid tidak terurus, Ka’bah tidak dikunjungi, penjahat lepas, manusia meninggal tidak diurus sebagaimana mestinya, rakyat kecil kelaparan, dan para pejabat/petugas bekerja sampai lupa keluarga.

Sebuah ramalan yang begitu menggambarkan kondisi Indonesia saat ini ketika diserang wabah pandemi Covid-19 yang terjadi pada tahun kembar, 2020. Suatu ramalan yang tidak memaksa kita untuk mempercayainya, semuanya diserahkan kepada pribadi masing-masing untuk percaya atau tidak dengan hal tersebut karena ramalan bukan takdir tetapi sebuah seni proyeksi. Seiring dengan perkembangan zaman maka perubahan akan penilaian terhadap suatu ramalan akan semakin berubah, lagi-lagi perubahan dan tidak ada yang luput dari perubahan.

Fokus inti dari ramalan itu adalah menggambarkan bahwa adanya perubahan yang sangat mendasar dalam perilaku manusia akibat adanya pandemi Covid-19. Untuk mengurangi penyebaran Covid-19 maka pemerintah selalu menyerukan agar masyarakat selalu menjaga jarak dan menghindari kerumunan yang akhirnya banyak mengkampanyekan seruan “di rumah saja” sehingga tidak heran di setiap media sosial bertebaran hastag #dirumahaja. Tidak hanya terkait dengan aktivitas pekerjaan tetapi juga terkait kewajiban beribadah. Pada aktivitas pekerjaan akhirnya diterapkan Work From Home (WFH), pertemuan dilakukan dengan media online dan saat ini telah menjadi kebiasaan.

Pada aktivitas kewajiban beribadah, bahwa beribadah secara bersama adalah suatu yang sangat baik namun ketika Pandemi Covid-19 ini menyerang maka itu pun disebut sebagai suatu bentuk aktivitas yang dapat menimbulkan kerumunan sehingga pemerintah pun menghimbau agar masyarakat dapat beribadah di rumah masing-masing. Dengan demikian tergambarlah suatu keadaan yang persis dengan ramalan Jayabaya bahwa tempat beribadah baik Masjid, Gereja, Pura, Wihara, Kelenteng dan lain-lain menjadi sangat sepi. Baru saat ini semboyan yang sudah digunakan sejak zaman kolonial dengan tujuan memupuk rasa persatuan saat itu yaitu “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” mengalami perubahan. Pertama dalam sejarah dunia, bahkan di negara lain pun sama, semboyan ‘berpisah kita kuat bersatu kita runtuh’, menjadi salah satu cara melawan wabah yang melanda sehingga semboyan “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” seakan tidak berlaku saat ini dalam penanganan pandemi Covid-19. Walau mustahil, kini itulah kenyataannya. Lagi-lagi perubahan terjadi dengan tidak mengenal kata mustahil.  

Dari sebuah pandemi hingga menjadi sebuah peristiwa yang banyak dihubungkan oleh masyarakat dengan sebuah ramalan, sebagai pemicu seruan lockdown dan seruan di rumah saja sampai yang teranyar menjadi seruan ingat pesan Ibu telah menjadikan pandemi Covid-19 sebagai suatu trending topik nomor 1 di dunia sepanjang tahun 2020. Wabah virus Covid-19 telah membawa dampak yang signifikan terhadap berbagai sektor. Hampir tidak ada sektor yang tidak mengalami dampak krisis akibat pandemi Covid-19.

Hampir setiap negara di dunia pasti menganggarkan dana untuk keperluan pertahanan dan keamanan. Sebut saja 5 (lima) negara dengan anggaran pertahanan tertinggi di Dunia antara lain Amerika Serikat, China, Arab Saudi, India, dan Perancis. Amerika Serikat sebagai negara adikuasa tentu tidak dapat diragukan kekuatan pertahanan keamanannya. Besar kekuatan militernya nomor 1 di dunia. Militer Amerika Serikat sebenarnya dipersenjatai dengan baik untuk menghalau serangan konvensional. Tetapi keunggulan itu tidak banyak bermanfaat ketika menghadapi ancaman pandemi Covid-19. Ratusan ribu warga AS meninggal dalam waktu singkat. Bahkan angkatan laut AS pun tidak berdaya.

Covid-19 menyebar di atas Kapal Induk USS Theodore Roosevelt dengan kapasitas sekitar 5000 awak kapal. Pihak angkatan laut AS kemudian bingung meghadapinya. Hal tersebut telah menelanjangi rapuhnya konsep pertahanan nasional saat ini. Hal ini bukan hanya di Amerika Serikat tetapi juga seluruh dunia. Jadi pandemi Covid-19 menjadi pemicu perlunya transformasi dalam berbagai aspek kehidupan salah satunya adalah pertahanan dan keamanan. Paradigma keamanan internasional yang telah fokus pada anti terorisme, perebutan wilayah, dan serangan konvensional lainnya  akhirnya dipaksa untuk berubah fokus. Ke depan anggaran pertahanan dan keamanan lebih dimaksimalkan untuk kegiatan pemulihan pasca pandemi Covid-19 dan juga antisipasi wabah serupa di masa yang akan datang.

Diantara banyaknya transformasi yang harus dilakukan terkait dengan dipaksanya harus merubah paradigma seperti perubahan paradigma industri dan ekonomi, perubahan paradigma pembelajaran dalam dunia pendidikan, perubahan paradigma layanan dalam sektor bisnis jasa termasuk pariwisata maka perubahan paradigma pertahanan dan keamanan adalah perubahan yang pokok dilakukan karena menyangkut suatu yang penting dan mendesak yaitu demi keselamatan setiap warga negara. Sudah saatnya untuk mengadopsi “gagasan keamanan yang lebih luas”. Sesuatu yang tidak terpikirkan oleh negara manapun sebelumnya, covid-19 telah merubah paradigma setiap negara di dunia ini secara terpaksa dan harus dilakukan. Sebuah perubahan besar yang hanya bisa dilakukan oleh sebuah virus, sebuah organisme yang sangat kecil. Sebuah petikan pelajaran bahwa apapun bisa terjadi di dunia.

Pandemi covid-19 benar-benar membawa dampak yang sangat luas, bukan hanya karena menelan banyak korban tetapi juga menjadikan kondisi ekonomi dunia carut marut. Dari sebuah pandemi hingga menjadi pemicu keterpaksaan merubah paradigma dalam berbagai aspek dasar, pandemi Covid-19 juga membentuk inersia kehidupan masyarakat. Inersia adalah kecenderungan benda untuk tetap bergerak atau tetap diam. Dalam konsep psikologi, manusia lebih cenderung bertahan daripada kembali melakukan sesuatu.

Covid-19 adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata, sehingga masyarakat awam banyak memunculkan pendapat bahwa Covid-19 tidak ada, mungkin ada tetapi dibesar-besarkan. Suatu pendapat yang wajar. Ini lah yang menyebabkan terjadinya inersia kehidupan. Masyarakat lebih cenderung tetap untuk bergerak, sehingga resistensi masyarakat sangat besar ketika pemangku kepentingan mengajak masyarakat untuk tetap di rumah saja. Kecenderungan untuk beraktifitas seperti biasa itu lebih besar daripada ketakutan terinfeksi Covid-19. Bukan tidak masuk akal, tetapi karena masyarakat perlu hidup. Hidup ini sangat banyak kebutuhan dan kewajiban apalagi keinginan. Cov-19 memicu inersia kehidupan yang sebenernya masih luas dari yang tersampaikan di atas. Lagi-lagi ini adalah perubahan mendasar, inilah kenyataannya. [T]

  • I Gede Prabaskara Ary Karang, Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Manajemen Undiksha

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pengalihan Mata Pencarian di Masa Pandemi || Dari Karyawan Perhotelan ke Stand Angkringan

Next Post

Bandar Udara atau Bandar Tanah

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Hantu Kotak Kosong

Bandar Udara atau Bandar Tanah

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co