2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masker, Dari Kontroversi Hingga Peluang Bisnis

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
October 31, 2020
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Di negeri ini, di mana semangat demokrasinya lagi on fire, apapun dapat dibakar menjadi kontrovensi. Asapnya seakan-akan telah memberi efek adiksi untuk masyarakat kita, dan itu bukan kecil proporsinya. Adiksi selalu tak baik untuk kesehatan karena ia sebetulnya tak diperlukan namun kita selalu nagih. Ia nagih semata-mata buat ngilangin perasaan gelisah dan hampa. Jelas ini tak produktif apalagi konstruktif.

Adiksi adalah penyakit yang telah kita buat sendiri lalu itu menyusahkan. Namun kita pun salut kepada sebagain kecil masyarakat yang justru dapat menangkap setiap dinamika sosial yang sedang terjadi menjadi peluang bisnis. Mereka mungkin tetap kritis, namun tak ikut terserat pusaran kontroversi. Bagaimana mereka bisa demikian? Sudah pasti karena mereka tak cuma cerdas, namun jelas ada bibit-bibit kemandirian di sana. Mandiri saat menganalisa dengan baik dan teliti setiap fenomena yang ada, bukannya ikut-ikutan cara berpikir menurut siapa yang ngetop dan populer.    

Salah satu isu paling panas dalam drama wabah Covid-19 ini, apalagi kalau bukan persoalan masker. Bahkan presiden sampai harus mengeluarkan inpres terkait denda bagi yang tidak memakai masker saat bepergian ke tempat umum. Masker yang saat ini semestinya menjadi kebutuhan bahkan boleh disebut merupakan hak setiap orang, justru oleh sebagian masyarakat dirasakan sebagai kewajiban yang berat. Tentu saja sikap skeptis dan kontradiktif ini tak terjadi secara tiba-tiba. Terdapat rangkaian dinamika yang melibatkan banyak elemen, terutama pemerintah yang terkesan tak punya skema yang efektif dan dapat mengayomi masyarakat luas. Lalu masyarakat kecewa. Walaupun jika kita mau mengambil perbandingan, Indonesia sesungguhnya tidaklah jelek-jelek amat dalam hal ini.

Sebutlah Inggris misalnya. Negara yang lebih maju daripada negeri kita dalam segala hal, ekonomi, edukasi dan fasilitas kesehatan, dengan jumlah penduduk seperlima jumlah penduduk Indonesia namun jumlah kematian akibat Covid-19 mencapai angka 45 ribu jiwa. Angka ini hampir 4x dari jumlah kematian yang terjadi di Indonesia. Jika bicara dampak ekonomi pun, badai pandemi ini sesungguhnya menyapu rata kekuatn ekonomi secara global di seluruh belahan dunia. Kita semua, tanpa kecuali, secara simbolik dipaksa bernafas lebih pelan dan membuang jauh-jauh segala kesombongan kita.

Tak cuma bernafas lebih pelan, kita pun dipaksa memakai masker setiap saat untuk mengurangi risiko tertular Covid-19. Dapat dibayangkan, keduanya telah memberi dampak kekurangan oksigen yang menyesakkan sekaligus mengagetkan dan menghasut kita menjadi lebih sensitif dan mudah terbakar. Itulah kenapa anggapan Bill Gates, bahwa kita tak pernah siap menghadapi wabah sesungguhnya benar. Walaupun atas ucapannya itu, Gates dituduh salah satu pihak yang berdiri di belakang konspirasi pandemi Covid-19 yang diteorikan tak segelintir orang.

Di awal pandemi, akibat kepanikan yang luar biasa, masyarakat berebut masker bedah hingga tenaga kesehatan (nakes) yang sebetulnya lebih membutuhkan karena risiko pekerjaan mereka, justru kesulitan mendapatkannya. Saat itu, memang masker bedahlah yang paling umum diketahui oleh kita semua, disamping masker N-95 dan masker kain yang kemudian ikut populer mengikuti dinamika yang terjadi. Masker bedah, struktur desainnya memang dirancang untuk dapat menghalangi invasi mikroorganisme yang terkandung di dalam droplet, melalui saluran nafas pemakainya. Sebagian besar kuman penyebab infeksi saluran nafas ditularkan dengan perantara droplet. Hanya sebagaian yang memerlukan masker dengan pori-pori lebih kecil yaitu kuman yang ditularkan melalui airborne, kuman TBC misalnya. Maka untuk mencegah penularan bakteri Mycobacterium tuberculosis, penyebab TBC, kita memerlukan masker N-95.   

Virus SARS-CoV-2, yang pada awalnya diyakini hanya ditularkan secara droplet, telah membuat ilmuwan sangat ragu-ragu lantaran penyebarannya yang sedemikian masif dan progresif. Jangan-jangan virus ini pun dengan cepat telah beradaptasi dapat menular secara airborne. Beberapa riset pun telah menemukan indikasi ke arah sana. Maka sesuai protokol, nakes di ruang isolasi dan yang dinilai akan kontak erat dengan penderita Covid-19 wajib memakai masker N-95. Pun dari sana akhirnya WHO mengharuskan semua orang, bukan hanya nakes, untuk memakai masker jika berkunjung ke tempat-tempat umum atau kantor. Seperti kita ketahui, seharusnya minimal masker bedahlah yang cukup efektif.

Namun karena stok masker jenis ini belum mungkin disediakan untuk masyarakat umum maka masker kain tiga lapis dinilai cukup memberi proteksi. Ini didasarkan pula pada pemikiran bahwa daya infeksi (virulesnsi) dan jumlah kuman yang lebih kecil pada penderita tanpa gejala. Masker kain tiga lapis yang dimaksud adalah dengan desain seperti ini, lapisan pertama di bagian paling dalam (menyentuh mulut dan hidung) adalah material katun atau cotton blends. Lapisan kedua di bagian terluar adalah material polypropylene, polyester, atau gabungan keduanya dan lapisan tengah adalah material polypropylene atau katun. Struktur berlapis ini dapat menahan minimal 70 persen partikel solid atau droplet.

Masker N-95 dan masker bedah tentu hanya bisa diproduksi oleh perusahaan-perusahaan farmasi. Namun masker kain telah memberikan peluang bisnis untuk masyarakat luas meski dengan modal finansial terbatas. Bahkan disamping pada aspek fungsionalnya, banyak di antara mereka yang telah menonjolkan sisi artistik desain-desain masker kain tersebut. Sepertinya mereka telah sampai pada fase bertumbuh dalam perjalanan hidup kita berhadapan dengan wabah. Saat mana mereka bisa beradaptasi, berdamai bahkan produktif dari situasi sulit ini. Ini jauh lebih baik ketimbang kita masih berada pada fase panik, takut apalagi skeptis yang takkan memberi apapun untuk kita dan lingkungan. Dampak wabah telah nyata di depan mata, meski asal-muasal lepasnya mutan virus Corona jenis baru ini ke udara masih terus menjadi kontroversi. Maka tak ada pilihan lain untuk kita selain tetap bertumbuh, dengan menjadi insan yang cerdik dan realistis.

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Apa yang Dilampaui?

Next Post

Perempuan Menikah: Tujuan, Pilihan, atau Nasib?

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Sop Kaki Kambing

Perempuan Menikah: Tujuan, Pilihan, atau Nasib?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co