3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masker, Dari Kontroversi Hingga Peluang Bisnis

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
October 31, 2020
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Di negeri ini, di mana semangat demokrasinya lagi on fire, apapun dapat dibakar menjadi kontrovensi. Asapnya seakan-akan telah memberi efek adiksi untuk masyarakat kita, dan itu bukan kecil proporsinya. Adiksi selalu tak baik untuk kesehatan karena ia sebetulnya tak diperlukan namun kita selalu nagih. Ia nagih semata-mata buat ngilangin perasaan gelisah dan hampa. Jelas ini tak produktif apalagi konstruktif.

Adiksi adalah penyakit yang telah kita buat sendiri lalu itu menyusahkan. Namun kita pun salut kepada sebagain kecil masyarakat yang justru dapat menangkap setiap dinamika sosial yang sedang terjadi menjadi peluang bisnis. Mereka mungkin tetap kritis, namun tak ikut terserat pusaran kontroversi. Bagaimana mereka bisa demikian? Sudah pasti karena mereka tak cuma cerdas, namun jelas ada bibit-bibit kemandirian di sana. Mandiri saat menganalisa dengan baik dan teliti setiap fenomena yang ada, bukannya ikut-ikutan cara berpikir menurut siapa yang ngetop dan populer.    

Salah satu isu paling panas dalam drama wabah Covid-19 ini, apalagi kalau bukan persoalan masker. Bahkan presiden sampai harus mengeluarkan inpres terkait denda bagi yang tidak memakai masker saat bepergian ke tempat umum. Masker yang saat ini semestinya menjadi kebutuhan bahkan boleh disebut merupakan hak setiap orang, justru oleh sebagian masyarakat dirasakan sebagai kewajiban yang berat. Tentu saja sikap skeptis dan kontradiktif ini tak terjadi secara tiba-tiba. Terdapat rangkaian dinamika yang melibatkan banyak elemen, terutama pemerintah yang terkesan tak punya skema yang efektif dan dapat mengayomi masyarakat luas. Lalu masyarakat kecewa. Walaupun jika kita mau mengambil perbandingan, Indonesia sesungguhnya tidaklah jelek-jelek amat dalam hal ini.

Sebutlah Inggris misalnya. Negara yang lebih maju daripada negeri kita dalam segala hal, ekonomi, edukasi dan fasilitas kesehatan, dengan jumlah penduduk seperlima jumlah penduduk Indonesia namun jumlah kematian akibat Covid-19 mencapai angka 45 ribu jiwa. Angka ini hampir 4x dari jumlah kematian yang terjadi di Indonesia. Jika bicara dampak ekonomi pun, badai pandemi ini sesungguhnya menyapu rata kekuatn ekonomi secara global di seluruh belahan dunia. Kita semua, tanpa kecuali, secara simbolik dipaksa bernafas lebih pelan dan membuang jauh-jauh segala kesombongan kita.

Tak cuma bernafas lebih pelan, kita pun dipaksa memakai masker setiap saat untuk mengurangi risiko tertular Covid-19. Dapat dibayangkan, keduanya telah memberi dampak kekurangan oksigen yang menyesakkan sekaligus mengagetkan dan menghasut kita menjadi lebih sensitif dan mudah terbakar. Itulah kenapa anggapan Bill Gates, bahwa kita tak pernah siap menghadapi wabah sesungguhnya benar. Walaupun atas ucapannya itu, Gates dituduh salah satu pihak yang berdiri di belakang konspirasi pandemi Covid-19 yang diteorikan tak segelintir orang.

Di awal pandemi, akibat kepanikan yang luar biasa, masyarakat berebut masker bedah hingga tenaga kesehatan (nakes) yang sebetulnya lebih membutuhkan karena risiko pekerjaan mereka, justru kesulitan mendapatkannya. Saat itu, memang masker bedahlah yang paling umum diketahui oleh kita semua, disamping masker N-95 dan masker kain yang kemudian ikut populer mengikuti dinamika yang terjadi. Masker bedah, struktur desainnya memang dirancang untuk dapat menghalangi invasi mikroorganisme yang terkandung di dalam droplet, melalui saluran nafas pemakainya. Sebagian besar kuman penyebab infeksi saluran nafas ditularkan dengan perantara droplet. Hanya sebagaian yang memerlukan masker dengan pori-pori lebih kecil yaitu kuman yang ditularkan melalui airborne, kuman TBC misalnya. Maka untuk mencegah penularan bakteri Mycobacterium tuberculosis, penyebab TBC, kita memerlukan masker N-95.   

Virus SARS-CoV-2, yang pada awalnya diyakini hanya ditularkan secara droplet, telah membuat ilmuwan sangat ragu-ragu lantaran penyebarannya yang sedemikian masif dan progresif. Jangan-jangan virus ini pun dengan cepat telah beradaptasi dapat menular secara airborne. Beberapa riset pun telah menemukan indikasi ke arah sana. Maka sesuai protokol, nakes di ruang isolasi dan yang dinilai akan kontak erat dengan penderita Covid-19 wajib memakai masker N-95. Pun dari sana akhirnya WHO mengharuskan semua orang, bukan hanya nakes, untuk memakai masker jika berkunjung ke tempat-tempat umum atau kantor. Seperti kita ketahui, seharusnya minimal masker bedahlah yang cukup efektif.

Namun karena stok masker jenis ini belum mungkin disediakan untuk masyarakat umum maka masker kain tiga lapis dinilai cukup memberi proteksi. Ini didasarkan pula pada pemikiran bahwa daya infeksi (virulesnsi) dan jumlah kuman yang lebih kecil pada penderita tanpa gejala. Masker kain tiga lapis yang dimaksud adalah dengan desain seperti ini, lapisan pertama di bagian paling dalam (menyentuh mulut dan hidung) adalah material katun atau cotton blends. Lapisan kedua di bagian terluar adalah material polypropylene, polyester, atau gabungan keduanya dan lapisan tengah adalah material polypropylene atau katun. Struktur berlapis ini dapat menahan minimal 70 persen partikel solid atau droplet.

Masker N-95 dan masker bedah tentu hanya bisa diproduksi oleh perusahaan-perusahaan farmasi. Namun masker kain telah memberikan peluang bisnis untuk masyarakat luas meski dengan modal finansial terbatas. Bahkan disamping pada aspek fungsionalnya, banyak di antara mereka yang telah menonjolkan sisi artistik desain-desain masker kain tersebut. Sepertinya mereka telah sampai pada fase bertumbuh dalam perjalanan hidup kita berhadapan dengan wabah. Saat mana mereka bisa beradaptasi, berdamai bahkan produktif dari situasi sulit ini. Ini jauh lebih baik ketimbang kita masih berada pada fase panik, takut apalagi skeptis yang takkan memberi apapun untuk kita dan lingkungan. Dampak wabah telah nyata di depan mata, meski asal-muasal lepasnya mutan virus Corona jenis baru ini ke udara masih terus menjadi kontroversi. Maka tak ada pilihan lain untuk kita selain tetap bertumbuh, dengan menjadi insan yang cerdik dan realistis.

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Apa yang Dilampaui?

Next Post

Perempuan Menikah: Tujuan, Pilihan, atau Nasib?

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Sop Kaki Kambing

Perempuan Menikah: Tujuan, Pilihan, atau Nasib?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co