25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masker, Dari Kontroversi Hingga Peluang Bisnis

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
October 31, 2020
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Di negeri ini, di mana semangat demokrasinya lagi on fire, apapun dapat dibakar menjadi kontrovensi. Asapnya seakan-akan telah memberi efek adiksi untuk masyarakat kita, dan itu bukan kecil proporsinya. Adiksi selalu tak baik untuk kesehatan karena ia sebetulnya tak diperlukan namun kita selalu nagih. Ia nagih semata-mata buat ngilangin perasaan gelisah dan hampa. Jelas ini tak produktif apalagi konstruktif.

Adiksi adalah penyakit yang telah kita buat sendiri lalu itu menyusahkan. Namun kita pun salut kepada sebagain kecil masyarakat yang justru dapat menangkap setiap dinamika sosial yang sedang terjadi menjadi peluang bisnis. Mereka mungkin tetap kritis, namun tak ikut terserat pusaran kontroversi. Bagaimana mereka bisa demikian? Sudah pasti karena mereka tak cuma cerdas, namun jelas ada bibit-bibit kemandirian di sana. Mandiri saat menganalisa dengan baik dan teliti setiap fenomena yang ada, bukannya ikut-ikutan cara berpikir menurut siapa yang ngetop dan populer.    

Salah satu isu paling panas dalam drama wabah Covid-19 ini, apalagi kalau bukan persoalan masker. Bahkan presiden sampai harus mengeluarkan inpres terkait denda bagi yang tidak memakai masker saat bepergian ke tempat umum. Masker yang saat ini semestinya menjadi kebutuhan bahkan boleh disebut merupakan hak setiap orang, justru oleh sebagian masyarakat dirasakan sebagai kewajiban yang berat. Tentu saja sikap skeptis dan kontradiktif ini tak terjadi secara tiba-tiba. Terdapat rangkaian dinamika yang melibatkan banyak elemen, terutama pemerintah yang terkesan tak punya skema yang efektif dan dapat mengayomi masyarakat luas. Lalu masyarakat kecewa. Walaupun jika kita mau mengambil perbandingan, Indonesia sesungguhnya tidaklah jelek-jelek amat dalam hal ini.

Sebutlah Inggris misalnya. Negara yang lebih maju daripada negeri kita dalam segala hal, ekonomi, edukasi dan fasilitas kesehatan, dengan jumlah penduduk seperlima jumlah penduduk Indonesia namun jumlah kematian akibat Covid-19 mencapai angka 45 ribu jiwa. Angka ini hampir 4x dari jumlah kematian yang terjadi di Indonesia. Jika bicara dampak ekonomi pun, badai pandemi ini sesungguhnya menyapu rata kekuatn ekonomi secara global di seluruh belahan dunia. Kita semua, tanpa kecuali, secara simbolik dipaksa bernafas lebih pelan dan membuang jauh-jauh segala kesombongan kita.

Tak cuma bernafas lebih pelan, kita pun dipaksa memakai masker setiap saat untuk mengurangi risiko tertular Covid-19. Dapat dibayangkan, keduanya telah memberi dampak kekurangan oksigen yang menyesakkan sekaligus mengagetkan dan menghasut kita menjadi lebih sensitif dan mudah terbakar. Itulah kenapa anggapan Bill Gates, bahwa kita tak pernah siap menghadapi wabah sesungguhnya benar. Walaupun atas ucapannya itu, Gates dituduh salah satu pihak yang berdiri di belakang konspirasi pandemi Covid-19 yang diteorikan tak segelintir orang.

Di awal pandemi, akibat kepanikan yang luar biasa, masyarakat berebut masker bedah hingga tenaga kesehatan (nakes) yang sebetulnya lebih membutuhkan karena risiko pekerjaan mereka, justru kesulitan mendapatkannya. Saat itu, memang masker bedahlah yang paling umum diketahui oleh kita semua, disamping masker N-95 dan masker kain yang kemudian ikut populer mengikuti dinamika yang terjadi. Masker bedah, struktur desainnya memang dirancang untuk dapat menghalangi invasi mikroorganisme yang terkandung di dalam droplet, melalui saluran nafas pemakainya. Sebagian besar kuman penyebab infeksi saluran nafas ditularkan dengan perantara droplet. Hanya sebagaian yang memerlukan masker dengan pori-pori lebih kecil yaitu kuman yang ditularkan melalui airborne, kuman TBC misalnya. Maka untuk mencegah penularan bakteri Mycobacterium tuberculosis, penyebab TBC, kita memerlukan masker N-95.   

Virus SARS-CoV-2, yang pada awalnya diyakini hanya ditularkan secara droplet, telah membuat ilmuwan sangat ragu-ragu lantaran penyebarannya yang sedemikian masif dan progresif. Jangan-jangan virus ini pun dengan cepat telah beradaptasi dapat menular secara airborne. Beberapa riset pun telah menemukan indikasi ke arah sana. Maka sesuai protokol, nakes di ruang isolasi dan yang dinilai akan kontak erat dengan penderita Covid-19 wajib memakai masker N-95. Pun dari sana akhirnya WHO mengharuskan semua orang, bukan hanya nakes, untuk memakai masker jika berkunjung ke tempat-tempat umum atau kantor. Seperti kita ketahui, seharusnya minimal masker bedahlah yang cukup efektif.

Namun karena stok masker jenis ini belum mungkin disediakan untuk masyarakat umum maka masker kain tiga lapis dinilai cukup memberi proteksi. Ini didasarkan pula pada pemikiran bahwa daya infeksi (virulesnsi) dan jumlah kuman yang lebih kecil pada penderita tanpa gejala. Masker kain tiga lapis yang dimaksud adalah dengan desain seperti ini, lapisan pertama di bagian paling dalam (menyentuh mulut dan hidung) adalah material katun atau cotton blends. Lapisan kedua di bagian terluar adalah material polypropylene, polyester, atau gabungan keduanya dan lapisan tengah adalah material polypropylene atau katun. Struktur berlapis ini dapat menahan minimal 70 persen partikel solid atau droplet.

Masker N-95 dan masker bedah tentu hanya bisa diproduksi oleh perusahaan-perusahaan farmasi. Namun masker kain telah memberikan peluang bisnis untuk masyarakat luas meski dengan modal finansial terbatas. Bahkan disamping pada aspek fungsionalnya, banyak di antara mereka yang telah menonjolkan sisi artistik desain-desain masker kain tersebut. Sepertinya mereka telah sampai pada fase bertumbuh dalam perjalanan hidup kita berhadapan dengan wabah. Saat mana mereka bisa beradaptasi, berdamai bahkan produktif dari situasi sulit ini. Ini jauh lebih baik ketimbang kita masih berada pada fase panik, takut apalagi skeptis yang takkan memberi apapun untuk kita dan lingkungan. Dampak wabah telah nyata di depan mata, meski asal-muasal lepasnya mutan virus Corona jenis baru ini ke udara masih terus menjadi kontroversi. Maka tak ada pilihan lain untuk kita selain tetap bertumbuh, dengan menjadi insan yang cerdik dan realistis.

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Apa yang Dilampaui?

Next Post

Perempuan Menikah: Tujuan, Pilihan, atau Nasib?

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Sop Kaki Kambing

Perempuan Menikah: Tujuan, Pilihan, atau Nasib?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co