23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kelangkaan Burung Hantu di Bali

Doni Sugiarto Wijaya by Doni Sugiarto Wijaya
October 13, 2020
in Esai
Kelangkaan Burung Hantu di Bali

Saat datang di waktu menjelang mentari terbenam, banyak kendaraan sudah parkir di depan halaman ruang pameran. Di ruang terbuka berumput sebelah timur, kursi dan meja tertata untuk acara pemutaran film dan diskusi. Acara yang diadakan bertema Make Plastik History yang diselenggarakan pada bulan Januari tahun 2020, Minggu kedua di Kulidan Kitchen and Space dibuka oleh I Dewa Gede Palguna. Acara berupa nonton bareng film Pulau Plastik dan diskusi. Pameran seni tersebut menampilkan berbagai karya dengan keunikan masing masing. Ada yang dilukis dengan akrilik, cat air, dibuat di atas karton, digabungkan antara lukisan dua dimensi dengan figuran tiga dimensi hingga suatu figur dari plastik berbentuk mahluk hidup.

Berjalan di ruang galeri sambil mengamati , terdapat satu karya seni tiga dimensi yang istimewa. Karya tersebut dibuat dengan plastik bekas yang dibentuk sebagai burung hantu dan gabus yang menjadi pohon tempat tinggalnya. Saat malam hari, dua mata burung mengeluarkan cahaya putih dari lampu yang terpasang. Karya itu dibuat oleh   I Putu Eni Astiarini 

Where is My Heaven dengan ukuran 200cm x 160 cm

.Jika diterjemahkan, arti dari judulnya seperti ini: dimana surgaku. Di acara tersebut  juga ada seorang pembicara Putu Bawa Negara yang membawakan topik Seni dan Pelestarian Hutan. Karya seni ini berkaitan dengan hal tersebut. Ia merepresentasikan kelangkaan burung hantu dan habitat hutan yang rusak.

 Salah seorang warga guwang menyebutkan di tahun 1970-an burung hantu umum dijumpai di sana. Sejak revolusi hijau menyusut terus hingga tidak ada karena pertanian monokultur dengan bahan kimia serta perubahan bentang alam dimana “hutan kecil” diantara sawah menghilang.

Burung hantu memerlukan pohon untuk bersarangdan berteduh. Ketiadaan “hutan kecil” membuat burung hantu menjauh dari sawah. Bagi pemelihara burung hantu, mereka harus buat rumah buatan. Saat ini di Bali hanya satu desa yang menerapkan sawah ramah burung hantu.

Selain burung hantu celepuk berbulu putih yang dibudidayakan ada tiga spesies burung hantu liar yang jarang dijumpai di Bali. Tidak ada riwayat populasi yang jelas dari ketiga spesies ini oleh karena itu pemerintah Bali perlu merekrut ilmuwan untuk meneliti populasi yang masih tersisa di taman nasional Bali Barat. Ketiga spesies burung hantu ini juga hidup di Jawa dan Sumatera.

Beluk Ketupa (Ketupa ketupu)

 Burung ini paling menyukai tepi hutan tempat terdapat lahan terbuka untuk berburu mangsa dan kumpulan pepohonan untuk membangun sarang. Sering berburu di kawasan berair untuk menangkap ikan , katak dan udang udang kecil. Oleh karena itu sungai, rawa dan sawah menjadi tempat untuk mendapat makanan. Selain hewan air, juga memangsa mamalia kecil dan burung(1)

Beluk Jampuk (Bubo sumatranus)

Spesies ini cukup adaptatif di berbagai habitat tetapi lebih mengutamakan hutan primer yang lebat dan hutan sekunder. Bersarang juga di antara mosaic hutan dan ruang terbuka seperti rawa dan sawah. Paruhnya berwarna kuning dan bulunya abu abu(2).

Serak Bukit (Phodilus badius)

Burung hantu yang suka berada di antara hutan dan ladang pertanian. Paling aktif saat awal malam. Mangsa yang sering ditangkap adalah jangkrik, kecoak dan kadal kecil(3).

Dari ulasan singkat mengenai tiga spesies burung hantu tersebut, semuanya membutuhkan habitat hutan, ekosistem air dan sawah yang jernih, bebas pestisida dan pupuk kimia serta ruang terbuka untuk mencari makanan.

                Sebagai predator puncak, burung hantu dan burung pemangsa mengendalikan populasi hewan pengerat, kadal,dan hewan kecil lainnya. Juga dapat dijadikan indikator kualitas air dimana saat banyak burung pemangsa tinggal di tepi sungai atau rawa  berarti di situ mangsanya mencukupi dan layak konsumsi. Jika terjadi gangguan serius pada ekosistem maka menurunya populasi burung pemangsa menjadi alarm untuk meningkatkan kualitas air dan hutan.

Saat ini sawah di Bali termasuk Guwang didominasi oleh monokultur. Dalam ekologi, monokultur rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Di beberapa daerah burung hantu dianggap penanda sumber air. Setiap burung pemangsa membutuhkan pepohonan dan “hutan kecil”. Maka memulihkan keanekaragaman dan populasi burung pemangsa di Bali berarti memulihkan sebagian besar keragaman hayati dan meningkatkan cadangan air tanah. Air sungai, danau dan sawah perlu dijernihkan supaya ikan, kodok dan udang udangan (krustasea) berkembang biak agar burung hantu hidup layak. Ada juga potensi yang belum dilirik dan digali yaitu ekowisata pengamatan burung.

Pemulihan burung hantu dan burung pemangsa harus berjalan beriringan dengan usaha menerapkan kedaulatan pangan seperti di desa burung hantu Tabanan. Perlu diperluas jadi skala besar. Pertanian yang memulihkan dan memperbaharui akan memperkaya keragaman hayati. Untuk mewujudkan ini perlu dilakukan reformasi agrarian dimana para komunitas dan petani kecil menjadi pemeran utama dalam pelestarian dan pemulihan. Pemerintah adalah fasilitator. Rakyat yang bergerak dengan kearifan. Agroekologi adalah upaya menyatukan pelestarian, pemulihan ekologi dengan kedaulatan pangan.

Hutan dan sawah adalah bagian integral ekologi Bali sejak ribuan tahun lalu. Oleh karena itu metode produksi di sawah dan hutan harus terus menerus diperbaharui untuk meningkatkan keragaman hayati. Pemulihan hutan tidak hanya sekedar penanaman pohon. Hutan harus menjadi habitat yang layak untuk burung pemangsa. Ekosistem yang tinggi keragaman hayati akan lebih stabil dan tangguh dalam menghadapi bencana.

Jadi di sini ada langkah teknis penerapan agroekologi serta pengolahan sumber daya pertanian termasuk sisa tanaman dan hewan serta langkah politik antara lain reforma agrarian  dan regulasi untuk melindungi petani kecil yang mana tanah dikelola berbasis komunitas secara demokratis sehingga mereka bukan hanya buruh upahan tapi bagian dari lahan tempat mereka bermata pencaharian yang pada akhirnya muncul motivasi dari dalam diri mereka untuk memperkaya keragaman hayati dan meningkatkan kualitas lingkungan, dan peran pemerintah dalam memfasilitasi agroekologi.

Gerakan akar rumput petani agroekologi dan partisipasi dalam konservasi perlu dibangun. Gerakan tersebut harus saling terintegrasi bukan hanya sebagai pulau yang terisolir. Keberhasilan petani di desa burung hantu harusnya mendorong petani di desa lain melakukan langkah serupa dan berinovasi.

Untuk itu peran teknis dengan teknologi dan ilmu pengetahuan serta peran politik dari pemerintah dan perjuangan politik masyarakat akar rumput harus berjalan beriringan. Pemerintah dapat memfasilitasi distribusi beras ramah burung hantu. Ini akan memberdayakan petani dan memperluas praktek agroekologi. Para sarjana teknik dapat merancang peralatan mesin untuk mengolah produksi sawah demi meningkatkan nilai ekonomi komunitas petani. Mungkin akan semakin banyak burung bersarang hingga sawah itu jadi surga untuk burung.  Setelah itu terwujud komunitas desa dapat bangun penginapan yang dikelola komunitas untuk memperkenalkan keragaman hayati dan kearifan di situ dalam bentuk pariwisata berkelanjutan dan berkeadilan.

Sumber:

  1. Strange, Morten. 2012. A Photographic Guide to Birds of Indonesia Second Edition. Hong Kong. Turtle Publishing. Page 200
  2. Ibid.
  3. Ibid. Page 198
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Layangan dan Tawa yang Abadi

Next Post

Kampung, Perempuan, dan Kebimbangannya

Doni Sugiarto Wijaya

Doni Sugiarto Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan ekonomi manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak tahun 2019 pertengahan bulan Oktober, Doni mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial dan satwa liar.

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Kampung, Perempuan, dan Kebimbangannya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co