14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengantisipasi “Burnout” pada Tenaga Kesehatan

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
September 26, 2020
in Esai
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Pembaca mungkin merasa bosan karena saya sering membicarakan pandemi Covid-19 yang rasanya tidak berkesudahan. Saya cukup paham akan hal itu. Sebagai seorang psikiater, menjadi tugas saya untuk terus memberikan fokus pada apa yang perlu dilakukan bagi teman-teman dan rekan tenaga kesehatan untuk bisa bekerja dengan lebih maksimal di masa pandemi ini.

Ketika semua orang mulai melupakan soal pandemi ini, sesungguhnya saya yakin rekan-rekan tenaga kesehatan tetap bekerja keras seperti sebelum terjadi pandemi. Saya khawatir ada rasa burnout atau kelelahan dan kebosanan pada tenaga kesehatan. Tentang sampai kapan kita harus bekerja seperti ini. Juga tentang kekhawatiran akan ketidakpastian selain juga masalah pekerjaan dan juga soal rumah tangga, soal ekonomi dan soal keluarga, karena kesulitan ekonomi yang dialami oleh masyarakat tentu juga dialami oleh seluruh tenaga kesehatan.

Ada hal menarik dari  kondisi psikologis para tenaga kesehatan yang di awal-awal masa pandemi diglorifikasi sebagai garda terdepan oleh masyarakat, yang saya yakin juga ha-hal itu tidak terlalu diinginkan oleh rekan-rekan tenaga kesehatan.

Tetapi kini, selain tetap harus bekerja juga ada rasa serba salah pada diri mereka. Di satu sisi, mereka ingin terus mengedukasi masyarakat tentang keamanan dan kesehatan, tapi di sisi lain sudah agak bosan melakukan itu, karena kini itu bukanlah sesuatu hal yang populer dan justru dibenci oleh masyarakat untuk mereka melakukan edukasi tersebut.

Rasanya, mendengar kata “Covid-19” saja masyarakat sudah muak dengan hal tersebut. Tetapi, muak atau tidak muak, ternyata pandemi ini berlangsung dan sampai saat ini rekan-rekan tenaga kesehatan bekerja sekeras sama seperti sebelumnya. Dan tentu saja, rasa burnout ini perlu diantisipasi yang terjadi pada mereka, agar kelelahan fisik yang terjadi tidak berubah menjadi kelelahan psikologis atau kelelahan mental.

Selama ini orang hanya membicarakan soal dukungan fisik atau dukungan materi, namun perlu diketahui bahwa dukungan psikologis dan psikososial sangat diperlukan bagi para tenaga kesehatan. Sebelumnya, cukup banyak dukungan mental dan psikososial yang dilakukan bahkan secara online atau daring. Juga, diberikan di sentra-sentra layanan kesehatan tetapi kini hal itu hanya menjadi sebuah formalitas.

Saya selalu menekankan pentingnya upaya mandiri, bagaimana mengantisipasi agar burn out tidak terjadi karena lebih mudah mengantisipasi daripada ketika burnout sudah terjadi. Hal-hal yang sering menjadi atau memicu burnout pada tenaga kesehatan misalnya soal keamanan. Seperti kita tahu, tingkat keamanan tenaga kesehatan di Indonesia selama menangani Covid-19 menjadi yang terburuk di seluruh dunia. Angka kematian dan kesakitan, terpapar Covid-19 sungguh sangat banyak terjadi. Bukan hanya pada dokter tapi juga tenaga perawat ataupun tenaga administrasi di rumah sakit.

Dengan begitu banyak dan meluasnya angka pasien Covid-19 saat ini tenaga kesehatan juga terancam akan hal itu. Belum lagi memikirkan keluarga, memikirkan ekonomi dan lain sebagainya. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah fokus pada hal-hal yang ada dalam kendali kita saja. Seringkali karena kelelahan emosi kita kemudian terpicu, mengurusi hal-hal yang sebenarnya tidak dalam kendali kita, tentang kapan pandemi ini berakhir atau tentang bagaimana apresiasi masyarakat terhadap itu, bagaimana soal komentar pemegang kebijakan atau pemimpin daerah tenang kinerja kita, itu berada di luar kendali kita.

Hal yang menjadi kendali kita adalah kapan kita mulai bekerja, apa yang kita lakukan selama bekerja, pemasangan dan pencopotan Alat Pelindung Diri (APD) yang perlu kita lakukan itu berada dalam kendali kita.

Tentang kapan kita harus memikirkan pekerjaan kita, kapan kita harus memikirkan keluarga kita dan berfokus pada anak-anak dan istri/suami atau orang tua yang ada di rumah, itu ada dalam diri kita, kita Yang menentukan

Kita sebaiknya tidak menanamkan kita ingin melakukan pengorbanan atau rasa kepahlawanan karena sesungguhnya tidak ada yang cukup fair untuk menjadi martir, seseorang menjadi martir dalam sebuah pandemi.

Kita hanyalah manusia biasa, dan ini hanyalah sebuah pekerjaan, kita lakukan apa yang kita bisa lakukan, apa yang menjadi tugas dan  pekerjaan yang diharuskan sebagai bagian dari diri kita. Setelah itu kita tetap juga perlu untuk menyayangi diri kita, melakukan self-care dan self-love, mempunyai waktu untuk diri kita sendiri termasuk juga berbagi bersama keluarga.

Ketika ada hal-hal yang menjadi beban atau kecemasan, kita bisa bercerita pada teman-teman baik kita atau ketika kita mengalami kesulitan bercerita pada teman baik, carilah tenaga-tenaga profesional kesehatan jiwa di layanan kesehatan tempat kita bekerja, apakah itu psikiater, psikolog klinis ataupun perawat jiwa.

Cari tahu juga tentang dukungan kesehatan jiwa dan psikososial yang biasanya diberikan secara gratis via online. Tetap menjaga pola sehat kesehatan, tidur di waktu yang kurang lebih sama termasuk cukup makan makanan yang bergizi. Kurangilah pemakaian media sosial untuk berdebat soal Covid-19.  Perbanyak juga aktivitas lain termasuk berolahraga.

Jangan mengubah empati kita menjadi simpati dan larut pada pekerjaan, apalagi ingin menjadi martir pada pandemi ini. Tidak ada hal yang cukup berharga untuk mengorbankan diri kita dan orang-orang kita sayangi di sekitar kita

Besok adalah hari raya Kuningan, hari kemenangan dimana semua rumah akan menampilkan trofi kemenangannya. Mari kita jadikan momen itu untuk menunjukkan bahwa kemenangan terjadi sesungguhnya bukan hanya terjadi saat pandemi Covid-19 selesai, tetapi kemenangan itu ada setiap hari ketika kita masih memiliki diri kita, masih menyayangi diri kita dan menyayangi orang-orang terdekat yang ada di dalam hati kita.

Tetapi ketika kita tidak lagi mampu melakukannya hingga menganggu tidur dan aktivitas kita maka tidak ada salahnya dan bukanlah sesuatu yang aib ketika kita mencari pertolongan lebih lanjut pada teman-teman sejawat kita, profesional kesehatan jiwa. Semoga kita semua betul-betul merasakan kemenangan. Di dalam diri kita. Selamat hari raya Kuningan. Salah mantap jiwa-raga.[T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komunitas Omah Laras dan Panggung yang MenghidupkanTopeng-topeng Mati

Next Post

Tibet, Poliandri dan Pandemi

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Psikiater di Klinik Utama Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar, Founder Rumah Berdaya, Pegiat kesehatan jiwa di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali dan Komunitas Teman Baik

Related Posts

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
0
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

Read moreDetails

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Tibet, Poliandri dan Pandemi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co