3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengantisipasi “Burnout” pada Tenaga Kesehatan

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
September 26, 2020
in Esai
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Pembaca mungkin merasa bosan karena saya sering membicarakan pandemi Covid-19 yang rasanya tidak berkesudahan. Saya cukup paham akan hal itu. Sebagai seorang psikiater, menjadi tugas saya untuk terus memberikan fokus pada apa yang perlu dilakukan bagi teman-teman dan rekan tenaga kesehatan untuk bisa bekerja dengan lebih maksimal di masa pandemi ini.

Ketika semua orang mulai melupakan soal pandemi ini, sesungguhnya saya yakin rekan-rekan tenaga kesehatan tetap bekerja keras seperti sebelum terjadi pandemi. Saya khawatir ada rasa burnout atau kelelahan dan kebosanan pada tenaga kesehatan. Tentang sampai kapan kita harus bekerja seperti ini. Juga tentang kekhawatiran akan ketidakpastian selain juga masalah pekerjaan dan juga soal rumah tangga, soal ekonomi dan soal keluarga, karena kesulitan ekonomi yang dialami oleh masyarakat tentu juga dialami oleh seluruh tenaga kesehatan.

Ada hal menarik dari  kondisi psikologis para tenaga kesehatan yang di awal-awal masa pandemi diglorifikasi sebagai garda terdepan oleh masyarakat, yang saya yakin juga ha-hal itu tidak terlalu diinginkan oleh rekan-rekan tenaga kesehatan.

Tetapi kini, selain tetap harus bekerja juga ada rasa serba salah pada diri mereka. Di satu sisi, mereka ingin terus mengedukasi masyarakat tentang keamanan dan kesehatan, tapi di sisi lain sudah agak bosan melakukan itu, karena kini itu bukanlah sesuatu hal yang populer dan justru dibenci oleh masyarakat untuk mereka melakukan edukasi tersebut.

Rasanya, mendengar kata “Covid-19” saja masyarakat sudah muak dengan hal tersebut. Tetapi, muak atau tidak muak, ternyata pandemi ini berlangsung dan sampai saat ini rekan-rekan tenaga kesehatan bekerja sekeras sama seperti sebelumnya. Dan tentu saja, rasa burnout ini perlu diantisipasi yang terjadi pada mereka, agar kelelahan fisik yang terjadi tidak berubah menjadi kelelahan psikologis atau kelelahan mental.

Selama ini orang hanya membicarakan soal dukungan fisik atau dukungan materi, namun perlu diketahui bahwa dukungan psikologis dan psikososial sangat diperlukan bagi para tenaga kesehatan. Sebelumnya, cukup banyak dukungan mental dan psikososial yang dilakukan bahkan secara online atau daring. Juga, diberikan di sentra-sentra layanan kesehatan tetapi kini hal itu hanya menjadi sebuah formalitas.

Saya selalu menekankan pentingnya upaya mandiri, bagaimana mengantisipasi agar burn out tidak terjadi karena lebih mudah mengantisipasi daripada ketika burnout sudah terjadi. Hal-hal yang sering menjadi atau memicu burnout pada tenaga kesehatan misalnya soal keamanan. Seperti kita tahu, tingkat keamanan tenaga kesehatan di Indonesia selama menangani Covid-19 menjadi yang terburuk di seluruh dunia. Angka kematian dan kesakitan, terpapar Covid-19 sungguh sangat banyak terjadi. Bukan hanya pada dokter tapi juga tenaga perawat ataupun tenaga administrasi di rumah sakit.

Dengan begitu banyak dan meluasnya angka pasien Covid-19 saat ini tenaga kesehatan juga terancam akan hal itu. Belum lagi memikirkan keluarga, memikirkan ekonomi dan lain sebagainya. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah fokus pada hal-hal yang ada dalam kendali kita saja. Seringkali karena kelelahan emosi kita kemudian terpicu, mengurusi hal-hal yang sebenarnya tidak dalam kendali kita, tentang kapan pandemi ini berakhir atau tentang bagaimana apresiasi masyarakat terhadap itu, bagaimana soal komentar pemegang kebijakan atau pemimpin daerah tenang kinerja kita, itu berada di luar kendali kita.

Hal yang menjadi kendali kita adalah kapan kita mulai bekerja, apa yang kita lakukan selama bekerja, pemasangan dan pencopotan Alat Pelindung Diri (APD) yang perlu kita lakukan itu berada dalam kendali kita.

Tentang kapan kita harus memikirkan pekerjaan kita, kapan kita harus memikirkan keluarga kita dan berfokus pada anak-anak dan istri/suami atau orang tua yang ada di rumah, itu ada dalam diri kita, kita Yang menentukan

Kita sebaiknya tidak menanamkan kita ingin melakukan pengorbanan atau rasa kepahlawanan karena sesungguhnya tidak ada yang cukup fair untuk menjadi martir, seseorang menjadi martir dalam sebuah pandemi.

Kita hanyalah manusia biasa, dan ini hanyalah sebuah pekerjaan, kita lakukan apa yang kita bisa lakukan, apa yang menjadi tugas dan  pekerjaan yang diharuskan sebagai bagian dari diri kita. Setelah itu kita tetap juga perlu untuk menyayangi diri kita, melakukan self-care dan self-love, mempunyai waktu untuk diri kita sendiri termasuk juga berbagi bersama keluarga.

Ketika ada hal-hal yang menjadi beban atau kecemasan, kita bisa bercerita pada teman-teman baik kita atau ketika kita mengalami kesulitan bercerita pada teman baik, carilah tenaga-tenaga profesional kesehatan jiwa di layanan kesehatan tempat kita bekerja, apakah itu psikiater, psikolog klinis ataupun perawat jiwa.

Cari tahu juga tentang dukungan kesehatan jiwa dan psikososial yang biasanya diberikan secara gratis via online. Tetap menjaga pola sehat kesehatan, tidur di waktu yang kurang lebih sama termasuk cukup makan makanan yang bergizi. Kurangilah pemakaian media sosial untuk berdebat soal Covid-19.  Perbanyak juga aktivitas lain termasuk berolahraga.

Jangan mengubah empati kita menjadi simpati dan larut pada pekerjaan, apalagi ingin menjadi martir pada pandemi ini. Tidak ada hal yang cukup berharga untuk mengorbankan diri kita dan orang-orang kita sayangi di sekitar kita

Besok adalah hari raya Kuningan, hari kemenangan dimana semua rumah akan menampilkan trofi kemenangannya. Mari kita jadikan momen itu untuk menunjukkan bahwa kemenangan terjadi sesungguhnya bukan hanya terjadi saat pandemi Covid-19 selesai, tetapi kemenangan itu ada setiap hari ketika kita masih memiliki diri kita, masih menyayangi diri kita dan menyayangi orang-orang terdekat yang ada di dalam hati kita.

Tetapi ketika kita tidak lagi mampu melakukannya hingga menganggu tidur dan aktivitas kita maka tidak ada salahnya dan bukanlah sesuatu yang aib ketika kita mencari pertolongan lebih lanjut pada teman-teman sejawat kita, profesional kesehatan jiwa. Semoga kita semua betul-betul merasakan kemenangan. Di dalam diri kita. Selamat hari raya Kuningan. Salah mantap jiwa-raga.[T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komunitas Omah Laras dan Panggung yang MenghidupkanTopeng-topeng Mati

Next Post

Tibet, Poliandri dan Pandemi

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Psikiater di Klinik Utama Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar, Founder Rumah Berdaya, Pegiat kesehatan jiwa di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali dan Komunitas Teman Baik

Related Posts

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
0
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

Read moreDetails

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
0
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

Read moreDetails

Musik, Agama dan Politik

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
0
Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

Read moreDetails

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

by I Wayan Artika
November 1, 2026
0
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

Read moreDetails

Saraswati dan Kenaikan Kelas

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
0
Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

Read moreDetails

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

by tatkala
October 31, 2026
0
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

Read moreDetails

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

Read moreDetails

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
0
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

Read moreDetails

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Tibet, Poliandri dan Pandemi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

COCA Ubud, Merajut Musik, Film, Kuliner, dan Seni dalam Satu Rumah Kreatif
Pariwisata

COCA Ubud, Merajut Musik, Film, Kuliner, dan Seni dalam Satu Rumah Kreatif

DI Ubud, pengalaman menikmati musik, menonton film, menyantap hidangan, dan mengapresiasi seni kini memiliki satu ruang pertemuan. Namanya COCA Ubud....

by tatkala
November 3, 2026
Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba
Pendidikan

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba

TIGA bendera kecil terangkat hampir bersamaan. Pertanyaan demi pertanyaan menguji ketangkasan para peserta. Ada yang sigap menjawab, ada pula yang...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam
Esai

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Pendidikan

Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Teknologi ini menawarkan kemudahan dalam belajar dan berkarya. Namun,...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026
Pendidikan

Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026

FAKTA bisa menjadi cerita yang menggugah ketika berada di tangan yang tepat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Pekan Jurnalistik Universitas...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co