26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kekerasan di Dunia Pendidikan: Coba Cek, Tersebab Siswa Bandel atau Gurunya Lapar

Candra Puspita Dewi by Candra Puspita Dewi
July 1, 2020
in Esai
Kekerasan di Dunia Pendidikan: Coba Cek, Tersebab Siswa Bandel atau Gurunya Lapar

Ilustrasi diolah dari sumber Google

SERING kita jumpai kasus kekerasan dalam dunia pendidikan. Bacalah media massa, baik media cetak, elektronik atau media online. Ada sejumlah kasus kekerasan yang diketahui karena kasusnya bergulir ke polisi atau ranah hukum.

 Kekerasan yang terjadi dalam dunia pendidikan bukan hanya kekerasan fisik saja. Kekerasan nonfisik, seperti berkata kasar kepada siswa tak jarang juga mulai terjadi di lingkungan sekolah. Bahkan berkata kasar bisa menjadi salah satu pemicu adanya kekerasan fisik yang mungkin saja merupakan respon dari siswa atau orang tua siswa yang tidak terima atas perlakukan yang diberikan kepada anaknya.

Kasus kekerasan biasanya memang diketahui ketika sudah masuk laporan polisi dan diberitakan di media massa lalu viral di media sosial. Padahal banyak persoalan yang “tersembunyi” di sekolah-sekolah dan tak sampai dilaporkan atau tak bisa dilaporkan menjadi persoalan hukum. Persoalan itu cukuplah menjadi persoalan “rasa” dan “hati”, yang banyak orang tahu tapi tak banyak yang membicarakannya secara besar-besaran.

Kalau dipikir-pikir lagi, apa sih kira-kira yang terkadang membuat guru merasa jengkel saat mengajar? Kejengkelan yang muncul tentu disebabkan oleh banyak hal. Di antaranya, karena mendapati siswa yang tidak tepat janji dalam mengumpulkan tugas. Siswa yang bandel, tak ngumpul tugas atau tak mengerjakan apa yang diminta guru, adalah satu hal yang sulit diatasi jika akar persoalan si anak tak diketahui secara pasti.

 Jika mendapati siswa bandel, lalu guru keseleo laku, marah dan kadang tak tahan untuk mencolek sedikit tubuh si siswa, maka pada saat itulah guru menjadi salah.

Tak banyak yang mengecek dengan cermat, apa yang menyebabkan guru jengkel pada saat-saat tertentu. Jika guru muda, mungkin sedang putus dengan pacar karena hal sepele, seperti tidak cukup uang untuk membeli baju, bertengkar dengan pasangan karena dapat giliran membayar listrik dan air di kos tapi belum bisa bayar.

Dan mungkin saja penyebabnya sederhana (tapi mendasar), yaitu lapar. Ya, jengkel karena lapar. Lapar ketika mengajar.

Lapar adalah perasaan ingin makan karena perut yang sedang kosong. Jika perut kosong tersebut tidak segera diisi, maka dampak yang muncul dari rasa lapar adalah hilangnya konsentrasi. Di samping itu, manusia bisa kehilangan akal sehat. Manusia akan cepat marah dan tidak sabar dalam menghadapi pekerjaannya.

Ada seorang guru kontrak yang gajinya sering ngadat bahkan hingga tiga bulan. Untuk memenuhi kebutuhannya setiap hari dan setiap bulan, seperti makan dan bayar listrik, ia nyambi ngajar di lembaga bimbingan belajar. Nah, gaji yang didapat di lembaga swasta itulah yang digunakan memenuhi hasratnya untuk makan dan kewajibannya bayar kos, listrik dan air, juga untuk beli bensin demi bisa mengajar tepat waktu di sekolah. Jika masih kurang, ya pinjam.

Pernah suatu kali sisa uang hanya cukup untuk beli bensin agar bisa lancar ke sekolah dan tentu saja tepat waktu dalam mengajar. Jika uang bensin itu dipakai beli nasi, tentunya tak akan bisa ke sekolah. Maka, karena ia guru yang baik, ia kurangi jatah makannya agar bisa beli bensin. Dan ia pun mengajar dengan perut keroncongan.

Mungkin saja hal ini yang menyebabkan seorang guru cepat tersulut emosinya. Apalagi pekerjaan seorang guru tidak sebatas menghadapi kertas-kertas dan laptop saja. Kertas dan laptop tidak bisa bicara. Tidak bisa menyampaikan segala keinginannya. Pekerjaan seorang guru melebihi itu semua.

Hampir setiap hari, guru harus berhadapan dengan manusia. Cara menghadapinya tentu tidak sama seperti menghadapi kertas dan laptop. Guru harus mendengar keinginan siswa, mendengar usulan siswa, mendengar pertanyaan-pertanyaan apa pun yang tentu harus dijawab saat itu juga. Banyak hal yang harus didengar. Banyak hal juga yang harus dipenuhi oleh seorang guru demi siswanya. Dalam kondisi apa pun dan dalam situasi bagaimana pun. Dalam keadaan lapar sekali pun. Seorang guru dituntut untuk tetap profesional.

Namun, dari peristiwa kekerasan yang pernah terjadi dalam dunia pendidikan, kita patut mempertanyakan perihal keprofesionalan seorang guru saat ini. Mengapa semangat dalam rangka mempertahankan keprofesionalan itu mulai menurun? Apakah semangat yang menurun itu dikarenakan jarang mengonsumsi vitamin, nutrizi, dan gizi yang didapat dari makanan-makanan sehat? Seperti sayur dan buah-buahan.

Bahkan ada beberapa guru yang mulai lupa alias pikun pada perannya. Mungkin saja tidak sarapan dan tidak makanlah yang memicu penyakit lupa peran tersebut. Peran bahwa seorang guru harus tetap merasa baik-baik saja ketika menghadapi siswanya.

Tentu tidak ada satu orang pun yang menginginkan kejadian itu terulang lagi. Tentunya semua orang berharap agar siswa bisa terus menerus mendapatkan didikan dan bimbingan dengan baik. Tentu juga semua orang berharap keprofesionalan guru bisa tetap terjaga. Tentu saja semua orang berharap agar guru tidak pernah lupa dengan perannya.

Nah, dari harapan-harapan itu, alangkah baiknya jika semua orang tidak membiarkan guru-guru merasa lapar agar  tetap berkonsentrasi  dan menjaga akal sehatnya saat mengajar. (T)

Tags: guruguru honorerkekerasan
Share7TweetSendShareSend
Previous Post

Cari Gelar Agar Dapat Kerja, Dapat Gelar Tak Mau Kerja

Next Post

Lumbung Pangan Keluarga, Wahana Meditasi Jiwa

Candra Puspita Dewi

Candra Puspita Dewi

Lulusan Undiksha Singaraja, kini jadi guru di Denpasar. Di sela mengajar, ia juga main teater di Komunitas Mahima dan Teater Kalangan

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Pangan, Hidup Mati Bangsa

Lumbung Pangan Keluarga, Wahana Meditasi Jiwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co