12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mewariskan Tradisi Lisan

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
May 13, 2020
in Esai
Mewariskan Tradisi Lisan

Carma Citrawati, mendongeng dari rumah yang disiarkan lewat facebook, dalam program Mendongeng dari rumah yang digelar Komunitas Mahima

Tradisi lisan dapat diartikan sebagai kebiasaan atau adat yang berkembang dalam suatu komunitas masyarakat yang direkam dan diwariskan dari generasi ke generasi melalui bahasa lisan. Dalam tradisi lisan terkandung kejadian – kejadian sejarah, adat istiadat, cerita, dongeng, peribahasa, lagu, mantra, nilai moral, dan nilai keagamaan.

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan budaya dan merupakan negara yang besar apabila ditinjau dari jumlah penduduknya. Penduduk yang heterogen akan menyebabkan keheterogenan budaya. Setiap suku yang menempati wilayan Indonesia, mempertahankan tradisi dan sistem kepercayaan.

Derasnya arus globalisasi berdampak pada kehidupan tradisi lisan yang sudah kita warisi sudah berabad-abad lamanya. Kecanggihan teknologi informatika dan tersedianya smart phone telah mengubah cara generasi muda dalam berkomunikasi. Dalam hitungan detik mereka sudah mendapatkan informasi yang mereka inginkan. Para remaja begitu pula dengan game online. Setelah datang dari sekolah, beberapa remaja tidak langsung pulang tetapi mereka nongkrong di tempat game online. Hal itu tentu berdampak negatif terhadap kehidupan generasi muda.

Gejala kehidupan seperti itu sebenarnya sudah menjadi gejala umum menimpa kalangan generasi muda. Mereka lupa akan tradisi dan kebudayaannya. Para remaja terkesan meninggalkan tradisi lisan yang merupakan kebudayaan yang adi luhung. Begitu kerasnya pengaruh globalisasi, para remaja cenderung menyukai budaya-budaya kekinian yang berasal dari Barat. Hal ini yang dapat merongrong identitas para remaja.

Para pengamat mengatakan bahwa degradasi moral pada kalangan remaja diakibatkan oleh belum maksimalnya pengajaran Budi Pekerti, Agama, dan PKn. Apabila dikaji dengan cermat, kemerosotan moral generasi muda tidak bisa disimpulkan karena gagalnya pembelajaran ketiga mata pelajaran tersebut tetapi kemerosotan tersebut juga diakibatkan oleh ketidakjelasan penekanan  pendidikan karakter pada materi pelajaran yang lain.

Terlepas dari gagal dan berhasilnya pembelajaran karakter di sekolah-sekolah, yang teramat penting untuk diselamatkan adalah tradisi lisan yang merupakan budaya adi luhung para pendahulu kita. Usaha untuk menyelamatkan tradisi lisan dapat dilakukan dengan mengadakan penelitian. Tujuan dari semua penelitian tentang tradisi lisan selama ini adalah menjaga agar kekayaan budaya di Nusantara tersebut tidak musnah.

Pudentia (1999) telah mengamati fenomena dari masa ke masa yang menyiratkan sebuah “kematian” tradisi budaya yang merupakan sumber dan akar budaya nusantara. Hasil-hasil pengamatan memperlihatkan bahwa proses kematian tradisi, baik disengaja maupun tidak disengaja, akan berarti juga kematian sebuah identitas dan komunitas. Kematian sebuah identitas dan komunitas hendaknya diantisipasi dengan memperkenalkan segala bentuk tradisi lisan kepada generasi muda. Hal ini merupakan jalan yang harus ditempuh.

Dengan itu generasi muda akan mengetahui bagaimana kebudayaan mereka sendiri, adat istiadatnya, sistem kepercayaannya, berbagai bentuk folklor yang ada di masyarakat.Kita tidak perlu meragukan lagi tradisi lisan memiliki nilai pendidikan karakter. Mendongeng yang merupakan sarana untuk menanamkan nilai-nilai karakter  hampir hilang. Anak-anak tidak lagi meminta kepada orang tuanya untuk mendongeng sebelum mereka tidur. Anak-anak lebih menyukai menonton film kartun tetapi setelah anak selesai menonton, mereka tidak dapat menggali apa nilai pendidikan karakternya. Hal tersebut bisa terjadi karena para orang tuanya tidak punya waktu untuk mendampingi anaknya menonton film tersebut. Oleh karena itu, anak tidak mendapat kesempatan untuk menggali nilai pendidikan karakter dalam film tersebut.

Tradisi lisan merupakan kearifan lokal. Secara umum makna kearifan lokal (local wisdom) adalah gagasan-gagasan setempat (local) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan,bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Dalam disiplin antropologi dikenal istilah local genius. Pemahaman mengenai nilai-nilai kehidupan yang terdapat pada kearifan lokal perlu disampaikan kepada generasi muda. Hal ini untuk memberikan pemahaman yang jelas mengenai nilai-nilai dan tatanan kehidupan masyarakat. Mempertahankan jati diri sangat urgen dilakukan agar kuat menghadapi gempuran arus globalisasi.

Tradisi lisan juga merupakan kekuatan kultural. Persamaan kultur akan membentuk suatu persatuan untuk mempertahankan kultur yang merupakan warisan dari leluhur.  Penguatan kultur sangat bergantung generasi muda. Jika diperhatikan secara umum ada pergeseran gaya hidup dari yang tradisional menjadi generasi yang moderen. Gaya hidup yang seperti itu tentu akan berdampak pada keberlangsungan tradisi lisan.

Contohnya, jika diamati terutama di daerah perkotaan, terjadi pergeseran fungsi bahasa Bali. Anak-anak dan remaja  tidak  menggunakan bahasa Bali sebagai pengantar komunikasi di rumah maupun di sekolah. Hal ini merupakan ancaman bagi kekuatan kultural. Penggunaan suatu bahasa untuk berkomunikasi secara otomatis penutur  tersebut dituntut memahami kebudayaannya di mana bahasa itu dipakai. Budaya yang menjadi penciri sebuah identitas perlu dipertahankan bagimanapun derasnya pengaruh dari budaya lain akibat perkembangan teknologi.

Usaha penyelamatan dan upaya pemertahanan tradisi lisan dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya dengan mengajarkan tradisi lisan di sekolah melalui pembelajaran bahasa Indonesia. Pembelajaran bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013 menekankan pada pembelajaran berbasis teks.

Pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks dilaksanakan dengan menerapkan prinsip bahwa (1) bahasa dipandang sebagai teks, bukan kumpulan kata-kata atau kaidah kebahasaan, (2) penggunaan bahasa merupakan proses pemilihan bentuk-bentuk kebahasaan untuk mengungkapkan makna, (3) bahasa bersifat fungsional, yaitu penggunaan bahasa tidak dapat dilepaskan dari konteks karena dalam bentuk bahasa yang digunakan tercermin ide, sikap, nilai, dan ideologi penggunanya, dan (4) bahasa merupakan sarana pembentukan kemampuan berpikir manusia.

Sehubungan dengan prinsip-prinsip tersebut, perlu disadari bahwa di dalam setiap teks terdapat struktur tersendiri yang satu dengan yang lainnya berbeda. Sementara itu, dalam struktur teks tercermin struktur berpikir. Dengan demikian makin banyak teks yang dikuasai siswa, makin banyak pula struktur berpikir yang dapat digunakan dalam kehidupan sosial dan akademiknya.

Langkah lain yang bisa dilakukan untuk memertahankan tradisi lisan adalah melalui pengemasan tradisi lisan dalam hal ini dongeng dalam bentuk film kartun, film animasi, dan berbagai macam bentuk game online serta dalam bentuk komik. Itu merupakan langkah penyelamatan tradisi lisan dengan mengadaptasikan dengan teknologi kekinian.  

Dengan cara ini generasi muda (anak-anak) mulai mengenal tokoh atau hero dalam cerita tradisionalnya. Dengan moderenisasi penyampaian dongeng dalam bentuk film kartun, film animasi, dan berbagai macam bentuk game online serta dalam bentuk komik generasi muda akan mengetahui dan mencintai tradisinya sehingga tidak tercerabut dari akar budaya dan kehidupan sosialnya. [T]

Tags: dongengPendidikanpendidikan karakter
Share29TweetSendShareSend
Previous Post

Catur Wiphala

Next Post

Edukasi Agraria dari Kasus Tanah Laba Pura di Tengah Laju Pariwisata Nusa Penida

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Edukasi Agraria dari Kasus Tanah Laba Pura di Tengah Laju Pariwisata Nusa Penida

Edukasi Agraria dari Kasus Tanah Laba Pura di Tengah Laju Pariwisata Nusa Penida

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co