2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mewariskan Tradisi Lisan

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
May 13, 2020
in Esai
Mewariskan Tradisi Lisan

Carma Citrawati, mendongeng dari rumah yang disiarkan lewat facebook, dalam program Mendongeng dari rumah yang digelar Komunitas Mahima

Tradisi lisan dapat diartikan sebagai kebiasaan atau adat yang berkembang dalam suatu komunitas masyarakat yang direkam dan diwariskan dari generasi ke generasi melalui bahasa lisan. Dalam tradisi lisan terkandung kejadian – kejadian sejarah, adat istiadat, cerita, dongeng, peribahasa, lagu, mantra, nilai moral, dan nilai keagamaan.

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan budaya dan merupakan negara yang besar apabila ditinjau dari jumlah penduduknya. Penduduk yang heterogen akan menyebabkan keheterogenan budaya. Setiap suku yang menempati wilayan Indonesia, mempertahankan tradisi dan sistem kepercayaan.

Derasnya arus globalisasi berdampak pada kehidupan tradisi lisan yang sudah kita warisi sudah berabad-abad lamanya. Kecanggihan teknologi informatika dan tersedianya smart phone telah mengubah cara generasi muda dalam berkomunikasi. Dalam hitungan detik mereka sudah mendapatkan informasi yang mereka inginkan. Para remaja begitu pula dengan game online. Setelah datang dari sekolah, beberapa remaja tidak langsung pulang tetapi mereka nongkrong di tempat game online. Hal itu tentu berdampak negatif terhadap kehidupan generasi muda.

Gejala kehidupan seperti itu sebenarnya sudah menjadi gejala umum menimpa kalangan generasi muda. Mereka lupa akan tradisi dan kebudayaannya. Para remaja terkesan meninggalkan tradisi lisan yang merupakan kebudayaan yang adi luhung. Begitu kerasnya pengaruh globalisasi, para remaja cenderung menyukai budaya-budaya kekinian yang berasal dari Barat. Hal ini yang dapat merongrong identitas para remaja.

Para pengamat mengatakan bahwa degradasi moral pada kalangan remaja diakibatkan oleh belum maksimalnya pengajaran Budi Pekerti, Agama, dan PKn. Apabila dikaji dengan cermat, kemerosotan moral generasi muda tidak bisa disimpulkan karena gagalnya pembelajaran ketiga mata pelajaran tersebut tetapi kemerosotan tersebut juga diakibatkan oleh ketidakjelasan penekanan  pendidikan karakter pada materi pelajaran yang lain.

Terlepas dari gagal dan berhasilnya pembelajaran karakter di sekolah-sekolah, yang teramat penting untuk diselamatkan adalah tradisi lisan yang merupakan budaya adi luhung para pendahulu kita. Usaha untuk menyelamatkan tradisi lisan dapat dilakukan dengan mengadakan penelitian. Tujuan dari semua penelitian tentang tradisi lisan selama ini adalah menjaga agar kekayaan budaya di Nusantara tersebut tidak musnah.

Pudentia (1999) telah mengamati fenomena dari masa ke masa yang menyiratkan sebuah “kematian” tradisi budaya yang merupakan sumber dan akar budaya nusantara. Hasil-hasil pengamatan memperlihatkan bahwa proses kematian tradisi, baik disengaja maupun tidak disengaja, akan berarti juga kematian sebuah identitas dan komunitas. Kematian sebuah identitas dan komunitas hendaknya diantisipasi dengan memperkenalkan segala bentuk tradisi lisan kepada generasi muda. Hal ini merupakan jalan yang harus ditempuh.

Dengan itu generasi muda akan mengetahui bagaimana kebudayaan mereka sendiri, adat istiadatnya, sistem kepercayaannya, berbagai bentuk folklor yang ada di masyarakat.Kita tidak perlu meragukan lagi tradisi lisan memiliki nilai pendidikan karakter. Mendongeng yang merupakan sarana untuk menanamkan nilai-nilai karakter  hampir hilang. Anak-anak tidak lagi meminta kepada orang tuanya untuk mendongeng sebelum mereka tidur. Anak-anak lebih menyukai menonton film kartun tetapi setelah anak selesai menonton, mereka tidak dapat menggali apa nilai pendidikan karakternya. Hal tersebut bisa terjadi karena para orang tuanya tidak punya waktu untuk mendampingi anaknya menonton film tersebut. Oleh karena itu, anak tidak mendapat kesempatan untuk menggali nilai pendidikan karakter dalam film tersebut.

Tradisi lisan merupakan kearifan lokal. Secara umum makna kearifan lokal (local wisdom) adalah gagasan-gagasan setempat (local) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan,bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Dalam disiplin antropologi dikenal istilah local genius. Pemahaman mengenai nilai-nilai kehidupan yang terdapat pada kearifan lokal perlu disampaikan kepada generasi muda. Hal ini untuk memberikan pemahaman yang jelas mengenai nilai-nilai dan tatanan kehidupan masyarakat. Mempertahankan jati diri sangat urgen dilakukan agar kuat menghadapi gempuran arus globalisasi.

Tradisi lisan juga merupakan kekuatan kultural. Persamaan kultur akan membentuk suatu persatuan untuk mempertahankan kultur yang merupakan warisan dari leluhur.  Penguatan kultur sangat bergantung generasi muda. Jika diperhatikan secara umum ada pergeseran gaya hidup dari yang tradisional menjadi generasi yang moderen. Gaya hidup yang seperti itu tentu akan berdampak pada keberlangsungan tradisi lisan.

Contohnya, jika diamati terutama di daerah perkotaan, terjadi pergeseran fungsi bahasa Bali. Anak-anak dan remaja  tidak  menggunakan bahasa Bali sebagai pengantar komunikasi di rumah maupun di sekolah. Hal ini merupakan ancaman bagi kekuatan kultural. Penggunaan suatu bahasa untuk berkomunikasi secara otomatis penutur  tersebut dituntut memahami kebudayaannya di mana bahasa itu dipakai. Budaya yang menjadi penciri sebuah identitas perlu dipertahankan bagimanapun derasnya pengaruh dari budaya lain akibat perkembangan teknologi.

Usaha penyelamatan dan upaya pemertahanan tradisi lisan dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya dengan mengajarkan tradisi lisan di sekolah melalui pembelajaran bahasa Indonesia. Pembelajaran bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013 menekankan pada pembelajaran berbasis teks.

Pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks dilaksanakan dengan menerapkan prinsip bahwa (1) bahasa dipandang sebagai teks, bukan kumpulan kata-kata atau kaidah kebahasaan, (2) penggunaan bahasa merupakan proses pemilihan bentuk-bentuk kebahasaan untuk mengungkapkan makna, (3) bahasa bersifat fungsional, yaitu penggunaan bahasa tidak dapat dilepaskan dari konteks karena dalam bentuk bahasa yang digunakan tercermin ide, sikap, nilai, dan ideologi penggunanya, dan (4) bahasa merupakan sarana pembentukan kemampuan berpikir manusia.

Sehubungan dengan prinsip-prinsip tersebut, perlu disadari bahwa di dalam setiap teks terdapat struktur tersendiri yang satu dengan yang lainnya berbeda. Sementara itu, dalam struktur teks tercermin struktur berpikir. Dengan demikian makin banyak teks yang dikuasai siswa, makin banyak pula struktur berpikir yang dapat digunakan dalam kehidupan sosial dan akademiknya.

Langkah lain yang bisa dilakukan untuk memertahankan tradisi lisan adalah melalui pengemasan tradisi lisan dalam hal ini dongeng dalam bentuk film kartun, film animasi, dan berbagai macam bentuk game online serta dalam bentuk komik. Itu merupakan langkah penyelamatan tradisi lisan dengan mengadaptasikan dengan teknologi kekinian.  

Dengan cara ini generasi muda (anak-anak) mulai mengenal tokoh atau hero dalam cerita tradisionalnya. Dengan moderenisasi penyampaian dongeng dalam bentuk film kartun, film animasi, dan berbagai macam bentuk game online serta dalam bentuk komik generasi muda akan mengetahui dan mencintai tradisinya sehingga tidak tercerabut dari akar budaya dan kehidupan sosialnya. [T]

Tags: dongengPendidikanpendidikan karakter
Share29TweetSendShareSend
Previous Post

Catur Wiphala

Next Post

Edukasi Agraria dari Kasus Tanah Laba Pura di Tengah Laju Pariwisata Nusa Penida

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Edukasi Agraria dari Kasus Tanah Laba Pura di Tengah Laju Pariwisata Nusa Penida

Edukasi Agraria dari Kasus Tanah Laba Pura di Tengah Laju Pariwisata Nusa Penida

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co