24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kita Telah Melewati Waisak yang Berbeda

Julio Saputra by Julio Saputra
May 8, 2020
in Esai
Kita Telah Melewati Waisak yang Berbeda

Waisak

Bagi umat Buddha, perayaan Hari Tri Suci Waisak 2564 BE yang jatuh pada Kamis, 7 Mei 2020,  boleh dikatakan sangat berbeda. Di tahun-tahun sebelumnya, hari suci tersebut disambut dengan berbagai rangkaian ibadah dan ritual, dilakukan secara bersama-sama baik di vihara, kuil, cetya, candi, dan lain sebagainya. Ada juga kegiatan lain seperti bazzar, pembagian makanan sehat, donor darah, ziarah ke makam pahlawan, dan masih banyak lagi.

Tahun ini, tidak ada perayaan dengan ibadah dan ritual bersama-sama. Tidak ada prosesi arak-arakan atau Pradaksina di Candi Burobudur. Prosesi pengambilan air suci di Jumprit, Kabupaten Temanggung dan pengambilan api dari Grobogan juga ditiadakan. Semua kegiatan yang bersifat mengerahkan massa atau kerumunan tidak dilaksanakan. Tujuannya tentu saja untu mencegah penyebaran Covid-19 yang masih mewabah hingga saat ini. Di vihara-vihara, atau rumah ibadah lainnya, hanya Bhikkhu Sangha atau Pandita pimpinan tempat ibadah yang boleh menggelar prosesi ritual atau puja bakti tanpa dihadiri umat Buddha lainnya. Sesuai intruksi dari Menteri Agama dan Dirjen Bimas Buddha Kementrian Agama RI, umat Buddha diimbau merayakan hari suci tersebut dan melakukan ritual puja bakti di rumah masing-masing.

“Pelaksanaan rangkaian hari raya Tri Suci Waisak 2564 BE/2020, seperti puja bakti (ibadah) dan meditasi detik-detik Waisak pada 7 Mei 2020 pukul 17.44 WIB agar tidak dilaksanakan secara massal dengan menghadirkan umat dalam jumlah banyak, baik di lingkungan rumah ibadah maupun tempat umum,” begitulah salah satu poin surat edaran dari Kemenag RI Dirjen Bimas Buddha.

Memperingati Hari Tri Suci Waisak tahun ini dapat dilakukan dengan cara mendengarkan Khotbah/Pesan Waisak Nasional pada tanggal 7 Mei 2020 Jam 17.00 yang disampaikan secara daring atau live streaming melalui kanal yang sudah tersedia, baik facebook, instagram, dan lain sebagianya, salah satunya melalui Channel Youtube Medkom STI (Sangha Theravada Indonesia). Kemudian, dilanjutkan dengan ibadah atau ritual puja bakti dan meditasi detik-detik Waisak. Di Bali sendiri, peringatan Hari Tri Suci Waisak tahun ini dapat disaksikan melalui Channel Youtube Vihara Buddha Sakyamuni Denpasar.

Meski begitu, hal tersebut tidak mengurangi sedikit pun kualitas dari penghayatan makna Hari Tri Suci Waisak. Di situasi yang tidak kondusif seperti sekarang ini, makna dari perayaan hari suci tersebut bagi umat Buddha tetaplah sama, tetap memperingati tiga peristiwa suci dalam hidup Buddha Sidharta Gautama, yaitu kelahiran Sidharta Gautama, tercapainya penerangan sempurna oleh Sidharta Gautama, dan parinibhanna atau mangkatnya Buddha Sidharta Gautama. Ketiga peristiwa tersebut terjadi hari yang sama saat bulan purnama di bulan Vesakha, salah satu nama bulan dalam kalender Buddhis yang menjadi cikal bakal kata ‘Waisak’.

“Mari kita peringati dan rayakan Trisuci Waisak di rumah masing-masing, mengembangkan laku bajik dalam keseharian, meneladani sifat-sifat luhur Guru Agung, Sang Buddha beserta para Siswa Mulia (Sangha),” demikian keterangan tertulis dari Medkom STI.

Ketika melakukan ritual puja bakti, umat Buddha akan mengingat kembali ajaran Sang Buddha agar senantiasa selalu mempraktikan teladan dan perilaku Sang Buddha, serta menerapkan ajaran agama Buddha dalam kehidupan nyata sehari-hari. Hal tersebut bisa diartikan sebagai perilaku mentaati peraturan moral dengan menjalankan Panca Sila Buddha atau 5 Sila Latihan Kemoralan: pertama, tidak membunuh mahluk hidup; kedua, tidak mencuri; ketiga, tidak berbuat asusila; keempat, tidak berucap bohong; kelima, tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat melemahkan kesadaran. Selain kelima latihan kemoralan tersebut, umat Buddha ketika hari Waisak juga memupuk cinta kasih dengan cara membantu sesama atau mereka yang membutuhkan, melepas hewan (biasanya burung) sebagai bentuk cinta kasih dan penghormatan terhadap lingkungan, serta merenungi baik buruk segala perbuatan yang telah dilakukan sehingga diharapkan di tidak mengulangi perbuatan yang buruk dan merugikan di masa mendatang.

Terkait pandemi Covid-19 yang masih mewabah hingga saat ini, umat Buddha diharapkan agar tidak kehilangan asa dan harapan, serta ke depannya harus tetap optimis. Sebab salah satu ajaran Sang Buddha mengatakan bahwa di balik bencana yang besar terdapat kebaikan yang besar pula. Oleh karena itu, umat Buddha percaya bahwa pandemi ini akan membawa perubahan yang baik dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup di bumi ini.

Hikmah yang barangkali bisa dipetik dari pandemi ini adalah hadirnya peradaban baru, yaitu kehidupan manusia yang lebih humanis, menguatkan rasa persaudaraan tanpa melihat latar belakang perbedaan suku, agama, ras, dan golongan. Tentu kondisi tersebut juga akan menguatkan sifat gotong royong yang sudah diwarisi oleh nenek moyang sejak dulu, saling tolong menolong sesame manuisa, memiliki kepedulian yang tinggi, dan sikap-sikap kebersamaan lainnya. Itulah yang kemudian melatar belakangi perayaan Hari Tri Suci Waisak tahun ini bertemakan “Persaudaraan Sejati Dasar Keutuhan Bangsa”.

Dalam perayaan Hari Tri Suci Waisak tahun ini, diharapkan tumbuhnya kepedulian terhadap sesama manusia dan semua mahluk baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Saling menguatkan sesame untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, tidak menyakiti orang lain, membantu kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan, berdoa agar masyarakat Bangsa Indonesia selalu memiliki dan merawat toleransi, sejahtera jasmani dan rohani, dan selalu memperoleh kebahagiaan bersama dalam NKRI. Oleh karena itu, umat Buddha diajak untuk bersemangat menanamkan karma baik, membuat manusia hidup beruntung dan bahagia, beramal dan berkebajikan, sehingga buah karma baik nantinya bisa dipanen bersama-sama.

Kendati tidak bisa melalukan puja bakti secara bersama-sama, banyak umat Buddha yang masih bisa menyambut perayaan Hari Tri Suci Waisak dengan mengadakan bakti sosial, seperti pengadaan berbagai perlengkapan medis berupa masker, hand sanitizer, face shield, alat pelindung diri (APD), disinfektan, dan lainnya, yang distribusinya mencapai sejumlah rumah sakit dan komunitas tertentu yang tersebar di seluruh Indonesia. Ada juga yang membagikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti yang dilakukan oleh umat Buddha di Desa Baturiti, Tabanan, pada Selasa, 5 Mei 2020 kemarin. Bertempat di Vihara Dhamma Dana Baturiti, bantuan tersebut diserahkan langsung kepada mereka yang dianggap layak menerima bantuan. Pelaksanaan bakti sosial ini tentu telah mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, seperti jaga jarak, cuci tangan dan berkoordinasi langsung dengan pihak yang membutuhkan. 

Perayaan Hari Tri Suci Waisak tahun ini juga mengajak seluruh umat Buddha untuk berdoa demi keselamatan masyarakat dan bangsa Indonesia, khususnya agar segera terbebas dari musibah pandemi Covid-19. “Berkat perlindungan pada Tiratana, Buddha Dhamma Sangha, segala kesulitan, marabahaya, dan segala penyakit sirna. Semoga semua makhluk terlimpahi berkah-berkah kebaikan. Semoga semua makhluk berbahagia,” demikian isi keterangan tertulis Medkom STI kepada umat Buddha.

Di Hari Tri Suci Waisak 2564 BE tahun 2020 ini, tentu seluruh umat Buddha berharap semoga pandemic Covid-19 cepat berakhir, orang-orang yang terinfeksi virus Corona semoga cepat sembuh, dan tidak ada lagi korban dari virus tersebut. Semoga seluruh masyarakat bisa kembali melakukanaktivitas seperti hari-hari biasa, serta tim medis yang menjadi pahlawan di garda terdepan dan selalu membantu penanganan virus ini semoga diberikan kesehatan dan tetap semangat dalam menjalankan tugasnya.

Sabbe Sattā Bhavantu Sukhitattā, Semoga semua makhluk hidup berbahagia

Tags: BudhaWaisak
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pandemi, Belajar Mendengar dari Sang Kresna

Next Post

Dialog Dini Hari: Terus Menulis dan Merilis

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Dialog Dini Hari: Terus Menulis dan Merilis

Dialog Dini Hari: Terus Menulis dan Merilis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co