3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kita Telah Melewati Waisak yang Berbeda

Julio Saputra by Julio Saputra
May 8, 2020
in Esai
Kita Telah Melewati Waisak yang Berbeda

Waisak

Bagi umat Buddha, perayaan Hari Tri Suci Waisak 2564 BE yang jatuh pada Kamis, 7 Mei 2020,  boleh dikatakan sangat berbeda. Di tahun-tahun sebelumnya, hari suci tersebut disambut dengan berbagai rangkaian ibadah dan ritual, dilakukan secara bersama-sama baik di vihara, kuil, cetya, candi, dan lain sebagainya. Ada juga kegiatan lain seperti bazzar, pembagian makanan sehat, donor darah, ziarah ke makam pahlawan, dan masih banyak lagi.

Tahun ini, tidak ada perayaan dengan ibadah dan ritual bersama-sama. Tidak ada prosesi arak-arakan atau Pradaksina di Candi Burobudur. Prosesi pengambilan air suci di Jumprit, Kabupaten Temanggung dan pengambilan api dari Grobogan juga ditiadakan. Semua kegiatan yang bersifat mengerahkan massa atau kerumunan tidak dilaksanakan. Tujuannya tentu saja untu mencegah penyebaran Covid-19 yang masih mewabah hingga saat ini. Di vihara-vihara, atau rumah ibadah lainnya, hanya Bhikkhu Sangha atau Pandita pimpinan tempat ibadah yang boleh menggelar prosesi ritual atau puja bakti tanpa dihadiri umat Buddha lainnya. Sesuai intruksi dari Menteri Agama dan Dirjen Bimas Buddha Kementrian Agama RI, umat Buddha diimbau merayakan hari suci tersebut dan melakukan ritual puja bakti di rumah masing-masing.

“Pelaksanaan rangkaian hari raya Tri Suci Waisak 2564 BE/2020, seperti puja bakti (ibadah) dan meditasi detik-detik Waisak pada 7 Mei 2020 pukul 17.44 WIB agar tidak dilaksanakan secara massal dengan menghadirkan umat dalam jumlah banyak, baik di lingkungan rumah ibadah maupun tempat umum,” begitulah salah satu poin surat edaran dari Kemenag RI Dirjen Bimas Buddha.

Memperingati Hari Tri Suci Waisak tahun ini dapat dilakukan dengan cara mendengarkan Khotbah/Pesan Waisak Nasional pada tanggal 7 Mei 2020 Jam 17.00 yang disampaikan secara daring atau live streaming melalui kanal yang sudah tersedia, baik facebook, instagram, dan lain sebagianya, salah satunya melalui Channel Youtube Medkom STI (Sangha Theravada Indonesia). Kemudian, dilanjutkan dengan ibadah atau ritual puja bakti dan meditasi detik-detik Waisak. Di Bali sendiri, peringatan Hari Tri Suci Waisak tahun ini dapat disaksikan melalui Channel Youtube Vihara Buddha Sakyamuni Denpasar.

Meski begitu, hal tersebut tidak mengurangi sedikit pun kualitas dari penghayatan makna Hari Tri Suci Waisak. Di situasi yang tidak kondusif seperti sekarang ini, makna dari perayaan hari suci tersebut bagi umat Buddha tetaplah sama, tetap memperingati tiga peristiwa suci dalam hidup Buddha Sidharta Gautama, yaitu kelahiran Sidharta Gautama, tercapainya penerangan sempurna oleh Sidharta Gautama, dan parinibhanna atau mangkatnya Buddha Sidharta Gautama. Ketiga peristiwa tersebut terjadi hari yang sama saat bulan purnama di bulan Vesakha, salah satu nama bulan dalam kalender Buddhis yang menjadi cikal bakal kata ‘Waisak’.

“Mari kita peringati dan rayakan Trisuci Waisak di rumah masing-masing, mengembangkan laku bajik dalam keseharian, meneladani sifat-sifat luhur Guru Agung, Sang Buddha beserta para Siswa Mulia (Sangha),” demikian keterangan tertulis dari Medkom STI.

Ketika melakukan ritual puja bakti, umat Buddha akan mengingat kembali ajaran Sang Buddha agar senantiasa selalu mempraktikan teladan dan perilaku Sang Buddha, serta menerapkan ajaran agama Buddha dalam kehidupan nyata sehari-hari. Hal tersebut bisa diartikan sebagai perilaku mentaati peraturan moral dengan menjalankan Panca Sila Buddha atau 5 Sila Latihan Kemoralan: pertama, tidak membunuh mahluk hidup; kedua, tidak mencuri; ketiga, tidak berbuat asusila; keempat, tidak berucap bohong; kelima, tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat melemahkan kesadaran. Selain kelima latihan kemoralan tersebut, umat Buddha ketika hari Waisak juga memupuk cinta kasih dengan cara membantu sesama atau mereka yang membutuhkan, melepas hewan (biasanya burung) sebagai bentuk cinta kasih dan penghormatan terhadap lingkungan, serta merenungi baik buruk segala perbuatan yang telah dilakukan sehingga diharapkan di tidak mengulangi perbuatan yang buruk dan merugikan di masa mendatang.

Terkait pandemi Covid-19 yang masih mewabah hingga saat ini, umat Buddha diharapkan agar tidak kehilangan asa dan harapan, serta ke depannya harus tetap optimis. Sebab salah satu ajaran Sang Buddha mengatakan bahwa di balik bencana yang besar terdapat kebaikan yang besar pula. Oleh karena itu, umat Buddha percaya bahwa pandemi ini akan membawa perubahan yang baik dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup di bumi ini.

Hikmah yang barangkali bisa dipetik dari pandemi ini adalah hadirnya peradaban baru, yaitu kehidupan manusia yang lebih humanis, menguatkan rasa persaudaraan tanpa melihat latar belakang perbedaan suku, agama, ras, dan golongan. Tentu kondisi tersebut juga akan menguatkan sifat gotong royong yang sudah diwarisi oleh nenek moyang sejak dulu, saling tolong menolong sesame manuisa, memiliki kepedulian yang tinggi, dan sikap-sikap kebersamaan lainnya. Itulah yang kemudian melatar belakangi perayaan Hari Tri Suci Waisak tahun ini bertemakan “Persaudaraan Sejati Dasar Keutuhan Bangsa”.

Dalam perayaan Hari Tri Suci Waisak tahun ini, diharapkan tumbuhnya kepedulian terhadap sesama manusia dan semua mahluk baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Saling menguatkan sesame untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, tidak menyakiti orang lain, membantu kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan, berdoa agar masyarakat Bangsa Indonesia selalu memiliki dan merawat toleransi, sejahtera jasmani dan rohani, dan selalu memperoleh kebahagiaan bersama dalam NKRI. Oleh karena itu, umat Buddha diajak untuk bersemangat menanamkan karma baik, membuat manusia hidup beruntung dan bahagia, beramal dan berkebajikan, sehingga buah karma baik nantinya bisa dipanen bersama-sama.

Kendati tidak bisa melalukan puja bakti secara bersama-sama, banyak umat Buddha yang masih bisa menyambut perayaan Hari Tri Suci Waisak dengan mengadakan bakti sosial, seperti pengadaan berbagai perlengkapan medis berupa masker, hand sanitizer, face shield, alat pelindung diri (APD), disinfektan, dan lainnya, yang distribusinya mencapai sejumlah rumah sakit dan komunitas tertentu yang tersebar di seluruh Indonesia. Ada juga yang membagikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti yang dilakukan oleh umat Buddha di Desa Baturiti, Tabanan, pada Selasa, 5 Mei 2020 kemarin. Bertempat di Vihara Dhamma Dana Baturiti, bantuan tersebut diserahkan langsung kepada mereka yang dianggap layak menerima bantuan. Pelaksanaan bakti sosial ini tentu telah mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, seperti jaga jarak, cuci tangan dan berkoordinasi langsung dengan pihak yang membutuhkan. 

Perayaan Hari Tri Suci Waisak tahun ini juga mengajak seluruh umat Buddha untuk berdoa demi keselamatan masyarakat dan bangsa Indonesia, khususnya agar segera terbebas dari musibah pandemi Covid-19. “Berkat perlindungan pada Tiratana, Buddha Dhamma Sangha, segala kesulitan, marabahaya, dan segala penyakit sirna. Semoga semua makhluk terlimpahi berkah-berkah kebaikan. Semoga semua makhluk berbahagia,” demikian isi keterangan tertulis Medkom STI kepada umat Buddha.

Di Hari Tri Suci Waisak 2564 BE tahun 2020 ini, tentu seluruh umat Buddha berharap semoga pandemic Covid-19 cepat berakhir, orang-orang yang terinfeksi virus Corona semoga cepat sembuh, dan tidak ada lagi korban dari virus tersebut. Semoga seluruh masyarakat bisa kembali melakukanaktivitas seperti hari-hari biasa, serta tim medis yang menjadi pahlawan di garda terdepan dan selalu membantu penanganan virus ini semoga diberikan kesehatan dan tetap semangat dalam menjalankan tugasnya.

Sabbe Sattā Bhavantu Sukhitattā, Semoga semua makhluk hidup berbahagia

Tags: BudhaWaisak
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pandemi, Belajar Mendengar dari Sang Kresna

Next Post

Dialog Dini Hari: Terus Menulis dan Merilis

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Dialog Dini Hari: Terus Menulis dan Merilis

Dialog Dini Hari: Terus Menulis dan Merilis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co