23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bukan Masalah Minat Bacanya, Yang Jadi Masalah Justru Pada Kesungguhan

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
May 4, 2020
in Esai
Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

“Lagi apa, Ted? Pasti lagi baca buku ya?”

Sesaat saya teringat percakapan dengan ayah saya via telepon beberapa hari yang lalu. Saat itu ayah mencoba menebak-nebak apa yang sedang saya lakukan. Dan hebatnya, tebakan ayah saya benar. Saat itu kebetulan saya sedang membaca sebuah buku yang sudah cukup lama saya baca. Setelah percakapan via telepon itu, saya jadi teringat dengan topik yang setahun lalu cukup sering dibahas dimana pun saya berada yaitu, memprihatinkannya minat baca di kalangan anak muda Indonesia. Apakah benar minat baca kalangan anak muda di Indonesia benar-benar sangat rendah?

Saya ingat pernah membaca bahwa UNESCO pernah melakukan survey terkait minat dalam membaca buku di Indonesia. Menurut survey itu, diketahui bahwa sebanyak 99% masyarakat di Indonesia tidak suka membaca dan hanya 1% yang memiliki kesukaan dalam membaca. Itu artinya dari 1000 orang yang disurvey, hanya 10 orang saja yang suka membaca buku. Bukankah itu adalah sebuah ironi?

Di saat banyaknya toko buku megah berdiri di setiap kota yang ada di Indonesia, tetapi masyarakatnya tidak menaruh perhatian lebih terhadap dunia membaca khususnya terhadap buku. Selain survey yang dilakukan oleh UNESCO, ada lagi riset yang dilakukan oleh sastrawan Taufik Ismail tentang kewajiban membaca buku sastra di beberapa negara di kalangan pelajar SMU selama tiga tahun masa studi mereka. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa negara Jerman mewajibkan pelajarnya untuk membaca buku sastra sebanyak 32 buku, Belanda mewajibkan 30 buku, Jepang 12 buku, Singapura sebanyak 12 buku, dan Malaysia 6 buku sastra.

Indonesia berapa? Jawabannya adalah NOL. Tentu sebuah tragedi. Indonesia yang memiliki berbagai sejarah di segala bidang yang disajikan lewat sastra seperti, Ramayana dan Mahabaratha. Jika masyarakatnya tak suka membaca buku sastra, bagaimana masyarakat tahu akan kebenaran sejarah yang dituangkan melalui sastra? Apalagi budaya mendongeng di kalangan masyarakat belakangan ini sudah memudar digantikan dengan berbagai platform audio visual yang lebih menarik.

Dari dua hasil riset di atas saya sudah mendapatkan sedikit gambaran bahwa memang di kalangan masyarakat kini memang kebanyakan tak terlalu suka dengan yang namanya membaca buku. Tapi bukan berarti mereka sama sekali tak membaca buku. Jika hasil riset tadi berbicara soal Indonesia secara umum, maka bagaimana dengan minat baca buku di Bali yang notabene adalah tempat dimana saya bergaul?

Sejak saya mulai belajar mencintai dunia literasi yang di dalamnya terdapat aktivitas membaca, saya mulai banyak bergaul dengan orang-orang yang memang sudah terbiasa dengan kebiasaan literasi seperti, membaca, menulis dan berdiskusi. Tak sedikit dari mereka juga yang mengaktualisasikan dirinya dengan cara demonstrasi setelah banyak berbagai macam bacaan yang berkaitan dengan demonstrasi. Perlu diketahui juga bahwa genre dari bacaan berbeda-beda, sehingga walaupun sama-sama suka membaca belum tentu akan menemukan kecocokan saat ngobrol. Itulah uniknya buku, kadang bisa menyatukan kadang pula tidak. Kembali lagi kepada minat, dan yang harus digaris bawahi memang adalah minat orangnya.

Sepanjang saya bergaul dengan teman-teman saya dari yang suka dan tidak suka membaca, saya mendapatkan satu gambaran bahwa sesungguhnya setiap orang memiliki minatnya masing-masing. Dari minat yang dimilikinya akan mengantarkan mereka kepada bahan bacaan yang berkaitan dengan minat mereka. Contohnya saja saya, belakangan ini saya sangat berminat mengetahui tentang Bali, maka saya akan mencari referensi bacaan yang akan memberikan saya wawasan baru tentang Bali. Jadi bisa saya katakan bahwa setiap orang yang ada di sekitar saya memiliki minat baca. Sekecil apa pun itu. Lalu, apa masalahnya? Kan masyarakat sudah punya minat baca?

Permasalahan yang saya lihat adalah dari aspek “kesungguhan” mereka untuk menggali minat mereka. Tak semua yang mau repot-repot mencari referensi yang dapat membantu mereka dalam memuaskan rasa ingin tahu mereka melalui buku atau bacaan lain. Padahal jika bicara soal membaca, belakangan ini di tengah pandemi Covid-19 saya yakin banyak masyarakat yang hari-harinya dipenuhi dengan aktivitas membaca perihal perkembangan pandemi di Indonesia ini, baik membaca lewat koran harian atau media online. Yang penting kan membaca dulu.

“Kesungguhan” ini perlu diselami oleh masing-masing masyarakat yang sudah menemukan minatnya dimana dan tentang apa. Apalagi kebanyakan malah lebih suka mendengar cerita dari temannya atau membaca sepintas dari headline berita tanpa membaca isinya lebih dulu. Mubazir juga jadinya minat yang sudah dimiliki itu dong. Maka dari itu, penting minat itu diimbangi dengan kesungguhan dalam menggali informasi melalui berbagai referensi bacaan. Tak harus buku, tetapi masalahnya hanya buku yang menyediakan informasi komplit tentang suatu topik. Sedangkan tulisan-tulisan yang tersebar di berbagai platform kebanyakan adalah kutipan-kutipan saja yang sudah pasti tidak menyediakan informasi secara utuh.

Masalah selanjutnya yang saya lihat adalah keengganan masyarakat mengeluarkan uangnya untuk membeli buku. Sederhana sih, hanya saja sangat vital untuk era sekarang. Perpustakaan sudah jarang bisa kita temui, walaupun ada tapi sepi pengunjung. Kebanyakan anak muda sekarang ini lebih banyak mengunjungi angkringan atau warkop agar bisa update di sosial media mereka masing-masing. Agar terlihat up to date dan tidak ketinggalan zaman. Kalau perpustakaan yang sudah tersedia hari ini sepi pengunjung yang notabene kita dapat membaca secara gratis dan bisa membaca di rumah dalam jangka waktu yang sudah ditentukan saja sepi, tentu menurut saya harapan besarnya adalah anak muda zaman sekarang mau mengeluarkan uangnya untuk membeli buku yang mereka inginkan. Tapi nyatanya tidak seperti itu.

Minat baca yang sudah ada dalam diri anak muda di Bali sekarang ini harus selalu dijaga agar tetap menyala dan tak mati dikemudian hari. Minat sangatlah penting, agar aktivitas membaca menjadi aktivitas yang menyenangkan dan tidak sekadar sebuah aktivitas formal. Saya pun berandai-andai setiap orang bepergian kemana pun selalu membawa sebuah buku untuk dijadikan teman saat sedang mengisi waktu luangnya di sela-sela aktivitas. Ada lagi khayalan saya, bisa tidak ya masyarakat lebih antusias menghabiskan uangnya untuk membeli buku ketimbang untuk membeli sepatu? Berharap boleh dong. [T]

Denpasar, 29 April 2020

Tags: Bukuminat baca
Share28TweetSendShareSend
Previous Post

Pendidikan Arsitektur Berbasis Kearifan Lokal Nusantara

Next Post

Nikmatilah Single “Pencipta Kenangan” dari Morelia

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Nikmatilah Single “Pencipta Kenangan” dari Morelia

Nikmatilah Single “Pencipta Kenangan” dari Morelia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co