23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bukan Masalah Minat Bacanya, Yang Jadi Masalah Justru Pada Kesungguhan

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
May 4, 2020
in Esai
Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

“Lagi apa, Ted? Pasti lagi baca buku ya?”

Sesaat saya teringat percakapan dengan ayah saya via telepon beberapa hari yang lalu. Saat itu ayah mencoba menebak-nebak apa yang sedang saya lakukan. Dan hebatnya, tebakan ayah saya benar. Saat itu kebetulan saya sedang membaca sebuah buku yang sudah cukup lama saya baca. Setelah percakapan via telepon itu, saya jadi teringat dengan topik yang setahun lalu cukup sering dibahas dimana pun saya berada yaitu, memprihatinkannya minat baca di kalangan anak muda Indonesia. Apakah benar minat baca kalangan anak muda di Indonesia benar-benar sangat rendah?

Saya ingat pernah membaca bahwa UNESCO pernah melakukan survey terkait minat dalam membaca buku di Indonesia. Menurut survey itu, diketahui bahwa sebanyak 99% masyarakat di Indonesia tidak suka membaca dan hanya 1% yang memiliki kesukaan dalam membaca. Itu artinya dari 1000 orang yang disurvey, hanya 10 orang saja yang suka membaca buku. Bukankah itu adalah sebuah ironi?

Di saat banyaknya toko buku megah berdiri di setiap kota yang ada di Indonesia, tetapi masyarakatnya tidak menaruh perhatian lebih terhadap dunia membaca khususnya terhadap buku. Selain survey yang dilakukan oleh UNESCO, ada lagi riset yang dilakukan oleh sastrawan Taufik Ismail tentang kewajiban membaca buku sastra di beberapa negara di kalangan pelajar SMU selama tiga tahun masa studi mereka. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa negara Jerman mewajibkan pelajarnya untuk membaca buku sastra sebanyak 32 buku, Belanda mewajibkan 30 buku, Jepang 12 buku, Singapura sebanyak 12 buku, dan Malaysia 6 buku sastra.

Indonesia berapa? Jawabannya adalah NOL. Tentu sebuah tragedi. Indonesia yang memiliki berbagai sejarah di segala bidang yang disajikan lewat sastra seperti, Ramayana dan Mahabaratha. Jika masyarakatnya tak suka membaca buku sastra, bagaimana masyarakat tahu akan kebenaran sejarah yang dituangkan melalui sastra? Apalagi budaya mendongeng di kalangan masyarakat belakangan ini sudah memudar digantikan dengan berbagai platform audio visual yang lebih menarik.

Dari dua hasil riset di atas saya sudah mendapatkan sedikit gambaran bahwa memang di kalangan masyarakat kini memang kebanyakan tak terlalu suka dengan yang namanya membaca buku. Tapi bukan berarti mereka sama sekali tak membaca buku. Jika hasil riset tadi berbicara soal Indonesia secara umum, maka bagaimana dengan minat baca buku di Bali yang notabene adalah tempat dimana saya bergaul?

Sejak saya mulai belajar mencintai dunia literasi yang di dalamnya terdapat aktivitas membaca, saya mulai banyak bergaul dengan orang-orang yang memang sudah terbiasa dengan kebiasaan literasi seperti, membaca, menulis dan berdiskusi. Tak sedikit dari mereka juga yang mengaktualisasikan dirinya dengan cara demonstrasi setelah banyak berbagai macam bacaan yang berkaitan dengan demonstrasi. Perlu diketahui juga bahwa genre dari bacaan berbeda-beda, sehingga walaupun sama-sama suka membaca belum tentu akan menemukan kecocokan saat ngobrol. Itulah uniknya buku, kadang bisa menyatukan kadang pula tidak. Kembali lagi kepada minat, dan yang harus digaris bawahi memang adalah minat orangnya.

Sepanjang saya bergaul dengan teman-teman saya dari yang suka dan tidak suka membaca, saya mendapatkan satu gambaran bahwa sesungguhnya setiap orang memiliki minatnya masing-masing. Dari minat yang dimilikinya akan mengantarkan mereka kepada bahan bacaan yang berkaitan dengan minat mereka. Contohnya saja saya, belakangan ini saya sangat berminat mengetahui tentang Bali, maka saya akan mencari referensi bacaan yang akan memberikan saya wawasan baru tentang Bali. Jadi bisa saya katakan bahwa setiap orang yang ada di sekitar saya memiliki minat baca. Sekecil apa pun itu. Lalu, apa masalahnya? Kan masyarakat sudah punya minat baca?

Permasalahan yang saya lihat adalah dari aspek “kesungguhan” mereka untuk menggali minat mereka. Tak semua yang mau repot-repot mencari referensi yang dapat membantu mereka dalam memuaskan rasa ingin tahu mereka melalui buku atau bacaan lain. Padahal jika bicara soal membaca, belakangan ini di tengah pandemi Covid-19 saya yakin banyak masyarakat yang hari-harinya dipenuhi dengan aktivitas membaca perihal perkembangan pandemi di Indonesia ini, baik membaca lewat koran harian atau media online. Yang penting kan membaca dulu.

“Kesungguhan” ini perlu diselami oleh masing-masing masyarakat yang sudah menemukan minatnya dimana dan tentang apa. Apalagi kebanyakan malah lebih suka mendengar cerita dari temannya atau membaca sepintas dari headline berita tanpa membaca isinya lebih dulu. Mubazir juga jadinya minat yang sudah dimiliki itu dong. Maka dari itu, penting minat itu diimbangi dengan kesungguhan dalam menggali informasi melalui berbagai referensi bacaan. Tak harus buku, tetapi masalahnya hanya buku yang menyediakan informasi komplit tentang suatu topik. Sedangkan tulisan-tulisan yang tersebar di berbagai platform kebanyakan adalah kutipan-kutipan saja yang sudah pasti tidak menyediakan informasi secara utuh.

Masalah selanjutnya yang saya lihat adalah keengganan masyarakat mengeluarkan uangnya untuk membeli buku. Sederhana sih, hanya saja sangat vital untuk era sekarang. Perpustakaan sudah jarang bisa kita temui, walaupun ada tapi sepi pengunjung. Kebanyakan anak muda sekarang ini lebih banyak mengunjungi angkringan atau warkop agar bisa update di sosial media mereka masing-masing. Agar terlihat up to date dan tidak ketinggalan zaman. Kalau perpustakaan yang sudah tersedia hari ini sepi pengunjung yang notabene kita dapat membaca secara gratis dan bisa membaca di rumah dalam jangka waktu yang sudah ditentukan saja sepi, tentu menurut saya harapan besarnya adalah anak muda zaman sekarang mau mengeluarkan uangnya untuk membeli buku yang mereka inginkan. Tapi nyatanya tidak seperti itu.

Minat baca yang sudah ada dalam diri anak muda di Bali sekarang ini harus selalu dijaga agar tetap menyala dan tak mati dikemudian hari. Minat sangatlah penting, agar aktivitas membaca menjadi aktivitas yang menyenangkan dan tidak sekadar sebuah aktivitas formal. Saya pun berandai-andai setiap orang bepergian kemana pun selalu membawa sebuah buku untuk dijadikan teman saat sedang mengisi waktu luangnya di sela-sela aktivitas. Ada lagi khayalan saya, bisa tidak ya masyarakat lebih antusias menghabiskan uangnya untuk membeli buku ketimbang untuk membeli sepatu? Berharap boleh dong. [T]

Denpasar, 29 April 2020

Tags: Bukuminat baca
Share28TweetSendShareSend
Previous Post

Pendidikan Arsitektur Berbasis Kearifan Lokal Nusantara

Next Post

Nikmatilah Single “Pencipta Kenangan” dari Morelia

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Nikmatilah Single “Pencipta Kenangan” dari Morelia

Nikmatilah Single “Pencipta Kenangan” dari Morelia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co