2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pendidikan Arsitektur Berbasis Kearifan Lokal Nusantara

Nyoman Gde Suardana by Nyoman Gde Suardana
May 4, 2020
in Esai
Pendidikan Arsitektur Berbasis Kearifan Lokal Nusantara

Kumpulan tugas maket mahasiswa Arsitektur , Universitas Dwijendra, Bali.

Hakekat berarsitektur adalah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan lingkungannya. Melalui praktek profesinya arsitek mempunyai kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk menggunakan dan membagikan keahliannya kepada masyarakat luas. Arsitektur adalah wujud hasil penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni secara utuh dalam menggubah ruang dan lingkungan binaan. Juga sebagai bagian dari kebudayaan dan peradaban manusia. Memenuhi kaidah fungsi, kaidah konstruksi, dan kaidah estetika. Serta mencakup faktor keselamatan, keamanan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.

Kini kalangan arsitek telah memiliki Undang-Undang tersendiri. Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 tahun 2017 tentang Arsitek disahkan Presiden Joko Widodo pada 8 Agustus 2017. Dalam melakukan kegiatan praktek arsitek, setiap arsitek memerlukan peningkatan penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan, Selain itu dituntut melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan, riset, percepatan penambahan jumlah dan penyebaran arsitek, peningkatan minat pada pendidikan di bidang arsitektur, serta peningkatan mutu karya arsitektur untuk menghadapi tantangan global.

Perspektif Umah (Rumah Bali) di daerah dataran.

Dahulu, dalam pendidikan arsitektur seluruh pengerjaan tugas dilakukan manual (dengan tangan). Namun, kini, semua tugas itu dapat dilakukan secara digital. Perkembangan Teknologi Informasi (TI) dan komunikasi memungkinkan sesuatu yang dulu dilakukan manual – semisal sketsa, tatap muka di kelas – saat ini telah dapat dikerjakan dengan komputer, pembelajaran daring dengan bermacam aplikasi (zoom, google classroom, google meet, dll). Masyarakat tengah memasuki era revolusi industri 4.0.

Tapi, kiranya ada satu hal model pembelajaran yang tak akan berubah, adalah pembelajaran Perancangan Arsitektur. Proses pembelajaran dalam Perancangan Arsitektur yang umumnya dilakukan di studio. Selain itu – khususnya di awal-awal semester perkuliahan – agar tetap dilatih untuk  menggambar secara manual pada mahasiswa. Sebagai bekal ketrampilan bagi mahasiswa di dalam mengungkapkan ide-ide rancangannya sebelum dilanjutkan atau di draft lewat komputer.

Saat ini pendidikan arsitektur diharapkan mampu beradaptasi serta mengakomodasi perubahan untuk menyiapkan lulusan yang professional serta mampu menjadi “tuan rumah” di negeri sendiri. Namun, kenyataannya masih banyak literatur yang ada saat ini berorientasi pada sejarah dan metode perancangan arsitektur Barat. Bila kenyataan ini berlangsung terus, dikhawatirkan arsitektur yang bertumbuh di Nusantara kita, lambat laun bisa memudarkan identitasnya sebagai arsitektur lokal, sebagai bagian dari arsitektur Nusantara. Untuk itulah proses pendidikan arsitektur di Indonesia ini hendaknya lebih banyak lagi menggali dan mengembangkan hal – ikhwal arsitektur Nusantara. Lantaran di dalamnya terkandung dasar pemikiran, nilai-nilai adiluhung dan makna arsitektur yang luhur. Sebagai pijakan atau dasar untuk merancang. Dan, tentunya hal ini akan berpengaruh pula terhadap penyempurnaan kurikulum pendidikan arsitektur ke depan.

Kumpulan tugas maket mahasiswa Arsitektur , Universitas Dwijendra, Bali

Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan Arsitektur

Dalam konteks ini, perlu ada upaya untuk meningkatkan mutu atau kualitas dengan menyusun Kebijakan Mutu. Beberapa kebijakan yang perlu diupayakan antara lain dengan merevisi secara bertahap metode pendidikan arsitektur itu sendiri, dari proses yang selama ini hanya berbasis pengajaran pada dosen (teacher-centered) menjadi proses-proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (learner-centered education), di mana mahasiswa mempunyai peran dan tanggung jawab yang lebih besar dalam menentukan apa yang dipelajari serta keleluasaan untuk mengembangkan diri, termasuk menumbuhkembangkan kepribadian dan ketrampilannya.

Pendekatan pengajaran yang berorientasi pada mahasiswaini lebih menekankan pada: 1) mahasiswa diperlakukan sebagai partisipan dan bukan sebagai pendengar; 2) dalam mengajar lebih menekankan pada proses penemuan masalah, bukan hanya memberikan substansi keilmuan; 3) pengajar berperan sebagai fasilitator, bukan sebagai nara sumber dan evaluator; 4) metode belajar secara aktif , bukan metode transmisi pengetahuan; 5) berorientasi tidak hanya pada subjek keilmuan tetapi mempertimbangkan karakter mahasiswa; 6) pengajaran tidak dilakukan satu arah, tapi merupakan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa; 7) memberikan pengalaman pemahaman kepada mahasiswa dalam proses penganalisaan masalah selain pada proses sintesa.

Namun, keberhasilan dari penerapan pendekatan pengajaran tersebut di atas tergantung pada: 1) tinggi rendahnya motivasi mahasiswa; 2) sejauh mana mahasiswa antusias dalam menerima pengetahuan; 3) pemanfaatan teknologi dalam mempresentasikan materi kuliah; 4) memperbaharui atau meng-update materi perkuliahan.

Langkah itu merupakan suatu strategi untuk mengetahui sejauh mana upaya yang harus dilakukan guna mencapai indikator keberhasilan kualitas di bidang arsitektur. Guna dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas, diperlukan pembaharuan dalam metode pengajaran. Agar mahasiswa tidak hanya menguasai materi pengajaran, tapi mengajar mereka berpilir kritis serta mampu mengembangkan kemampuan pribadinya.

Maket Wantilan (Salah satu tugas mahasiswa Arsitektur Universitas Dwijendra, Bali)

Salah satu indikasi bagi kemajuan program studi arsitektur di setiap Fakultas Teknik khususnya, adalah perlu lebih digiatkan publikasi yang dihasilkan tugas-tugas dan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswanya. Untuk itu ke depannya diharapkan setiap program studi arsitektur lebih mendorong dan memfasilitasi kegiatan itu agar hasil-hasil karya berupa tugas atau penelitian mahasiswa dapat dikomunikasikan.

Faktor lain cerminan kualitas lulusan Program studi yang dihasilkan: keterserapan lulusannya di masyarakat. Untuk itu perlu ditawarkan program-program akademik dan kemahasiswaan yang secara langsung memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa, agar setelah mereka lulus mampu bekerja, belajar dan mengembangkan diri sesuai dengan yang diharapkan oleh pihak pengguna tenaga lulusannya.

Gambar Potongan Arsitektur Nusantara (Toraja). Sumber Buku Omo-Uma-Ume-Omah (Josef Prijotomo, 2018, hal. 248)

Pendidikan Arsitektur dan Kearifan Lokal

Terkait dengan telah terbitnya Undang-undang Arsitek, salah satu hal yang sangat penting adalah menyangkut kualitas pendidikan arsitektur. Ada beberapa pedoman untuk pembuatan standar kualitas pendidikan arsitektur yang disarikan dari perserikatan asosiasi arsitek dunia Union of International Architects (UIA) sebagai referensi buat kalangan pendidik. Setidaknya mengetahui standar pendidikan arsitektur sekaligus kesepakatan aturan-aturannya. Hal yang kelak akan menjadi akses untuk pengakuan (akreditasi) dan prasyarat keahlian (kompetensi).

Merujuk pada pedoman itu, ada beberapa butir pengetahuan dasar (basic knowledge for architecture graduates) yang seharusnya dikuasai oleh sarjana arsitektur. Butir-butir tersebut dikelompokkan menjadi tiga bagian, yakni: Kelompok pengetahuan dasar; Kelompok pemahaman komprehensif dan Kelompok Ability / be able to do it (kemampuan / mampu melakukan) Pedoman tersebut di atas perlu digunakan sebagai acuan bagi mahasiswa dan sarjana baru arsitektur dalam perolehan pengetahuan ke-arsitekturan yang diajarkan.

Salah satu contoh Umah di Desa Tengkudak (Sumber foto N.G. Suardana, survey lapangan, 2002)

Kelompok pengetahuan dasar yang perlu dimiliki menyangkut: ketrampilan verbal; ketrampian grafis; ketrampilan riset; ketrampilan berpikir kritis; ketrampilan dasar merancang; dan ketrampilan bekerjasama. Sedangkan kelompok pengertian/pemahaman (comprehensively understand) yang harus dikuasai antara lain: perilaku manusia; keragaman manusia; sejarah dan preseden; tradisi nasional dan lokal; dan pelestarian lingkungan. Di sisi lain, butir-butir pedoman yang termasuk dalam kelompok ability antara lain: aksesibilitas; kondisi tapak;  dan sistem tata bentuk.  Hal lain menyangkut sistem struktur dan sistem penyelamatan pada bangunan.

Untuk façade bangunan menyangkut pada sistem sampul bangunan; sistem lingkungan ruang bangunan, sistem lingkungan, aspek pencahayaan, akustik dan pengkondisian ruang serta pemakaian energi. Juga hal yang menyangkut pelayanan bangunan: pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar rancangan sistem pelayanan bangunan, seperti pemipaan, transportasi vertikal, komunikasi, keamanan dan perlindungan kebakaran dan tanggung jawab hukum: pemahaman tentang tanggung jawab hukum arsitek dalam kaitannya dengan kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, hak properti, aturan dalam zoning dan subdivisi, peraturan bangunan, aksebilitas dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi rancangan bangunan, konstruksi dan praktek arsitektur, semua itu perlu menjadi perhatian pula.

Menggambar secara manual, di era tahun 1980-an. (Foto N.G. Suardana).

Adapun kepatuhan terhadap peraturan bangunan, penggunaan bahan bangunan dan pemasangannya perlu dipahami tentang bagaimana prinsip-prinsip, konvensi, standar-standar, aplikasi dan batasan pembuatan, penggunaan dan pemasangan bahan-bahan bangunan. Tak luput pula perlu dicermati masalah ekonomi bangunan dan pengendalian biaya, kepekaan terhadap dasar-dasar pembiayaan bangunan, ekonomi bangunan dan pengendalian biaya konstruksi dalam kerangka proyek perancangan. Termasuk pengembangan detail rancangan.

Terkait dengan penggalian terhadap pemikiran dasar, nilai-nilai dan makna arsitektur dalam arsitektur Nusantara, sebagai objek pembelajaran arsitekturnya dapat dicapai melalui kasus-kasus rumah adat yang tersebar di Indonesia. Bagaimana ke depannya bisa menyajikan karya arsitektur Indonesia dalam kekinian. Arsitektur Nusantara dibangun sebagai sebuah pengetahuan yang berakar dari filsafat, ilmu dan pengetahuan arsitektur. Untuk memahaminya, karakter arsitektur Nusantara mesti digali lebih dalam lagi.

Ada beberapa aspek dasar arsitektur Nusantara, antara lain: Arsitekturnya akrab dan bersahabat dengan alam dan menyesuaikan dengan sifat alam di daerah tropis. Menyiasatinya dengan membuat bangunan menggunakan struktur bertiang dan beratap, sangat minim dengan dinding. Menyadari adanya dua musim:, panas (kemarau) dan hujan. Juga tingkat kelembaban dan curah hujan yang tinggi. Keduanya merujuk pada bagaimana kita hidup dengan dua sifat iklim tersebut. Lantas material arsitektur yang digunakan organik (kayu) dan bahan-bahan alami (tanah, batu kali, dll.). Pelestarian dan pengawetan bangunan arsitektur Nusantara melalui rumah-rumah atau bangunan pelengkap lainnya, struktur konstruksinya   terbuat dari bahan kayu.

Dalam pendidikan arsitektur, dahulu seluruh pengerjaan tugas dilakukan secara manual (dengan tangan/rendering). Tampak mahasiswa sedang menggambar sketsa di sebuah objek arsitektur. (Foto: Widia).

Kemudian masyarakatnya menyadari bahwa kepulauan Nusantara adalah wilayah yang dilalui jalur gempa. Sehingga bangunan dibuat aman terhadap gempa. Jadi arsitektur Nusantara pada umumnya menggunakan struktur bergoyang. Secara visual bisa dijumpai konstruksi ikat, sambungan pen, lubang dan pasak. Jenis-jenis konstruksi ini memungkinkasn struktur bergoyang saat terjadi gempa bumi. Sebagaimana contoh dalam bangunan rumah Bali. Kerangka badan bangunannya diperkuat dengan susunan sineb-lambang, dibantu dengan canggah wang yang mengikat tiang. Konstruksi kerangka badan bangunannya ibarat kursi atau meja. Bila mendapat gaya samping terlalu besar, ia hanya bergeser tempat saja.

Alhasil Pendidikan Arsitektur di Indonesia, hendaknya lebih banyak mengangkat muatan kurikulum yang berbasis pengetahuan dan kearifan lokal dalam arsitektur Nusantara. Karya arsitektur yang memiliki ciri khas dan berada di wilayah kepulauan Nusantara yang memiliki keragaman budaya serta adat istiadat. Slain masyarakatnya yang sadar menempati daerah beriklim tropis lembab, dua musim dan dilalui jalur gempa. Dengan demikian diharapkan karya-karya arsitektur di Indonesia ke depan memiliki identitas yang berakar dan dijiwai oleh “roh” kearifan lokal Nusantara.

                                —————————– ***** —————————-

Bahan Bacaan:

  1. Prijotomo, Josef ., Roosandrantini, Josephine (Editor), (2018), Omo, Uma, Ume, Omah, Jelajah Arsitektur Nusantara yang belum Usai, Surabaya, 2018.
  2. Suardana, I Nyoman Gde., (2015), Rupa Nir-Rupa Arsitektur Bali, Denpasar, Buku Arti, 2015.

Tags: arsitekturNusantara
Share142TweetSendShareSend
Previous Post

Paradoks Geografi Nusa Penida, Tandus Berlimpah Mata Air?

Next Post

Bukan Masalah Minat Bacanya, Yang Jadi Masalah Justru Pada Kesungguhan

Nyoman Gde Suardana

Nyoman Gde Suardana

Lahir di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali, 21 September 1956. Anak ketiga pasangan I Ketut Taram (alm) dan Ni Nyoman Paitja (alm) ini memperoleh gelar sarjana arsitektur (Ir) dari Fakultas Teknik Universitas Udayana, Bali, 1988 dan Magister Teknik (MT) Jurusan Arsitektur FTSP Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, 2002. Hobi, selain melukis, main musik dan menulis puisi, juga gemar menulis artikel di beberapa media cetak, terutama yang berhubungan dengan arsitektur, seperti di surat kabar “Bali Post”, “Nusa Bali”, Majalah “INDONESIA design”, Jarrak Pos, dll. Buku pertamanya bertajuk “Arsitektur Bertutur” terbit pada 2005, buku keduanya, “Figur-Figur Arsitektur Bali” pada 2011, dan buku yang ketiga, Rupa Nir-Rupa Arsitektur Bali (2015). Saat ini masih aktif sebagai dosen pada Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Dwijendra, Denpasar.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Bukan Masalah Minat Bacanya, Yang Jadi Masalah Justru Pada Kesungguhan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co