3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Tidurlah Sejenak”, Pendidikan!

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
April 25, 2020
in Esai
“Tidurlah Sejenak”, Pendidikan!

Nata Kusuma (penulis)

Tatkala sektor pariwisata dan perekonomian  diberhentikan sejenak, sektor pendidikan dengan gagahnya masih terus melaju hingga detik ini. Kadang disisi hati tergelap ingin rasanya lebih memilih menjadi pengangguran daripada masih bekerja namun dengan sistem yang berbeda seperti saat ini.

Ya, bagi saya pribadi menjadi seorang pengangguran setidaknya lebih jelas dari segi sistem, “gak kerja, gak ada uang” sewajar itu. Hal ini tentunya bukan tanpa musabab yang jelas. Pasca sebulan kebijakan WFH (Work From Home) mulai diberlakukan, banyak sektor mata pencaharian yang seperti mulai atau bahkan sudah kehilangan inangnya (baca: penghasilan). Pariwisata, perekonomian bahkan pendidikan.

Tak tanggung-tanggung, banyak hotel yang sudah memberlakukan PHK masal kepada karyawannya dengan dalil sudah “matinya” pariwisata di daerahnya. Adapula yang mengambil keputusan besar untuk menutup hotel. Memang, beberapa hotel ada yang tetap buka akan tetapi itu bisa dihitung dengan jari dan karyawan yang dipekerjakan pun merupakan kalangan staff ke atas. Sisanya? Ya, dirumahkan.

Di sektor perekonomian pun demikian adanya. Toko-toko diberikan kebijakan agar sudah menutup usahanya pukul 16.00 WITA. Hal ini guna meminimalisir jumlah masyarakat yang berkeliaran hingga malam hari agar penyebaran wabah corona bisa berkurang. Lantas, bagaimana dengan dunia pendidikan di Indonesia khususnya di Bali?

Saya adalah seorang guru di salah satu sekolah dasar swasta. Terhitung sejak 16 Maret 2020, kebijakan BDR (Belajar Dari Rumah) telah diberlakukan keseluruh jenjang pendidikan. Sedari hari itu, banyak pelaku-pelaku pendidikan mulai menyusun strategi atau kebijakan tentang bagaimana pembelajaran dapat berlangsung kedepan selama masa covid-19 ini berlangsung. Mulai dari orang-orang di Kementerian Pendidikan hingga orang-orang di lingkungan sekolah, semua mendiskusikan hal ini.

Singkat cerita, pembelajaran berbasis daring (online) pun terpilih sebagai alternative yang sangat bijak untuk diterapkan selama pandemi ini. Tentu, ada pro dan kontra terkait hal tersebut mengingat teknologi tidak merambah secara menyeluruh ke semua pelosok di seluruh negeri, namun ini satu-satunya pilihan yang sangat mungkin untuk dilakukan.

Jikalau ada kekurangan seperti halnya masalah tadi, hal itu diserahkan kembali ke masing-masing sekolah agar bisa diadaptasikan sesuai kemampuan masing-masing sekolah. Menteri Pendidikan pun berpesan agar pembelajaran via daring ini benar-benar menjadi pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Lalu jikalau memungkinkan, pembelajaran haruslah diselipkan dengan materi-materi yang memberikan edukasi tentang Covid-19 ini. Seperti halnya, cara menjaga kesehatan tubuh, membersihkan lingkungan, dan lain-lain.

Hari demi hari, minggu demi minggu pun berlalu. Pembelajaran berbasis daring berlangsung secara lancar dan aman jika dilihat dari kacamata umum. Bagaimana tidak? Nyatanya, beberapa permasalahan pun mulai muncul di beberapa sekolah. Mulai dari kurangnya kreatifitas guru dalam memberikan materi ajar via daring hingga SDM dari siswa, orang tua ataupun guru yang masih jauh dari kata “mampu” menghadapi teknologi.

Tidak hanya itu, keluhan tentang jadwal pembelajaran yang diberikan pihak sekolah kepada siswa pun mulai dikeluhkan oleh beberapa pihak orang tua. Ada pihak orang tua yang menyarankan pihak sekolah agar tak terlalu banyak memberikan tugas yang ujung-ujungnya merepotkan orang tua juga. Ada pula pihak orang tua yang menyesalkan mengapa anak mereka hanya mendapatkan sedikit mata pelajaran per harinya sedangkan mereka tetap membayar SPP secara normal?

Benar, pihak-pihak pengadu ini merasa tidak adil rasanya jika demikian. Saya tak menyalahkan juga keadaan ini mengingat banyak dari orang tua siswa pun terutama yang bekerja diswasta tlah kehilangan pekerjaan nya akibat wabah ini. tak heran, jika hal ini juga yang membuat beberapa sekolah swasta dengan sangat berat hati harus memangkas gaji guru menimbang kondisi ekonomi orang tua siswa yang juga sedang kacau. Memikirkan bagaimana menghidupi keluarga selama beberapa bulan kedepan saja rasanya sudah berat, ditambah lagi harus memikirkan tugas anak-anak mereka.

Nasib baik bagi anak-anak yang ditemani orang tuanya dirumah mengerjakan tugas. Namun, kadang tak semua tugas mampu dibantu oleh orang tua. Semisal, ketika sang anak memiliki tugas bahasa inggris, maka orang tua yang tak mahir dalam pelajaran tersebut akan kesulitan membantu si anak. Beruntung jika anaknya penurut mau disuruh mengerjakan tugas, jika tidak? Beberapa faktor inilah yang membuat beberapa pihak orang tua merasa jenuh dan stress selama proses BDR ini berlangsung.

Tak hanya orang tua, anak-anak pun sama demikian. Aktifitas yang monoton, tak berjumpa dengan teman-teman mereka ditambah tugas yang banyaknya entah berapa menyebabkan mereka juga mengalami fase jenuh di masa-masa BDR ini. Lantas, apakah itu berarti para guru adalah pihak yang paling santai dalam kasus ini? Pastinya TIDAK JUGA! Justru guru adalah orang yang jauh-jauh hari harus memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi.

Guru memikirkan bagaimana harus menyelesaikan materi yang tersisa melalui cara menyenangkan dengan sisa waktu yang ada dan tetap memprioritaskan kesehatan siswa maupun orang tua selama masa BDR ini berlangsung. Tak hanya menyiapkan pembelajaran, administrasi pun turut dipersiapkan mengingat adanya arahan untuk menyimpan arsip dan segala dokumentasi pembelajaran selama masa BDR ini dilaksanakan.

Lumayan berat sesungguhnya tugas seorang pendidik di masa-masa sulit ini. Tanpa ada maksud untuk mengeluh terhadap kewajiban yang ada, namun inilah kenyataan yang ada. Bahwa benar adanya kejenuhan ini tleah kami; guru, siswa dan orang tua rasakan selama masa pandemi ini berlangsung yang sudah sebulan dan entah sampai kapan.

Bahwa benar adanya kondisi rumit ini menyebabkan kami, tenaga pendidik terkadang berpikir “apa yang selama ini kami kejar? Validasi kah atau apa?”. Tanpa bermaksud menyepelekan pekerjaan lain, beberapa dari kami tenaga kependidikan pun kini merasa bahwa tekanan yang kami dapat, baik dari aturan Kementerian maupun kritikan orang tua tak selaras dengan pendapatan yang kami dapatkan selama masa pandemi ini.

Kembali pada apa yang saya sampaikan diawal tulisan ini, hal inilah yang menjadi dasar pemikiran saya agar bagaimana jika sebaiknya pendidikan atau BDR kita saat ini “ditidurkan sejenak”. Toh, hal ini juga demi kesehatan pihak para tenaga pendidik, siswa ataupun orang tua yang juga tlah mengalami beban pikiran terkait pekerjaan mereka.

Tak harus berlama-lama, setidaknya cukup untuk kembali memulihkan kondisi psikis kami dalam menjalankan BDR. Disamping itu, agar “istirahat” kami tenang maka berikan pula kami arahan yang jelas, kemana fokus anak-anak kami akan dibawa. Jikalau dari awal fokusnya adalah kenyamanan dalam belajar, maka jangan tuntut kami agar harus memiliki segudang data nilai dari anak tersebut yang kelak kami jadikan pondasi untuk kelulusan ataupun kenaikan kelas sang anak.

Namun, jika memang angka (nilai) masih penting untuk dimiliki ditengah kondisi belajar seperti ini, maka berikanlah guru dan siswa keringanan dalam memperolehnya. Prihal pesangon (pendapatan) para guru yang harus dipotong atau tidak diberikan jikalau benar dunia pendidikan “ditidurkan sejenak”, maka biarlah itu menjadi resiko dari keputusan tersebut. Itu rasanya lebih baik, daripada banyak memiliki tanggung jawab kerja namun pendapatan tak seberapa bahkan menurun.

Bagi saya, apalah artinya kita tak sakit karena corona jika pada akhirnya kita sakit karena pikiran merana? Itu sama saja. Sekali lagi, kami hanya ingin beristirahat sejenak sama halnya seperti Hotel-hotel yang menutup usaha mereka sejenak selama wabah ini berlangsung. Akhir tulisan saya ucapkan maaf dan terimakasih. Tetaplah sehat, tetaplah waras! [T]

Tags: belajar di rumahcovid 19Pendidikan
Share18TweetSendShareSend
Previous Post

Bocah Jaga Portal Kampung: Biar Corona Gak Masuk, Om! – [Catatan dari Ibukota]

Next Post

Tenggelam Dalam Janji dan Narasi yang Tak Pernah Sejalan dengan Realisasi; Itulah Indonesia

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Tenggelam Dalam Janji dan Narasi yang Tak Pernah Sejalan dengan Realisasi; Itulah Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co