24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Tidurlah Sejenak”, Pendidikan!

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
April 25, 2020
in Esai
“Tidurlah Sejenak”, Pendidikan!

Nata Kusuma (penulis)

Tatkala sektor pariwisata dan perekonomian  diberhentikan sejenak, sektor pendidikan dengan gagahnya masih terus melaju hingga detik ini. Kadang disisi hati tergelap ingin rasanya lebih memilih menjadi pengangguran daripada masih bekerja namun dengan sistem yang berbeda seperti saat ini.

Ya, bagi saya pribadi menjadi seorang pengangguran setidaknya lebih jelas dari segi sistem, “gak kerja, gak ada uang” sewajar itu. Hal ini tentunya bukan tanpa musabab yang jelas. Pasca sebulan kebijakan WFH (Work From Home) mulai diberlakukan, banyak sektor mata pencaharian yang seperti mulai atau bahkan sudah kehilangan inangnya (baca: penghasilan). Pariwisata, perekonomian bahkan pendidikan.

Tak tanggung-tanggung, banyak hotel yang sudah memberlakukan PHK masal kepada karyawannya dengan dalil sudah “matinya” pariwisata di daerahnya. Adapula yang mengambil keputusan besar untuk menutup hotel. Memang, beberapa hotel ada yang tetap buka akan tetapi itu bisa dihitung dengan jari dan karyawan yang dipekerjakan pun merupakan kalangan staff ke atas. Sisanya? Ya, dirumahkan.

Di sektor perekonomian pun demikian adanya. Toko-toko diberikan kebijakan agar sudah menutup usahanya pukul 16.00 WITA. Hal ini guna meminimalisir jumlah masyarakat yang berkeliaran hingga malam hari agar penyebaran wabah corona bisa berkurang. Lantas, bagaimana dengan dunia pendidikan di Indonesia khususnya di Bali?

Saya adalah seorang guru di salah satu sekolah dasar swasta. Terhitung sejak 16 Maret 2020, kebijakan BDR (Belajar Dari Rumah) telah diberlakukan keseluruh jenjang pendidikan. Sedari hari itu, banyak pelaku-pelaku pendidikan mulai menyusun strategi atau kebijakan tentang bagaimana pembelajaran dapat berlangsung kedepan selama masa covid-19 ini berlangsung. Mulai dari orang-orang di Kementerian Pendidikan hingga orang-orang di lingkungan sekolah, semua mendiskusikan hal ini.

Singkat cerita, pembelajaran berbasis daring (online) pun terpilih sebagai alternative yang sangat bijak untuk diterapkan selama pandemi ini. Tentu, ada pro dan kontra terkait hal tersebut mengingat teknologi tidak merambah secara menyeluruh ke semua pelosok di seluruh negeri, namun ini satu-satunya pilihan yang sangat mungkin untuk dilakukan.

Jikalau ada kekurangan seperti halnya masalah tadi, hal itu diserahkan kembali ke masing-masing sekolah agar bisa diadaptasikan sesuai kemampuan masing-masing sekolah. Menteri Pendidikan pun berpesan agar pembelajaran via daring ini benar-benar menjadi pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Lalu jikalau memungkinkan, pembelajaran haruslah diselipkan dengan materi-materi yang memberikan edukasi tentang Covid-19 ini. Seperti halnya, cara menjaga kesehatan tubuh, membersihkan lingkungan, dan lain-lain.

Hari demi hari, minggu demi minggu pun berlalu. Pembelajaran berbasis daring berlangsung secara lancar dan aman jika dilihat dari kacamata umum. Bagaimana tidak? Nyatanya, beberapa permasalahan pun mulai muncul di beberapa sekolah. Mulai dari kurangnya kreatifitas guru dalam memberikan materi ajar via daring hingga SDM dari siswa, orang tua ataupun guru yang masih jauh dari kata “mampu” menghadapi teknologi.

Tidak hanya itu, keluhan tentang jadwal pembelajaran yang diberikan pihak sekolah kepada siswa pun mulai dikeluhkan oleh beberapa pihak orang tua. Ada pihak orang tua yang menyarankan pihak sekolah agar tak terlalu banyak memberikan tugas yang ujung-ujungnya merepotkan orang tua juga. Ada pula pihak orang tua yang menyesalkan mengapa anak mereka hanya mendapatkan sedikit mata pelajaran per harinya sedangkan mereka tetap membayar SPP secara normal?

Benar, pihak-pihak pengadu ini merasa tidak adil rasanya jika demikian. Saya tak menyalahkan juga keadaan ini mengingat banyak dari orang tua siswa pun terutama yang bekerja diswasta tlah kehilangan pekerjaan nya akibat wabah ini. tak heran, jika hal ini juga yang membuat beberapa sekolah swasta dengan sangat berat hati harus memangkas gaji guru menimbang kondisi ekonomi orang tua siswa yang juga sedang kacau. Memikirkan bagaimana menghidupi keluarga selama beberapa bulan kedepan saja rasanya sudah berat, ditambah lagi harus memikirkan tugas anak-anak mereka.

Nasib baik bagi anak-anak yang ditemani orang tuanya dirumah mengerjakan tugas. Namun, kadang tak semua tugas mampu dibantu oleh orang tua. Semisal, ketika sang anak memiliki tugas bahasa inggris, maka orang tua yang tak mahir dalam pelajaran tersebut akan kesulitan membantu si anak. Beruntung jika anaknya penurut mau disuruh mengerjakan tugas, jika tidak? Beberapa faktor inilah yang membuat beberapa pihak orang tua merasa jenuh dan stress selama proses BDR ini berlangsung.

Tak hanya orang tua, anak-anak pun sama demikian. Aktifitas yang monoton, tak berjumpa dengan teman-teman mereka ditambah tugas yang banyaknya entah berapa menyebabkan mereka juga mengalami fase jenuh di masa-masa BDR ini. Lantas, apakah itu berarti para guru adalah pihak yang paling santai dalam kasus ini? Pastinya TIDAK JUGA! Justru guru adalah orang yang jauh-jauh hari harus memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi.

Guru memikirkan bagaimana harus menyelesaikan materi yang tersisa melalui cara menyenangkan dengan sisa waktu yang ada dan tetap memprioritaskan kesehatan siswa maupun orang tua selama masa BDR ini berlangsung. Tak hanya menyiapkan pembelajaran, administrasi pun turut dipersiapkan mengingat adanya arahan untuk menyimpan arsip dan segala dokumentasi pembelajaran selama masa BDR ini dilaksanakan.

Lumayan berat sesungguhnya tugas seorang pendidik di masa-masa sulit ini. Tanpa ada maksud untuk mengeluh terhadap kewajiban yang ada, namun inilah kenyataan yang ada. Bahwa benar adanya kejenuhan ini tleah kami; guru, siswa dan orang tua rasakan selama masa pandemi ini berlangsung yang sudah sebulan dan entah sampai kapan.

Bahwa benar adanya kondisi rumit ini menyebabkan kami, tenaga pendidik terkadang berpikir “apa yang selama ini kami kejar? Validasi kah atau apa?”. Tanpa bermaksud menyepelekan pekerjaan lain, beberapa dari kami tenaga kependidikan pun kini merasa bahwa tekanan yang kami dapat, baik dari aturan Kementerian maupun kritikan orang tua tak selaras dengan pendapatan yang kami dapatkan selama masa pandemi ini.

Kembali pada apa yang saya sampaikan diawal tulisan ini, hal inilah yang menjadi dasar pemikiran saya agar bagaimana jika sebaiknya pendidikan atau BDR kita saat ini “ditidurkan sejenak”. Toh, hal ini juga demi kesehatan pihak para tenaga pendidik, siswa ataupun orang tua yang juga tlah mengalami beban pikiran terkait pekerjaan mereka.

Tak harus berlama-lama, setidaknya cukup untuk kembali memulihkan kondisi psikis kami dalam menjalankan BDR. Disamping itu, agar “istirahat” kami tenang maka berikan pula kami arahan yang jelas, kemana fokus anak-anak kami akan dibawa. Jikalau dari awal fokusnya adalah kenyamanan dalam belajar, maka jangan tuntut kami agar harus memiliki segudang data nilai dari anak tersebut yang kelak kami jadikan pondasi untuk kelulusan ataupun kenaikan kelas sang anak.

Namun, jika memang angka (nilai) masih penting untuk dimiliki ditengah kondisi belajar seperti ini, maka berikanlah guru dan siswa keringanan dalam memperolehnya. Prihal pesangon (pendapatan) para guru yang harus dipotong atau tidak diberikan jikalau benar dunia pendidikan “ditidurkan sejenak”, maka biarlah itu menjadi resiko dari keputusan tersebut. Itu rasanya lebih baik, daripada banyak memiliki tanggung jawab kerja namun pendapatan tak seberapa bahkan menurun.

Bagi saya, apalah artinya kita tak sakit karena corona jika pada akhirnya kita sakit karena pikiran merana? Itu sama saja. Sekali lagi, kami hanya ingin beristirahat sejenak sama halnya seperti Hotel-hotel yang menutup usaha mereka sejenak selama wabah ini berlangsung. Akhir tulisan saya ucapkan maaf dan terimakasih. Tetaplah sehat, tetaplah waras! [T]

Tags: belajar di rumahcovid 19Pendidikan
Share18TweetSendShareSend
Previous Post

Bocah Jaga Portal Kampung: Biar Corona Gak Masuk, Om! – [Catatan dari Ibukota]

Next Post

Tenggelam Dalam Janji dan Narasi yang Tak Pernah Sejalan dengan Realisasi; Itulah Indonesia

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Tenggelam Dalam Janji dan Narasi yang Tak Pernah Sejalan dengan Realisasi; Itulah Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co