23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rumahku Sekolahku

I Kadek Darsika Aryanta by I Kadek Darsika Aryanta
April 20, 2020
in Esai
Korona, Belajar di Rumah, dan Matinya Belajar Hapalan

Ilustrasi tatkala.co/Nana Partha

Pagi ini terasa lebih cerah dari biasanya. Langit terasa lebih biru, matahari pagi menyinari bumi ini ditemani dengan suara burung yang nyaring. Udara bersih yang terhirup pagi ini merupakan anugerah dari Tuhan yang tak terkira harganya. Suara gending dipagi ini menambah kesejukan hati. Semua yang ada dipagi ini terasa lebih nikmat dengan adanya secangkir teh hangat yang menemani beserta pisang goreng dengan pemandangan burung-burung yang beterbangan di halaman rumah. Pagi ini tidak seperti pagi biasanya semua terasa tenang semua terasa sepi walaupun ini bukan hari raya Nyepi, semua aktivitas manusia kebnyakan berada dirumah. Tak terasa hampir satu bulan lamanya kegiatan ini saya lakukan setiap hari.

Hiruk pikuk dan juga rutinitas yang biasanya kita lakukan selama ini perlahan mulai ditransformasi menjadi ketenangan dan juga kesenyapan yang dibalut menjadi aktivitas di dalam rumah. Inilah saat yang tepat bagi kita untuk melakukan berbenah diri, menengok ke dalam, bahwa sesungguhnya semua ini tidaklah kekal, kontemplasi diri saat pandemi merupakan momentum bagi kita untuk kembali menuju penyadaran yang hakiki dalam diri.

Pada masa pandemi ini, kebanyakan kegiatan diluar rumah dikerjakan di dalam rumah. Salah satunya adalah bekerja di rumah. Segala aktivitas yang dilakukan bagi kaum pekerja dan juga teman-teman yang terbiasa melakukan aktivitasnya di luar rumah sekarang ini ternyata harus dilakukan di dalam rumah. Tak terkecuali dalam dunia pendidikan, kegiatan-kegiatan yang selama ini dilaksanakan di sekolah sekarang hampir semuanya harus dikerjakan di rumah masing-masing.

Pergeseran paradigma belajar sangat dirasakan selama masa pandemi ini berlangsung.  Dahulu, sekolah atau tempat bimbel dijadikan tempat kebanyakan siswa  untuk belajar.Namun sekarang, rumah merupakan tempat segalanya bagi kita. Rumah bisa dijadikan sebagai tempat belajar untuk siswa dan juga guru untuk bekerja. Tempat yang dahulu hanya dijadikan sebagai tempat untuk beristirahat dan berkumpul dengan keluarga, sekarang bisa menjadi suatu alternatif untuk menjadi tempat bekerja. Transformasi ini menuntut kita harus lebih beradaptasi kembali kepada tempat ataupun ruang rumah kita untuk bekerja ataupun di sekolah untuk belajar.

Bagi siswa yang sebelumnya belajar hanya dilakukan di sekolah saja sekarang sudah bergeser ke rumah. Jadi siswa diharapkan mampu menyesuaikan diri agar menganggap rumah tersebut merupakan tempat atau ruang yang nyaman untuk belajar. Pastikan bahwa ruangan adik-adik siswa nyaman untuk belajar jangan sampai di ganggu oleh hal-hal yang tidak diinginkan. Agar belajar menjadi lebih nyaman jangan sampai menciptakan ruangan yang biasa-biasa saja, memajang foto pasangan di ruang belajar juga bisa dijadikan sebagai alternatif untuk menambah motivasi belajar adik-adik. Bagi yang jomblo, jangan mau kalah. Kalian bisa saja memajang foto-foto idola kalian, foto-foto pria K-Pop bisa jadi sebagai alternatif ampuh bagi jomblowati. Pada intinya buatlah kenyamanan yang terbaik di rumah adik-adik agar mampu tetap fokus pada pembelajaran.

Selain itu, rumah juga bisa dijadikan sebagai tempat alternatif khusus untuk berkreasi dan juga beljar bisa menjadi lebih kontekstual dengan memanfaatkan lingkungan di sekitar. Dengan belajar dari rumah siswa belajar menjadi lebih mandiri. Siswa tidak disuapi dan tidak di tuntun lagi secara secara rinci. Esensi dari kemerdekaan belajar akan diterapkan di sini dimana dalam belajar di rumah, siswa lebih banyak bebas untuk belajar sesuai dengan gaya belajar masing-masing.

Dari sisi saya sendiri sebagai guru, belajar di rumah merupakan hal yang baru dan perlu penyesuaian. Pada awal-awal bekerja di rumah saya merasa belum terbiasa bekerja di dampingi oleh keluarga. Kebiasaan kita adalah kalau bekerja selalu bersama dengan rekan kerja sedangkan sekarang bekerja didampingi oleh keluarga. Namun pada ertengahan bulan sudah bisa mengatur diri untuk bisa mengerjakan tugas-tugas yang perlu diselesaiakn terlebih dahulu nyambi mengurus keperluan rumah tangga.

Fenomena menarik bekerja dari rumah adalah adanya penyatuan antara kehidupan rumah tangga dan pekerjaan di rumah. Sebagai seorang guru saya merasa ada berbagai macam perubahan dalam diri saya untuk bekerja di dalam rumah dimana pembagian waktu antara kita bekerja dan mengurus rumah tangga bisa terjadi dalam waktu yang bersamaan. Hal ini saya yakini terjadi di kehidupan guru-guru yang lain.

Batas-batas formalitas ekstrinsik dapat ditembus dengan baik bila kita bekerja dari rumah. Dahulu guru yang dalam pembelajarannya di kelas menggunakan baju formal dengan bekerja di rumah guru bisa menggunakan baju yang lebih bebas. Kadang guru melakukan teleconference juga menggunakan pakaian biasa, memeriksa ulangan siswa sambil mengurus anak, kadang kala guru cukup rebahan saja di kasur lalu melayani pertanyaan-pertanyaan wa grup kelas. Tentu saja dalam pembelajaran online ini proses bekerja di rumah bisa menjadi lebih efektif apabila guru bisa memanajemen waktu dengan baik dengan menyelesaikan target-target yang ditentukan oleh sekolah.

Kehadiran seorang guru mutlah diperlukan oleh siswa. Kehadiran yang dimaksud tidak harus dilaksanakan dengan tatap muka saja. Kehadiran online pun bisa dilakukan. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa tanpa kehadiran seorang guru tanpa bimbingan seorang guru, proses pembelajaran tentu tidak akan terarah dengan baik oleh karena itu maka posisi penting guru disini adalah untuk membimbing , mengarahkan, dan memotivasi anak-anak untuk terus menjaga kesehatan dan juga bagaimana mereka harus tetap bisa belajar sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan sekarang ini.

Pembelajaran yang dilakukan dari rumah selama masa pandemi ini merupakan pelajaran bagi kita bersama baik guru maupun siswa bahwa kemandirian dalam belajar mutlak dimiliki oleh setiap individu. Penanaman belajar sebagai suatu kebutuhan hidup harus terus digallakkan oleh pendidik. Pengalaman belajar yang diciptakan di rumah akan jauh menjadi lebih bermakna dan kontekstual daripada ruang 8 m x 8 m jika individunya tidak bisa memaknai apa yang dipelajarinya karena sekolah yang paling bermakna adalah rumah itu sendiri. [T]

Tags: PendidikanRumahsekolah
Share110TweetSendShareSend
Previous Post

I Gde Nyana Kesuma; Puisi-puisi di Masa Pandemi

Next Post

Mendukung Pendirian Stiti Loka LPD Bali

I Kadek Darsika Aryanta

I Kadek Darsika Aryanta

Guru Fisika di SMAN Bali Mandara. Sudah menulis artikel yang disiarkan di berbagai media

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
LPD, Pahlawan Kaum Marjinal

Mendukung Pendirian Stiti Loka LPD Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co