12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rumahku Sekolahku

I Kadek Darsika Aryanta by I Kadek Darsika Aryanta
April 20, 2020
in Esai
Korona, Belajar di Rumah, dan Matinya Belajar Hapalan

Ilustrasi tatkala.co/Nana Partha

Pagi ini terasa lebih cerah dari biasanya. Langit terasa lebih biru, matahari pagi menyinari bumi ini ditemani dengan suara burung yang nyaring. Udara bersih yang terhirup pagi ini merupakan anugerah dari Tuhan yang tak terkira harganya. Suara gending dipagi ini menambah kesejukan hati. Semua yang ada dipagi ini terasa lebih nikmat dengan adanya secangkir teh hangat yang menemani beserta pisang goreng dengan pemandangan burung-burung yang beterbangan di halaman rumah. Pagi ini tidak seperti pagi biasanya semua terasa tenang semua terasa sepi walaupun ini bukan hari raya Nyepi, semua aktivitas manusia kebnyakan berada dirumah. Tak terasa hampir satu bulan lamanya kegiatan ini saya lakukan setiap hari.

Hiruk pikuk dan juga rutinitas yang biasanya kita lakukan selama ini perlahan mulai ditransformasi menjadi ketenangan dan juga kesenyapan yang dibalut menjadi aktivitas di dalam rumah. Inilah saat yang tepat bagi kita untuk melakukan berbenah diri, menengok ke dalam, bahwa sesungguhnya semua ini tidaklah kekal, kontemplasi diri saat pandemi merupakan momentum bagi kita untuk kembali menuju penyadaran yang hakiki dalam diri.

Pada masa pandemi ini, kebanyakan kegiatan diluar rumah dikerjakan di dalam rumah. Salah satunya adalah bekerja di rumah. Segala aktivitas yang dilakukan bagi kaum pekerja dan juga teman-teman yang terbiasa melakukan aktivitasnya di luar rumah sekarang ini ternyata harus dilakukan di dalam rumah. Tak terkecuali dalam dunia pendidikan, kegiatan-kegiatan yang selama ini dilaksanakan di sekolah sekarang hampir semuanya harus dikerjakan di rumah masing-masing.

Pergeseran paradigma belajar sangat dirasakan selama masa pandemi ini berlangsung.  Dahulu, sekolah atau tempat bimbel dijadikan tempat kebanyakan siswa  untuk belajar.Namun sekarang, rumah merupakan tempat segalanya bagi kita. Rumah bisa dijadikan sebagai tempat belajar untuk siswa dan juga guru untuk bekerja. Tempat yang dahulu hanya dijadikan sebagai tempat untuk beristirahat dan berkumpul dengan keluarga, sekarang bisa menjadi suatu alternatif untuk menjadi tempat bekerja. Transformasi ini menuntut kita harus lebih beradaptasi kembali kepada tempat ataupun ruang rumah kita untuk bekerja ataupun di sekolah untuk belajar.

Bagi siswa yang sebelumnya belajar hanya dilakukan di sekolah saja sekarang sudah bergeser ke rumah. Jadi siswa diharapkan mampu menyesuaikan diri agar menganggap rumah tersebut merupakan tempat atau ruang yang nyaman untuk belajar. Pastikan bahwa ruangan adik-adik siswa nyaman untuk belajar jangan sampai di ganggu oleh hal-hal yang tidak diinginkan. Agar belajar menjadi lebih nyaman jangan sampai menciptakan ruangan yang biasa-biasa saja, memajang foto pasangan di ruang belajar juga bisa dijadikan sebagai alternatif untuk menambah motivasi belajar adik-adik. Bagi yang jomblo, jangan mau kalah. Kalian bisa saja memajang foto-foto idola kalian, foto-foto pria K-Pop bisa jadi sebagai alternatif ampuh bagi jomblowati. Pada intinya buatlah kenyamanan yang terbaik di rumah adik-adik agar mampu tetap fokus pada pembelajaran.

Selain itu, rumah juga bisa dijadikan sebagai tempat alternatif khusus untuk berkreasi dan juga beljar bisa menjadi lebih kontekstual dengan memanfaatkan lingkungan di sekitar. Dengan belajar dari rumah siswa belajar menjadi lebih mandiri. Siswa tidak disuapi dan tidak di tuntun lagi secara secara rinci. Esensi dari kemerdekaan belajar akan diterapkan di sini dimana dalam belajar di rumah, siswa lebih banyak bebas untuk belajar sesuai dengan gaya belajar masing-masing.

Dari sisi saya sendiri sebagai guru, belajar di rumah merupakan hal yang baru dan perlu penyesuaian. Pada awal-awal bekerja di rumah saya merasa belum terbiasa bekerja di dampingi oleh keluarga. Kebiasaan kita adalah kalau bekerja selalu bersama dengan rekan kerja sedangkan sekarang bekerja didampingi oleh keluarga. Namun pada ertengahan bulan sudah bisa mengatur diri untuk bisa mengerjakan tugas-tugas yang perlu diselesaiakn terlebih dahulu nyambi mengurus keperluan rumah tangga.

Fenomena menarik bekerja dari rumah adalah adanya penyatuan antara kehidupan rumah tangga dan pekerjaan di rumah. Sebagai seorang guru saya merasa ada berbagai macam perubahan dalam diri saya untuk bekerja di dalam rumah dimana pembagian waktu antara kita bekerja dan mengurus rumah tangga bisa terjadi dalam waktu yang bersamaan. Hal ini saya yakini terjadi di kehidupan guru-guru yang lain.

Batas-batas formalitas ekstrinsik dapat ditembus dengan baik bila kita bekerja dari rumah. Dahulu guru yang dalam pembelajarannya di kelas menggunakan baju formal dengan bekerja di rumah guru bisa menggunakan baju yang lebih bebas. Kadang guru melakukan teleconference juga menggunakan pakaian biasa, memeriksa ulangan siswa sambil mengurus anak, kadang kala guru cukup rebahan saja di kasur lalu melayani pertanyaan-pertanyaan wa grup kelas. Tentu saja dalam pembelajaran online ini proses bekerja di rumah bisa menjadi lebih efektif apabila guru bisa memanajemen waktu dengan baik dengan menyelesaikan target-target yang ditentukan oleh sekolah.

Kehadiran seorang guru mutlah diperlukan oleh siswa. Kehadiran yang dimaksud tidak harus dilaksanakan dengan tatap muka saja. Kehadiran online pun bisa dilakukan. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa tanpa kehadiran seorang guru tanpa bimbingan seorang guru, proses pembelajaran tentu tidak akan terarah dengan baik oleh karena itu maka posisi penting guru disini adalah untuk membimbing , mengarahkan, dan memotivasi anak-anak untuk terus menjaga kesehatan dan juga bagaimana mereka harus tetap bisa belajar sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan sekarang ini.

Pembelajaran yang dilakukan dari rumah selama masa pandemi ini merupakan pelajaran bagi kita bersama baik guru maupun siswa bahwa kemandirian dalam belajar mutlak dimiliki oleh setiap individu. Penanaman belajar sebagai suatu kebutuhan hidup harus terus digallakkan oleh pendidik. Pengalaman belajar yang diciptakan di rumah akan jauh menjadi lebih bermakna dan kontekstual daripada ruang 8 m x 8 m jika individunya tidak bisa memaknai apa yang dipelajarinya karena sekolah yang paling bermakna adalah rumah itu sendiri. [T]

Tags: PendidikanRumahsekolah
Share110TweetSendShareSend
Previous Post

I Gde Nyana Kesuma; Puisi-puisi di Masa Pandemi

Next Post

Mendukung Pendirian Stiti Loka LPD Bali

I Kadek Darsika Aryanta

I Kadek Darsika Aryanta

Guru Fisika di SMAN Bali Mandara. Sudah menulis artikel yang disiarkan di berbagai media

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
LPD, Pahlawan Kaum Marjinal

Mendukung Pendirian Stiti Loka LPD Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co