14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tokoh Tersebut Menjelma Sebagai Bangunan-Bangunan – Catatan Aktor dalam Film “MITRA”

Agus Noval Rivaldi by Agus Noval Rivaldi
January 29, 2020
in Esai
Tokoh Tersebut Menjelma Sebagai Bangunan-Bangunan – Catatan Aktor dalam Film “MITRA”

Film Mitra

Beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan untuk membantu teman-teman dari Jurusan Film dan Televisi ISI Denpasar, dalam tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah Praktika. Dalam tugas mereka kali ini, menggarap sebuah film Drama berjudul “MITRA”. Kalau diartikan dalam bahasa Bali, Mitra mempunyai artian selingkuh. Sedangkan menurut KBBI, Mitra boleh jadi bisa dikatakan artinya sebagai ikatan. Misalnya mitra kerja, atau jadinya sebuah ikatan kerja.

Tapi tulisan ini tidak mengerucut pada bagian arti secara luas soal Mitra, sebab saya rasa rajutan wacana tersebut ada pada mereka yang empunya tugas. Kemudian karena posisi saya di sini dipercaya untuk mengisi bagian slot salah satu tokoh. Kemudian singkat cerita ketika saya bergabung dalam arena kultural mereka ada beberpa hal yang sekiranya menguatkan serpihan-serpihan pertemuan sebelumnya. Sebab memang sebelumnya orang-orang yang tergabung dalam projek film “MITRA” ini sudah sempat mengajak saya bergabung juga pada projek lainya. Serta pertemuan-pertemuan lain, baik di luar kampus ataupun dalam kampus.

Yang menjadi menarik adalah adanya perasaan semakin dekat dan terbuka ketika bertemu dengan orang yang sama, hanya berbeda judul garapan film. Akhirnya pada projek film “MITRA” kali ini, sangat terasa luas ruang kolektif tersebut. Menyadarkan bahwa dalam projek ini semua bagian yang diatur oleh produser adalah bagian-bagian yang sangat penting dalam lingkaran tersebut.

Proses pembuatan Film Mitra

Ketika saya dipercaya untuk mengisi salah satu slot memainkan salah satu tokoh dalam naskah, yang ditulis oleh salah satu teman dari ISI bernama Otos, banyak obrolan yang terbangun antara saya dan penulis naskah. Terutama untuk kepentingan penulis agar tujuan dan maksud naskah tersebut tersampaikan secara maksimal, kemudian ada tawar-menawar dari saya ketika membicarakan naskah tersebut. soal pendekatan kepada naskah, saya banyak sekali mendengar pembahasan dari penulis tentang alur cerita yang dibangun. Dan psikologis antara tiap tokoh, yang kemudian membangun imajinasi saya dalam menciptakan tokoh.

Tapi sebelum menciptakan sebuah tokoh tersebut, saya ingin memberikan beberapa pengalaman baru dalam mendekati tokoh dan menciptakanya. Karena saya merasa bahwa saya sudah berhasil membawakanya, meski saya patut curiga juga terhadap diri sendiri. Apakah benar-benar berhasil, dan keberhasilan tersebut dapat diukur dari segi apa? Tapi yang menimbulkan perasaan tersebut adalah dari oborlan-obrolan serta observasi saya menyatukan tokoh yang terjadi dalam naskah, kemudian mencoba mencari kemungkinan terdekat tentang kejadian yang sama versi pengalaman priadi saya.

Maksudnya begini, semisal dalam tokoh tersebut karakternya sangat nakal dan suka mengompori temanya untuk berbuat kejahatan. Akhirnya saya mencari pengalaman apakah diri saya pernah berbuat hal tersebut, atau mencari perumpamaan hal yang sekiranya masih dalam konteks itu. Semisal usil, kemudian sifat-sifat atau perasaan usil tersebut saya coba gunakan untuk sekiranya menjadi jembatan untuk mendekati tokoh yang dibangun penulis. Kemudian setelah itu, saya mencoba memahami betul alur cerita serta detail perasaan yang dibangun tiap scenenya. Agar bayangan tiap scene di film tersebut terbangun menjadi sebuah satu-kesatuan.

Salah satu adegan dalam Film Mitra

Saya merumpamakanya seperti sebuah perkampungan, yang pasti dalam sebuah perkampungan tersebut ada beragam bentuk rumah berbeda. Atau adapun yang sama, namun yang dihuni oleh berbeda orang. Dalam perumpamaan tersebut saya mencoba membangun tiap perasaan sesuai dengan scenenya, mencoba memahami betul tiap scene yang terjadi. Mencoba membayangankan hal apa yang sekiranya akan saya lakukan saat kamera merekam, mencoba membayangan bagaimana cara saya berdialog agar enak terdengar dan jelas intonasinya. Yang pasti tidak ada tedensi untuk membekukan satu kejadian begitu saja, sebab di awal mendapatkan naskah saya tidak tau pasti seting ruangan yang digunakan untuk adegan tersebut. akhirnya yang timbul di pikiran saya hanya bayangan dari hasil percobaan mendekati hal tersebut, kemudian bayangan-bayangan tersebut seperti sebuah bangunan rumah yang terbangun berderet di pikiran. Sekiranya menjadi gambaran jika berjalan mengitari perumahan tersebut setelah pintu masuk saya akan melihat rumah berbentuk sedemikian rupa sesuai bayangan saya, kemudian setelah itu berbeda lagi. Begitu seterusnya sampai akhirnya saya berada pada penghujung perkampungan tersebut dan sampai pada pintu keluar.

Saya membayangkan begitulah cara memainkan peran. Tapi yang harus dijaga adalah bahwa apa yang saya bangun dalam bayangan tersebut sewaktu-waktu akan mengalami perubahan, sebab apa yang tak mengalami perubahan karena waktu? Akhirnya dari membaca berulang-ulang naskah dan membayangkan tokoh, saya mencoba mengunci perasaan serta bayangan tersebut untuk sementara waktu, suatu waktu ketika bertemu oleh penulis naskah saya mendengarkan kembali apa yang diutarakan. Sebab segala sesuatu ada pada bayangan si penulis saat menuliskan naskah tersebut sampai nanti pada waktunya saya benar-benar paham soal naskah, dan kemudian bertemu dengan sutradara dalam film.

Sedemikian terus saya harus mencoba mendisiplinkan diri untuk tidak menjadikan nyata sebuah perkampungan yang saya bayangkan, sebab saya baru selesai bertemu hanya dengan penulis naskah. belum bertemu dengan pandangan sutradara yang pasti mempunyai bangunan imajinasi yang berbeda soal naskah , karena konsep segala property, lampu, lokasi, bahkan konsep keseluruhan film berada pada bayangan sutradara. Jelas tidak boleh saya membekukan bangunan yang saya imajinasikan, lalu setelah bertemu sutradara dan mengobrol ulang soal film yang akan digarap. Bangunan yang saya imijanasikan tersebut pada tiap bagian rumah yang saya susun sewaktu-waktu akan roboh, benar-benar roboh rata dengan tanah. Atau bahkan ada yang diperbaiki hanya dioleskan cat baru, namun disana tetap ada tawar menawarnya untuk memperindah lagi dan menghidupkan apa yang akan dibuat.

Tidak selesai sampai di sana, saat waktu luang sendiripun saya harus menjaga kesadaran saya untuk mencari kemungkinan lain soal tokoh serta alur cerita dalam naskah. sebab tanggung jawab yang saya dapatkan sangatlah penting dalam pengggarapan kali ini, aktor mempunyai keterlibatan yang sangat penting dalam konteks ini dikarenakan aktor yang akan menyampaikan segala gagasan yang sudah disiapkan dari jauh hari. Apalagi dalam pikiran saya ketika diberikan tanggung jawab, tentu saja saya akan menampilkan semaksimal mungkin apa yang saya bisa. Karena semua tim bekerja begitu tanggung jawab sesuai dengan tugasnya.

Kebetulan yang menyutradarai film “MITRA” adalah, Frederich Blessy nama yang begitu susah bukan? Tetapi saya melakukan pendekatan denganya tidak begitu susah. Sebab orangnya memang sangat terbuka, dan saya mencoba terbuka juga walaupun saya tetap masih curiga apakah ini sudah benar-benar terbuka. Ditambah ada hal yang kuat untuk membuat kami gampang menyatukan sesuatu, yaitu sepak bola. Saya adalah penggemar Bali United, tanpa saya sadari Blessy adalah salah satu tim kreativ video dari Bali United. Betapa antusiasnya saya untuk bercerita banyak kepadanya, sesekali memang kami sering kali melakukan obrolan yang sama sekali tidak ada hubunganya dengan film yang akan digarap. Tapi kami tetap tidak lupa dengan kewajiban kami berdua, saya selaku aktor dan dia selaku sutradara. Begitu seterusnya yang kami lakukan hanya mengobrol dan menggali ulang setiap scenenya, untuk nanti saat syuting tiba kami sudah tinggal melakukan sesuai yang dipersiapkan.

Namun sampai saat hari shooting tibapun, saya selalu menjaga agar perkampungan yang saya bayangkan tersebut tidak menjadi kenyataan dalam tubuh dan penokohan saya. Ada perasaan takut dalam diri kalau saja saya memainkan tokoh tersebut dengan mekanis dan kemudian saya bosan, hingga akhirnya permainan peran saya tidak maksimal. Untuk menjaga itu saya mencoba memberikan penawaran-penwaran lain untuk menyegarkanya, yaitu mencoba memberikan sentuhan improvisasi di selah-selah yang sekiranya bisa diimprovisasikan.

Hal tersebut benar saja menjadikan saya merasa tidak bosan dalam memainkan tokoh dalam naskah ini, kebetulan kali ini saya memainkan tokoh bernama “Nyamprut”, dia adalah sahabat dekat dari pemeran utama bernama “Arlingga” yang diperankan oleh teman dekat saya di Teater, Agus Wiratama. Saya merasa ada beberapa persamaan antara kepribadian saya dengan tokoh Nyamprut, walaupun lagi-lagi saya curiga apakah benar-benar ada persamaan pada diri saya dan pada diri tokoh tersebut. kemudian untuk meyakinkan hal tersebut saya berulang kali membaca dan membayangkan tingkah laku Nyamprut. Hingga timbul bayangan-bayangan Nyamprut yang tadi saya katakana seperti sebuah perkampungan.

Dalam konteks ini memang keterbukaan tiap elemen dalam kelompok penggrapan film tersebut memang sangat berpengaruh untuk mengukur sebarapa berhasilnya dalam membawakan cerita yang ingin disampaikan. Sebab, hingga saat hari shooting tibapun saya masih bersikeras untuk tidak menjadikan nyata perkampungan tersebut dalam bentuk penokohan. Lagi-lagi saya merasa takut bosan memainkan tokoh Nyamprut, tapi syukurnya tiap kelompok tidak pernah ada yang melarang saya untuk melakukan hal tersebut. dan saya pun tidak mau menyia-nyiakan kepercayaan tersebut. hingga hari shooting dimulai saya meyakinkan diri untuk menyampaikan apa yang sudah saya imajinasikan selama ini, untuk kemudian dibekukan dalam bentuk film.

Banyak pengalaman yang saya dapat dalam garapan film “MITRA” kali ini, terutama dalam menciptakan dan membekukan sebuah tokoh. Tapi saya patut curiga juga sampai saat ini apakah saya sudah benar-benar berhasil sejauh ini dalam mempertunjukan keaktoran saya. Jika penasaran jangan lupa saksikan screening sekaligus peluncuran film berjudul “MITRA”, yang diselenggarakan di Rumah Sanur, pada hari Kamis tanggal 30 Januari 2020 Jam 18.00.

Produser : Prasetyo Wibowo S. Sutradara : Frederich Blessy. Penulis Naskah : Otos. Kamera : Icad. Audio dan Artistik : Gung Wah, Ade. Serta masih banyak jajaran yang membantu dan pemain yang tak saya sebutkan, pokoknya saksikan saja. Melihat dan mencurigai apa yang saya dan teman-teman dari Resolusi Film bangun. Serta curigai apa yang terjadi. Oya, terimaksih kepada segala tim kreativ yang tergabung dalam garapan film kali ini. Saya sangat berterimakasih karena diberikan ruang untuk belajar yang begitu luas. Semoga tidak bosan dan masih mempercayai saya untuk bekerja dan belajar bersama. Sekaki lagi, terimakasih. Salam. [T]

Tags: film
Share18TweetSendShareSend
Previous Post

Tentang Perasaan-Perasaan yang Menghantui Penulis Teater yang Naskahnya Dipentaskan Pertama Kali

Next Post

Ketika Para Guru Besar Menari di Bulan Menari ISI Denpasar

Agus Noval Rivaldi

Agus Noval Rivaldi

Adalah penulis yang suka menulis budaya dan musik dari tahun 2018. Tulisannya bisa dibaca di media seperti: Pop Hari Ini, Jurnal Musik, Tatkala dan Sudut Kantin Project. Beberapa tulisannya juga dimuat dalam bentuk zine dan dipublish oleh beberapa kolektif lokal di Bali.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Para Guru Besar Menari di Bulan Menari ISI Denpasar

Ketika Para Guru Besar Menari di Bulan Menari ISI Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co