3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tokoh Tersebut Menjelma Sebagai Bangunan-Bangunan – Catatan Aktor dalam Film “MITRA”

Agus Noval Rivaldi by Agus Noval Rivaldi
January 29, 2020
in Esai
Tokoh Tersebut Menjelma Sebagai Bangunan-Bangunan – Catatan Aktor dalam Film “MITRA”

Film Mitra

Beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan untuk membantu teman-teman dari Jurusan Film dan Televisi ISI Denpasar, dalam tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah Praktika. Dalam tugas mereka kali ini, menggarap sebuah film Drama berjudul “MITRA”. Kalau diartikan dalam bahasa Bali, Mitra mempunyai artian selingkuh. Sedangkan menurut KBBI, Mitra boleh jadi bisa dikatakan artinya sebagai ikatan. Misalnya mitra kerja, atau jadinya sebuah ikatan kerja.

Tapi tulisan ini tidak mengerucut pada bagian arti secara luas soal Mitra, sebab saya rasa rajutan wacana tersebut ada pada mereka yang empunya tugas. Kemudian karena posisi saya di sini dipercaya untuk mengisi bagian slot salah satu tokoh. Kemudian singkat cerita ketika saya bergabung dalam arena kultural mereka ada beberpa hal yang sekiranya menguatkan serpihan-serpihan pertemuan sebelumnya. Sebab memang sebelumnya orang-orang yang tergabung dalam projek film “MITRA” ini sudah sempat mengajak saya bergabung juga pada projek lainya. Serta pertemuan-pertemuan lain, baik di luar kampus ataupun dalam kampus.

Yang menjadi menarik adalah adanya perasaan semakin dekat dan terbuka ketika bertemu dengan orang yang sama, hanya berbeda judul garapan film. Akhirnya pada projek film “MITRA” kali ini, sangat terasa luas ruang kolektif tersebut. Menyadarkan bahwa dalam projek ini semua bagian yang diatur oleh produser adalah bagian-bagian yang sangat penting dalam lingkaran tersebut.

Proses pembuatan Film Mitra

Ketika saya dipercaya untuk mengisi salah satu slot memainkan salah satu tokoh dalam naskah, yang ditulis oleh salah satu teman dari ISI bernama Otos, banyak obrolan yang terbangun antara saya dan penulis naskah. Terutama untuk kepentingan penulis agar tujuan dan maksud naskah tersebut tersampaikan secara maksimal, kemudian ada tawar-menawar dari saya ketika membicarakan naskah tersebut. soal pendekatan kepada naskah, saya banyak sekali mendengar pembahasan dari penulis tentang alur cerita yang dibangun. Dan psikologis antara tiap tokoh, yang kemudian membangun imajinasi saya dalam menciptakan tokoh.

Tapi sebelum menciptakan sebuah tokoh tersebut, saya ingin memberikan beberapa pengalaman baru dalam mendekati tokoh dan menciptakanya. Karena saya merasa bahwa saya sudah berhasil membawakanya, meski saya patut curiga juga terhadap diri sendiri. Apakah benar-benar berhasil, dan keberhasilan tersebut dapat diukur dari segi apa? Tapi yang menimbulkan perasaan tersebut adalah dari oborlan-obrolan serta observasi saya menyatukan tokoh yang terjadi dalam naskah, kemudian mencoba mencari kemungkinan terdekat tentang kejadian yang sama versi pengalaman priadi saya.

Maksudnya begini, semisal dalam tokoh tersebut karakternya sangat nakal dan suka mengompori temanya untuk berbuat kejahatan. Akhirnya saya mencari pengalaman apakah diri saya pernah berbuat hal tersebut, atau mencari perumpamaan hal yang sekiranya masih dalam konteks itu. Semisal usil, kemudian sifat-sifat atau perasaan usil tersebut saya coba gunakan untuk sekiranya menjadi jembatan untuk mendekati tokoh yang dibangun penulis. Kemudian setelah itu, saya mencoba memahami betul alur cerita serta detail perasaan yang dibangun tiap scenenya. Agar bayangan tiap scene di film tersebut terbangun menjadi sebuah satu-kesatuan.

Salah satu adegan dalam Film Mitra

Saya merumpamakanya seperti sebuah perkampungan, yang pasti dalam sebuah perkampungan tersebut ada beragam bentuk rumah berbeda. Atau adapun yang sama, namun yang dihuni oleh berbeda orang. Dalam perumpamaan tersebut saya mencoba membangun tiap perasaan sesuai dengan scenenya, mencoba memahami betul tiap scene yang terjadi. Mencoba membayangankan hal apa yang sekiranya akan saya lakukan saat kamera merekam, mencoba membayangan bagaimana cara saya berdialog agar enak terdengar dan jelas intonasinya. Yang pasti tidak ada tedensi untuk membekukan satu kejadian begitu saja, sebab di awal mendapatkan naskah saya tidak tau pasti seting ruangan yang digunakan untuk adegan tersebut. akhirnya yang timbul di pikiran saya hanya bayangan dari hasil percobaan mendekati hal tersebut, kemudian bayangan-bayangan tersebut seperti sebuah bangunan rumah yang terbangun berderet di pikiran. Sekiranya menjadi gambaran jika berjalan mengitari perumahan tersebut setelah pintu masuk saya akan melihat rumah berbentuk sedemikian rupa sesuai bayangan saya, kemudian setelah itu berbeda lagi. Begitu seterusnya sampai akhirnya saya berada pada penghujung perkampungan tersebut dan sampai pada pintu keluar.

Saya membayangkan begitulah cara memainkan peran. Tapi yang harus dijaga adalah bahwa apa yang saya bangun dalam bayangan tersebut sewaktu-waktu akan mengalami perubahan, sebab apa yang tak mengalami perubahan karena waktu? Akhirnya dari membaca berulang-ulang naskah dan membayangkan tokoh, saya mencoba mengunci perasaan serta bayangan tersebut untuk sementara waktu, suatu waktu ketika bertemu oleh penulis naskah saya mendengarkan kembali apa yang diutarakan. Sebab segala sesuatu ada pada bayangan si penulis saat menuliskan naskah tersebut sampai nanti pada waktunya saya benar-benar paham soal naskah, dan kemudian bertemu dengan sutradara dalam film.

Sedemikian terus saya harus mencoba mendisiplinkan diri untuk tidak menjadikan nyata sebuah perkampungan yang saya bayangkan, sebab saya baru selesai bertemu hanya dengan penulis naskah. belum bertemu dengan pandangan sutradara yang pasti mempunyai bangunan imajinasi yang berbeda soal naskah , karena konsep segala property, lampu, lokasi, bahkan konsep keseluruhan film berada pada bayangan sutradara. Jelas tidak boleh saya membekukan bangunan yang saya imajinasikan, lalu setelah bertemu sutradara dan mengobrol ulang soal film yang akan digarap. Bangunan yang saya imijanasikan tersebut pada tiap bagian rumah yang saya susun sewaktu-waktu akan roboh, benar-benar roboh rata dengan tanah. Atau bahkan ada yang diperbaiki hanya dioleskan cat baru, namun disana tetap ada tawar menawarnya untuk memperindah lagi dan menghidupkan apa yang akan dibuat.

Tidak selesai sampai di sana, saat waktu luang sendiripun saya harus menjaga kesadaran saya untuk mencari kemungkinan lain soal tokoh serta alur cerita dalam naskah. sebab tanggung jawab yang saya dapatkan sangatlah penting dalam pengggarapan kali ini, aktor mempunyai keterlibatan yang sangat penting dalam konteks ini dikarenakan aktor yang akan menyampaikan segala gagasan yang sudah disiapkan dari jauh hari. Apalagi dalam pikiran saya ketika diberikan tanggung jawab, tentu saja saya akan menampilkan semaksimal mungkin apa yang saya bisa. Karena semua tim bekerja begitu tanggung jawab sesuai dengan tugasnya.

Kebetulan yang menyutradarai film “MITRA” adalah, Frederich Blessy nama yang begitu susah bukan? Tetapi saya melakukan pendekatan denganya tidak begitu susah. Sebab orangnya memang sangat terbuka, dan saya mencoba terbuka juga walaupun saya tetap masih curiga apakah ini sudah benar-benar terbuka. Ditambah ada hal yang kuat untuk membuat kami gampang menyatukan sesuatu, yaitu sepak bola. Saya adalah penggemar Bali United, tanpa saya sadari Blessy adalah salah satu tim kreativ video dari Bali United. Betapa antusiasnya saya untuk bercerita banyak kepadanya, sesekali memang kami sering kali melakukan obrolan yang sama sekali tidak ada hubunganya dengan film yang akan digarap. Tapi kami tetap tidak lupa dengan kewajiban kami berdua, saya selaku aktor dan dia selaku sutradara. Begitu seterusnya yang kami lakukan hanya mengobrol dan menggali ulang setiap scenenya, untuk nanti saat syuting tiba kami sudah tinggal melakukan sesuai yang dipersiapkan.

Namun sampai saat hari shooting tibapun, saya selalu menjaga agar perkampungan yang saya bayangkan tersebut tidak menjadi kenyataan dalam tubuh dan penokohan saya. Ada perasaan takut dalam diri kalau saja saya memainkan tokoh tersebut dengan mekanis dan kemudian saya bosan, hingga akhirnya permainan peran saya tidak maksimal. Untuk menjaga itu saya mencoba memberikan penawaran-penwaran lain untuk menyegarkanya, yaitu mencoba memberikan sentuhan improvisasi di selah-selah yang sekiranya bisa diimprovisasikan.

Hal tersebut benar saja menjadikan saya merasa tidak bosan dalam memainkan tokoh dalam naskah ini, kebetulan kali ini saya memainkan tokoh bernama “Nyamprut”, dia adalah sahabat dekat dari pemeran utama bernama “Arlingga” yang diperankan oleh teman dekat saya di Teater, Agus Wiratama. Saya merasa ada beberapa persamaan antara kepribadian saya dengan tokoh Nyamprut, walaupun lagi-lagi saya curiga apakah benar-benar ada persamaan pada diri saya dan pada diri tokoh tersebut. kemudian untuk meyakinkan hal tersebut saya berulang kali membaca dan membayangkan tingkah laku Nyamprut. Hingga timbul bayangan-bayangan Nyamprut yang tadi saya katakana seperti sebuah perkampungan.

Dalam konteks ini memang keterbukaan tiap elemen dalam kelompok penggrapan film tersebut memang sangat berpengaruh untuk mengukur sebarapa berhasilnya dalam membawakan cerita yang ingin disampaikan. Sebab, hingga saat hari shooting tibapun saya masih bersikeras untuk tidak menjadikan nyata perkampungan tersebut dalam bentuk penokohan. Lagi-lagi saya merasa takut bosan memainkan tokoh Nyamprut, tapi syukurnya tiap kelompok tidak pernah ada yang melarang saya untuk melakukan hal tersebut. dan saya pun tidak mau menyia-nyiakan kepercayaan tersebut. hingga hari shooting dimulai saya meyakinkan diri untuk menyampaikan apa yang sudah saya imajinasikan selama ini, untuk kemudian dibekukan dalam bentuk film.

Banyak pengalaman yang saya dapat dalam garapan film “MITRA” kali ini, terutama dalam menciptakan dan membekukan sebuah tokoh. Tapi saya patut curiga juga sampai saat ini apakah saya sudah benar-benar berhasil sejauh ini dalam mempertunjukan keaktoran saya. Jika penasaran jangan lupa saksikan screening sekaligus peluncuran film berjudul “MITRA”, yang diselenggarakan di Rumah Sanur, pada hari Kamis tanggal 30 Januari 2020 Jam 18.00.

Produser : Prasetyo Wibowo S. Sutradara : Frederich Blessy. Penulis Naskah : Otos. Kamera : Icad. Audio dan Artistik : Gung Wah, Ade. Serta masih banyak jajaran yang membantu dan pemain yang tak saya sebutkan, pokoknya saksikan saja. Melihat dan mencurigai apa yang saya dan teman-teman dari Resolusi Film bangun. Serta curigai apa yang terjadi. Oya, terimaksih kepada segala tim kreativ yang tergabung dalam garapan film kali ini. Saya sangat berterimakasih karena diberikan ruang untuk belajar yang begitu luas. Semoga tidak bosan dan masih mempercayai saya untuk bekerja dan belajar bersama. Sekaki lagi, terimakasih. Salam. [T]

Tags: film
Share18TweetSendShareSend
Previous Post

Tentang Perasaan-Perasaan yang Menghantui Penulis Teater yang Naskahnya Dipentaskan Pertama Kali

Next Post

Ketika Para Guru Besar Menari di Bulan Menari ISI Denpasar

Agus Noval Rivaldi

Agus Noval Rivaldi

Adalah penulis yang suka menulis budaya dan musik dari tahun 2018. Tulisannya bisa dibaca di media seperti: Pop Hari Ini, Jurnal Musik, Tatkala dan Sudut Kantin Project. Beberapa tulisannya juga dimuat dalam bentuk zine dan dipublish oleh beberapa kolektif lokal di Bali.

Related Posts

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Para Guru Besar Menari di Bulan Menari ISI Denpasar

Ketika Para Guru Besar Menari di Bulan Menari ISI Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co