12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ini yang Terjadi di Jembrana Bila Tol Gilimanuk-Tabanan Terealisasi

Eka Prasetya by Eka Prasetya
January 23, 2020
in Esai
Ini yang Terjadi di Jembrana Bila Tol Gilimanuk-Tabanan Terealisasi

Foto diolah dari sumber Google

SEPANJANG hari ini, kawan-kawan saya yang mukim di Jembrana, sibuk membagikan tautan berita tentang pembangunan jalan tol. Konon ruas Gilimanuk-Tabanan akan masuk dalam jaringan Tol Trans Jawa.

Sebenarnya pembangunan jalan tol yang melintasi Jembrana ini bukan ide baru. Ide ini sudah sempat dibahas belasan tahun lalu. Dibahas oleh Bupati Jembrana I Gede Winasa.

Barangkali bila Pak Winasa membaca berita pembangunan jalan tol ini dari balik jeruji besi Rutan Negara, ia akan menganggap berita ini basi. Sebab ia sudah memikirkannya sejak belasan tahun lalu.

Bila saya tak salah mengingatnya, ide pembangunan jalan tol di Jembrana, sudah dibahas sejak 2015 silam. Hasil studi dan kajian kelayakannya, sudah sempat dipresentasikan pada tahun 2016. Saya sempat menyaksikan presentasi tersebut.

Presentasi itu dilakukan di sebuah ruang pertemuan yang ada di sisi timur areal Kantor Bupati Jembrana. Ruangan itu terletak di lantai dua. Dulunya bangunan ini digunakan oleh sejumlah instansi. Lantai satu difungsikan untuk pelayanan umum, humas, perhubungan, kominfo, dan data. Lantai dua untuk Kesbang, Pol PP, dan Perpustakaan daerah.

Saat itu studi pembangunan jalan tol, disusun bersamaan dengan ambisi Bupati Winasa membangun bandara internasional di Bali Barat. Lokasi yang dipilih ialah lahan tidur yang dikelola Perusda Bali. Lahan itu berada di Kecamatan Pekutatan.

Bila saya tak salah mengingat pula, jalan tol yang dirancang itu, membentang dari Kecamatan Pekutatan hingga wilayah Canggu. Saat itu, Canggu belum setenar kini.

Sepanjang jalan itu, hanya ada dua titik keluar masuk. Pintu masuk jalan tol (seingat saya) ada di Desa Pangyangan. Tak jauh dari SMPN 1 Pekutatan. Jalur itu terus membentang ke timur.

Titik exit toll pertama ada di daerah Soka, Tabanan. Kemudian exit toll kedua di sekitar Kerambitan (saya lupa nama desanya). Titik terakhir ada di Canggu.

Belakangan kabar jalan tol Gilimanuk-Tabanan, kembali merebak. Kabar ini disambut suka cita. Barangkali oleh sebagian besar masyarakat di Jembrana. Tapi bagi saya, kabar ini sangat menggelisahkan.

Keberadaan jalan tol Gilimanuk-Tabanan, tidak serta merta memicu pertumbuhan ekonomi di Jembrana. Terutama Kota Negara. Alih-alih pertumbuhan ekonomi bergerak maju, saya justru yakin perekonomian di Jembrana akan melambat.

Selama ini urat nadi perekonomian Jembrana tumbuh dan berkembang dari bisnis transportasi. Entah itu angkutan umum macam bus antar kota antar provinsi atau angkutan barang macam truk antar kota antar provinsi.

Warung makan dan warung kopi, tumbuh di sepanjang Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk. Begitu pula dengan bengkel-bengkel di sepanjang jalan ini. Mereka mengandalkan pendapatan dari para sopir truk dan travel yang melintas.

Saat membaca berita wacana pembangunan jalan tol Gilimanuk-Tabanan terealisasi, grand design jalan tol langsung tergambar di pikiran saya.

Kemungkinan besar, jalan tol akan dibangun setelah kawasan Taman Nasional Bali Barat. Melakukan pembangunan di kawasan hutan nasional, merupakan perkara rumit, njelimet, tidak bisa selesai dalam waktu singkat.

Kalau toh jalan tol bisa dibangun dengan memanfaatkan areal taman nasional, kemungkinan besar jalan itu akan dibangun di sebelah timur Monumen Lintas Laut. Sebab sebelum titik itu, ada simpang tiga menuju Buleleng yang tidak bisa diabaikan.

Kelak setelah jalan tol rampung, maka truk, bus, dan kendaraan travel, akan melintasi jalan tol. Jalan ini lebih lancar, meski harus membayar tiket yang relatif mahal. Setidaknya, bisa terhindar dari kemacetan.

Kelak bila jalan tol tuntas, kendaraan-kendaraan yang selama ini berkontribusi bagi perekonomian di Jembrana akan hilang. Karena mereka akan beprindah ke jalan tol.

Kemungkinan, pengendara hanya akan melancong di Gilimanuk sambil menikmati ayam betutu yang tersohor.

Tidak ada lagi kendaraan yang berhenti hanya untuk sekadar melempar kacang memberi pakan monyet. Tidak ada lagi, kendaraan yang berhenti untuk sekadar membeli buah di tepi jalan.

Tidak ada lagi kendaraan yang berhenti di toko waralaba untuk sekadar membeli makanan dan minuman ringan. Tidak ada lagi kendaraan yang berhenti di SPBU untuk sekadar membeli bahan bakar. Tidak ada lagi kendaraan yang berhenti di bengkel untuk sekadar mengisi angin atau menembel ban.

Kondisi ini jelas akan berdampak sistemik bagi perekonomian Jembrana. Kelak, usaha-usaha akan gulung tikar. Perbankan berdampak, karena ada tidak ada lagi yang menabung apalagi meminjam uang. Apalagi koperasi, besar kemungkinan mereka kehilangan nasabah.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pembangunan jalan tol akan berdampak negatif bagi perekonomian suatu wilayah. Silahkan cek perkembangan ekonomi kawasan Pantura Jawa setelah Tol Trans Jawa tuntas.

Bagi saya, jalan tol Gilimanuk-Tabanan bukan jawaban bagi Jembrana. Pembangunan jalan by pass Gilimanuk-Tabanan, jauh lebih masuk akal dan berdampak positif. [T]

Tags: Gilimanukjalan toljembranatabananTol Trans Jawa
Share310TweetSendShareSend
Previous Post

Keluarga Saya di Desa Kayuputih Punya Tradisi Merayakan Imlek – Inilah Penyebabnya…

Next Post

Gagasan Terpinggir Siwaratrikalpa

Eka Prasetya

Eka Prasetya

Menjadi wartawan sejak SMA. Suka menulis berita kisah di dunia olahraga dan kebudayaan. Tinggal di Singaraja, indekost di Denpasar

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Gagasan Terpinggir Siwaratrikalpa

Gagasan Terpinggir Siwaratrikalpa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co