23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Orang Tua, Karir, dan Rahasia dalam Jarak

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
December 6, 2019
in Esai
Orang Tua, Karir, dan Rahasia dalam Jarak

Penulis/Nata Kusuma

Teruntuk Bapak, Ibu dan seluruh pihak yang turut membantu secara mental, saya ucapkan banyak terimakasih. Tanpa kalian, saya takkan bisa sesehat itu ketika diwisuda tempo hari. Tulisan ini mungkin sedikit terlalu dini bagi saya untuk dituliskan. Namun disisi lain, saya rasa ini sangat bijak jika digunakan sebagai pengingat kelak di masa tua.

Tanpa bermaksud mengulur waktu untuk pendahuluan yang terlalu panjang, saya ingin secara langsung masuk kedalam resah yang ingin saya bahas. Beberapa bulan sebelum tali toga terpindahkan, saya sempat berada pada masa-masa paling mengkhawatirkan. Sebuah fase dimana ketakutan saya atas tak bisa menepati janji dengan orang tua muncul. Kala itu, saya khawatir tak bisa menepati janji tuk bisa lulus tahun ini.

Di antara puluhan imajinasi yang datang kedalam benak saya, salah satu yang paling mengganggu daya khayal saya ialah sebuah kondisi dimana orang tua saya sedang bercengkrama di dalam kamar mendiskusikan tentang anak-anak mereka. Saya membayangkan betul detail suasana seperti itu. Jikalau saya telaah suasana nya dalam sebuah percakapan singkat, mungkin kurang lebih seperti ini;

Ibu: “Pak, Putu sekarang sudah mau tamat. Kira-kira kalau semisal Putu gak bisa tahun ini, apa bapak masih ada biaya untuk kuliahnya?”

Bapak: (terdiam…..)

Ibu: “Made juga lagi butuh uang untuk biaya praktik kuliahnya. Komang minggu depan harus bayar biaya Study Tour. Apa tabungan kita masih cukup pak?”

Bapak: “Ibu tenang saja. Jangan khawatir. Tabungan kita masih cukup kok. Kalaupun seandainya kurang, nanti Bapak bisa ambil kerja tambahan di kantor”

Ibu: “Kalau Bapak ngambil kerja tambahan, apa Bapak nanti nggak kecapean? Bapak kan punya diabet. Ibu takut sakit Bapak kambuh karena kelelahan dan salah makan”

Bapak: “Kalau itu Bapak nggak takut karena Ibu pasti selalu ingetin Bapak. Iya kan?”

Ibu: “Ah Bapak”

Bapak: “Pokoknya, kalau masalah pendidikan anak-anak itu tanggung jawab kita sebagai orang tua. Sebisa mungkin kita harus bantu mereka setidaknya sampai lulus kuliah. Setelahnya, itu tanggung jawab mereka. Kita hanya bisa mendukung apapun pilihan mereka dan membimbing jalan yang mereka ambil Bu”

Ibu: “Iya Pak. Ibu ngerti. Nanti Ibu juga bantu masalah biaya. Cicilan motor, pinjaman Bank dan semuanya biar bisa kita lunasi satu per satu Pak. Bapak kalau ada masalah apa cerita sama Ibu. Ibu gak mau Bapak stroke karena banyak pikiran. Kalau Bapak sakit, Ibu sama anak-anak gak tahu harus bergantung sama siapa lagi”

Bapak: “Iya Bu, tenang. Bapak masih kuat kok. Cuma sering pegel aja hehe”

Sebuah imajinasi tentang seorang Ayah yang mencoba begitu tegarnya menafkahi keluarga. Hal yang saya ketahui hanyalah Ayah adalah seorang pegawai kantor yang berangkat setiap jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore. Sebelum berangkat, ia selalu ingin diseduhkan secangkir kopi lalu ketika pulang, ia langsung mengganti pakaian kemudian memilih untuk tidur atau langsung berolahraga.

Sedangkan Ibu, Ibu hanyalah seorang Ibu Rumah Tangga yang terkadang harus mengemban tugas sebagai Ibu PKK juga WHDI (Wanita Hindu Dharma Indonesia) oleh karena Ayah adalah seorang PNS. Begitulah kedua orang tua saya. Dibalik keberbincangan kami di ruang tamu yang itupun tak setiap hari kami lakukan, saya selalu percaya bahwa momen yang muncul dalam khayal saya pastilah sempat terjadi sesekali atau bahkan sering dalam kenyataan. Prihal kedua orang tua saya yang berdiskusi di dalam kamar membahas tentang anak-anak mereka, hutang piutang disana-sini serta kesehatan mereka masing-masing yang kian hari kian menua.

Kini saya tlah bekerja sebagai Guru. Maksud hati ingin membantu beban orang tua, apadaya penghasilan saya masih tak cukup tuk membantu Ayah membiayai biaya pendidikan adik-adik. Penghasilan saya kini hanya cukup sebatas membayar uang sewa kos di rantauan serta untuk membeli makan sehari-hari. Beberapa kali saya kerap menghubungi Ibu untuk sekadar berkabar prihal saya yang baik-baik saja di rantauan. Di lain kesempatan, saya menghubungi Ayah untuk memberitahu bahwa saya butuh biaya ini itu untuk kebutuhan diluar rencana alias kebutuhan mendadak. Dan lagi ia merasa tak apa jika saya repotkan.

“Kalau ada keperluan bilang saja sama Bapak. Nanti pasti Bapak bantu. Tekuni apa yang sudah kamu jalani nanti rezeki ana mengikuti” ucap Ayah via WhatsApp            

Saya semakin merasa tak enak. Saya sadar disatu sisi mereka ingin membantu kami, anak-anaknya. Tapi dilain sisi, saya tak pernah tahu sudah berapa banyak pengorbanan dibelakang layar yang tak mereka lisankan kepada kami. Saya pun tak bisa egois dengan mengagungkan idealis saya sebagai anak muda yang tlah bekerja untuk tak meminta pertolongan dari orang tua lagi. Saya paham, mereka masih ingin membantu kami selagi mereka memang masih sanggup. Mungkin saya pun kelak demikian dengan anak-anak saya nanti. Hal ini mengingatkan saya akan pesan seorang teman. Ia berkata bahwa tidak apa-apa untuk meminta bantuan ke orang tua kendatipun kamu sudah menghasilkan gajimu sendiri. Sungguh menenangkan sekali ucapan teman saya itu.

Saya percaya, sedekat apapun kita dengan orang tua kita, senyaman apapun obrolan kita di ruang keluarga kala itu, pasti ada masa dimana yang seharusnya terungkap di ruang keluarga, malah hanya terungkap di ruang tidur. Iya, ruang tidur kedua orang tuamu. Hal-hal yang hanya mereka simpan berdua untuk kebaikan anak-anaknya, untuk tak terlalu dipikirkan oleh anak-anak mereka.

Sebuah rahasia di dalam sebuah jarak yang nyaris tak terlihat dalam konteks cinta diantara orang tua dan anak. Beberapa rahasia mungkin akan diungkapkan seiring kita bertumbuh dewasa, namun beberapanya lagi kekal dibawa hingga mati. Teruntuk kalian yang kini tengah berfoya-foya diluar sana, kalian yang kerap mencari-cari pelarian dari tanggung jawab menuntaskan tanggung jawab kuliah, coba sesekali tengok kamar orang tuamu dikala malam. Kali saja, mereka membicarakanmu. [T]

Tags: karirorang tuaPendidikan
Share92TweetSendShareSend
Previous Post

Pariwisata dan Geliat Pebisnis Lokal di Nusa Penida

Next Post

Festival Penonton, Penonton Festival

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Festival Penonton, Penonton Festival

Festival Penonton, Penonton Festival

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co