22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Orang Tua, Karir, dan Rahasia dalam Jarak

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
December 6, 2019
in Esai
Orang Tua, Karir, dan Rahasia dalam Jarak

Penulis/Nata Kusuma

Teruntuk Bapak, Ibu dan seluruh pihak yang turut membantu secara mental, saya ucapkan banyak terimakasih. Tanpa kalian, saya takkan bisa sesehat itu ketika diwisuda tempo hari. Tulisan ini mungkin sedikit terlalu dini bagi saya untuk dituliskan. Namun disisi lain, saya rasa ini sangat bijak jika digunakan sebagai pengingat kelak di masa tua.

Tanpa bermaksud mengulur waktu untuk pendahuluan yang terlalu panjang, saya ingin secara langsung masuk kedalam resah yang ingin saya bahas. Beberapa bulan sebelum tali toga terpindahkan, saya sempat berada pada masa-masa paling mengkhawatirkan. Sebuah fase dimana ketakutan saya atas tak bisa menepati janji dengan orang tua muncul. Kala itu, saya khawatir tak bisa menepati janji tuk bisa lulus tahun ini.

Di antara puluhan imajinasi yang datang kedalam benak saya, salah satu yang paling mengganggu daya khayal saya ialah sebuah kondisi dimana orang tua saya sedang bercengkrama di dalam kamar mendiskusikan tentang anak-anak mereka. Saya membayangkan betul detail suasana seperti itu. Jikalau saya telaah suasana nya dalam sebuah percakapan singkat, mungkin kurang lebih seperti ini;

Ibu: “Pak, Putu sekarang sudah mau tamat. Kira-kira kalau semisal Putu gak bisa tahun ini, apa bapak masih ada biaya untuk kuliahnya?”

Bapak: (terdiam…..)

Ibu: “Made juga lagi butuh uang untuk biaya praktik kuliahnya. Komang minggu depan harus bayar biaya Study Tour. Apa tabungan kita masih cukup pak?”

Bapak: “Ibu tenang saja. Jangan khawatir. Tabungan kita masih cukup kok. Kalaupun seandainya kurang, nanti Bapak bisa ambil kerja tambahan di kantor”

Ibu: “Kalau Bapak ngambil kerja tambahan, apa Bapak nanti nggak kecapean? Bapak kan punya diabet. Ibu takut sakit Bapak kambuh karena kelelahan dan salah makan”

Bapak: “Kalau itu Bapak nggak takut karena Ibu pasti selalu ingetin Bapak. Iya kan?”

Ibu: “Ah Bapak”

Bapak: “Pokoknya, kalau masalah pendidikan anak-anak itu tanggung jawab kita sebagai orang tua. Sebisa mungkin kita harus bantu mereka setidaknya sampai lulus kuliah. Setelahnya, itu tanggung jawab mereka. Kita hanya bisa mendukung apapun pilihan mereka dan membimbing jalan yang mereka ambil Bu”

Ibu: “Iya Pak. Ibu ngerti. Nanti Ibu juga bantu masalah biaya. Cicilan motor, pinjaman Bank dan semuanya biar bisa kita lunasi satu per satu Pak. Bapak kalau ada masalah apa cerita sama Ibu. Ibu gak mau Bapak stroke karena banyak pikiran. Kalau Bapak sakit, Ibu sama anak-anak gak tahu harus bergantung sama siapa lagi”

Bapak: “Iya Bu, tenang. Bapak masih kuat kok. Cuma sering pegel aja hehe”

Sebuah imajinasi tentang seorang Ayah yang mencoba begitu tegarnya menafkahi keluarga. Hal yang saya ketahui hanyalah Ayah adalah seorang pegawai kantor yang berangkat setiap jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore. Sebelum berangkat, ia selalu ingin diseduhkan secangkir kopi lalu ketika pulang, ia langsung mengganti pakaian kemudian memilih untuk tidur atau langsung berolahraga.

Sedangkan Ibu, Ibu hanyalah seorang Ibu Rumah Tangga yang terkadang harus mengemban tugas sebagai Ibu PKK juga WHDI (Wanita Hindu Dharma Indonesia) oleh karena Ayah adalah seorang PNS. Begitulah kedua orang tua saya. Dibalik keberbincangan kami di ruang tamu yang itupun tak setiap hari kami lakukan, saya selalu percaya bahwa momen yang muncul dalam khayal saya pastilah sempat terjadi sesekali atau bahkan sering dalam kenyataan. Prihal kedua orang tua saya yang berdiskusi di dalam kamar membahas tentang anak-anak mereka, hutang piutang disana-sini serta kesehatan mereka masing-masing yang kian hari kian menua.

Kini saya tlah bekerja sebagai Guru. Maksud hati ingin membantu beban orang tua, apadaya penghasilan saya masih tak cukup tuk membantu Ayah membiayai biaya pendidikan adik-adik. Penghasilan saya kini hanya cukup sebatas membayar uang sewa kos di rantauan serta untuk membeli makan sehari-hari. Beberapa kali saya kerap menghubungi Ibu untuk sekadar berkabar prihal saya yang baik-baik saja di rantauan. Di lain kesempatan, saya menghubungi Ayah untuk memberitahu bahwa saya butuh biaya ini itu untuk kebutuhan diluar rencana alias kebutuhan mendadak. Dan lagi ia merasa tak apa jika saya repotkan.

“Kalau ada keperluan bilang saja sama Bapak. Nanti pasti Bapak bantu. Tekuni apa yang sudah kamu jalani nanti rezeki ana mengikuti” ucap Ayah via WhatsApp            

Saya semakin merasa tak enak. Saya sadar disatu sisi mereka ingin membantu kami, anak-anaknya. Tapi dilain sisi, saya tak pernah tahu sudah berapa banyak pengorbanan dibelakang layar yang tak mereka lisankan kepada kami. Saya pun tak bisa egois dengan mengagungkan idealis saya sebagai anak muda yang tlah bekerja untuk tak meminta pertolongan dari orang tua lagi. Saya paham, mereka masih ingin membantu kami selagi mereka memang masih sanggup. Mungkin saya pun kelak demikian dengan anak-anak saya nanti. Hal ini mengingatkan saya akan pesan seorang teman. Ia berkata bahwa tidak apa-apa untuk meminta bantuan ke orang tua kendatipun kamu sudah menghasilkan gajimu sendiri. Sungguh menenangkan sekali ucapan teman saya itu.

Saya percaya, sedekat apapun kita dengan orang tua kita, senyaman apapun obrolan kita di ruang keluarga kala itu, pasti ada masa dimana yang seharusnya terungkap di ruang keluarga, malah hanya terungkap di ruang tidur. Iya, ruang tidur kedua orang tuamu. Hal-hal yang hanya mereka simpan berdua untuk kebaikan anak-anaknya, untuk tak terlalu dipikirkan oleh anak-anak mereka.

Sebuah rahasia di dalam sebuah jarak yang nyaris tak terlihat dalam konteks cinta diantara orang tua dan anak. Beberapa rahasia mungkin akan diungkapkan seiring kita bertumbuh dewasa, namun beberapanya lagi kekal dibawa hingga mati. Teruntuk kalian yang kini tengah berfoya-foya diluar sana, kalian yang kerap mencari-cari pelarian dari tanggung jawab menuntaskan tanggung jawab kuliah, coba sesekali tengok kamar orang tuamu dikala malam. Kali saja, mereka membicarakanmu. [T]

Tags: karirorang tuaPendidikan
Share92TweetSendShareSend
Previous Post

Pariwisata dan Geliat Pebisnis Lokal di Nusa Penida

Next Post

Festival Penonton, Penonton Festival

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Festival Penonton, Penonton Festival

Festival Penonton, Penonton Festival

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co