14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Orang Tua, Karir, dan Rahasia dalam Jarak

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
December 6, 2019
in Esai
Orang Tua, Karir, dan Rahasia dalam Jarak

Penulis/Nata Kusuma

Teruntuk Bapak, Ibu dan seluruh pihak yang turut membantu secara mental, saya ucapkan banyak terimakasih. Tanpa kalian, saya takkan bisa sesehat itu ketika diwisuda tempo hari. Tulisan ini mungkin sedikit terlalu dini bagi saya untuk dituliskan. Namun disisi lain, saya rasa ini sangat bijak jika digunakan sebagai pengingat kelak di masa tua.

Tanpa bermaksud mengulur waktu untuk pendahuluan yang terlalu panjang, saya ingin secara langsung masuk kedalam resah yang ingin saya bahas. Beberapa bulan sebelum tali toga terpindahkan, saya sempat berada pada masa-masa paling mengkhawatirkan. Sebuah fase dimana ketakutan saya atas tak bisa menepati janji dengan orang tua muncul. Kala itu, saya khawatir tak bisa menepati janji tuk bisa lulus tahun ini.

Di antara puluhan imajinasi yang datang kedalam benak saya, salah satu yang paling mengganggu daya khayal saya ialah sebuah kondisi dimana orang tua saya sedang bercengkrama di dalam kamar mendiskusikan tentang anak-anak mereka. Saya membayangkan betul detail suasana seperti itu. Jikalau saya telaah suasana nya dalam sebuah percakapan singkat, mungkin kurang lebih seperti ini;

Ibu: “Pak, Putu sekarang sudah mau tamat. Kira-kira kalau semisal Putu gak bisa tahun ini, apa bapak masih ada biaya untuk kuliahnya?”

Bapak: (terdiam…..)

Ibu: “Made juga lagi butuh uang untuk biaya praktik kuliahnya. Komang minggu depan harus bayar biaya Study Tour. Apa tabungan kita masih cukup pak?”

Bapak: “Ibu tenang saja. Jangan khawatir. Tabungan kita masih cukup kok. Kalaupun seandainya kurang, nanti Bapak bisa ambil kerja tambahan di kantor”

Ibu: “Kalau Bapak ngambil kerja tambahan, apa Bapak nanti nggak kecapean? Bapak kan punya diabet. Ibu takut sakit Bapak kambuh karena kelelahan dan salah makan”

Bapak: “Kalau itu Bapak nggak takut karena Ibu pasti selalu ingetin Bapak. Iya kan?”

Ibu: “Ah Bapak”

Bapak: “Pokoknya, kalau masalah pendidikan anak-anak itu tanggung jawab kita sebagai orang tua. Sebisa mungkin kita harus bantu mereka setidaknya sampai lulus kuliah. Setelahnya, itu tanggung jawab mereka. Kita hanya bisa mendukung apapun pilihan mereka dan membimbing jalan yang mereka ambil Bu”

Ibu: “Iya Pak. Ibu ngerti. Nanti Ibu juga bantu masalah biaya. Cicilan motor, pinjaman Bank dan semuanya biar bisa kita lunasi satu per satu Pak. Bapak kalau ada masalah apa cerita sama Ibu. Ibu gak mau Bapak stroke karena banyak pikiran. Kalau Bapak sakit, Ibu sama anak-anak gak tahu harus bergantung sama siapa lagi”

Bapak: “Iya Bu, tenang. Bapak masih kuat kok. Cuma sering pegel aja hehe”

Sebuah imajinasi tentang seorang Ayah yang mencoba begitu tegarnya menafkahi keluarga. Hal yang saya ketahui hanyalah Ayah adalah seorang pegawai kantor yang berangkat setiap jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore. Sebelum berangkat, ia selalu ingin diseduhkan secangkir kopi lalu ketika pulang, ia langsung mengganti pakaian kemudian memilih untuk tidur atau langsung berolahraga.

Sedangkan Ibu, Ibu hanyalah seorang Ibu Rumah Tangga yang terkadang harus mengemban tugas sebagai Ibu PKK juga WHDI (Wanita Hindu Dharma Indonesia) oleh karena Ayah adalah seorang PNS. Begitulah kedua orang tua saya. Dibalik keberbincangan kami di ruang tamu yang itupun tak setiap hari kami lakukan, saya selalu percaya bahwa momen yang muncul dalam khayal saya pastilah sempat terjadi sesekali atau bahkan sering dalam kenyataan. Prihal kedua orang tua saya yang berdiskusi di dalam kamar membahas tentang anak-anak mereka, hutang piutang disana-sini serta kesehatan mereka masing-masing yang kian hari kian menua.

Kini saya tlah bekerja sebagai Guru. Maksud hati ingin membantu beban orang tua, apadaya penghasilan saya masih tak cukup tuk membantu Ayah membiayai biaya pendidikan adik-adik. Penghasilan saya kini hanya cukup sebatas membayar uang sewa kos di rantauan serta untuk membeli makan sehari-hari. Beberapa kali saya kerap menghubungi Ibu untuk sekadar berkabar prihal saya yang baik-baik saja di rantauan. Di lain kesempatan, saya menghubungi Ayah untuk memberitahu bahwa saya butuh biaya ini itu untuk kebutuhan diluar rencana alias kebutuhan mendadak. Dan lagi ia merasa tak apa jika saya repotkan.

“Kalau ada keperluan bilang saja sama Bapak. Nanti pasti Bapak bantu. Tekuni apa yang sudah kamu jalani nanti rezeki ana mengikuti” ucap Ayah via WhatsApp            

Saya semakin merasa tak enak. Saya sadar disatu sisi mereka ingin membantu kami, anak-anaknya. Tapi dilain sisi, saya tak pernah tahu sudah berapa banyak pengorbanan dibelakang layar yang tak mereka lisankan kepada kami. Saya pun tak bisa egois dengan mengagungkan idealis saya sebagai anak muda yang tlah bekerja untuk tak meminta pertolongan dari orang tua lagi. Saya paham, mereka masih ingin membantu kami selagi mereka memang masih sanggup. Mungkin saya pun kelak demikian dengan anak-anak saya nanti. Hal ini mengingatkan saya akan pesan seorang teman. Ia berkata bahwa tidak apa-apa untuk meminta bantuan ke orang tua kendatipun kamu sudah menghasilkan gajimu sendiri. Sungguh menenangkan sekali ucapan teman saya itu.

Saya percaya, sedekat apapun kita dengan orang tua kita, senyaman apapun obrolan kita di ruang keluarga kala itu, pasti ada masa dimana yang seharusnya terungkap di ruang keluarga, malah hanya terungkap di ruang tidur. Iya, ruang tidur kedua orang tuamu. Hal-hal yang hanya mereka simpan berdua untuk kebaikan anak-anaknya, untuk tak terlalu dipikirkan oleh anak-anak mereka.

Sebuah rahasia di dalam sebuah jarak yang nyaris tak terlihat dalam konteks cinta diantara orang tua dan anak. Beberapa rahasia mungkin akan diungkapkan seiring kita bertumbuh dewasa, namun beberapanya lagi kekal dibawa hingga mati. Teruntuk kalian yang kini tengah berfoya-foya diluar sana, kalian yang kerap mencari-cari pelarian dari tanggung jawab menuntaskan tanggung jawab kuliah, coba sesekali tengok kamar orang tuamu dikala malam. Kali saja, mereka membicarakanmu. [T]

Tags: karirorang tuaPendidikan
Share92TweetSendShareSend
Previous Post

Pariwisata dan Geliat Pebisnis Lokal di Nusa Penida

Next Post

Festival Penonton, Penonton Festival

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Festival Penonton, Penonton Festival

Festival Penonton, Penonton Festival

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co