8 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perbedaan untuk Fanatisme atau Warna Kehidupan?

Komang Tria Hartawati by Komang Tria Hartawati
December 2, 2019
in Esai
Perbedaan untuk Fanatisme atau Warna Kehidupan?

Ilustrasi dari Google

Bukankah kesempurnaan rasa kopi itu adalah dari rasa pahitnya? Dan sebagai mana sang putih, kopi yang pahit berwarna hitam itu membawa pesan: bahwa hitam pun bisa menjadi sahabat sejati, teman dalam mengarungi pahitnya kehidupan.

Nikmatnya rasa, indahnya keberagaman. Selamat menyusuri pahit dan manisnya kehidupan. Kata-kata dari penulis dan produser yang berasal dari Indonesia ini mencerminkan indahnya keberagaman.

Ya, seperti yang kita ketahui Indonesia merupakan negri yang sangat beragam. Dari sabang sampai merauke tersebar budaya yang begitu banyak perbrdaan. Namun, perbedaan yang ada bukanlah menjadi alasan untuk perpecahan. Perbedaan ini justru menjadi alat pemersatu bagi negri yang dipenuhi dengan berbagi perbedaan ini.

Salah satu bentuk menghargai berbagai bentuk perbedaan yaitu dengan adanya toleransi agama. Berbicara tentang keberagaman agama, hal ini merupakan hal yang sensitif jika diperbincangkan. Bagaimana tidak, salah sedikit saja dapat menyebabkan kesalahpahaman dan berujung pada peselisihan. Salah satu penyebab perselisihan paham agama yang paling sering terjadi adalah karena sikap fanatisme agama.

Wajiran, S.S., M.A menuturkan fanatisme ada sebenarnya  adalah sebuah konsekuensi seseorang yang percaya pada suatu agama, bahwa apa yang dianutnya adalah benar. Memang benar, setiap agama sudah mutlak pasti selalu mengajarkan kebaikan. Sudah selayaknya keberagaman dalam paham agama dapat ditoleransi dan saling menghormati.

Dalam UUD 1945 pasal 29 ayat 2 telah disebutkan bahwa “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya sendiri-sendiri dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya”.

Oleh karena itu sebagai warga negara yang beriman mempunyai kewajian untuk tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan saling bertoleransi antar umat beragama dan saling menghargai berbagai perbedaan yang ada.

Toleransi antar berbagai keberagaman agama bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Negeri yang kita cintai ini sudah membuktikannya dengan memberikan contoh nyata mengenai toleransi keagamaan. Dikutip dari berita kompassiana.com toleransi antar umat beragama sudah tercipta sejak dulu. Hal ini ditunjukkan dengan hubungan kebersamaan antar dua agama yang berbeda yakni Islam dan Kristen di Greja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dan Masjid Al Hikmah,  Solo, Jawa Tengah.

Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk saling melengkapi. Mereka bersama-sama saling menjaga kerukunan dengan saling menghormati dan menerapkan sikap toleransi. Contohnya adalah saat pelaksanaan Idul Fitri yang jatuh pada hari minggu, pengelola gereja dengan segera menghubungi pengurus masjid untuk menanyakan tentang kepastian Idul Fitri kemudian pengurus gereja merubah jadwal ibadah paginya pada hari minggu menjadi siang agar tidak menggaggu umat Islam yang sedang menjalankan shalat Idul Fitri.

Toleransi antar perbedaan keyakinan tidak hanya terjadi pada satu tempat saja. Hal ini dibuktikan dengan perayaan Nyepi yang jatuh pada hari jumat, 7 Maret 2012 lalu, dimana hari tersebut bertepatan dengan umat Islam untuk melaksanakan ibadah shalat. Namun hal tersebut tidak membuat umat Hindu dan Islam berseteru dalam menjalankan ibadah.

Perayaan Nyepi di Bali menyebabkan seluruh kegiatan aktivitas warga Bali akan berhenti selama 24 jam. Hal ini dikarenakan umat Hindu melakukan “Catur Brata Penyepian” yang terdiri dari tidak menyalakan api (Amati geni), Tidak Bekerja (Amati Karya), tidak bepergian (Amati Lelungan), serta tidak bersenang-senang (Amat Lelanguan). Pada saat itu kegiatan transportasi akan berhenti sementara, bahkan pelabuhan dan bandara pun di tutup.

Umat lain yang tinggal di Bali pun menghormati hal tersebut dengan tidak beraktivitas sesuai dengan kesepakatan yang dibuat sejak 2011 lalu. Kesepakakatan itu telah ditandatangani beberapa tokoh Lintas Agama, yakni Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali, Keuskupan Denpasar, Musyawarah Pelayanan Antar Gereja (MPAG) Bali, Wadah Antar Lembaga Umat Budha Indonesia (WALUBI), dan Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN).

Sebagai bentuk toleransi dan menghargai umat lain Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ida Bagus Wiyana, menjelaskan umat lain yang ingin menjalankan ibadah di tempat ibadahnya masing-masing tetap diberi kesempatan untuk keluar rumah. Khusus untuk umat Islam yang ingin menunaikan shalat diperbolehkan ke masjid atau musala terdekat dengan berjalan kaki. Jika tempat tinggalnya jauh dari masjid atau musala bisa dimusyawarahkan dengan aparat desa setempat dan dapat menggunakan fasilitas.

Toleransi dalam bentuk lain pun terjadi pada tahun 2019 dimana sebagai bentuk penghargaan umat Muslim terhadap hari raya Nyepi mereka tidak mengumandangkan azan sebelum shalat (dikutip dari berita kompas.com).

Hal diatas membuktikan bahwa sikap toleransi beragama telah ada sejak dulu dan tidak berpusat pada satui tempat saja. Walapun dengan berbagai cara yang berbeda tujuan mereka tetap sama yaitu untuk saling mengjormati dan menjaga keutuhan negeri Indonesia tercinta. Selain itu menerapkan sikap toleransi ternyata bukanlah hal yang tidak mungkin jika terus dilaksanakan, hal ini akan menumbuhkan kedamaian dalam kehidupan yang beragam.

Jadi marilah kembangkan toleransi antar umat beragama demi terwujudnya kedamaian yang menjadi impian kita bersama. Hargailah setiap perbedaan yang ada karena dari perbedaan tersebutlah kita akan menemukan berbagi warna-warni kehidupan yang berbeda. [T]

  • Oleh : Komang Tria Hartawati (Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya 2019)
Tags: toleransi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah Penjaja Cinta dan Kesehatannya

Next Post

Nyanyian Sunyi Jro Adit

Komang Tria Hartawati

Komang Tria Hartawati

Related Posts

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails
Next Post
Nyanyian Sunyi Jro Adit

Nyanyian Sunyi Jro Adit

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis
Pendidikan

Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

“J’aime atau je n’aime pas?” PERTANYAAN itu terdengar beberapa kali di LSPR Bali pada Senin, 28 September 2026. Saat itu,...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek
Buku Tatkala

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek

Judul: Permata Bali -- kumpulan cerita pendek Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putu Oka Sukanta ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
October 7, 2026
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa
Opini

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

by Chusmeru
October 7, 2026
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud
Pameran

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co