29 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perbedaan untuk Fanatisme atau Warna Kehidupan?

Komang Tria Hartawati by Komang Tria Hartawati
December 2, 2019
in Esai
Perbedaan untuk Fanatisme atau Warna Kehidupan?

Ilustrasi dari Google

Bukankah kesempurnaan rasa kopi itu adalah dari rasa pahitnya? Dan sebagai mana sang putih, kopi yang pahit berwarna hitam itu membawa pesan: bahwa hitam pun bisa menjadi sahabat sejati, teman dalam mengarungi pahitnya kehidupan.

Nikmatnya rasa, indahnya keberagaman. Selamat menyusuri pahit dan manisnya kehidupan. Kata-kata dari penulis dan produser yang berasal dari Indonesia ini mencerminkan indahnya keberagaman.

Ya, seperti yang kita ketahui Indonesia merupakan negri yang sangat beragam. Dari sabang sampai merauke tersebar budaya yang begitu banyak perbrdaan. Namun, perbedaan yang ada bukanlah menjadi alasan untuk perpecahan. Perbedaan ini justru menjadi alat pemersatu bagi negri yang dipenuhi dengan berbagi perbedaan ini.

Salah satu bentuk menghargai berbagai bentuk perbedaan yaitu dengan adanya toleransi agama. Berbicara tentang keberagaman agama, hal ini merupakan hal yang sensitif jika diperbincangkan. Bagaimana tidak, salah sedikit saja dapat menyebabkan kesalahpahaman dan berujung pada peselisihan. Salah satu penyebab perselisihan paham agama yang paling sering terjadi adalah karena sikap fanatisme agama.

Wajiran, S.S., M.A menuturkan fanatisme ada sebenarnya  adalah sebuah konsekuensi seseorang yang percaya pada suatu agama, bahwa apa yang dianutnya adalah benar. Memang benar, setiap agama sudah mutlak pasti selalu mengajarkan kebaikan. Sudah selayaknya keberagaman dalam paham agama dapat ditoleransi dan saling menghormati.

Dalam UUD 1945 pasal 29 ayat 2 telah disebutkan bahwa “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya sendiri-sendiri dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya”.

Oleh karena itu sebagai warga negara yang beriman mempunyai kewajian untuk tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan saling bertoleransi antar umat beragama dan saling menghargai berbagai perbedaan yang ada.

Toleransi antar berbagai keberagaman agama bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Negeri yang kita cintai ini sudah membuktikannya dengan memberikan contoh nyata mengenai toleransi keagamaan. Dikutip dari berita kompassiana.com toleransi antar umat beragama sudah tercipta sejak dulu. Hal ini ditunjukkan dengan hubungan kebersamaan antar dua agama yang berbeda yakni Islam dan Kristen di Greja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dan Masjid Al Hikmah,  Solo, Jawa Tengah.

Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk saling melengkapi. Mereka bersama-sama saling menjaga kerukunan dengan saling menghormati dan menerapkan sikap toleransi. Contohnya adalah saat pelaksanaan Idul Fitri yang jatuh pada hari minggu, pengelola gereja dengan segera menghubungi pengurus masjid untuk menanyakan tentang kepastian Idul Fitri kemudian pengurus gereja merubah jadwal ibadah paginya pada hari minggu menjadi siang agar tidak menggaggu umat Islam yang sedang menjalankan shalat Idul Fitri.

Toleransi antar perbedaan keyakinan tidak hanya terjadi pada satu tempat saja. Hal ini dibuktikan dengan perayaan Nyepi yang jatuh pada hari jumat, 7 Maret 2012 lalu, dimana hari tersebut bertepatan dengan umat Islam untuk melaksanakan ibadah shalat. Namun hal tersebut tidak membuat umat Hindu dan Islam berseteru dalam menjalankan ibadah.

Perayaan Nyepi di Bali menyebabkan seluruh kegiatan aktivitas warga Bali akan berhenti selama 24 jam. Hal ini dikarenakan umat Hindu melakukan “Catur Brata Penyepian” yang terdiri dari tidak menyalakan api (Amati geni), Tidak Bekerja (Amati Karya), tidak bepergian (Amati Lelungan), serta tidak bersenang-senang (Amat Lelanguan). Pada saat itu kegiatan transportasi akan berhenti sementara, bahkan pelabuhan dan bandara pun di tutup.

Umat lain yang tinggal di Bali pun menghormati hal tersebut dengan tidak beraktivitas sesuai dengan kesepakatan yang dibuat sejak 2011 lalu. Kesepakakatan itu telah ditandatangani beberapa tokoh Lintas Agama, yakni Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali, Keuskupan Denpasar, Musyawarah Pelayanan Antar Gereja (MPAG) Bali, Wadah Antar Lembaga Umat Budha Indonesia (WALUBI), dan Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN).

Sebagai bentuk toleransi dan menghargai umat lain Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ida Bagus Wiyana, menjelaskan umat lain yang ingin menjalankan ibadah di tempat ibadahnya masing-masing tetap diberi kesempatan untuk keluar rumah. Khusus untuk umat Islam yang ingin menunaikan shalat diperbolehkan ke masjid atau musala terdekat dengan berjalan kaki. Jika tempat tinggalnya jauh dari masjid atau musala bisa dimusyawarahkan dengan aparat desa setempat dan dapat menggunakan fasilitas.

Toleransi dalam bentuk lain pun terjadi pada tahun 2019 dimana sebagai bentuk penghargaan umat Muslim terhadap hari raya Nyepi mereka tidak mengumandangkan azan sebelum shalat (dikutip dari berita kompas.com).

Hal diatas membuktikan bahwa sikap toleransi beragama telah ada sejak dulu dan tidak berpusat pada satui tempat saja. Walapun dengan berbagai cara yang berbeda tujuan mereka tetap sama yaitu untuk saling mengjormati dan menjaga keutuhan negeri Indonesia tercinta. Selain itu menerapkan sikap toleransi ternyata bukanlah hal yang tidak mungkin jika terus dilaksanakan, hal ini akan menumbuhkan kedamaian dalam kehidupan yang beragam.

Jadi marilah kembangkan toleransi antar umat beragama demi terwujudnya kedamaian yang menjadi impian kita bersama. Hargailah setiap perbedaan yang ada karena dari perbedaan tersebutlah kita akan menemukan berbagi warna-warni kehidupan yang berbeda. [T]

  • Oleh : Komang Tria Hartawati (Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya 2019)
Tags: toleransi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah Penjaja Cinta dan Kesehatannya

Next Post

Nyanyian Sunyi Jro Adit

Komang Tria Hartawati

Komang Tria Hartawati

Related Posts

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
0
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

Read moreDetails

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

Read moreDetails

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

by Chusmeru
October 28, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

Read moreDetails

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

by Angga Wijaya
October 27, 2026
0
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

Read moreDetails

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
0
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

Read moreDetails

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails
Next Post
Nyanyian Sunyi Jro Adit

Nyanyian Sunyi Jro Adit

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan
Khas

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Melancaran ke Desa Les: Melihat Les dari Sisi yang Lain
Liputan Khusus

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...

by Jaswanto
October 29, 2026
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen
Panggung

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara
Pameran

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) 2026 resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Neka Art Museum (NAM), Ubud,...

by Nyoman Budarsana
October 28, 2026
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya
Panggung

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

by tatkala
October 28, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

by Chusmeru
October 28, 2026
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen
Tualang

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji
Liputan Khusus

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...

by Jaswanto
October 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co