12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sirik dan Benci, Mungkin Tanda-tanda ODGJ

Dian Suryantini by Dian Suryantini
November 19, 2019
in Esai
Sirik dan Benci, Mungkin Tanda-tanda ODGJ

Ilustrasi: Cotek

Sifat sirik dan benci mutlak dimiliki oleh setiap manusia termasuk saya. Saya pernah sirik dengan seseorang karena dia bisa melakukan hal yang tidak bisa saya lakukan. Tapi itu tidak membuat saya menyerah, namun membuat saya berpikir bagaimana caranya agar saya mampu melakukan hal seperti dia meskipun belum berhasil hingga detik ini.

Kalau masalah benci ya relatif. Kalau benci dengan hal yang benar-benar tidak bisa dimaafkan maka lakukan saja sewajarnya. Tapi jika benci tanpa sebab dan tiba-tiba berubah sikap terhadap seseorang itu merupakan hal yang sangat luar biasa. Luar biasa aneh maksudnya. Ya namanya juga manusia, sirik dan benci adalah hak semua insan di dunia. Asal jangan berlebihan.

Seseorang yang sirik dan benci terhadap orang lain biasanya cenderung menjauh. Menjaga jarak antara dirinya dengan orang itu serta orang-orang dilingkaran orang-orang yang dia benci. Kadangkala jika tak sengaja bertemu dia akan berusaha bersikap biasa meskipun batinnya tertekan dan meronta. Bukan sok tau atau berusaha meramal. Tapi itu terpancar dari pandangan matamu, Sayang. Hahaha.

Semakin berusaha menghindar dari kenyataan maka semakin tersiksalah hati itu. Tolong kondisikan diri. Jangan hanya menjaga perasaan orang lain. Tapi jagalah hatimu sendiri supaya tidak sakit hati. Selain itu, seseorang yang telah memendam rasa benci terhadap orang lain juga selalu merasa dirinya adalah korban. Semua yang dia lakukan dimasa lalu dianggapnya sebuah hal yang memposisikan dirinya selalu benar sehingga hal yang dituturkan kepada orang lain memicu rasa iba pada dirinya. Betapa menyedihkannya dia. Sungguh memprihatinkan.

Hal yang paling parah yang dilakukan seseorang yang memiliki rasa yang maha dahsyat itu (sirik dan benci) adalah menceritakan hal-hal yang dia lihat dari orang yang dia benci kepada orang lain, dan membuat orang lain percaya bahwa orang yang dia benci itu benar-benar pantas untuk dibenci. Sungguh sayang beribu sayang, Tuhan menciptakan otak dan mulutnya hanya untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Mencari sekutu agar terlihat benar dimata orang lain.

Dia sendiri sudah memprihatinkan. Tapi yang lebih memprihatinkan lagi adalah orang yang percaya dengan cerita orang itu dan ikut membeci seseorang yang sama tanpa tahu kebenarannya dari yang bersangkutan. Oh God, betapa bodohnya. Sudah bodoh, percaya dengan hal bodoh. Jadinya…?? Silahkan bayangkan sendiri wahai pembaca yang budiman!

Terkadang pula orang dengan hati yang benci bersikap aneh jika ia berhadapan langsung dengan orang yang dia benci. Ketika berkumpul bersama dengan orang dia benci ia pun ingin disapa lebih dulu atau menyapa lebih dulu dengan terpaksa dan raut wajah tertekuk.  Misalnya, tak ada kecoa tak ada kodok, tiba-tiba melontarkan sindiran. Dengan nada dan permainan mata yang sangat kentara. Bermaksud agar yang disindir sakit hati dan marah di hadapannya. Dan ia pun terlihat seperti korban (lagi). Lebih-lebih melakukan bisik-bisik tetangga dengan suara yang keras. Waras gak sih???

Dan, di jaman teknologi yang serba canggih ini, sosmed bermunculan dengan berbagai aplikasi. Biasanya, berdasarkan pengalaman saya, seseorang yang memiliki rasa benci yang sangat besar terhadap orang lain akan meluapkannya via sosmed. Entah itu Facebook, Intagram, Line atau Twitter.

Cuitan-cuitan yang dilontarkannya pun cenderung berisi sindiran yang memojokkan orang yang dibenci dan membenarkan dirinya sendiri. Sehingga netizen (mungkin) akan percaya dengan cerita-ceritanya. Namanya juga netizen. Kurang riset, taunya setengah, ngomongnya double, otaknya nol.

Saya sungguh prihatin dengan orang-orang yang demikian. Sering saya bergumam pada diri sendiri agar saya tak terpengaruh dan ikut-ikutan seperti dia. Tapi tak dapat saya pungkiri pula, orang-orang dengan sifat yang demikian banyak sekali bermunculan disekitar kita. Fenomena-fenomena seperti yang saya ceritakan di atas mungkin bisa disebut gejala OCD (Obsessive Compulsive Disorder) yang artinya gangguan mental yang menyebabkan seseorang merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang.

Bila tidak dilakukan, ia akan merasa cemas atau ketakukan. Gangguan ini bisa dialami oleh siapa saja. Seseorang dengan OCD terkadang sudah menyadari bahwa pikiran dan tindakannya tersebut berlebihan, tetapi tetap merasa harus melakukannya dan tidak dapat menghindariya. Singkatnya bisa dibilang “parno atau paraniod”. Kecemasan dan ketakutan terhadap sesuatu itu sangat mirip dengan yang saya ceritakan diatas.

Sesorang yang bencinya terlalu besar akan cenderung melakukan hal sama dan takut kehilangan sesuatu atau takut tak memiliki sesuatu. Maka dari itu dia melakukan semua hal terhadap orang yang dia benci secara berlebihan agar dia terlihat paling benar dan orang-orang akan berpihak padanya.

Sesorang dengan OCD ini bisa jadi akan mengarah pada gangguan mental yang lebih parah yakni ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) alias GILA! Jadi buat kalian yang meiliki sifat sirik dan benci secara berlebihan bersiaplah menuju ODGJ. [T]

Tags: gaya hidupODGJpergaulan
Share49TweetSendShareSend
Previous Post

Kematian Misterius di Rumah Sakit

Next Post

Membongkar Produk Budaya yang Menjadi Landasan Kekerasan

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Membongkar Produk Budaya yang Menjadi Landasan Kekerasan

Membongkar Produk Budaya yang Menjadi Landasan Kekerasan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co