23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

TETAS

Oka Rusmini by Oka Rusmini
September 29, 2019
in Esai
RIPUH

Edisi 30/9/19

KOPLAK terdiam. Matanya cekung dan dingin. Kopi yang biasanya terasa nikmat dinikmati di sore hari, kali ini terasa hambar dan tidak membuatnya merasa nyaman. Padahal dengan minum kopi sambil melinting rokok, adalah ritual yang paling disukai Koplak. Bahkan ketika terjadi di pagi hari, Koplak pun merasa selalu riang dan girang, seolah ada yang menunggunya.

Rutinitas kata orang-orang tidak mengasikkan. Rutinitas membuat jenuh. Rutinitas membosankan. Rutinitas itu ibarat hidangan yang disajikan istri di rumah dengan menu itu-itu saja. Bagi Koplak rutinitas itu asyik, membuatnya semangat. Bayangkan ketika terjaga dan bangun pagi Koplak selalu menuju ke dapur menjerang air, sambil menyeduh kopi, aroma kopi itu membuatnya terlena. Koplak tidak merasa rutinitas adalah kutukan.

 Yang membuat Koplak merasa rutinitas itu jadi paksaan adalah alat olah raga yang disediakan Kemitir di dekat dapur.

Ini namanya treadmill alat yang umumnya dipakai untuk berjalan, berlari atau mendaki namun tetap bertahan pada tempat yang sama. Jadi Bape tidak perlu keliling desa untuk menjaga kebugaran tubuh, Bape paham?” tanya Kemitir dengan sorot mata yang selalu tidak bisa ditentang. Koplak terdiam .

Treadmill? Alat itu bagi Koplak justru membuat paginya terasa tidak indah, masak Koplak disuruh berjalan-jalan dengan alat yang membuat Koplak merasa jenuh. Lihat alatnya saja Koplak sudah tidak suka, si Treadmill itu justru terasa menghambat Koplak.

Kalau mau olah raga, apa salahnya berolah raga di sekitar rumah saja. Mencabut pohon singkong. Menanam bunga-bunga untuk mebakti di Pelinggih. Mencabuti rumput, mengepel… Banyak sekali hal-hal yang bisa dilakukan Koplak untuk berkeringat. Ada-ada saja alat-alat yang dibawa Kemitir untuk mengubah hidup Koplak. Koplak kadang berpikir, bagaimana harus menjelaskan pada Kemitir, bahwa dirinya memiliki kehidupan sendiri. Memiliki keinginan-keinginan sendiri. Juga memiliki selera yang berbeda. Selera Koplak bak langit dan bumi dengan selera Kemitir.

Kemitir, Kemitir! Anak semata wayangnya yang cantik jelita. Harta karun Koplak. Koplak sering berpikir kok tidak ada selera Koplak di dalam tubuh Kemitir? Kenapa selera Kemitir  begitu berbeda, padahal Kemitir itu darah dagingnya. Dia ada karena Koplak ada. Kenapa Kemitir kok bisa menjelma jadi mahluk berbeda. Bahkan, kadang-kadang, sangat tidak dipahami Koplak.

Treadmill itu dipandang Koplak dengan diam, sambil berkali-kali menarik nafas. Apa asiknya berjalan-jalan di atas alat itu sambil memandang ke depan dengan pemandangan hanya itu-itu saja. Berkebun kan asik, atau kerja bakti. Dari mana Kemitir mendapatkan ide bahwa si Treadmill itu pasti bisa menjadi teman. Si Treadmill itu bisa membuatnya bahagia?

Anak muda dan kita itu memang selalu berbeda. Apalagi anak-anak sekarang.Hidup mereka akan sepi kalau tidak bawa telepon genggam. Aku pernah foto kopi di depan balai desa, ada anak muda duduk di samping sibuk dengan teleponnya, dia tidak tahu bahwa gilirannya sudah lewat empat orang, anak itu masih asik dengan teleponnya.

Kata tukang foto kopi, anak itu lebih ingt membawa telepon genggam dibanding tas sekolahnya. Sering sekali anak-anak meninggalkan tas sekolahnya hanya membawa telepon genggam. Itu generasi sekarang, Koplak. Kebutuhannya berbeda, impian mereka juga beda. Kita-kita ini hanya menunggu panggilanNya. Menunggu giliran, mungkin terasa seperti menunggu arisan ibu-ibu PKK,” suatu hari seorang teman menggambarkan kehidupan anak-anak masa kini dengan kehidupan masa-masa Koplak.

Koplak kembali memandang si Treadmill dengan pandangan ngelanyut. Koplak tahu diusia menjelang lima puluh ini Koplak memang memerlukan asupan khusus, setelsh seorang dokter internis dan pakar diabetes mendiagnosa Koplak bahwa dirinya saat ini terserang diabetes dan kolesterol.

Koplak terdiam, teringat ketika dia sampai terkencing-kencing merasa seluruh dadanya sakit dan dia kesulitan bernafas.

Koplak merasa disaat kritis seperti itulah memerlukan sentuhan Kemitir. Kata anak semata wayangnya itu Koplak terlalu banyak duduk. Kemitir itu ganasnya melebihi pecalang sepuluh orang.

“Kemitir sudah belikan Bape telepon bagus. Bape harus rajin bangun pagi, lalu jangan lupa minum air putih satu gelas. Lalu tarik nafas pelan-pelan. Buka jendela dan pintu lebar-lebar agar paru-paru bisa memiliki nafas yang lebih bebas. Lalu mulai berdiri  di treadmill. Atur sesuai dengan keperlukan, Bape. Bape tidak boleh bohong, aku akan mengecek setiap hari. Harus pakai video call, kalau Bape tidak tertib olah raga dan minum air putih yang banyak penyakit Bape tidak akan sembuh. Bape mengerti?”

Koplak terdiam. Suara Kemitir dan bunyi si Treadmill itu benar-benar menganggu Koplak. Kata Kemitir jalan-jalan di sekitar desa berbahaya.

Bagaimana kalau Bape dikejar anjing liar? Lalu digigit?” Kemitir ngotot Koplak harus mulai terlatih dengan teman baru si Treadmill.

Mulai hari ini berarti pagi Koplak tidak akan terasa nikmat lagi. Mana ada lah raga kok dipaksa? Kayak pemerintah saja buat undang-undang ini-itu semaunya, tidak minta pendapat main ketuk palu saja. Hasilnya, demo mahasiswa yang sedikit rusuh. Tapi nyatanya kalau pemerintah di demo, agak turun juga tensi ngototnya.

Koplak merengut, bagaimana caranya ya, mendemo Kemitir?! [T]

Tags: Oka Rusminirenungan
Share5TweetSendShareSend
Previous Post

Televisi, Riwayatmu Dulu

Next Post

September 30

Oka Rusmini

Oka Rusmini

Sastrawan & Jurnalis

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

September 30

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co