2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kukul Bulus

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
September 3, 2019
in Esai
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Jaman Kali adalah jaman kehancuran. Jaman kehancuran adalah perlindungan atas segala macam problema yang terjadi. Bingung kan? Ya wajar, saya juga bingung. Untuk mengentaskan kebingungan, ayo bertanya mengapa? Karena, jika ada sesuatu yang terjadi menyangkut berbagai macam hal yang buruk, maka alasan terjadinya adalah Kali Yuga atau jaman Kali.

“Nak suba Kali Yuga”

Dengan mengucapkan itu, maka seluruh masalah selesai. Itulah perlindungan. Banyak yang sudah merasa cukup dengan jawaban itu. Jadi jika terjadi apa-apa, jawabannya sudah tersedia, ialah Jaman Kali! Benarkah Bali sekarang ada di dalam Jaman Kali? Jika iya, lalu kita harus bagaimana? Mari kita baca kata-kata di bawah ini.

[…] pada Kali Yuga janganlah akar permasalahan dicari dan divonis datang di luar, tapi temukanlah di dalam. Apabila kelak Bali mengalami Kali Yuga seperti Majapahit, maka cari dan temukanlah sebab-sebabnya di dalam Bali itu sendiri [IBM. Dharma Palguna, Shastra Wangsa].

Yang dikatakan dalam kutipan Shastra Wangsa itu tidak sepenuhnya benar. Akar permasalahan tidak melulu dari dalam, karena bukan tidak mungkin juga datang dari luar. Akar dari luar itu seperti stimulus untuk menumbuhkan pohon di dalam yang nantinya bisa berbiak, berbunga, dan berbuah.

Dari luar atau dari dalam, keduanya sama-sama memungkinkan dan sama-sama mempengaruhi. Seperti sebuah lingkaran, sudah tidak jelas lagi dimana letak awal dan akhirnya. Jadi akar masalah bisa tumbuh dimana-mana. Akar itu sudah seperti Tuhan yang berada dimana-mana, meresap ke segala arah, dia ada tapi tidak kelihatan, dibakar tidak hangus, direndam tidak basah, dijemur tidak kering, dimakan tidak habis. Hebat sekali akar masalah itu!

Menemukan akar masalah, bisa menjadi langkah awal untuk menyelesaikannya. Jika akar masalah itu ada di luar, maka bisa disiasati dengan membuat benteng pertahanan. Benteng itu bisa terbuat dari tembok tinggi berupa aturan-aturan. Untuk membuat benteng yang bagus, diperlukan arsitek yang hebat, bahan yang kuat, dan undagi yang tidak kalah hebatnya. Jika sudah demikian, benteng akan kokoh dan sulit ditembus.

Tapi hati-hati, jangan sampai justru benteng itu pula yang nanti mengasingkan dan memenjarakan yang dibentenginya. Kalau dalam ilmu arsitektur Bali, sebuah tembok biasanya dibolongi di bagian tertentu. Gunanya adalah untuk mengalirkan air hujan, namanya Song Embahan. Si Empunya benteng, juga dibuatkan celah untuk keluar masuk, namanya Pamesuan, yang artinya tempat keluar. Tempat keluarpun tidak hanya satu, tapi beberapa. Jadi saat ada keadaan darurat, penghuni rumah bisa keluar tanpa diketahui.

Lalu bagaimana jika akar masalah itu ada di dalam tubuh penghuninya seperti yang dimaksudkan oleh Shastra Wangsa? Diagnosa seperti itu terdengar segar meski tidak sepenuhnya baru. Masalahnya kemudian adalah penanggulangan dari masalah itu. Seperti halnya penyakit, perlu ada obat yang diberikan bagi pesakitan agar sakitnya hilang, lenyap. Memang jika membaca salah satu teks usadha, ada semacam formula yang bisa diajukan untuk mengobati penyakit tanpa obat-obatan.

Teks itu berjudul Kaputusan Punggung Tiwas. Meskipun demikian, bukan berarti semua jenis penyakit dilebur tanpa menggunakan obat, karena pada beberapa bagian, teks tersebut juga menjelaskan tanaman-tanaman obat yang digunakan dalam pengobatan. Dalam kasus jaman Kali ini, barangkali dua jenis cara itu bisa juga ditempuh. Maksudnya, pengobatan dilakukan tanpa sarana dan dengan sarana. Apa bentuknya?

Aturan adalah sarana. Aturan penting, karena aturan adalah pengikat. Pengikat ini penting diadakan agar ada batas-batas yang tidak boleh dilewati. Aturan dalam hal ini adalah sasana, atau tata susila. Setelah pemahaman yang benar tentang aturan ini didapat, barulah jenjang melepaskan ikatan dapat dimulai. Tahapan ini pula yang dimaksud sebagai tanpa sarana.

Disebut tanpa sarana, karena sarana itu telah ditinggalkan. Meninggalkan bukan berarti tidak lagi menggunakan. Meninggalkan sarana, lebih mirip seperti meninggalkan buku-buku, lontar-lontar, karena isinya sudah betul-betul menubuh. Bagi orang yang sudah mencapai tingkat itu, keberadaan buku, lontar, awig-awig, banten, arca, gedung, pura, sudah tidak berpengaruh lagi. Wujud fisik tidak lagi mengikat. Tetapi, tingkatan itu tidaklah didapat dengan mudah oleh semua orang. Oleh sebab itu, pentingnya atau tidaknya keberadaan dan ketiadaan sarana sangatlah relatif.

Menjaga jarak di antara keduanya memang penting untuk terus-menerus diadakan dan dijaga konsitensinya. Sayangnya, menjaga jarak ini juga yang membuat penjaganya kesulitan untuk mengambil keputusan. Sebuah keputusan selalu dipandangnya bersisi dua, baik-buruk. Maka, orang-orang yang berada di jalan tengah bisa diajak untuk bertimbang pandang dan mempertimbangkan. Selanjutnya keputusan mestilah diambil oleh para ksatria.

Setelah keputusan diambil, tahap selanjutnya adalah penyikapan atas konsekuensi dari keputusan tadi. Maka, bagi Cangak, kinilah saatnya menggali sumur atau mencari sumber air baru demi keberlangsungan kehidupan para ikan. Jika tidak, akan semakin banyak korban jiwa berjatuhan di negara Telaga ini. Telaga ini tidak lagi luas dan dalam, justru sudah berubah menjadi kolam kecil yang dangkal. Konsekuensi dari kedangkalan, adalah kecipak air yang terdengar riuh. Bukankah jika air sudah riuh, itu artinya tidak dalam?

Gali dulu sumurnya, jadi nanti saat air sudah surut, kita tahu kemana harus berlindung. Jika hanya diam dan menunggu, wah…

Maka dari itu, saya pikir menyediakan kolam yang lebih besar adalah salah satu cara agar lebih banyak ikan yang selamat. Kalau bisa, buatlah kolam yang airnya mengalir bukan menggenang. Air yang hanya tergenang dan tidak mengalir, tidak bisa menjamin kesehatan para ikan. Airnya bisa jadi busuk. Apalagi, kolam yang sekarang ini kolam yang sempit. Kita sudah terlalu sesak di dalam sini. Seberapa kalipun air-air kolam ini diganti, tetap saja kolam ini sudah tidak layak huni.

Ini tentang jangka panjang! [T]

Tags: filsafatfilsafat balisastra
Share32TweetSendShareSend
Previous Post

Pada “Peta Kesehatan”, Di Manakah Posisi Anda?

Next Post

Śivamba – Catatan Harian Sugi Lanus

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Śivamba – Catatan Harian Sugi Lanus

Śivamba - Catatan Harian Sugi Lanus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co