13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pada “Peta Kesehatan”, Di Manakah Posisi Anda?

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
September 2, 2019
in Esai
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Seorang kawan, laki-laki 46 tahun, ditemukan meninggal di suatu pagi dalam apartemen oleh sopir pribadinya. Dokter memperkirakan, ia telah menghembuskan nafas terakhirnya sekitar jam sepuluh malam sebelumnya.

Kami semua kenal betul, ia lelaki sehat yang tak punya penyakit apapun sebelumnya. Tidak darah tinggi, diabetes, epilepsi atau infeksi. Menurut saudara terdekatnya ia pun sudah pernah check up di sebuah laboratorium klinik untuk deteksi dini. Ia pebisnis muda yang sedang bersinar terang, mungkin saja punya beban kerja yang cukup berat.

Pelajaran apa yang kita bisa ambil dari kasus ini? Kita sesungguhnya tak pernah betul-betul dapat mengenali diri sendiri, kendati telah melakukan hal-hal terbaik sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit. Realita ini menuntun kita kembali untuk memahami fenomena yang sedemikian unik. Kita seutuhnya hidup dalam pola statistik alam yang tak pernah absolut.

Sebagai contoh, jika seorang ibu hamil pengidap HIV (baca: Anak-anak Kita dan HIV), meski secara teoritis anak yang dilahirkannya akan tertular, namun bukan 100% hal ini akan terjadi. Atau, meski penyakit leukemia dikenal hampir mustahil sembuh (baca: Leukemia, Yang Belum Kalah), kita mendengar ada beberapa kasus yang dinyatakan sembuh, sel-sel kanker hilang secara total dalam deteksi pemeriksaan sumsum tulang. Namun demikian satu upaya akan tetap memberikan manfaat untuk kita, maka lakukanlah! (baca: Deteksi Dini, Jika Tak Dapat Dicegah Mari Ketahui Lebih Awal). 

Jika bicara tentang penyakit-penyakit metabolik, maka berbagai komplikasi yang serius dan mematikan dapat kita cegah secara signifikan. Penyakit metabolik adalah sekelompok masalah medis yang meliputi penyakit diabetes, darah tinggi dan gangguan kolesterol yang kalau dibiarkan akan dapat bermuara pada komplikasi organ-organ vital yang berakibat fatal. Yaitu stroke jika terjadi pada otak, serangan jantung dan gagal ginjal.

Ketiga komplikasi ini sudah begitu dekat dengan Sang Pencipta dan air mata keluarga. Bersyukur untuk yang gagal ginjal masih ada solusi untuk cuci darah (dialisis) atau transplantasi ginjal yang punya prrospek sangat bagus. Menjadi hal yang sulit jika kita sudah berada pada area diagnosis penyakit-penyakit metabolik ini, apalagi kalau sudah sampai pada “stasiun akhir” komplikasinya. Oleh karenanya, kita perlu menyadari, pada area mana dalam “peta kesehatan” kita berada?

Peta kesehatan adalah satu istilah yang sengaja saya buat untuk memudahkan kita semua dalam memahami apa yang disebut penyakit metabolik dan upaya pencegahannya. Seperti cerita di atas, stroke, serangan jantung dan gagal ginjal, bukanlah peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Ia butuh proses perjalanan penyakit (patologi) yang cukup lama, di mana kita dapat menghentikannya sebelum stasiun akhir. Ada empat area dalam peta kesehatan yaitu populasi sehat, populasi dengan faktor risiko, populasi sakit dan papulasi yang sudah dengan komplikasi.

Populasi sehat adalah kita yang tak punya riwayat penyakit diabetes, darah tinggi dan gangguan kolesterol. Juga tak punya faktor risiko seperti faktor genetik penyakit serupa dalam keluarga, merokok, kegemukan, usia di atas 40 tahun, beban mental berlebih dan pola hidup sedentary (kurang gerak). Kesimpulan ini pun harus dilengkapi dengan pemeriksaan general check up, terutama pemeriksaan gula darah, kolesterol dan tes stres jantung atau treadmil. Pada keadaan ini, kita tak butuh pengobatan apapun, cukup diet yang seimbang dan olah raga teratur. General check up tetap disarankan minimal sekali setahun.

Saat kita berada pada area kedua, populasi dengan satu atau lebih faktor risiko seperti disebutkan di atas, maka selain diet dan olah raga, kita perlu lebih sering check up . Sebagai contoh, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sebaiknya dikerjakan setiap bulan atau cek kolesterol darah selambatnya tiap enam bulan. Upaya ini akan dapat mendeteksi secara lebih dini jika pada akhirnya kita bersua dengan penyakit-penyakit metabolik itu. Terapi yang optimal pada area ini tak hanya dapat mencegah komplikasi, namun kita punya peluang dapat kembali pada keadaan sehat tanpa pengobatan atau setidaknya bertahan hanya pada keadaan dengan faktor risiko saja. 

 Jika kita telah didiagnosis mengidap salah satu atau lebih dari penyakit-penyakit ini,  diabetes, darah tinggi atau kolesterol maka tak ada pilihan selain harus berobat rutin, bahkan bisa seumur hidup disamping diet dan olah raga. Ini penting untuk mencegah berbagai komplikasi yang fatal. Pada area inilah ujian paling besar harus dilalui pasien karena harus berobat seumur hidup.

Salah pengertian sering terjadi pada tahap ini. Seringkali mereka menghentikan pengobatan karena rasa jemu atau percaya dengan anggapan orang bahwa berobat terus-menerus dapat merusak ginjal. Padahal sebaliknya pengobatan rutin inilah yang dapat mencegah stroke, serangan jantung atau gagal ginjal. Memang betul ada obat-obat yang pemakaiannya dalam jangka panjang dapat merusak ginjal yaitu sebagian besar obat-obat rematik atau antibiotika tertentu.

 Meski sudah berusaha maksimal, sedikit komplikasi tetap saja terjadi. Namun jauh lebih banyak komplikasi fatal terjadi pada populasi yang tak optimal melakukan upaya pengobatan. Saat pasien sudah mengalami komplikasi maka makin banyak prosedur terapi yang harus dijalaninya.

Selain diet, gerak badan dan obat-obatan, pasien harus menjalani fisioterapi karena stroke atau cuci darah lantaran gagal ginjal. Tak cuma prosedur terapi medis yang mesti lebih banyak, mereka juga dapat mengalami kecacatan bahkan kematian. Lalu kehilangan potensi ekonomi dan sebaliknya biaya pengobatan yang menjadi lebih besar.

Ayo ukur, di area mana posisi kita pada peta kesehatan ini, sikapi dengan baik agar kita tetap sehat! [T]

Tags: dokterkesehatanpenyakit
Share150TweetSendShareSend
Previous Post

Saya Seorang Nasionalis yang Pahit

Next Post

Kukul Bulus

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Kukul Bulus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co