14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pada “Peta Kesehatan”, Di Manakah Posisi Anda?

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
September 2, 2019
in Esai
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Seorang kawan, laki-laki 46 tahun, ditemukan meninggal di suatu pagi dalam apartemen oleh sopir pribadinya. Dokter memperkirakan, ia telah menghembuskan nafas terakhirnya sekitar jam sepuluh malam sebelumnya.

Kami semua kenal betul, ia lelaki sehat yang tak punya penyakit apapun sebelumnya. Tidak darah tinggi, diabetes, epilepsi atau infeksi. Menurut saudara terdekatnya ia pun sudah pernah check up di sebuah laboratorium klinik untuk deteksi dini. Ia pebisnis muda yang sedang bersinar terang, mungkin saja punya beban kerja yang cukup berat.

Pelajaran apa yang kita bisa ambil dari kasus ini? Kita sesungguhnya tak pernah betul-betul dapat mengenali diri sendiri, kendati telah melakukan hal-hal terbaik sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit. Realita ini menuntun kita kembali untuk memahami fenomena yang sedemikian unik. Kita seutuhnya hidup dalam pola statistik alam yang tak pernah absolut.

Sebagai contoh, jika seorang ibu hamil pengidap HIV (baca: Anak-anak Kita dan HIV), meski secara teoritis anak yang dilahirkannya akan tertular, namun bukan 100% hal ini akan terjadi. Atau, meski penyakit leukemia dikenal hampir mustahil sembuh (baca: Leukemia, Yang Belum Kalah), kita mendengar ada beberapa kasus yang dinyatakan sembuh, sel-sel kanker hilang secara total dalam deteksi pemeriksaan sumsum tulang. Namun demikian satu upaya akan tetap memberikan manfaat untuk kita, maka lakukanlah! (baca: Deteksi Dini, Jika Tak Dapat Dicegah Mari Ketahui Lebih Awal). 

Jika bicara tentang penyakit-penyakit metabolik, maka berbagai komplikasi yang serius dan mematikan dapat kita cegah secara signifikan. Penyakit metabolik adalah sekelompok masalah medis yang meliputi penyakit diabetes, darah tinggi dan gangguan kolesterol yang kalau dibiarkan akan dapat bermuara pada komplikasi organ-organ vital yang berakibat fatal. Yaitu stroke jika terjadi pada otak, serangan jantung dan gagal ginjal.

Ketiga komplikasi ini sudah begitu dekat dengan Sang Pencipta dan air mata keluarga. Bersyukur untuk yang gagal ginjal masih ada solusi untuk cuci darah (dialisis) atau transplantasi ginjal yang punya prrospek sangat bagus. Menjadi hal yang sulit jika kita sudah berada pada area diagnosis penyakit-penyakit metabolik ini, apalagi kalau sudah sampai pada “stasiun akhir” komplikasinya. Oleh karenanya, kita perlu menyadari, pada area mana dalam “peta kesehatan” kita berada?

Peta kesehatan adalah satu istilah yang sengaja saya buat untuk memudahkan kita semua dalam memahami apa yang disebut penyakit metabolik dan upaya pencegahannya. Seperti cerita di atas, stroke, serangan jantung dan gagal ginjal, bukanlah peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Ia butuh proses perjalanan penyakit (patologi) yang cukup lama, di mana kita dapat menghentikannya sebelum stasiun akhir. Ada empat area dalam peta kesehatan yaitu populasi sehat, populasi dengan faktor risiko, populasi sakit dan papulasi yang sudah dengan komplikasi.

Populasi sehat adalah kita yang tak punya riwayat penyakit diabetes, darah tinggi dan gangguan kolesterol. Juga tak punya faktor risiko seperti faktor genetik penyakit serupa dalam keluarga, merokok, kegemukan, usia di atas 40 tahun, beban mental berlebih dan pola hidup sedentary (kurang gerak). Kesimpulan ini pun harus dilengkapi dengan pemeriksaan general check up, terutama pemeriksaan gula darah, kolesterol dan tes stres jantung atau treadmil. Pada keadaan ini, kita tak butuh pengobatan apapun, cukup diet yang seimbang dan olah raga teratur. General check up tetap disarankan minimal sekali setahun.

Saat kita berada pada area kedua, populasi dengan satu atau lebih faktor risiko seperti disebutkan di atas, maka selain diet dan olah raga, kita perlu lebih sering check up . Sebagai contoh, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sebaiknya dikerjakan setiap bulan atau cek kolesterol darah selambatnya tiap enam bulan. Upaya ini akan dapat mendeteksi secara lebih dini jika pada akhirnya kita bersua dengan penyakit-penyakit metabolik itu. Terapi yang optimal pada area ini tak hanya dapat mencegah komplikasi, namun kita punya peluang dapat kembali pada keadaan sehat tanpa pengobatan atau setidaknya bertahan hanya pada keadaan dengan faktor risiko saja. 

 Jika kita telah didiagnosis mengidap salah satu atau lebih dari penyakit-penyakit ini,  diabetes, darah tinggi atau kolesterol maka tak ada pilihan selain harus berobat rutin, bahkan bisa seumur hidup disamping diet dan olah raga. Ini penting untuk mencegah berbagai komplikasi yang fatal. Pada area inilah ujian paling besar harus dilalui pasien karena harus berobat seumur hidup.

Salah pengertian sering terjadi pada tahap ini. Seringkali mereka menghentikan pengobatan karena rasa jemu atau percaya dengan anggapan orang bahwa berobat terus-menerus dapat merusak ginjal. Padahal sebaliknya pengobatan rutin inilah yang dapat mencegah stroke, serangan jantung atau gagal ginjal. Memang betul ada obat-obat yang pemakaiannya dalam jangka panjang dapat merusak ginjal yaitu sebagian besar obat-obat rematik atau antibiotika tertentu.

 Meski sudah berusaha maksimal, sedikit komplikasi tetap saja terjadi. Namun jauh lebih banyak komplikasi fatal terjadi pada populasi yang tak optimal melakukan upaya pengobatan. Saat pasien sudah mengalami komplikasi maka makin banyak prosedur terapi yang harus dijalaninya.

Selain diet, gerak badan dan obat-obatan, pasien harus menjalani fisioterapi karena stroke atau cuci darah lantaran gagal ginjal. Tak cuma prosedur terapi medis yang mesti lebih banyak, mereka juga dapat mengalami kecacatan bahkan kematian. Lalu kehilangan potensi ekonomi dan sebaliknya biaya pengobatan yang menjadi lebih besar.

Ayo ukur, di area mana posisi kita pada peta kesehatan ini, sikapi dengan baik agar kita tetap sehat! [T]

Tags: dokterkesehatanpenyakit
Share150TweetSendShareSend
Previous Post

Saya Seorang Nasionalis yang Pahit

Next Post

Kukul Bulus

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Kukul Bulus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co