24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pada “Peta Kesehatan”, Di Manakah Posisi Anda?

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
September 2, 2019
in Esai
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Seorang kawan, laki-laki 46 tahun, ditemukan meninggal di suatu pagi dalam apartemen oleh sopir pribadinya. Dokter memperkirakan, ia telah menghembuskan nafas terakhirnya sekitar jam sepuluh malam sebelumnya.

Kami semua kenal betul, ia lelaki sehat yang tak punya penyakit apapun sebelumnya. Tidak darah tinggi, diabetes, epilepsi atau infeksi. Menurut saudara terdekatnya ia pun sudah pernah check up di sebuah laboratorium klinik untuk deteksi dini. Ia pebisnis muda yang sedang bersinar terang, mungkin saja punya beban kerja yang cukup berat.

Pelajaran apa yang kita bisa ambil dari kasus ini? Kita sesungguhnya tak pernah betul-betul dapat mengenali diri sendiri, kendati telah melakukan hal-hal terbaik sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit. Realita ini menuntun kita kembali untuk memahami fenomena yang sedemikian unik. Kita seutuhnya hidup dalam pola statistik alam yang tak pernah absolut.

Sebagai contoh, jika seorang ibu hamil pengidap HIV (baca: Anak-anak Kita dan HIV), meski secara teoritis anak yang dilahirkannya akan tertular, namun bukan 100% hal ini akan terjadi. Atau, meski penyakit leukemia dikenal hampir mustahil sembuh (baca: Leukemia, Yang Belum Kalah), kita mendengar ada beberapa kasus yang dinyatakan sembuh, sel-sel kanker hilang secara total dalam deteksi pemeriksaan sumsum tulang. Namun demikian satu upaya akan tetap memberikan manfaat untuk kita, maka lakukanlah! (baca: Deteksi Dini, Jika Tak Dapat Dicegah Mari Ketahui Lebih Awal). 

Jika bicara tentang penyakit-penyakit metabolik, maka berbagai komplikasi yang serius dan mematikan dapat kita cegah secara signifikan. Penyakit metabolik adalah sekelompok masalah medis yang meliputi penyakit diabetes, darah tinggi dan gangguan kolesterol yang kalau dibiarkan akan dapat bermuara pada komplikasi organ-organ vital yang berakibat fatal. Yaitu stroke jika terjadi pada otak, serangan jantung dan gagal ginjal.

Ketiga komplikasi ini sudah begitu dekat dengan Sang Pencipta dan air mata keluarga. Bersyukur untuk yang gagal ginjal masih ada solusi untuk cuci darah (dialisis) atau transplantasi ginjal yang punya prrospek sangat bagus. Menjadi hal yang sulit jika kita sudah berada pada area diagnosis penyakit-penyakit metabolik ini, apalagi kalau sudah sampai pada “stasiun akhir” komplikasinya. Oleh karenanya, kita perlu menyadari, pada area mana dalam “peta kesehatan” kita berada?

Peta kesehatan adalah satu istilah yang sengaja saya buat untuk memudahkan kita semua dalam memahami apa yang disebut penyakit metabolik dan upaya pencegahannya. Seperti cerita di atas, stroke, serangan jantung dan gagal ginjal, bukanlah peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Ia butuh proses perjalanan penyakit (patologi) yang cukup lama, di mana kita dapat menghentikannya sebelum stasiun akhir. Ada empat area dalam peta kesehatan yaitu populasi sehat, populasi dengan faktor risiko, populasi sakit dan papulasi yang sudah dengan komplikasi.

Populasi sehat adalah kita yang tak punya riwayat penyakit diabetes, darah tinggi dan gangguan kolesterol. Juga tak punya faktor risiko seperti faktor genetik penyakit serupa dalam keluarga, merokok, kegemukan, usia di atas 40 tahun, beban mental berlebih dan pola hidup sedentary (kurang gerak). Kesimpulan ini pun harus dilengkapi dengan pemeriksaan general check up, terutama pemeriksaan gula darah, kolesterol dan tes stres jantung atau treadmil. Pada keadaan ini, kita tak butuh pengobatan apapun, cukup diet yang seimbang dan olah raga teratur. General check up tetap disarankan minimal sekali setahun.

Saat kita berada pada area kedua, populasi dengan satu atau lebih faktor risiko seperti disebutkan di atas, maka selain diet dan olah raga, kita perlu lebih sering check up . Sebagai contoh, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sebaiknya dikerjakan setiap bulan atau cek kolesterol darah selambatnya tiap enam bulan. Upaya ini akan dapat mendeteksi secara lebih dini jika pada akhirnya kita bersua dengan penyakit-penyakit metabolik itu. Terapi yang optimal pada area ini tak hanya dapat mencegah komplikasi, namun kita punya peluang dapat kembali pada keadaan sehat tanpa pengobatan atau setidaknya bertahan hanya pada keadaan dengan faktor risiko saja. 

 Jika kita telah didiagnosis mengidap salah satu atau lebih dari penyakit-penyakit ini,  diabetes, darah tinggi atau kolesterol maka tak ada pilihan selain harus berobat rutin, bahkan bisa seumur hidup disamping diet dan olah raga. Ini penting untuk mencegah berbagai komplikasi yang fatal. Pada area inilah ujian paling besar harus dilalui pasien karena harus berobat seumur hidup.

Salah pengertian sering terjadi pada tahap ini. Seringkali mereka menghentikan pengobatan karena rasa jemu atau percaya dengan anggapan orang bahwa berobat terus-menerus dapat merusak ginjal. Padahal sebaliknya pengobatan rutin inilah yang dapat mencegah stroke, serangan jantung atau gagal ginjal. Memang betul ada obat-obat yang pemakaiannya dalam jangka panjang dapat merusak ginjal yaitu sebagian besar obat-obat rematik atau antibiotika tertentu.

 Meski sudah berusaha maksimal, sedikit komplikasi tetap saja terjadi. Namun jauh lebih banyak komplikasi fatal terjadi pada populasi yang tak optimal melakukan upaya pengobatan. Saat pasien sudah mengalami komplikasi maka makin banyak prosedur terapi yang harus dijalaninya.

Selain diet, gerak badan dan obat-obatan, pasien harus menjalani fisioterapi karena stroke atau cuci darah lantaran gagal ginjal. Tak cuma prosedur terapi medis yang mesti lebih banyak, mereka juga dapat mengalami kecacatan bahkan kematian. Lalu kehilangan potensi ekonomi dan sebaliknya biaya pengobatan yang menjadi lebih besar.

Ayo ukur, di area mana posisi kita pada peta kesehatan ini, sikapi dengan baik agar kita tetap sehat! [T]

Tags: dokterkesehatanpenyakit
Share150TweetSendShareSend
Previous Post

Saya Seorang Nasionalis yang Pahit

Next Post

Kukul Bulus

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Kukul Bulus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co