23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Festival Panen “Ki’lomaan” di Taiwan Timur – Kepulangan dan Kebangkitan Budaya Amis

Selvi Agnesia by Selvi Agnesia
July 26, 2019
in Tualang
Festival Panen “Ki’lomaan” di Taiwan Timur – Kepulangan dan Kebangkitan Budaya Amis

Ritual festival panen tahunan yang disebut “Ki’lomaan" di Taiwan Timur. [Foto: Ratu Selvi Agnesia]

Lapangan besar di Desa Atolan, Donghe, Taitung, diisi lingkaran besar manusia. Saya terpukau menyaksikan hampir seluruh masyarakat Suku Amis menari dan menyanyi bersamaan. Mereka melakukan gerakan langkah kaki dan senandung nyanyian yang dilakukan sama persis satu sama lain, juga terus dilakukan berulang-ulang bersama tangan yang saling bergandengan.

Malikuda adalah sebutan tarian yang dilakukan bersamaan semua golongan. Berawal dari lingkaran kecil golongan tua di Suku Amis hingga golongan yang paling muda. Mereka membawakan  tarian dan nyanyian yang saling sambung menyambung membentuk lingkaran spiral yang terus membesar menjadi energi kebersamaan.  

Itulah sekilas pemandangan ritual festival panen tahunan yang disebut  “Ki’lomaan”. Dalam bahasa Amis, Ki’lomaan bermakna “Rumah”. Ritual tersebut berlangsung selama tiga hari pada 15-17 Juli 2019 di Desa Atolan, Donghe, Taitung, Taiwan Timur.

Menurut data arsip dari Digital Museum of Taiwan Indigineous People, Suku Amis adalah kelompok etnis terbesar di antara penduduk asli Taiwan. Dalam bahasa Amis, kata Amis berarti utara (manusia dari utara) untuk menyebutkan leluhur mereka yang berasal dari utara.  Dari 16 suku asli (aboriginal) yang diakui di Taiwan, lebih dari 37 % mayoritas suku asli Taiwan ditempati oleh Suku Amis sebagai jumlah terbesar di antara suku lain.

Suku Amis telah mengembangkan berbagai langkah dan lagu tarian yang terlihat sederhana namun sebenarnya mengandung berbagai simbol makna budaya. Dalam pertunjukan musik polifonik Amis, menari dan menyanyi selalu digabungkan bersama dan memiliki implikasi ritual, juga sebagai fungsi pelatihan fisik untuk membangun solidaritas. Langkah-langkah tarian mereka sebagian besar terkait dengan tanah, perempuan, pertanian, memancing, dan berburu.

Saya tertarik mengenal Suku Amis lebih jauh saat berbincang dengan Alik Nikar, salah seorang antropolog dan dosen dari National Taiwan University. Kami bertemu dan berbincang di rumah Mbak Mini, salah seorang Pekerja Migran Indonesia asal Indramayu yang membantu memasak selama festival untuk kelompok remaja suku Amis.

Alik telah meneliti masyarakat Amis lebih dari belasan tahun, begitu intimnya dia terlibat bersama masyarakat hingga diberikan nama dalam bahasa Amis.

Dalam ritual festival panen tahunan suku Amis sebagai bagian penelitian disertasinya. Menurut Alik, hal paling menarik dari ritual tersebut adalah sistem hirarki  dan pengaturan usia.

Di suku Amis terdapat organisasi yang mengatur hirarki usia untuk memimpin aktivitas komunitas tradisional suku Amis dipimpin oleh Kakita’an sebagai kepala suku. Dalam organisasi usia ini, para tetua diberkahi dengan kekuatan politik oleh masyarakat. Dapat dikatakan bahwa Amis adalah masyarakat yang menghormati tetua.

Ketika seorang anak mencapai usia delapan hingga dua belas tahun, mereka terdaftar dalam kelompok pertama di organisasi yang mengatur usia. Setiap kelompok usia juga mempunyai nama dari yang termuda hingga yang tertua.


[Foto: Ratu Selvi Agnesia]

Tiga sistem penamaan dasar ini mengacu pada nama warisan, nama kreatif yang dibuat oleh kelompok masing-masing, dan campuran dari kedua nama ini.  Seperti beberapa nama kelompok yang pentas pada festival ini, antara lain Ladatong, Laliwiy, Lacingsi, Lakanca, Lakayakay, Lakangcin dan Kaying.  Selain menari bersama, setiap kelompok  juga membawakan tarian masing-masing berdasarkan koreografi kelompoknya untuk para tetua, disaksikan masyarakat sekitar juga turis asing.

Dengan kata lain, Ki’lomaan sebagai Festival Panen tahunan menjadi salah  satu  wadah untuk mengamati seberapa ketat organisasi yang mengatur usia. Setiap kelompok dengan kostum-kostum yang mencolok ini juga turut menari dan menyanyi untuk menghibur dan menghormati para tetua. Melalui sistem usia inilah, budaya Amis dapat terus diwariskan, sekaligus mereka terbuka dengan suku lain yang menikah dengan orang Amis untuk masuk organisasi usia tersebut. Di luar acara Kilo’maan, anggota dalam kelompok atau satu generasi usia yang sama adalah teman baik yang saling membantu dan menolong.

Migrasi, Kepulangan dan Kebangkitan Budaya

Penyebaran migrasi dan geografis Suku Amis menyebar ke hampir seluruh wilayah Taiwan. Oleh sebab itu, di setiap pertengahan tahun inilah acara Kilo’maan berlangsung di berbagai wilayah.

Suku Amis menjadi salah satu perwakilan dari masyarakat asli Taiwan dalam simbol bentuk artistik menari dan menyanyi. Banyak tujuan wisata di perkampungan suku asli Taiwan menawarkan tarian dan nyanyian Amis sebagai atraksi mereka. Lebih lanjut, di balik atraksi  tarian dan nyanyian tradisional yang dilakukan secara serempak tersebut mengandung simbol identitas, solidaritas, penghormatan pada tetua dan kebersamaan.

Fungsi tarian dan nyanyian tersebut untuk mengikatkan kembali silaturahmi dan menghidupkan desa yang sudah satu tahun mereka tinggalkan.

“Setiap tahun, acara ini seperti memanggil kembali orang-orang Amis yang merantau ke kota besar” ucap Suming, salah seorang musisi yang berasal dari Suku Amis yang turut menggagas Amis Music Festival.

Suming menceritakan bahwa banyak anak-anak dari Suku Amis yang merantau ke kota-kota besar untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja.


[Foto: Ratu Selvi Agnesia]

Pada saat ini, migrasi suku Amis disebabkan oleh alasan ekonomi, namun sejarah migrasi suku Amis disebabkan banyak faktor dan berlangsung sejak lama. Dimulai dari konflik domestik dan ancaman antar suku, perpindahan sejumlah imigran China ke daerah Hualien dan Taitung, hingga tahun 1960-a ketika perkembangan industri perikanan meningkat, banyak dari pelaut Amis yang meninggalkan jaring nelayan dan bekerja di lokasi konstruksi atau pembangunan.

Seperti suku asli Taiwan lainnya, suku Amis memiliki sistem pemerintahan berskala kecil tetapi mandiri. Saat ini, sistem tersebut telah berintegrasi dengan sistem politik yang lebih besar. Terutama setelah masuknya imigran dan pemerintahan Kuomintang, Tiongkok yang pernah berkuasa dan bersikaf represif. Akibatnya, keberadaan suku-suku asli Taiwan semakin tersingkir dan menderita “Stigma Identitas”.

Selain gerakan-gerakan politik dan sosial yang saat ini semakin marak dilakukan, banyak seniman Amis yang menjadi lebih aktif dan ingin mengekspresikan diri mereka setelah ditekan begitu lama. Energi budaya yang dihasilkan oleh seniman Amis, bersama dengan penyebaran gerakan sosial dan politik, telah membawa efek signifikan, terutama yang berkaitan dengan identitas budaya.

Semakin banyak orang Amis telah memutuskan untuk mengganti nama Cina mereka dengan nama Amis dalam beberapa tahun terakhir. Mereka juga mulai berani menunjukan identitas mereka dalam bentuk pertunjukan tarian, nyanyian, menggiatkan kembali bahasa Amis, kuliner khas suku Amis, juga memulihkan sistem pengaturan usia.

Seluruh elemen budaya Amis dapat terlihat jelas di Ki’lomaan. Oleh sebab itu, setiap tahun, masyarakat suku Amis yang merantau ke berbagai kota besar kembali ke kampungnya untuk merayakan Festival Panen Tahunan “Ki’lomaan” sebagai simbol kebangkitan identitas budaya. [T]

Tags: festivalfestival panenritualTaitungtaiwanTaiwan Timur
Share24TweetSendShareSend
Previous Post

Anak-anak Kita & HIV

Next Post

Pameran Lukisan “@rtquarelle” dari Seniman Cat Air Lintas Negara di Nusa Dua

Selvi Agnesia

Selvi Agnesia

Penulis seni budaya bermukim di Yogyakarta

Related Posts

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails
Next Post
Pameran Lukisan “@rtquarelle” dari Seniman Cat Air Lintas Negara di Nusa Dua

Pameran Lukisan “@rtquarelle” dari Seniman Cat Air Lintas Negara di Nusa Dua

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co