24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Festival Panen “Ki’lomaan” di Taiwan Timur – Kepulangan dan Kebangkitan Budaya Amis

Selvi Agnesia by Selvi Agnesia
July 26, 2019
in Tualang
Festival Panen “Ki’lomaan” di Taiwan Timur – Kepulangan dan Kebangkitan Budaya Amis

Ritual festival panen tahunan yang disebut “Ki’lomaan" di Taiwan Timur. [Foto: Ratu Selvi Agnesia]

Lapangan besar di Desa Atolan, Donghe, Taitung, diisi lingkaran besar manusia. Saya terpukau menyaksikan hampir seluruh masyarakat Suku Amis menari dan menyanyi bersamaan. Mereka melakukan gerakan langkah kaki dan senandung nyanyian yang dilakukan sama persis satu sama lain, juga terus dilakukan berulang-ulang bersama tangan yang saling bergandengan.

Malikuda adalah sebutan tarian yang dilakukan bersamaan semua golongan. Berawal dari lingkaran kecil golongan tua di Suku Amis hingga golongan yang paling muda. Mereka membawakan  tarian dan nyanyian yang saling sambung menyambung membentuk lingkaran spiral yang terus membesar menjadi energi kebersamaan.  

Itulah sekilas pemandangan ritual festival panen tahunan yang disebut  “Ki’lomaan”. Dalam bahasa Amis, Ki’lomaan bermakna “Rumah”. Ritual tersebut berlangsung selama tiga hari pada 15-17 Juli 2019 di Desa Atolan, Donghe, Taitung, Taiwan Timur.

Menurut data arsip dari Digital Museum of Taiwan Indigineous People, Suku Amis adalah kelompok etnis terbesar di antara penduduk asli Taiwan. Dalam bahasa Amis, kata Amis berarti utara (manusia dari utara) untuk menyebutkan leluhur mereka yang berasal dari utara.  Dari 16 suku asli (aboriginal) yang diakui di Taiwan, lebih dari 37 % mayoritas suku asli Taiwan ditempati oleh Suku Amis sebagai jumlah terbesar di antara suku lain.

Suku Amis telah mengembangkan berbagai langkah dan lagu tarian yang terlihat sederhana namun sebenarnya mengandung berbagai simbol makna budaya. Dalam pertunjukan musik polifonik Amis, menari dan menyanyi selalu digabungkan bersama dan memiliki implikasi ritual, juga sebagai fungsi pelatihan fisik untuk membangun solidaritas. Langkah-langkah tarian mereka sebagian besar terkait dengan tanah, perempuan, pertanian, memancing, dan berburu.

Saya tertarik mengenal Suku Amis lebih jauh saat berbincang dengan Alik Nikar, salah seorang antropolog dan dosen dari National Taiwan University. Kami bertemu dan berbincang di rumah Mbak Mini, salah seorang Pekerja Migran Indonesia asal Indramayu yang membantu memasak selama festival untuk kelompok remaja suku Amis.

Alik telah meneliti masyarakat Amis lebih dari belasan tahun, begitu intimnya dia terlibat bersama masyarakat hingga diberikan nama dalam bahasa Amis.

Dalam ritual festival panen tahunan suku Amis sebagai bagian penelitian disertasinya. Menurut Alik, hal paling menarik dari ritual tersebut adalah sistem hirarki  dan pengaturan usia.

Di suku Amis terdapat organisasi yang mengatur hirarki usia untuk memimpin aktivitas komunitas tradisional suku Amis dipimpin oleh Kakita’an sebagai kepala suku. Dalam organisasi usia ini, para tetua diberkahi dengan kekuatan politik oleh masyarakat. Dapat dikatakan bahwa Amis adalah masyarakat yang menghormati tetua.

Ketika seorang anak mencapai usia delapan hingga dua belas tahun, mereka terdaftar dalam kelompok pertama di organisasi yang mengatur usia. Setiap kelompok usia juga mempunyai nama dari yang termuda hingga yang tertua.


[Foto: Ratu Selvi Agnesia]

Tiga sistem penamaan dasar ini mengacu pada nama warisan, nama kreatif yang dibuat oleh kelompok masing-masing, dan campuran dari kedua nama ini.  Seperti beberapa nama kelompok yang pentas pada festival ini, antara lain Ladatong, Laliwiy, Lacingsi, Lakanca, Lakayakay, Lakangcin dan Kaying.  Selain menari bersama, setiap kelompok  juga membawakan tarian masing-masing berdasarkan koreografi kelompoknya untuk para tetua, disaksikan masyarakat sekitar juga turis asing.

Dengan kata lain, Ki’lomaan sebagai Festival Panen tahunan menjadi salah  satu  wadah untuk mengamati seberapa ketat organisasi yang mengatur usia. Setiap kelompok dengan kostum-kostum yang mencolok ini juga turut menari dan menyanyi untuk menghibur dan menghormati para tetua. Melalui sistem usia inilah, budaya Amis dapat terus diwariskan, sekaligus mereka terbuka dengan suku lain yang menikah dengan orang Amis untuk masuk organisasi usia tersebut. Di luar acara Kilo’maan, anggota dalam kelompok atau satu generasi usia yang sama adalah teman baik yang saling membantu dan menolong.

Migrasi, Kepulangan dan Kebangkitan Budaya

Penyebaran migrasi dan geografis Suku Amis menyebar ke hampir seluruh wilayah Taiwan. Oleh sebab itu, di setiap pertengahan tahun inilah acara Kilo’maan berlangsung di berbagai wilayah.

Suku Amis menjadi salah satu perwakilan dari masyarakat asli Taiwan dalam simbol bentuk artistik menari dan menyanyi. Banyak tujuan wisata di perkampungan suku asli Taiwan menawarkan tarian dan nyanyian Amis sebagai atraksi mereka. Lebih lanjut, di balik atraksi  tarian dan nyanyian tradisional yang dilakukan secara serempak tersebut mengandung simbol identitas, solidaritas, penghormatan pada tetua dan kebersamaan.

Fungsi tarian dan nyanyian tersebut untuk mengikatkan kembali silaturahmi dan menghidupkan desa yang sudah satu tahun mereka tinggalkan.

“Setiap tahun, acara ini seperti memanggil kembali orang-orang Amis yang merantau ke kota besar” ucap Suming, salah seorang musisi yang berasal dari Suku Amis yang turut menggagas Amis Music Festival.

Suming menceritakan bahwa banyak anak-anak dari Suku Amis yang merantau ke kota-kota besar untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja.


[Foto: Ratu Selvi Agnesia]

Pada saat ini, migrasi suku Amis disebabkan oleh alasan ekonomi, namun sejarah migrasi suku Amis disebabkan banyak faktor dan berlangsung sejak lama. Dimulai dari konflik domestik dan ancaman antar suku, perpindahan sejumlah imigran China ke daerah Hualien dan Taitung, hingga tahun 1960-a ketika perkembangan industri perikanan meningkat, banyak dari pelaut Amis yang meninggalkan jaring nelayan dan bekerja di lokasi konstruksi atau pembangunan.

Seperti suku asli Taiwan lainnya, suku Amis memiliki sistem pemerintahan berskala kecil tetapi mandiri. Saat ini, sistem tersebut telah berintegrasi dengan sistem politik yang lebih besar. Terutama setelah masuknya imigran dan pemerintahan Kuomintang, Tiongkok yang pernah berkuasa dan bersikaf represif. Akibatnya, keberadaan suku-suku asli Taiwan semakin tersingkir dan menderita “Stigma Identitas”.

Selain gerakan-gerakan politik dan sosial yang saat ini semakin marak dilakukan, banyak seniman Amis yang menjadi lebih aktif dan ingin mengekspresikan diri mereka setelah ditekan begitu lama. Energi budaya yang dihasilkan oleh seniman Amis, bersama dengan penyebaran gerakan sosial dan politik, telah membawa efek signifikan, terutama yang berkaitan dengan identitas budaya.

Semakin banyak orang Amis telah memutuskan untuk mengganti nama Cina mereka dengan nama Amis dalam beberapa tahun terakhir. Mereka juga mulai berani menunjukan identitas mereka dalam bentuk pertunjukan tarian, nyanyian, menggiatkan kembali bahasa Amis, kuliner khas suku Amis, juga memulihkan sistem pengaturan usia.

Seluruh elemen budaya Amis dapat terlihat jelas di Ki’lomaan. Oleh sebab itu, setiap tahun, masyarakat suku Amis yang merantau ke berbagai kota besar kembali ke kampungnya untuk merayakan Festival Panen Tahunan “Ki’lomaan” sebagai simbol kebangkitan identitas budaya. [T]

Tags: festivalfestival panenritualTaitungtaiwanTaiwan Timur
Share24TweetSendShareSend
Previous Post

Anak-anak Kita & HIV

Next Post

Pameran Lukisan “@rtquarelle” dari Seniman Cat Air Lintas Negara di Nusa Dua

Selvi Agnesia

Selvi Agnesia

Penulis seni budaya bermukim di Yogyakarta

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
Pameran Lukisan “@rtquarelle” dari Seniman Cat Air Lintas Negara di Nusa Dua

Pameran Lukisan “@rtquarelle” dari Seniman Cat Air Lintas Negara di Nusa Dua

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co