22 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rabies Yang Terus Menyalak

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
June 24, 2019
in Esai

Sampai beberapa hari, bahkan seminggu setelahnya, saya masih merasakan nyeri bekas suntikan di lengan atas ini. Saya harus menerima, total empat botol suntikan VAR (vaksin anti rabies), dalam tiga kali penyuntikan berselang sepekan. Ini lantaran saya sempat kontak dengan pasien terduga rabies.

Awalnya pasien itu masuk ke bagian penyakit dalam dengan keluhan demam dan penurunan nafsu makan. Namun saat saya evaluasi di ruang perawatan, saya temukan pasien demam dengan gejala gelisah yang sangat menonjol. Saya curiga, wanita lansia itu telah mengalami radang otak (ensefalitis). Lalu saya membuat konsultasi yang ditujukan kepada sejawat ahli saraf (neurolog).

Belum berselang satu jam, siang itu ia langsung menelpon saya, dalam nada bicaranya yang saya dapat rasakan penuh kecemasan, ia menyimpulkan pasien itu suspek rabies. Sekitar tiga bulan sebelumnya, ia digigit anjing piaraannya sendiri. Seekor anjing muda yang sangat lucu.

Kami terkejut. Saya berusaha mengembalikan semua ingatan saat memeriksa pasien itu, adakah kemungkinan darinya saya telah terkontaminasi cairan tubuh terutama liurnya? Rasanya tidak. Terbayang dalam ingatan saya, ia hanya begitu gelisah, mulutnya mengecap-kecap, tatapan matanya yang tak terkoordinasi sebagaimana mestinya.

Melompat pula ingatan saya, sekitar sepuluh tahun lalu, saat merawat pasien rabies di ruang Nusa Indah RSUP Sanglah Denpasar. Laki-laki paruh baya itu betul-betul menunjukkan gejala yang begitu mngerikan, ia meraung-raung layaknya seperti seekor anjing marah dan sekarat. Virus rabies telah menghancurkan sistem saraf pusatnya. Saya berusaha tenang, kembali kepada pasien yang beberapa jam lalu saya periksa. Tak ada raungan dari mulut ibu itu, tak ada gejala agitasi yang terlihat horor.

Namun, malam sekitar jam 11, ibu malang itu dilaporkan tewas. Maka saya, sejawat ahli saraf, semua paramedis dan petugas serta keluarga pasien itu harus menerima suntikan VAR. Tragedi ini datang dari seekor anjing piaraan yang sangat lucu, yang telah terinfeksi entah di mana, lalu membawa teror rabies kepada pemiliknya.

Pandangan orang-orang bijak, yang mengemukakan bahwa, sesungguhnya kebaikan berjarak sedemikian dekat dengan keburukan, agaknya benar. Mungkin saja mereka berada pada satu titik, namun saling membelakangi atau menampik. Mereka, bagai siang dan malam atau hitam dan putih.

Meski kita ingin meniadakan eksistensi keburukan, toh ia bergeming. Masyarakat Bali menyebutnya dengan istilah Rwa Bhineda. Kebaikan dan keburukan adalah sepasang keniscayaan. Tanpa salah satu darinya, mungkin saja takkan ada alam semesta ini. Bukankah bumi kita dikawal oleh medan magnet positif dan negatif yang berlawanan dari kutubnya masing-masing?

Itulah mungkin, kenapa virus rabies hingga kini tak juga hengkang dari kehidupan damai kita. Ia, satu eksistensi keburukan yang harus tetap ada. Secara biologis, sejak lama telah diketahui setiap organisme punya insting untuk bertahan hidup, tak terkecuali virus Rabies. Seakan terdorong untuk melestarikan kerajaan keburukan, yang mungkin saja sebuah misteri berkabut, fenomena penjaga keseimbangan alam semesta.

Melihat dalam perspektif seperti ini telah membawa rasa ngeri yang masuk ke dalam setiap tarikan nafas dan denyut nadi kita. Karena ia mengantarkan kita untuk melihat ke masa depan, saat juga misalnya virus HIV yang tak usai membunuh manusia, atau segala bencana alam yang merenggutkan jiwa-jiwa manusia. Keburukan dan kengerian selalu berbaur di sekitar kehidupan damai kita.

Kata rabies berasal dari bahasa Sanskerta kuno, rabhas, yang artinya melakukan kekerasan atau kejahatan. Ilmuwan Yunani kuno, Aristotle (400 SM) dalam Natural of Animals, menulis “…anjing itu menjadi gila. Hal ini menyebabkan mereka menjadi agresif dan semua binatang yang digigitnya juga akan mengalami sakit yang sama”.

Lalu, horor itu pun kemudian meneror umat manusia. Seseorang yang tergigit anjing pengidap rabies, tanpa penanganan yang tepat dipastikan akan tewas. Gejala rabies pada manusia yang terinfeksi akan muncul sekitar 30 atau lebih sejak menerima gigitan. Gejala awal tidaklah spesifik, mirip seperti demam akibat infeksi virus pada umumnya. Lalu ia masuk pada gejala yang lebih khas yaitu berliur berlebihan.

Kemudian diikuti oleh gejala yang lebih berat karena virus rabies telah merusak bagian otak yang mengendalikan pusat pernafasan dan menelan. Gelisah, mudah kaget, bahkan kejang-kejang saat ada rangsangan dari luar. Itulah kenapa ia fobia pada cahaya dan juga air, karena ada rasa nyeri saat menelan. Pada akhirnya penderita akan tewas akibat kelumpuhan tubuh yang progresif.

Kematian telah mengintai di sekitar kita. Virus rabies yang menolak punah demi kelestariannya secara sporadis telah bermigrasi dari satu anjing ke anjing yang lain. Sesekali singgah pada tubuh manusia yang akan membawanya pada maut. Dokter dan petugas kesehatan tak dapat diharapkan menuntaskan sendiri persoalan yang seakan sederhana namun begitu rumit ini.

Setiap orang punya tanggung jawab penuh untuk memastikan anjing piaraannya tetap sehat dan tak berkeliaran saat sakit untuk mencegah penularan rabies yang fatal. Anjing seharusnya tetap binatang piaraan yang lucu bukan monster. [T] 

Tags: anjing peliharaanfaunakesehatanpenyakitrabies
Share87TweetSendShareSend
Previous Post

Sidang MK: Sengketa Pikiran, Panggung Pikiran Tentang Bagaimana Pengetahuan Dipentaskan

Next Post

Moron +62 dan Tugas Berat Penyintas Waktu di Masa Depan: Catatan Menjelang UAS

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post

Moron +62 dan Tugas Berat Penyintas Waktu di Masa Depan: Catatan Menjelang UAS

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 21, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
Lampu Merah dan Mental Menerabas
Esai

Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

by Angga Wijaya
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co