3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rabies Yang Terus Menyalak

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
June 24, 2019
in Esai

Sampai beberapa hari, bahkan seminggu setelahnya, saya masih merasakan nyeri bekas suntikan di lengan atas ini. Saya harus menerima, total empat botol suntikan VAR (vaksin anti rabies), dalam tiga kali penyuntikan berselang sepekan. Ini lantaran saya sempat kontak dengan pasien terduga rabies.

Awalnya pasien itu masuk ke bagian penyakit dalam dengan keluhan demam dan penurunan nafsu makan. Namun saat saya evaluasi di ruang perawatan, saya temukan pasien demam dengan gejala gelisah yang sangat menonjol. Saya curiga, wanita lansia itu telah mengalami radang otak (ensefalitis). Lalu saya membuat konsultasi yang ditujukan kepada sejawat ahli saraf (neurolog).

Belum berselang satu jam, siang itu ia langsung menelpon saya, dalam nada bicaranya yang saya dapat rasakan penuh kecemasan, ia menyimpulkan pasien itu suspek rabies. Sekitar tiga bulan sebelumnya, ia digigit anjing piaraannya sendiri. Seekor anjing muda yang sangat lucu.

Kami terkejut. Saya berusaha mengembalikan semua ingatan saat memeriksa pasien itu, adakah kemungkinan darinya saya telah terkontaminasi cairan tubuh terutama liurnya? Rasanya tidak. Terbayang dalam ingatan saya, ia hanya begitu gelisah, mulutnya mengecap-kecap, tatapan matanya yang tak terkoordinasi sebagaimana mestinya.

Melompat pula ingatan saya, sekitar sepuluh tahun lalu, saat merawat pasien rabies di ruang Nusa Indah RSUP Sanglah Denpasar. Laki-laki paruh baya itu betul-betul menunjukkan gejala yang begitu mngerikan, ia meraung-raung layaknya seperti seekor anjing marah dan sekarat. Virus rabies telah menghancurkan sistem saraf pusatnya. Saya berusaha tenang, kembali kepada pasien yang beberapa jam lalu saya periksa. Tak ada raungan dari mulut ibu itu, tak ada gejala agitasi yang terlihat horor.

Namun, malam sekitar jam 11, ibu malang itu dilaporkan tewas. Maka saya, sejawat ahli saraf, semua paramedis dan petugas serta keluarga pasien itu harus menerima suntikan VAR. Tragedi ini datang dari seekor anjing piaraan yang sangat lucu, yang telah terinfeksi entah di mana, lalu membawa teror rabies kepada pemiliknya.

Pandangan orang-orang bijak, yang mengemukakan bahwa, sesungguhnya kebaikan berjarak sedemikian dekat dengan keburukan, agaknya benar. Mungkin saja mereka berada pada satu titik, namun saling membelakangi atau menampik. Mereka, bagai siang dan malam atau hitam dan putih.

Meski kita ingin meniadakan eksistensi keburukan, toh ia bergeming. Masyarakat Bali menyebutnya dengan istilah Rwa Bhineda. Kebaikan dan keburukan adalah sepasang keniscayaan. Tanpa salah satu darinya, mungkin saja takkan ada alam semesta ini. Bukankah bumi kita dikawal oleh medan magnet positif dan negatif yang berlawanan dari kutubnya masing-masing?

Itulah mungkin, kenapa virus rabies hingga kini tak juga hengkang dari kehidupan damai kita. Ia, satu eksistensi keburukan yang harus tetap ada. Secara biologis, sejak lama telah diketahui setiap organisme punya insting untuk bertahan hidup, tak terkecuali virus Rabies. Seakan terdorong untuk melestarikan kerajaan keburukan, yang mungkin saja sebuah misteri berkabut, fenomena penjaga keseimbangan alam semesta.

Melihat dalam perspektif seperti ini telah membawa rasa ngeri yang masuk ke dalam setiap tarikan nafas dan denyut nadi kita. Karena ia mengantarkan kita untuk melihat ke masa depan, saat juga misalnya virus HIV yang tak usai membunuh manusia, atau segala bencana alam yang merenggutkan jiwa-jiwa manusia. Keburukan dan kengerian selalu berbaur di sekitar kehidupan damai kita.

Kata rabies berasal dari bahasa Sanskerta kuno, rabhas, yang artinya melakukan kekerasan atau kejahatan. Ilmuwan Yunani kuno, Aristotle (400 SM) dalam Natural of Animals, menulis “…anjing itu menjadi gila. Hal ini menyebabkan mereka menjadi agresif dan semua binatang yang digigitnya juga akan mengalami sakit yang sama”.

Lalu, horor itu pun kemudian meneror umat manusia. Seseorang yang tergigit anjing pengidap rabies, tanpa penanganan yang tepat dipastikan akan tewas. Gejala rabies pada manusia yang terinfeksi akan muncul sekitar 30 atau lebih sejak menerima gigitan. Gejala awal tidaklah spesifik, mirip seperti demam akibat infeksi virus pada umumnya. Lalu ia masuk pada gejala yang lebih khas yaitu berliur berlebihan.

Kemudian diikuti oleh gejala yang lebih berat karena virus rabies telah merusak bagian otak yang mengendalikan pusat pernafasan dan menelan. Gelisah, mudah kaget, bahkan kejang-kejang saat ada rangsangan dari luar. Itulah kenapa ia fobia pada cahaya dan juga air, karena ada rasa nyeri saat menelan. Pada akhirnya penderita akan tewas akibat kelumpuhan tubuh yang progresif.

Kematian telah mengintai di sekitar kita. Virus rabies yang menolak punah demi kelestariannya secara sporadis telah bermigrasi dari satu anjing ke anjing yang lain. Sesekali singgah pada tubuh manusia yang akan membawanya pada maut. Dokter dan petugas kesehatan tak dapat diharapkan menuntaskan sendiri persoalan yang seakan sederhana namun begitu rumit ini.

Setiap orang punya tanggung jawab penuh untuk memastikan anjing piaraannya tetap sehat dan tak berkeliaran saat sakit untuk mencegah penularan rabies yang fatal. Anjing seharusnya tetap binatang piaraan yang lucu bukan monster. [T] 

Tags: anjing peliharaanfaunakesehatanpenyakitrabies
Share87TweetSendShareSend
Previous Post

Sidang MK: Sengketa Pikiran, Panggung Pikiran Tentang Bagaimana Pengetahuan Dipentaskan

Next Post

Moron +62 dan Tugas Berat Penyintas Waktu di Masa Depan: Catatan Menjelang UAS

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post

Moron +62 dan Tugas Berat Penyintas Waktu di Masa Depan: Catatan Menjelang UAS

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co