24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Saya Ingin Bunuh Diri, Saya Tak Benar-benar Ingin Mati

Anonim by Anonim
March 9, 2023
in Esai
Ketika Saya Ingin Bunuh Diri, Saya Tak Benar-benar Ingin Mati

Penulis sedang monolog (Foto ilustrasi: Mursal Buyung)

Ini bukan tulisan serius, tapi saya serius dengan tulisan ini. Bolehlah sesekali saya membuat curahan hati saya sendiri di sini, dan harap dimaklumi jika tulisan ini tidak bagus sama sekali.

 Jadi begini, dari dulu itu, saya ingin sekali bunuh diri. Barangkali dengan mengantung diri saya sendiri dengan selendang yang sering saya gunakan beribadah, dengan mengiris nadi menggunakan pisau cukur di lemari, dengan meminum racun serangga yang selalu tergeltak di pojokan kamar saya, atau dengan mencoba metode-metode bunuh diri yang sekali dua kali saya temukan di komik Detective Conan favorit saya.

Saya merasa terlalu banyak masalah dalam hidup ini, bahkan saya merasa bahwa saya sendiri adalah sebuah masalah bagi dunia. Saya merasa kelahiran dan kehadiran saya adalah sebuah kesalahan.

Saya tahu, saya bukan satu-satunya di dunia ini yang punya masalah. Tapi setiap orang memiliki batasnya masing, memiliki masalahnya masing-masing. Tak ada seorang pun yang pernah berada dalam posisi yang sama dengan yang lain dan tak ada seorang pun yang merasakan sama persis dengan apa yang orang lain rasakan.

Tak elok rasanya jika saya kemudian membanding-bandingkan masalah saya dengan masalah orang lain. Saya sendiri pun tidak tahu bagaimana cara menjelaskan apa dan bagaimana masalah saya sampai saya memiliki keinginan untuk bunuh diri. Saya tidak bisa menjelaskan, dan orang-orang tidak akan mengerti. Apa yang bisa dimengerti bisa jadi kemungkinan bahwa saya mengalami gangguan jiwa, atau depresi. Ya, bisa jadi.

Entah bisa dipercaya atau tidak, meski terkesan tak masuk akal, pikiran-pikiran tentang bunuh diri itu setidaknya dapat mengurangi sakit yang ada di hati saya, sakit yang ada di pikiran saya. Saya lebih banyak tidur, berharap saya terjebak di dunia mimpi untuk selama-lamanya tanpa perlu lagi ke dunia nyata. Saya kadang memukul-mukul sendiri kepala saya agar sakit yang terasa dapat sedikit berkurang.

Sampai akhirnya saya ingin bunuh diri hanya karena saya tidak tahu bagaimana lagi caranya untuk mengurangi sakit yang saya rasakan, terlebih saat tak ada orang yang benar-benar bisa memahami apa yang saya rasakan, termasuk keluarga, atau mereka-mereka yang menganggap dirinya keluarga. Bukan salah mereka jika mereka tidak mengerti apa yang saya rasakan, namun saya juga tidak bisa menjelaskan kepada semuanya, entah mengapa. Katakanlah itu semua adalah kesalahan murni saya sendiri.

Saya sempat berpikir untuk membuat diri saya sesibuk dan selelah mungkin, sehingga tak ada waktu dan tenaga bagi saya untuk memikirkan keinginan tersebut. Saya mengikuti banyak kegiatan kampus, saya turut gabung dalam banyak organisasi dan komunitas, saya hadir dalam berbagaai acara-acara yang diselenggarakan oleh siapapun.

Terkadang saya di kota satu, besoknya sudah di kota dua, kemudian kembali lagi ke kota satu, atau meluncur ke kota tiga, semata-mata agar saya bisa melupakan semua masalah saya, segala kepedihan yang bersarang di hati saya. Namun, pikiran-pikiran untuk bunuh diri ternyata lebih besar dari harapan saya. Saya sampai saat ini, sampai detik ini, secara sadar bisa masih bisa merasakan keinginan tersebut ada di dalam diri saya.

Karena punya keinginan untuk bunuh diri, banyak yang kemudian mengatai saya sebagai orang yang tak pernah bersyukur, orang yang tak menyanyangi hidupnya, orang yang bodoh, atau orang yang tak beriman. Dan saya yakin sekali, kata-kata sampai caci maki paling kasar akan kembali saya terima setelah saya benar-benar mati, benar-benar bunuh diri.

Contoh nyata bisa ditemui di kolom komentar saat ada berita tentang perkara bunuh diri di facebook. Banyak yang berkomentar seolah-olah mereka paham apa yang sebenarnya orang yang bunuh diri tersebut rasakan tanpa menunjukan sempati sama sekali, hanya hujatan dan hinaan, sesekali sumpah sarapah dan sejenisnya. Aneh, apa memang orang yang sudah mati memang harus dibegitukan?

 Saya tak berharap ini terjadi juga kepada saya nanti jika seandainya memang betul saya akan mebunuh diri saya sendiri. Cukup dengan komentar “semoga tenang”, atau “semoga damai”, dan lain sebagainya.

 Nah, teman-teman saya mungkin sudah bosan dengan ungkapan-ungkapan, celoteh singkat, atau curhatan saya di media sosial tentang keinginan saya untuk bunuh diri. Ada yang menganggap itu semua sebagai ungkapan semata, sebagian menganggap ungkapan-ungkapan itu memang berasal dari dasar hati saya.

Ada juga yang menganggap saya haus perhatian. Mereka hanya tak tahu bahwa sebenarnya sekali saya tak ingin mati, tapi saya terkadang merasa tak tahan dengan rasa sakit yang senantiasa mendekam di dalam pikiran dan perasaan saya, sehingga berpikir untuk bunuh diri rasanya bisa membuat saya sedikit melupakan rasa sakit saya.

Namun, seandainya saya khilaf, saya berharap teman-teman, sahabat, keluarga, seluruh yang saya cintai akan memaafkan saya. Saya minta maaf karena tidak menjadi pribadi yang sempurna untuk kalian semua. Saya minta maaf karena selalu bersikap negative belakangan ini. Saya minta maaf jika kalian semua tidak tahan lagi menghadapi sikap saya. Saya minta maaf jika saya teramat menganggu kalian.

Saya minta maaf karena telah mengasingkan diri dan menjauhkan kalian dari kehidupan saya. Saya minta maaf karena tidak jujur. Saya minta maaf karena menjadi pribadi yang berbeda dari sebelumnya. Saya minta maaf karena saya begitu menyedihkan. Saya minta maaf karena sudah berada dalam lingkaran hidup kalian. Saya minta maaf untuk semuanya pada dasarnya.

Saya pikir saya sudah siap untuk pergi tetapi sebenarnya saya tidak pernah cukup siap. Saya ingin bunuh diri tapi tak sepenuhnya saya ingin mati. Banyak hal yang harus diperbaiki. Begitu banyak bisnis yang harus dikerjakan. Begitu banyak persiapan yang harus diselesaikan. [T]

Tags: curhatkehidupanrenungan
Share2TweetSendShareSend
Previous Post

Mahasiswa itu Pekerjaan Tanpa Gaji – Maka, Anggap Saja Sedang “Ngayah”…

Next Post

Isotopi Kerusakan Lingkungan Hidup dalam Puisi “Dongeng dari Utara” karya Made Adnyana Ole

Anonim

Anonim

Seseorang mengirim tulisan tanpa menyebutkan namanya...

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Si Pungguk Akhirnya Menemukan Buku Kritik Sastra Katrin Bandel

Isotopi Kerusakan Lingkungan Hidup dalam Puisi “Dongeng dari Utara” karya Made Adnyana Ole

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co