2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Saya Ingin Bunuh Diri, Saya Tak Benar-benar Ingin Mati

Anonim by Anonim
March 9, 2023
in Esai
Ketika Saya Ingin Bunuh Diri, Saya Tak Benar-benar Ingin Mati

Penulis sedang monolog (Foto ilustrasi: Mursal Buyung)

Ini bukan tulisan serius, tapi saya serius dengan tulisan ini. Bolehlah sesekali saya membuat curahan hati saya sendiri di sini, dan harap dimaklumi jika tulisan ini tidak bagus sama sekali.

 Jadi begini, dari dulu itu, saya ingin sekali bunuh diri. Barangkali dengan mengantung diri saya sendiri dengan selendang yang sering saya gunakan beribadah, dengan mengiris nadi menggunakan pisau cukur di lemari, dengan meminum racun serangga yang selalu tergeltak di pojokan kamar saya, atau dengan mencoba metode-metode bunuh diri yang sekali dua kali saya temukan di komik Detective Conan favorit saya.

Saya merasa terlalu banyak masalah dalam hidup ini, bahkan saya merasa bahwa saya sendiri adalah sebuah masalah bagi dunia. Saya merasa kelahiran dan kehadiran saya adalah sebuah kesalahan.

Saya tahu, saya bukan satu-satunya di dunia ini yang punya masalah. Tapi setiap orang memiliki batasnya masing, memiliki masalahnya masing-masing. Tak ada seorang pun yang pernah berada dalam posisi yang sama dengan yang lain dan tak ada seorang pun yang merasakan sama persis dengan apa yang orang lain rasakan.

Tak elok rasanya jika saya kemudian membanding-bandingkan masalah saya dengan masalah orang lain. Saya sendiri pun tidak tahu bagaimana cara menjelaskan apa dan bagaimana masalah saya sampai saya memiliki keinginan untuk bunuh diri. Saya tidak bisa menjelaskan, dan orang-orang tidak akan mengerti. Apa yang bisa dimengerti bisa jadi kemungkinan bahwa saya mengalami gangguan jiwa, atau depresi. Ya, bisa jadi.

Entah bisa dipercaya atau tidak, meski terkesan tak masuk akal, pikiran-pikiran tentang bunuh diri itu setidaknya dapat mengurangi sakit yang ada di hati saya, sakit yang ada di pikiran saya. Saya lebih banyak tidur, berharap saya terjebak di dunia mimpi untuk selama-lamanya tanpa perlu lagi ke dunia nyata. Saya kadang memukul-mukul sendiri kepala saya agar sakit yang terasa dapat sedikit berkurang.

Sampai akhirnya saya ingin bunuh diri hanya karena saya tidak tahu bagaimana lagi caranya untuk mengurangi sakit yang saya rasakan, terlebih saat tak ada orang yang benar-benar bisa memahami apa yang saya rasakan, termasuk keluarga, atau mereka-mereka yang menganggap dirinya keluarga. Bukan salah mereka jika mereka tidak mengerti apa yang saya rasakan, namun saya juga tidak bisa menjelaskan kepada semuanya, entah mengapa. Katakanlah itu semua adalah kesalahan murni saya sendiri.

Saya sempat berpikir untuk membuat diri saya sesibuk dan selelah mungkin, sehingga tak ada waktu dan tenaga bagi saya untuk memikirkan keinginan tersebut. Saya mengikuti banyak kegiatan kampus, saya turut gabung dalam banyak organisasi dan komunitas, saya hadir dalam berbagaai acara-acara yang diselenggarakan oleh siapapun.

Terkadang saya di kota satu, besoknya sudah di kota dua, kemudian kembali lagi ke kota satu, atau meluncur ke kota tiga, semata-mata agar saya bisa melupakan semua masalah saya, segala kepedihan yang bersarang di hati saya. Namun, pikiran-pikiran untuk bunuh diri ternyata lebih besar dari harapan saya. Saya sampai saat ini, sampai detik ini, secara sadar bisa masih bisa merasakan keinginan tersebut ada di dalam diri saya.

Karena punya keinginan untuk bunuh diri, banyak yang kemudian mengatai saya sebagai orang yang tak pernah bersyukur, orang yang tak menyanyangi hidupnya, orang yang bodoh, atau orang yang tak beriman. Dan saya yakin sekali, kata-kata sampai caci maki paling kasar akan kembali saya terima setelah saya benar-benar mati, benar-benar bunuh diri.

Contoh nyata bisa ditemui di kolom komentar saat ada berita tentang perkara bunuh diri di facebook. Banyak yang berkomentar seolah-olah mereka paham apa yang sebenarnya orang yang bunuh diri tersebut rasakan tanpa menunjukan sempati sama sekali, hanya hujatan dan hinaan, sesekali sumpah sarapah dan sejenisnya. Aneh, apa memang orang yang sudah mati memang harus dibegitukan?

 Saya tak berharap ini terjadi juga kepada saya nanti jika seandainya memang betul saya akan mebunuh diri saya sendiri. Cukup dengan komentar “semoga tenang”, atau “semoga damai”, dan lain sebagainya.

 Nah, teman-teman saya mungkin sudah bosan dengan ungkapan-ungkapan, celoteh singkat, atau curhatan saya di media sosial tentang keinginan saya untuk bunuh diri. Ada yang menganggap itu semua sebagai ungkapan semata, sebagian menganggap ungkapan-ungkapan itu memang berasal dari dasar hati saya.

Ada juga yang menganggap saya haus perhatian. Mereka hanya tak tahu bahwa sebenarnya sekali saya tak ingin mati, tapi saya terkadang merasa tak tahan dengan rasa sakit yang senantiasa mendekam di dalam pikiran dan perasaan saya, sehingga berpikir untuk bunuh diri rasanya bisa membuat saya sedikit melupakan rasa sakit saya.

Namun, seandainya saya khilaf, saya berharap teman-teman, sahabat, keluarga, seluruh yang saya cintai akan memaafkan saya. Saya minta maaf karena tidak menjadi pribadi yang sempurna untuk kalian semua. Saya minta maaf karena selalu bersikap negative belakangan ini. Saya minta maaf jika kalian semua tidak tahan lagi menghadapi sikap saya. Saya minta maaf jika saya teramat menganggu kalian.

Saya minta maaf karena telah mengasingkan diri dan menjauhkan kalian dari kehidupan saya. Saya minta maaf karena tidak jujur. Saya minta maaf karena menjadi pribadi yang berbeda dari sebelumnya. Saya minta maaf karena saya begitu menyedihkan. Saya minta maaf karena sudah berada dalam lingkaran hidup kalian. Saya minta maaf untuk semuanya pada dasarnya.

Saya pikir saya sudah siap untuk pergi tetapi sebenarnya saya tidak pernah cukup siap. Saya ingin bunuh diri tapi tak sepenuhnya saya ingin mati. Banyak hal yang harus diperbaiki. Begitu banyak bisnis yang harus dikerjakan. Begitu banyak persiapan yang harus diselesaikan. [T]

Tags: curhatkehidupanrenungan
Share2TweetSendShareSend
Previous Post

Mahasiswa itu Pekerjaan Tanpa Gaji – Maka, Anggap Saja Sedang “Ngayah”…

Next Post

Isotopi Kerusakan Lingkungan Hidup dalam Puisi “Dongeng dari Utara” karya Made Adnyana Ole

Anonim

Anonim

Seseorang mengirim tulisan tanpa menyebutkan namanya...

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Si Pungguk Akhirnya Menemukan Buku Kritik Sastra Katrin Bandel

Isotopi Kerusakan Lingkungan Hidup dalam Puisi “Dongeng dari Utara” karya Made Adnyana Ole

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co