25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sosialisasi Pemilu ke Kaum Millennial: Bukan Surat Suara Warna Apa, tapi Calonnya Siapa!

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
February 18, 2019
in Esai
Sosialisasi Pemilu ke Kaum Millennial: Bukan Surat Suara Warna Apa, tapi Calonnya Siapa!

Ilustrasi foto: Nata Kusuma

Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui perpanjangan tangannya yaitu Relawan Demokrasi (RD) telah melakukan berbagai sosialisasi terkait Pemilu serentak yang akan diadakan April mendatang. 

Sosialisasi pun sudah mencapai ke berbagai ranah, mulai dari siswa, mahasiswa, kelompok muda-mudi, para penyandang disabilitas hingga masyarakat di daerah terpencil. Sampat satu kali saya mendengarkan sosialisasi pemilu itu,  yang disampaikan salah seorang relawan yang secara sengaja saya lupa namanya.

Kala itu di kampus tepat setelah rapat bersama teman-teman organisasi, dua orang RD memasuki ruangan tempat kami rapat, lalu memohon izin untuk menyampaikan sosialisasi Pemilu. Singkat kata,  garis besar daripada isi sosialisasi yang disampaikan mereka adalah, pertama, ingat gunakan hak pilih, dan kedua, ingat warna-warna pada susu alias surat suara.

“Jangan sampai salah warna lalu kemudian salah pilih,” kata si pemberi sosialisasi.

Sesudah itu mereka lantas pergi. Saya bersama teman-teman organisasi yang kebetulan merupakan pers mahasiswa mulai merundingkan hal itu. Kami merundingkan tentang apa yang baru saja para RD tersebut sampaikan lalu mengkaitkannya dengan realita yang ada di masyarakat.

Saya merupakan seorang pemantik diskusi yang ulung jikalau topiknya sudah seperti ini. Saya melempar sebuah opini ke teman-teman saya bahwasannya apakah perlu para RD mensosialisasikan tentang warna-warna dalam surat suara yang akan dipergunakan saat pemilu?

Realitanya adalah sebagian besar dari calon pemilih bukanlah orang yang tidak bisa membaca mengingat dalam setiap surat suara sudah tertulis dengan font huruf yang sangat bagus tentang warna apa untuk memilih siapa.

Hijau untuk memilih DPRD KAB/Kota, Biru untuk memilih DPRD Provinsi, Kuning untuk memilih DPR-RI, Merah untuk memilih DPD-RI dan Abu-Abu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden.

(Mengapa warna surat suara untuk Presidan dan Wakil Presiden harus abu-abu? Apakah KPU menginginkan masa depan bangsa ini juga abu-abu?) Hahaa.

Mari kita lanjutkan tulisan ini.

Bahkan saya pun rasanya tak perlu menuliskan tentang warna-warna tersebut kepada para pembaca. Di samping itu, pemilu serentak saat ini katanya menitikberatkan kepada pemilih pemula yang mereka sebut sebagai pemilih milenial.

Menurut data yang beredar pun jumlah pemilih pemula saat ini memiliki porsi yang cukup banyak diantara pemilih-pemilih senior. Lalu, jika sudah menyadari hal tersebut lantas mengapa pendekatan-pendekatan ke pemilih milenial tidak dilakukan dengan cara khusus?

Keresahan pemilih milenial saat ini menurut apa yang saya tangkap bukanlah terletak pada warna-warna dalam surat suara melainkan tentang orang-orang yang ada dalam surat suara tersebut.

Jikalau ranahnya masih dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, mungkin tak jadi masalah. Nah, mereka yang berada dibawahnyalah yang menjadi momok terbesar bagi kaum pemilih pemula.

Najwa Shihab melalui channel youtube Narasi TV sempat mengunggah sebuah video tentang “Alasan Basi Tidak Ikut Pemilu 2019”. Salah satu alasan yang diutarakan Najwa dalam video tersebut ialah “Tidak Kenal Dengan Para Calon”. Lebih jauh, Najwa menjelaskan dalam video tersebut bahwasannya jika anak muda bisa men-stalking akun-akun artis, youtuber, selebgram lantas mengapa tidak bisa men-stalking akun-akun atau informasi tentang para calon?

“Teknologi sudah canggih saat ini dan informasi-informasi para calon seperti rekam jejak, profil dan lain-lain bisa diakses dengan sangat mudah” papar Najwa.

Di awal, saya setuju prihal apa yang dikatakan Najwa dalam video yang berdurasi 5 menitan tersebut. Namun, saya mulai berasumsi bahwa apa yang disampaikan Najwa mungkin hanya sebatas lingkup pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Jika hanya 4 orang yang distalking mungkin masuk akal jika Najwa berpendapat demikian, namun bagaimana dengan para calon DPR-DPD di bawahnya. Ada puluhan bahkan ratusan pejabat yang menjadi “penumpang” pada pemilu kali ini?

Tidakkah men-stalking ratusan orang tersebut demi menggait informasi mereka merupakan hal yang melelahkan sekaligus membosankan bagi para milenial? Tak hanya itu, men-stalking memang memberikan para pemilih milenial informasi mengenai calon dimaksud. Minimal, para pemilih milenial mengetahui profil dan rekam jejak dari tiap calon tersebut.  

Namun mengenal saja tidak lah cukup bagi milenial. Mereka harus benar-benar tahu bagaimana para calon tersebut dalam keseharian melakukan tugas-tugasnya. Hal ini juga yang membuat saya bingung mengapa pendekatan yang dilakukan oleh para calon masih sangat konvensional? Dengan cara memasang spanduk atau baliho di pinggir-pinggir jalan.

Anak muda sekarang tak akan melirik hal tersebut kecuali kalau foto yang dipasang sedikit vulgar atau minimal eye-catching bagi mereka. Ini juga seharusnya menjadi bahan instropeksi diri bagi para calon yang “merasa” dirinya dikenal oleh khalayak ramai, nyatanya tidak.

Mendengar pendapat ini, seorang teman pun menyambungkan pendapat saya. Dia berkata seharusnya para calon eksekutif saat ini membuat semacam VLOG (Video Blog) seperti apa yang para youtuber-youtuber lakukan. Melalui VLOG, tidak hanya mengenal nama, tetapi pemilih milenial juga mampu melihat bagaimana calon tersebut bersikap dan berinteraksi melalui jejaring sosial.

Pendekatan-pendekatan sejenis inilah yang sewajibnya dilakukan oleh para calon eksekutif. Maka jangan salahkan kaum pemilih pemula jika hak suara yang dipakai merupakan hak suara yang asal pilih atau hak suara “titipan” dari orang tua mereka.

“Pokokne nyan di TPS pilih ne, ne, ne jak ne!” Pokonya nanti saat di TPS pilih yang ini, ini, ini dan ini.[T]

Tags: calegGenerasi Zaman Nowkaum millennialpemilu
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Wujudkan “Good Governance” dengan Klinik Kuda Poni

Next Post

Debat Capres itu Hanya Hiburan, Yang Serius Tuntaskan Ogoh-ogoh

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Debat Capres itu Hanya Hiburan, Yang Serius Tuntaskan Ogoh-ogoh

Debat Capres itu Hanya Hiburan, Yang Serius Tuntaskan Ogoh-ogoh

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co