2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Debat Capres itu Hanya Hiburan, Yang Serius Tuntaskan Ogoh-ogoh

Made Surya Hermawan by Made Surya Hermawan
February 18, 2019
in Esai
Debat Capres itu Hanya Hiburan, Yang Serius Tuntaskan Ogoh-ogoh

Anakanak muda serius menyelesaikan ogoh-ogoh di sebuah balai banjar di Bali, meski sedang berlangsung debat capres Pemilu 2019 di TV (Foto: dok Surya Hermawan)

Debat calon presiden edisi pertama yang sekaligus menjadi jilid kedua debat secara umum telah terlewati, Minggu 17 Febriari 2019, tadi malam. Layaknya debat pertama tempo hari, hari ini media sosial sudah mulai dipenuhi dengan tanggapan para warganet. Dan, seperti biasa juga, tanggapan itu menjadi lebih beragam karena telah dibubuhi perspektif dan subjektivitas setiap individu.

Masuknya subjektivitas dan perspektif yang berbeda dari setiap warganet itu sekaligus meningkatkan daya tarik bagi debat itu, atau lebih tepatnya situasi pascadebat. Warna debat menjadi bertambah. Ia juga menambah kadar imajinasi dan interpretasi melalui visualisasi kartun atau gambar lain yang memang lebih nyaman ditangkap otak, kendati dalam waktu yang sama agak menjauhkan dari objektivitas keadaan debat, juga fakta lapangan.

Dan, yang paling penting, tanggapan warganet ini membuat keadaan pascadebat menjadi lebih menghibur dibandingkan saat debat itu sendiri, yang mungkin saja dipenuhi ketegangan. Ketegangan yang coba disiasati oleh para penonton dengan melibatkan Tuhan dalam doa dalam hati agar calon yang didukung tidak melakukan blunder.

Hiburan itu hadir melalui konten media sosial yang memberikan peluang untuk menertawakan orang lain. Terutama mereka yang berseberangan. Memberikan kesempatan untuk mengumpat orang lain, dalam hati. Bahkan, juga kesempatan untuk menertawakan diri sendiri karena antusias membela calon yang didukungnya baik dalam posting maupun komentar, sementara di awal Senin tetap harus memulai aktivitas dengan kaki dan tangannya sendiri.

Hal itu sepertinya ditangkap dengan baik oleh sebagian pemuda di Bali. Saat sebagian lainnya bertaruh emosi di depan di layar kaca, mereka lebih memilih untuk datang ke Bale Banjar dan melanjutkan pekerjaan yang belum selesai. Pekerjaan itu harus sudah tuntas sebelum tanggal 6 Maret nanti. Bergelut dengan bambu, kertas, kain, lem, kawat, dan kawan-kawannya.

Pikiran mereka sepertinya hanya untuk menyelesaikan ogoh-ogoh, kendati sebagian dari mereka yang datang ke Bale Banjar justru sibuk dengan telepon pintarnya, apalagi sekarang Bale Banjar telah dipasang wifi, di Badung. Tapi, mencoba berpikir positif, setidaknya mereka ada di Bale Banjar sebagai pengembira. Kendati belum diketahui secara pasti sebagai pengembira diri sendiri atau pengembira mereka yang berpeluh bekerja.

Tak ada pembahasan debat calon presiden di Bale Banjar saat debat berlangsung. Mereka sepertinya tak memerlukan informasi tentang itu. Yang ada adalah obrolan tentang kapan baju ogoh-ogoh akan selesai, apa warna ogoh-ogoh, kain apa yang cocok untuk menghias ogoh-ogoh, berapa uang kas yang masih tersisa, kapan bantuan dari pemerintah cair, hingga yang paling serius tentang bagaimana caranya untuk mengurangi jumlah pemuda nampi beres yang datang ke banjar lalu duduk bermain telepon pintar.

Awalnya, itu terlihat mengkhawatirkan karena mereka sepertinya antipati. Setelah ditelusuri dan berkaca pada debat pertama, mereka memang tak antusias saat debat berlangsung. Namun, keesokan harinya, keadaan debat kemarin malam justru menjadi topik hangat, bahkan panas.

Saling mencari dan memperlihatkan posting Instagram dan Facebook yang menunjukkan Ma’ruf Amin yang dikatakan sebagai pelengkap, tentang Sandiaga yang dikatakan menjadi tukang pijat di saat jeda bekerja sembari menghirup asap rokok. Di sana, terjadi berbagai olokan dan umpatan yang justru sangat menghibur. Berbeda dengan saat debat berlangsung yang dipenuhi ketegangan penonton. Itu seperti menghapus lelah dalam proses menyelesaikan ogoh-ogoh.

Hal itu pada akhirnya memunculkan dugaan subjektif bahwa sebagian pemuda itu lebih memilih menangkap debat sebagai hiburan melalui sosial media. Atau substansi debat yang katanya untuk menjabarkan program dan visi-misi itu digeser oleh mereka menjadi tempat menghibur diri. Ini sepertinya adalah ketidakinginan mereka menambah beban pikiran dan perasaan yang telah habis terkuras oleh rutinitas pekerjaan.

Dari sisi lainnya yang lebih serius, artinya, tujuan diadakannya debat tak sampai pada mereka.

Sehingga, dalam hal ini mereka bukan antipati, mereka hanya memilih melihat konteks debat itu dari sudut pandang yang berbeda. Dan, dari perspektif personal, ini adalah manfaat yang diberikan oleh media sosial. Oleh orang-orang kreatif pemilik media sosial itu. Kendati dari sudut pandang lain media sosial ini memang mempertajam segmentasi masyarakat.

Sebuah angan-angan kemudian muncul, mungkinkah debat tidak dilakukan oleh para calon presiden dan atau calon wakil presiden, tetapi dilakukan oleh para stand up comedian yang dikontrak oleh tim sukses masing-masing calon untuk berdebat dengan humur dan candaan.

Bukankah serius tak melulu berarti beresensi dan bercanda tak selalu berarti ngawur?! Bukankah selalu ada jalan ketiga?! Sehingga, mereka yang disebut tadi, selain mendapatkan hiburan yang memang mereka butuhkan, juga mendapatkan esensi debat yang diinginkan oleh KPU, yang diinginkan oleh Negara.

Pada akhirnya, perlu dinanti yang akan terjadi nanti malam di Bale Banjar setelah debat kemarin malam. Apakah “jagung bersatu”, “unicorn”, akan menjadi bahan untuk mengolok-olok, atau beberapa kekeliruan data petahana yang dijadikan alat mengumpat teman, menertawakan teman, atau menertawakan diri sendiri? Jawabannya hanya bisa didapat saat datang ke Bale Banjar nanti malam.

Sehingga, ucapan terima kasih memang perlu diberikan kepada para pemilik media sosial yang telah memberikan ruang hiburan bagi mereka yang meletakkan prioritas warisan leluhurnya,ogoh-ogoh, di atas perdebatan calon presiden kemarin malam. [T]

Tags: balidebat capresogoh-ogohpemilupemudaPilpres
Share61TweetSendShareSend
Previous Post

Sosialisasi Pemilu ke Kaum Millennial: Bukan Surat Suara Warna Apa, tapi Calonnya Siapa!

Next Post

Mimpi Bisnis Yuk! (1) – Bermimpi, Lakukan Kemudian

Made Surya Hermawan

Made Surya Hermawan

Lahir di Denpasar, 7 Oktober 1993, tinggal di Kuta, Bali. Lulusan Jurusan Pendidikan Biologi Undiksha, Singaraja, 2015. Gemar mendengar cerita politik dan senang berorganisasi. Setleah menamatkan studi pascasarjana di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang, ia mengabdikan ilmunya dengan jadi guru.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Mimpi Bisnis Yuk! (1) – Bermimpi, Lakukan Kemudian

Mimpi Bisnis Yuk! (1) - Bermimpi, Lakukan Kemudian

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co