27 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Filosofi Pantat dan Payudara

Ozik Ole-olang by Ozik Ole-olang
February 17, 2019
in Esai
Filosofi Pantat dan Payudara

Foto: Google

Kali ini, mari kita main jujur-jujuran. Untuk laki-laki (mohon maaf untuk yang cewek) mana yang kalian lebih sukai antara pantat dan tetek? (Kalau dak paham, ya, payudara deh, atau buah dada. Wes masih belum paham? Parah lu!)

Lebih suka “benda” yang di depan pantat? Ah, bukan, bukan itu pilihannya. Pilih saja mana yang lebih menarik, tetek atau pantat?

Ha? Suka dua-duanya? Ooh oh pilih salah satu dong jangan dua-duanya. Kan sendiri itu sepi, bertiga itu menyakitkan, lebih baik berdua saja. So, pilih satu ya. Antara dirimu dan pilihanmu.

Dua barang tadi (antara pantat dan tetek) bisa dikatakan adalah “senjata” atau “aset” (pake tanda kutip lho ya) dalam diri seorang wanita setelah senjata utamanya, yak apalagi kalau bukan buah selangkangan.

Tapi bukan maksud saya untuk menjelek-jelekkan wanita, tapi nyatanya banyak lelaki yang mata dan imannya tak kuat dan kalah setelah menyaksikan dua benda tadi (pantat dan tetek). Sama-sama menonjol dan juga bisa membuat “punya” lakilaki itu ikut menonjol.

Dua barang atau bagian tubuh itulah yang sementara ini bisa dilihat secara kasat mata oleh para lelaki sebelum perempuan membuka bajunya dan memperlihatkan “senjata” utamanya. Meski tidak bisa melihat pantat dan tetek secara utuh tanpa balutan kain, namun bentuknya yang menonjol itu rasanya sudah bisa bikin gemuruh hasrat para lelaki.

Semakin menonjol dua benda itu maka akan semakin “mengundang” pula wujud seorang wanita di mata lelaki meski dalam keadaan berbusana.

Entah bagian mana yang bisa membuat wanita bergemuruh hatinya ketika melihat tubuh laki-laki saat dalam keadaan berbusana. Wajahnya? Rasanya tidak juga.

Tapi bagi lakilaki, akan selalu ada dan bahkan ada-ada saja bagian tubuh wanita yang bisa dijadikan bahan perbincangan meskipun mereka (wanita) dalam keadaan berbaju. Entah, mungkin laki-laki lebih mudah tertarik akan bungkusan atau wujud luarnya saja (tubuh) daripada sikap dan isi hatinya atau entah bagaimana, saya tak paham.

Tapi berdasarkan beberapa obrolan dengan kawan-kawan cewek, ternyata mereka para cewek ketika memandang laki-laki, mereka tidak terlalu mengedepankan tampang atau wajahnya. Perkara tampan atau ganteng mungkin sih iya masuk indikator tapi bukan itu yang utama bagi mereka.

Katanya sih ganteng dan jelek tidak sebegitu menjadi pertimbangan untuk menyukai seorang laki-laki bagi cewek. Mereka lebih melihat bagaimana isiannya. Apakah sikapnya baik hati, apa dia pintar atau tidak itu yang menjadi fokus utamanya.

Sementara untuk laki-laki, hmm gimana ya? Selama ini sih yang sering jadi perbincangan di kalangan lelaki ya gak jauh-jauh dari kecantikan dan kemolekan tubuh itu dah. Eloknya sikap dan isi hati tidak begitu menonjol di kalangan perbincangan para lelaki. Di mana ada cewek cantik atau bodynya bohay, maka di situlah cowok-cowok akan ngerasaninya.

Terlepas dari benar atau tidaknya anggapan yang saya simpulkan dari hasil perbincangan dengan teman itu, nyatanya perempuan selalu menjadi misteri bagi laki-laki. Tidak hanya dalam perkara cinta, perkara nafsu atau hasrat pun demikian, dan malah mungkin itu yang lebih dominan di mata lelaki.

Saya tidak sedang membeberkan betapa mesumnya diri saya ataupun para lelaki, tapi wahai perempuan berhati-hatilah dalam berpakaian. Pakai baju tertutup ala-ala syar’i pun kalian masih bisa jadi bahan perbincangan, apalagi ketika pake baju minim lebih-lebih gak bajuan.

So, suka mana antara pantat sama tetek? Oke deh kamu boleh suka dua-duanya atau suka salah satu tapi jangan sampai tidak suka dua-duanya, sebab kamu masih laki-laki normal kan? Saya harap begitu.

Bagi yang milih dua-duanya saya tanya lagi, mana yang paling anda sukai? Tentu dalam dua pilihan tingkat kesukaan kita pasti akan berbeda. Pasti ada salah satu yang paling disukai. Pertanyaan berikutnya, bila memilih tetek kenapa dan bila memilih pantat kenapa? Apa hanya sekedar suka? Tentu ada alasannya kan.

Bila dibandingkan, bentuk keduanya sama-sama menonjol dan sama-sama ada belahannya. Hanya mungkin ada tambahan pentil di tetek sementara di pantat tidak ada.

Untuk sementara ini, saya lebih memiliki alasan logis untuk memilih menyukai pantat daripada tetek. Bila dipikir lagi, pantat dan tetek adalah sebuah proses evolusi. Saat manusia sedang merangkak dan tidak bisa berjalan (ketika bayi atau masa kanak-kanak), maka yang akan kita lihat pertama adalah bokong atau pantat sebab ketika itu belum tumbuh payudara. Sementara tetek atau payudara akan muncul setelah menusia menginjak masa remajanya.

Jadi pada masa manusia sedang merengkak, mereka hanya akan melihat bokong, lalu ketika lambar laun mereka bisa berjalan mereka tidak lagi melihat bokong atau pantat. Sebagai gantinya, maka tumbuhlah tetek atau payudara. Dengan kata lain, pantat atau bokong adalah sumber hasrat pertama dalam kehidupan, sementara payudara hanyalah penggantinya.

Tetek tidak ada apa-apanya daripada pantat, sebab tetek hanyalah pengganti, pantat atau bokonglah yang utama. Atau dalam bahasa lain, pantatlah yang lebih asli sementara payudara tidak. Sebab pantat secara proses pertumbuhan lebih awal datangnya dan payudara adalah produk evolusi atau pertembuhan.

Jadi mana yang akan dipilih antara tetek dan pantat tentu jawabannya pilih yang asli daripada yang pengganti, yaitu lebih memilih pantat daripada tetek atau payudara.

Gimana? Masuk akal kan alasannya?

Dua benda tadi tentu hanya ada pada perempuan, meski laki-laki juga punya tapi bentuk dan efeknya kan jauh berbeda. Memang perempuan adalah wujud makhluk paling indah di dunia. Banyak misteri tentang dirinya. Tapi bukan berarti perempuan adalah objek pemuas nafsu belaka meski pada kenyataannya memang lebih banyak begitu. Lebih dari itu, perempuan juga merupakan makhluk ciptaan tuhan yang juga harus dihormati, jangan dilecehkan.

Bila menurut anda tulisan ini lebih mengarah pada melecehkan perempuan ya mohon maaf saja, saya hanya mencoba merasionalisasikan apa yang disukai orang-orang. Sebab rasa suka tanpa alasan sama seperti niat tanpa komitmen. Apapun yang kamu suka, pastilah ada alasannya, hanya saja mungkin belum kamu ketahui itu apa.

So, masih memilih menyukai payudara? [T]

Tags: filosofifilsafatPerempuansex
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

Pembangunan Ekonomi Inklusif, Pemerataan Kemiskinan, dan Pembangunan Berkelanjutan

Next Post

Magesah, Beda Negaroa Beda Bleleng

Ozik Ole-olang

Ozik Ole-olang

Pemuda asal Madura yang lahir di Lamongan dan berdomisili di kota Malang.

Related Posts

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

Read moreDetails

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails
Next Post
McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

Magesah, Beda Negaroa Beda Bleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co