2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PLASTIK

Oka Rusmini by Oka Rusmini
January 7, 2019
in Esai
PLASTIK

KOPLAK beringsut dari meja kasir sebuah swalayan terbesar di Bali. Hatinya bungah. Senyumnya terus diumbar entah untuk siapa, jika diperhatikan, orang-orang termasuk sang kasir pasti berpikir Koplak memiliki sedikit kelainan.

Wajah kasir yang melayani Koplak terlihat agak kusut dan menciut mengingatkan Koplak pada kertas krep — kertas yang biasanya dipakai Ni Luh Putu Kemitir — anak perempuan semata wayangnya membuat prakarya untuk tugas sekolah. Kemitir paham betul mengolah kertas krep itu menjadi beragam bentuk bunga-bunga yang terlihat nyata. Karena saking girangnya bisa membuat beragam bunga, setiap hari Koplak wajib membeli kertas krep. Bisa dibayangkan seluruh ruangan berisi tatanan bunga kertas krep. Penuh. Bahkan sampai kamar mandi, Koplak pun harus hati-hati jika mandi, karena air bisa merusak kertas itu. Sejak saat itu jujur saja Koplak anti dengan kertas krep!

            Sekarang, kertas krep itu menjelma di wajah sang kasir.

            Sejak ditinggal mati istrinya, Ni Luh Wayan Langir,  Koplak memang hidup berdua saja dengan Kemitir. Apa pun yang dilakukan Kemitir , Koplak setuju-setuju saja. Kata orang dimasa pertumbuhan seorang anak ada baiknya para orangtua tidak usah memiliki banyak aturan. Aturan yang banyak akan membuat anak tidak memiliki ide-ide sendiri. Jadilah Kemitir tumbuh seperti belukar yang menabrak apa saja, dan ide-idenya sejak kecil selalu banyak , kadang aneh, sering juga membuat Koplak agak naik darah. Tetapi Koplak selalu mengingatkan dirinya akan kata-kata sahabatnya.

            “Jika kemarahan melumuri otakmu, dan siap meledak dari mulutmu. Tarik nafas dalam-dalam-dalam, lalu keluarkan pelan-pelan melalui mulut. Gerakan itu seperti persiapan kita untuk Trisandya. Dijamin kemarahan yang melilit di otak yang melukai hatimu akan kandas, tandas! Aku jamin!”

            “Kalau kemarahan terus dipendam, apa tidak membahayakan? Bisa meletus seperti Letusan Krakatau 26 Agustus 1883 ,dengan gejala pada awal “kemarahan yang dipendam” Mei dan mengamuk dengan letusan hebat yang meruntuhkan kaldera. 27 Agustus 1883, dua pertiga bagian Krakatau runtuh dalam sebuah letusan berantai, melenyapkan sebagian besar pulau di sekelilingnya. Letusan ini adalah salah satu letusan  paling mematikan dan paling merusak dalam sejarah, setidaknya 36.417 korban jiwa akibat letusan dan tsunami yang dihasilkannya. Dampak letusan ini juga bisa dirasakan di seluruh penjuru dunia. Bagaimana kalau tabungan kemarahanku bisa meletus?”

            “Memangnya kamu itu gunung, Koplak?”

            “Siapa tahu?” Koplak ngotot.

            “Kau akan mengamuk pada tingkah anakmu?” tanya sahabatnya lagi serius sambil menatap mata Koplak sungguh-sungguh. Koplak terdiam sambil merapatkan gigi atas dan gigi bawahnya.

            “Tidak mungkinlah. Aku mencintai Kemitir melebihi aku mencintai hidupku.”

            “Wah, itu juga tidak baik. Terlalu berlebihan. Sesuatu yang terlalu berlebihan membuat pertumbuhan jiwa kita bisa tidak sehat.”

            Koplak menatap mata sahabatnya sambil berpikir: “semua pernyataanku dianggap salah? Terus harus bagaimana? Mengalah terus? Memendam kemarahan tiap hari? Kalau dipendam kemarahan itu keluarnya lewat pintu yang mana?” Koplak berkata pada dirinya sendiri. Sambil menggaruk kulit kepalanya yang tidak gatal. Membayangkan kertas krep yang dibencinya dengan tatapan teduh dan penuh cinta milik Kemitir.

            Koplak kembali tersenyum sendiri sambil menebar pandangan ke seluruh lantai swalayan di pusat kota Denpasar. Semua yang membeli barang-barang sibuk mengeluarkan kantong-kantong kain. Senang juga akhirnya plastik-plastik mulai berkurang minimal mulai hari ini disaksikan oleh Koplak, setelah merayakan hari raya Kuningan bersama Kemitir. Sungguh sebuah peristiwa bersejarah.

            Tidak ada lagi orang-orang kelas menengah di kota Denpasar yang dilihat Koplak menggerutu, atau bersunggut-sungut dengan gumaman yang membuat siapa pun jika mendengarnya akan bersiap mengambli blakas , golok tajam. Semua senyap, tertib mengikuti aturan Pemerintah Kota Denpasar mulai memberlakukan Peraturan Wali Kota Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik sejak 1 Januari 2019.

                        Koplak menarik nafas sambil berdiri dengan tegak menunggu antrian dengan sabar, bibirnya tetap tersenyum, Koplak tahu beberapa pasang mata menatapnya dengan tatapan mata ganjil.

            Koplak tidak peduli, Koplak membayangkan alangkah indahnya kelak bumi ini jika sampah-sampah plastik mulai berkurang, semoga juga bisa lenyap. Yang dipikirkan Koplak juga, semoga aturan baik ini benar-benar terus dilanjutkan dengan beragam sanksi untuk orang-orang yang melanggar , aturan berupa sanksi sebaiknya juga disiapkan. Karena yang paling menarik dari eforia ini adalah masyarakat menyambut antusias.

            Ada baiknya semangat empat lima yang telah tumbuh di hati masyarakat terus diberi  pupuk dan orasi-orasi yang menyegarkan sehingga masyarakat pun merasa malu jika membawa kantong plastik untuk belanja. Budaya malu itulah yang harus terus disiram di hati masyarakat. Koplak senang, girang melihat aturan itu diterapkan masyarakat juga dengan girang. Memang masih perlu ditata dan diperhatikan lebih serius lagi sehingga aturan yang diterapkan benar-benar menjadi “gaya hidup” masyarakat perkotaan di Denpasar.

            Sekarang pemerintah tinggal membenahi pasar tradisional. Agar para pedagang pun memiliki kesadaran dan berkata: “tidak pada plastik”. Jika ini berhasil baik, tentu Koplak tidak akan pernah lagi menyaksikan saluran-saluran air yang dipenuhi sampah plastik. Sunga-sungai penuh ikan-ikan berupa kantong plastik.

            Koplak merasa aturan ini sudah mulai masuk ke dalam darah warga. Koplak juga merasakan malu juga jika belanja mengeluarkan kantong plastik. Makanya Koplak menyiapkan kantong kain. Koplak tersenyum kembali sambil melirik kasir yang masih menatapnya dengan tatapan seperti kertas krep Kemitir.

            Ah, jika ini berjalan dengan baik, semoga tagar-tagar “malu dong buang sampah sembarangan” juga bisa tumbuh dalam embrio darah masyarakat kota kita. Tidak sekedar spanduk dan brosur-brosur yang tersebar. Semoga!

Tags: baliPan KoplakPolitikSampah
Share25TweetSendShareSend
Previous Post

Seni Rupa Bali di Penghujung Tahun 2018 -Catatan Seorang Penikmat Pasif

Next Post

Ojol untuk Mereka yang “Berkaki Lima” –Catatan Awal Tahun

Oka Rusmini

Oka Rusmini

Sastrawan & Jurnalis

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Ojol untuk Mereka yang “Berkaki Lima” –Catatan Awal Tahun

Ojol untuk Mereka yang “Berkaki Lima” --Catatan Awal Tahun

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co