23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PLASTIK

Oka Rusmini by Oka Rusmini
January 7, 2019
in Esai
PLASTIK

KOPLAK beringsut dari meja kasir sebuah swalayan terbesar di Bali. Hatinya bungah. Senyumnya terus diumbar entah untuk siapa, jika diperhatikan, orang-orang termasuk sang kasir pasti berpikir Koplak memiliki sedikit kelainan.

Wajah kasir yang melayani Koplak terlihat agak kusut dan menciut mengingatkan Koplak pada kertas krep — kertas yang biasanya dipakai Ni Luh Putu Kemitir — anak perempuan semata wayangnya membuat prakarya untuk tugas sekolah. Kemitir paham betul mengolah kertas krep itu menjadi beragam bentuk bunga-bunga yang terlihat nyata. Karena saking girangnya bisa membuat beragam bunga, setiap hari Koplak wajib membeli kertas krep. Bisa dibayangkan seluruh ruangan berisi tatanan bunga kertas krep. Penuh. Bahkan sampai kamar mandi, Koplak pun harus hati-hati jika mandi, karena air bisa merusak kertas itu. Sejak saat itu jujur saja Koplak anti dengan kertas krep!

            Sekarang, kertas krep itu menjelma di wajah sang kasir.

            Sejak ditinggal mati istrinya, Ni Luh Wayan Langir,  Koplak memang hidup berdua saja dengan Kemitir. Apa pun yang dilakukan Kemitir , Koplak setuju-setuju saja. Kata orang dimasa pertumbuhan seorang anak ada baiknya para orangtua tidak usah memiliki banyak aturan. Aturan yang banyak akan membuat anak tidak memiliki ide-ide sendiri. Jadilah Kemitir tumbuh seperti belukar yang menabrak apa saja, dan ide-idenya sejak kecil selalu banyak , kadang aneh, sering juga membuat Koplak agak naik darah. Tetapi Koplak selalu mengingatkan dirinya akan kata-kata sahabatnya.

            “Jika kemarahan melumuri otakmu, dan siap meledak dari mulutmu. Tarik nafas dalam-dalam-dalam, lalu keluarkan pelan-pelan melalui mulut. Gerakan itu seperti persiapan kita untuk Trisandya. Dijamin kemarahan yang melilit di otak yang melukai hatimu akan kandas, tandas! Aku jamin!”

            “Kalau kemarahan terus dipendam, apa tidak membahayakan? Bisa meletus seperti Letusan Krakatau 26 Agustus 1883 ,dengan gejala pada awal “kemarahan yang dipendam” Mei dan mengamuk dengan letusan hebat yang meruntuhkan kaldera. 27 Agustus 1883, dua pertiga bagian Krakatau runtuh dalam sebuah letusan berantai, melenyapkan sebagian besar pulau di sekelilingnya. Letusan ini adalah salah satu letusan  paling mematikan dan paling merusak dalam sejarah, setidaknya 36.417 korban jiwa akibat letusan dan tsunami yang dihasilkannya. Dampak letusan ini juga bisa dirasakan di seluruh penjuru dunia. Bagaimana kalau tabungan kemarahanku bisa meletus?”

            “Memangnya kamu itu gunung, Koplak?”

            “Siapa tahu?” Koplak ngotot.

            “Kau akan mengamuk pada tingkah anakmu?” tanya sahabatnya lagi serius sambil menatap mata Koplak sungguh-sungguh. Koplak terdiam sambil merapatkan gigi atas dan gigi bawahnya.

            “Tidak mungkinlah. Aku mencintai Kemitir melebihi aku mencintai hidupku.”

            “Wah, itu juga tidak baik. Terlalu berlebihan. Sesuatu yang terlalu berlebihan membuat pertumbuhan jiwa kita bisa tidak sehat.”

            Koplak menatap mata sahabatnya sambil berpikir: “semua pernyataanku dianggap salah? Terus harus bagaimana? Mengalah terus? Memendam kemarahan tiap hari? Kalau dipendam kemarahan itu keluarnya lewat pintu yang mana?” Koplak berkata pada dirinya sendiri. Sambil menggaruk kulit kepalanya yang tidak gatal. Membayangkan kertas krep yang dibencinya dengan tatapan teduh dan penuh cinta milik Kemitir.

            Koplak kembali tersenyum sendiri sambil menebar pandangan ke seluruh lantai swalayan di pusat kota Denpasar. Semua yang membeli barang-barang sibuk mengeluarkan kantong-kantong kain. Senang juga akhirnya plastik-plastik mulai berkurang minimal mulai hari ini disaksikan oleh Koplak, setelah merayakan hari raya Kuningan bersama Kemitir. Sungguh sebuah peristiwa bersejarah.

            Tidak ada lagi orang-orang kelas menengah di kota Denpasar yang dilihat Koplak menggerutu, atau bersunggut-sungut dengan gumaman yang membuat siapa pun jika mendengarnya akan bersiap mengambli blakas , golok tajam. Semua senyap, tertib mengikuti aturan Pemerintah Kota Denpasar mulai memberlakukan Peraturan Wali Kota Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik sejak 1 Januari 2019.

                        Koplak menarik nafas sambil berdiri dengan tegak menunggu antrian dengan sabar, bibirnya tetap tersenyum, Koplak tahu beberapa pasang mata menatapnya dengan tatapan mata ganjil.

            Koplak tidak peduli, Koplak membayangkan alangkah indahnya kelak bumi ini jika sampah-sampah plastik mulai berkurang, semoga juga bisa lenyap. Yang dipikirkan Koplak juga, semoga aturan baik ini benar-benar terus dilanjutkan dengan beragam sanksi untuk orang-orang yang melanggar , aturan berupa sanksi sebaiknya juga disiapkan. Karena yang paling menarik dari eforia ini adalah masyarakat menyambut antusias.

            Ada baiknya semangat empat lima yang telah tumbuh di hati masyarakat terus diberi  pupuk dan orasi-orasi yang menyegarkan sehingga masyarakat pun merasa malu jika membawa kantong plastik untuk belanja. Budaya malu itulah yang harus terus disiram di hati masyarakat. Koplak senang, girang melihat aturan itu diterapkan masyarakat juga dengan girang. Memang masih perlu ditata dan diperhatikan lebih serius lagi sehingga aturan yang diterapkan benar-benar menjadi “gaya hidup” masyarakat perkotaan di Denpasar.

            Sekarang pemerintah tinggal membenahi pasar tradisional. Agar para pedagang pun memiliki kesadaran dan berkata: “tidak pada plastik”. Jika ini berhasil baik, tentu Koplak tidak akan pernah lagi menyaksikan saluran-saluran air yang dipenuhi sampah plastik. Sunga-sungai penuh ikan-ikan berupa kantong plastik.

            Koplak merasa aturan ini sudah mulai masuk ke dalam darah warga. Koplak juga merasakan malu juga jika belanja mengeluarkan kantong plastik. Makanya Koplak menyiapkan kantong kain. Koplak tersenyum kembali sambil melirik kasir yang masih menatapnya dengan tatapan seperti kertas krep Kemitir.

            Ah, jika ini berjalan dengan baik, semoga tagar-tagar “malu dong buang sampah sembarangan” juga bisa tumbuh dalam embrio darah masyarakat kota kita. Tidak sekedar spanduk dan brosur-brosur yang tersebar. Semoga!

Tags: baliPan KoplakPolitikSampah
Share25TweetSendShareSend
Previous Post

Seni Rupa Bali di Penghujung Tahun 2018 -Catatan Seorang Penikmat Pasif

Next Post

Ojol untuk Mereka yang “Berkaki Lima” –Catatan Awal Tahun

Oka Rusmini

Oka Rusmini

Sastrawan & Jurnalis

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Ojol untuk Mereka yang “Berkaki Lima” –Catatan Awal Tahun

Ojol untuk Mereka yang “Berkaki Lima” --Catatan Awal Tahun

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co