23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ojol untuk Mereka yang “Berkaki Lima” –Catatan Awal Tahun

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
January 7, 2019
in Esai
Ojol untuk Mereka yang “Berkaki Lima” –Catatan Awal Tahun

Foto: Nata Kusuma

Malam di awal tahun ini saya berkelana mencari sesuap tipat untuk saya masukkan ke dalam kantong perut ini. Prihal malam tahun baru kemarin, saya melewatkannya kembali. Ya, saya ngantuk.

“Cuma ada kembang api saja kan? Dan ratusan ucapan Happy New Year yang masuk ke ponsel saat tengah malam kan?” gumam saya ketika baru bangun pagi tadi dan hendak mengambil gawai saya.

Malam ini saya dinner di salah satu senggol di tepi kota Singaraja. Banyak warung makan tutup dan senggol lain yang jadi gebetan saya juga ikut tutup karena semalam mereka habis begadang di malam tahun baru. Senggol yang saya kunjungi ini sungguh sepi.

Saya rasa perlu menekankan hal ini bahwasannya sepi itu sedikit pembeli bukan tidak ada pembeli. Singkat cerita, ketika saya memesan tipat dengan porsi 7 ribu rupiah, saya duduk menghadap bapak penjual tipat. Kebetulan hanya saya saja yang berbelanja dan makan di TKP saat itu.

Tipat porsi 7 ribu rupiah pun dihidangkan di hadapan saya. Tatkala saya mengambil 2 kerupuk udang, ada seorang remaja yang membonceng perempuan kecil (mungkin adiknya) dan memesan beberapa bungkus tipat untuk dibawa ke rumah. Tak berselang lama, sepasang suami istri pun datang dan memesan 4 bungkus tipat. Saya ingat sekali apa yang dikatakan ibu itu;

“Pak. Tipatnya 4 bungkus Pak ya. Yang satu gak pedes. Ini bisa saya tinggal kan, Pak?” tanya Ibu itu

“Iya Bu,” jawab penjual tipat sembari mengulek bumbu tipatnya

Kemudian ibu itu pergi ke entah kemana untuk kemudian datang lagi nanti mengambil pesanan nya. Tak terasa tipat di piring saya pun sudah habis. Lalu datang lagi seorang pembeli. Kali ini seorang bapak bapak. Tampak ia memakai peci di kepalanya dan mengenakan sarung. Bapak ini mengajak ngobrol si penjual tipat sebelum ia memesan.

Saya pikir mungkin mereka adalah teman atau hanya sebatas hubungan pembeli yang sudah berlangganan. Dan bapak itu duduk di sebelah kiri agak jauh dari tempat saya duduk. Kini kami berdua adalah pembeli yang lebih memilih makan di TKP daripada dibungkus dan dibawa ke rumah.

Ketika meminum air mineral gelas disana, saya terngiang akan satu hal. Remaja yang membonceng adiknya, sepasang suami istri dan seorang bapak-bapak. Pertama, mari kita asumsikan bahwa remaja yang membonceng adiknya tersebut membeli tipat untuk dibungkus dan diberikan kepada orang di rumah yang notabene adalah orang tua mereka atau sanak keluarganya.

Sekarang kita sama kan persepsi bahwa pada kasus ini para pembeli ialah mereka yang dilihat dari segi umur adalah para orang yang sudah tua. Mungkin diperhalus saja menjadi para orang dewasa.

Kala itu saya teringat pesan ibu saya yang kadang-kadang ingin sekali membeli tipat di dekat kampus bawah, membeli gorengan di deket Telkom, membeli bakso di jalan mawar atau membeli es campur di senggol dekat Gedung Kesenian. Tak hayal seperti para orang dewasa yang membeli tipat di senggol ini. Kadang tempat makan yang diidamkan orang tua kita bukanlah Warung Makan ABC, Kantin 321, Kaefsi atau yang lebih baru yaitu Mekdi.

Banyak lidah para orang dewasa yang nyaman ketika memakan makanan di senggol. Dan faktanya adalah semakin kesini, para senggol semakin tersaingi oleh kehadiran tempat makan modern dan para orang dewasa yang mulai malas keluar rumah meski perut mereka mengidamkan makanan dari senggol yang mereka suka.

Tak sampai disana, fenomena ojek online (OJOL) pun kian membumbui rasa malas dari para orang dewasa untuk keluar rumah. Yang pada akhirnya terjatuh dalam kondisi memesan OJOL untuk mengantarkan makanan dari tempat makan modern tadi mengingat tempat makan modern tlah mengadakan kerjasama dengan para OJOL ini.

Andai saja, hal serupa juga dilakukan pada para pedagang kaki lima ini. Saya yakin para orang dewasa akan melepas masa rindu nya dan senyum di wajah para pedagang akan lebih lebar dari biasa nya. Saya sadar bahwa hal ini cukup sulit mengingat OJOL saat ini memiliki sebuah aturan dalam menjalin kerjasama dengan tempat-tempat makan tertentu. Atau jikalau ingin mudah, para pedagang bisa menambahkan jasa antar makanan (mungkin bisa merekrut sanak keluarga). Tinggal tambahkan saja tulisan di plang gerobaknya

“MENERIMA PESAN ANTAR. HUB 08XXXXXXXX”

Dan jangan lupa untuk posting gebrakan ini di social media karena peran penyebaran informasi via dunia maya terbukti sangat cepat. Ya, memang hal ini cenderung tidak aman bagi penjual. Bisa saja kan mereka ditipu pembeli? Bisa saja kan mereka di kasari pembeli? Kalau OJOL resmi, mereka ada backingan. Lah ini? Ya, namanya juga ide baru. Gampang saja sebenarnya.

Jika ingin agar OJOL untuk kaki lima ini bisa sedikit lebih resmi atau minimal aman dan nyaman untuk dilaksanakan maka ajak rekanan. Satukan tekad sama-sama bila perlu ajak pemerintah untuk mendukung usaha-usaha kecil seperti ini. Ingat, ini jamannya kolaborasi bukan kompetisi.

Kita harus mengikuti perkembangan jaman saat ini. Mengikuti perkembangan jaman bukan berarti memaksakan apa yang tak mau bahkan tak bisa kita lakukan. Cukup disesuaikan saja dengan kemampuan dan kebutuhan sendiri.

OJOL untuk pedagang kaki lima tak mustahil bukan?

Tags: gaya hidupojek onlinePKL
Share5TweetSendShareSend
Previous Post

PLASTIK

Next Post

Monyet Ekor Panjang di Puncak Wanagiri, Peminta-minta yang Kegemukan

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Monyet Ekor Panjang di Puncak Wanagiri, Peminta-minta yang Kegemukan

Monyet Ekor Panjang di Puncak Wanagiri, Peminta-minta yang Kegemukan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co