2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ojol untuk Mereka yang “Berkaki Lima” –Catatan Awal Tahun

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
January 7, 2019
in Esai
Ojol untuk Mereka yang “Berkaki Lima” –Catatan Awal Tahun

Foto: Nata Kusuma

Malam di awal tahun ini saya berkelana mencari sesuap tipat untuk saya masukkan ke dalam kantong perut ini. Prihal malam tahun baru kemarin, saya melewatkannya kembali. Ya, saya ngantuk.

“Cuma ada kembang api saja kan? Dan ratusan ucapan Happy New Year yang masuk ke ponsel saat tengah malam kan?” gumam saya ketika baru bangun pagi tadi dan hendak mengambil gawai saya.

Malam ini saya dinner di salah satu senggol di tepi kota Singaraja. Banyak warung makan tutup dan senggol lain yang jadi gebetan saya juga ikut tutup karena semalam mereka habis begadang di malam tahun baru. Senggol yang saya kunjungi ini sungguh sepi.

Saya rasa perlu menekankan hal ini bahwasannya sepi itu sedikit pembeli bukan tidak ada pembeli. Singkat cerita, ketika saya memesan tipat dengan porsi 7 ribu rupiah, saya duduk menghadap bapak penjual tipat. Kebetulan hanya saya saja yang berbelanja dan makan di TKP saat itu.

Tipat porsi 7 ribu rupiah pun dihidangkan di hadapan saya. Tatkala saya mengambil 2 kerupuk udang, ada seorang remaja yang membonceng perempuan kecil (mungkin adiknya) dan memesan beberapa bungkus tipat untuk dibawa ke rumah. Tak berselang lama, sepasang suami istri pun datang dan memesan 4 bungkus tipat. Saya ingat sekali apa yang dikatakan ibu itu;

“Pak. Tipatnya 4 bungkus Pak ya. Yang satu gak pedes. Ini bisa saya tinggal kan, Pak?” tanya Ibu itu

“Iya Bu,” jawab penjual tipat sembari mengulek bumbu tipatnya

Kemudian ibu itu pergi ke entah kemana untuk kemudian datang lagi nanti mengambil pesanan nya. Tak terasa tipat di piring saya pun sudah habis. Lalu datang lagi seorang pembeli. Kali ini seorang bapak bapak. Tampak ia memakai peci di kepalanya dan mengenakan sarung. Bapak ini mengajak ngobrol si penjual tipat sebelum ia memesan.

Saya pikir mungkin mereka adalah teman atau hanya sebatas hubungan pembeli yang sudah berlangganan. Dan bapak itu duduk di sebelah kiri agak jauh dari tempat saya duduk. Kini kami berdua adalah pembeli yang lebih memilih makan di TKP daripada dibungkus dan dibawa ke rumah.

Ketika meminum air mineral gelas disana, saya terngiang akan satu hal. Remaja yang membonceng adiknya, sepasang suami istri dan seorang bapak-bapak. Pertama, mari kita asumsikan bahwa remaja yang membonceng adiknya tersebut membeli tipat untuk dibungkus dan diberikan kepada orang di rumah yang notabene adalah orang tua mereka atau sanak keluarganya.

Sekarang kita sama kan persepsi bahwa pada kasus ini para pembeli ialah mereka yang dilihat dari segi umur adalah para orang yang sudah tua. Mungkin diperhalus saja menjadi para orang dewasa.

Kala itu saya teringat pesan ibu saya yang kadang-kadang ingin sekali membeli tipat di dekat kampus bawah, membeli gorengan di deket Telkom, membeli bakso di jalan mawar atau membeli es campur di senggol dekat Gedung Kesenian. Tak hayal seperti para orang dewasa yang membeli tipat di senggol ini. Kadang tempat makan yang diidamkan orang tua kita bukanlah Warung Makan ABC, Kantin 321, Kaefsi atau yang lebih baru yaitu Mekdi.

Banyak lidah para orang dewasa yang nyaman ketika memakan makanan di senggol. Dan faktanya adalah semakin kesini, para senggol semakin tersaingi oleh kehadiran tempat makan modern dan para orang dewasa yang mulai malas keluar rumah meski perut mereka mengidamkan makanan dari senggol yang mereka suka.

Tak sampai disana, fenomena ojek online (OJOL) pun kian membumbui rasa malas dari para orang dewasa untuk keluar rumah. Yang pada akhirnya terjatuh dalam kondisi memesan OJOL untuk mengantarkan makanan dari tempat makan modern tadi mengingat tempat makan modern tlah mengadakan kerjasama dengan para OJOL ini.

Andai saja, hal serupa juga dilakukan pada para pedagang kaki lima ini. Saya yakin para orang dewasa akan melepas masa rindu nya dan senyum di wajah para pedagang akan lebih lebar dari biasa nya. Saya sadar bahwa hal ini cukup sulit mengingat OJOL saat ini memiliki sebuah aturan dalam menjalin kerjasama dengan tempat-tempat makan tertentu. Atau jikalau ingin mudah, para pedagang bisa menambahkan jasa antar makanan (mungkin bisa merekrut sanak keluarga). Tinggal tambahkan saja tulisan di plang gerobaknya

“MENERIMA PESAN ANTAR. HUB 08XXXXXXXX”

Dan jangan lupa untuk posting gebrakan ini di social media karena peran penyebaran informasi via dunia maya terbukti sangat cepat. Ya, memang hal ini cenderung tidak aman bagi penjual. Bisa saja kan mereka ditipu pembeli? Bisa saja kan mereka di kasari pembeli? Kalau OJOL resmi, mereka ada backingan. Lah ini? Ya, namanya juga ide baru. Gampang saja sebenarnya.

Jika ingin agar OJOL untuk kaki lima ini bisa sedikit lebih resmi atau minimal aman dan nyaman untuk dilaksanakan maka ajak rekanan. Satukan tekad sama-sama bila perlu ajak pemerintah untuk mendukung usaha-usaha kecil seperti ini. Ingat, ini jamannya kolaborasi bukan kompetisi.

Kita harus mengikuti perkembangan jaman saat ini. Mengikuti perkembangan jaman bukan berarti memaksakan apa yang tak mau bahkan tak bisa kita lakukan. Cukup disesuaikan saja dengan kemampuan dan kebutuhan sendiri.

OJOL untuk pedagang kaki lima tak mustahil bukan?

Tags: gaya hidupojek onlinePKL
Share5TweetSendShareSend
Previous Post

PLASTIK

Next Post

Monyet Ekor Panjang di Puncak Wanagiri, Peminta-minta yang Kegemukan

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Monyet Ekor Panjang di Puncak Wanagiri, Peminta-minta yang Kegemukan

Monyet Ekor Panjang di Puncak Wanagiri, Peminta-minta yang Kegemukan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co