6 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ojol untuk Mereka yang “Berkaki Lima” –Catatan Awal Tahun

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
January 7, 2019
in Esai
Ojol untuk Mereka yang “Berkaki Lima” –Catatan Awal Tahun

Foto: Nata Kusuma

Malam di awal tahun ini saya berkelana mencari sesuap tipat untuk saya masukkan ke dalam kantong perut ini. Prihal malam tahun baru kemarin, saya melewatkannya kembali. Ya, saya ngantuk.

“Cuma ada kembang api saja kan? Dan ratusan ucapan Happy New Year yang masuk ke ponsel saat tengah malam kan?” gumam saya ketika baru bangun pagi tadi dan hendak mengambil gawai saya.

Malam ini saya dinner di salah satu senggol di tepi kota Singaraja. Banyak warung makan tutup dan senggol lain yang jadi gebetan saya juga ikut tutup karena semalam mereka habis begadang di malam tahun baru. Senggol yang saya kunjungi ini sungguh sepi.

Saya rasa perlu menekankan hal ini bahwasannya sepi itu sedikit pembeli bukan tidak ada pembeli. Singkat cerita, ketika saya memesan tipat dengan porsi 7 ribu rupiah, saya duduk menghadap bapak penjual tipat. Kebetulan hanya saya saja yang berbelanja dan makan di TKP saat itu.

Tipat porsi 7 ribu rupiah pun dihidangkan di hadapan saya. Tatkala saya mengambil 2 kerupuk udang, ada seorang remaja yang membonceng perempuan kecil (mungkin adiknya) dan memesan beberapa bungkus tipat untuk dibawa ke rumah. Tak berselang lama, sepasang suami istri pun datang dan memesan 4 bungkus tipat. Saya ingat sekali apa yang dikatakan ibu itu;

“Pak. Tipatnya 4 bungkus Pak ya. Yang satu gak pedes. Ini bisa saya tinggal kan, Pak?” tanya Ibu itu

“Iya Bu,” jawab penjual tipat sembari mengulek bumbu tipatnya

Kemudian ibu itu pergi ke entah kemana untuk kemudian datang lagi nanti mengambil pesanan nya. Tak terasa tipat di piring saya pun sudah habis. Lalu datang lagi seorang pembeli. Kali ini seorang bapak bapak. Tampak ia memakai peci di kepalanya dan mengenakan sarung. Bapak ini mengajak ngobrol si penjual tipat sebelum ia memesan.

Saya pikir mungkin mereka adalah teman atau hanya sebatas hubungan pembeli yang sudah berlangganan. Dan bapak itu duduk di sebelah kiri agak jauh dari tempat saya duduk. Kini kami berdua adalah pembeli yang lebih memilih makan di TKP daripada dibungkus dan dibawa ke rumah.

Ketika meminum air mineral gelas disana, saya terngiang akan satu hal. Remaja yang membonceng adiknya, sepasang suami istri dan seorang bapak-bapak. Pertama, mari kita asumsikan bahwa remaja yang membonceng adiknya tersebut membeli tipat untuk dibungkus dan diberikan kepada orang di rumah yang notabene adalah orang tua mereka atau sanak keluarganya.

Sekarang kita sama kan persepsi bahwa pada kasus ini para pembeli ialah mereka yang dilihat dari segi umur adalah para orang yang sudah tua. Mungkin diperhalus saja menjadi para orang dewasa.

Kala itu saya teringat pesan ibu saya yang kadang-kadang ingin sekali membeli tipat di dekat kampus bawah, membeli gorengan di deket Telkom, membeli bakso di jalan mawar atau membeli es campur di senggol dekat Gedung Kesenian. Tak hayal seperti para orang dewasa yang membeli tipat di senggol ini. Kadang tempat makan yang diidamkan orang tua kita bukanlah Warung Makan ABC, Kantin 321, Kaefsi atau yang lebih baru yaitu Mekdi.

Banyak lidah para orang dewasa yang nyaman ketika memakan makanan di senggol. Dan faktanya adalah semakin kesini, para senggol semakin tersaingi oleh kehadiran tempat makan modern dan para orang dewasa yang mulai malas keluar rumah meski perut mereka mengidamkan makanan dari senggol yang mereka suka.

Tak sampai disana, fenomena ojek online (OJOL) pun kian membumbui rasa malas dari para orang dewasa untuk keluar rumah. Yang pada akhirnya terjatuh dalam kondisi memesan OJOL untuk mengantarkan makanan dari tempat makan modern tadi mengingat tempat makan modern tlah mengadakan kerjasama dengan para OJOL ini.

Andai saja, hal serupa juga dilakukan pada para pedagang kaki lima ini. Saya yakin para orang dewasa akan melepas masa rindu nya dan senyum di wajah para pedagang akan lebih lebar dari biasa nya. Saya sadar bahwa hal ini cukup sulit mengingat OJOL saat ini memiliki sebuah aturan dalam menjalin kerjasama dengan tempat-tempat makan tertentu. Atau jikalau ingin mudah, para pedagang bisa menambahkan jasa antar makanan (mungkin bisa merekrut sanak keluarga). Tinggal tambahkan saja tulisan di plang gerobaknya

“MENERIMA PESAN ANTAR. HUB 08XXXXXXXX”

Dan jangan lupa untuk posting gebrakan ini di social media karena peran penyebaran informasi via dunia maya terbukti sangat cepat. Ya, memang hal ini cenderung tidak aman bagi penjual. Bisa saja kan mereka ditipu pembeli? Bisa saja kan mereka di kasari pembeli? Kalau OJOL resmi, mereka ada backingan. Lah ini? Ya, namanya juga ide baru. Gampang saja sebenarnya.

Jika ingin agar OJOL untuk kaki lima ini bisa sedikit lebih resmi atau minimal aman dan nyaman untuk dilaksanakan maka ajak rekanan. Satukan tekad sama-sama bila perlu ajak pemerintah untuk mendukung usaha-usaha kecil seperti ini. Ingat, ini jamannya kolaborasi bukan kompetisi.

Kita harus mengikuti perkembangan jaman saat ini. Mengikuti perkembangan jaman bukan berarti memaksakan apa yang tak mau bahkan tak bisa kita lakukan. Cukup disesuaikan saja dengan kemampuan dan kebutuhan sendiri.

OJOL untuk pedagang kaki lima tak mustahil bukan?

Tags: gaya hidupojek onlinePKL
Share5TweetSendShareSend
Previous Post

PLASTIK

Next Post

Monyet Ekor Panjang di Puncak Wanagiri, Peminta-minta yang Kegemukan

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 

by I Nyoman Tingkat
June 6, 2026
0
Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 

ANTARA Bung Karnodan Chairil Anwar adalah Bung Sjahrir. Chairil Anwar sebagai pengarang berhasil mengintip dan menguntit Bung Sjahrir untuk mengorek...

Read moreDetails

Niels Bohr, Spiritualitas, dan Pancakosha: Ketika Fisika Kuantum Bertemu Kebijaksanaan Timur

by Agung Sudarsa
June 6, 2026
0
Niels Bohr, Spiritualitas, dan Pancakosha: Ketika Fisika Kuantum Bertemu Kebijaksanaan Timur

Niels Bohr dan Kerendahan Hati di Hadapan Misteri DALAM sejarah sains modern, nama Niels Bohr sering dikaitkan dengan lahirnya mekanika...

Read moreDetails

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

by I Wayan Artika
June 5, 2026
0
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu...

Read moreDetails

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

by Agung Sudarsa
June 5, 2026
0
Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Matematikawan yang Menolak Realitas Sekadar Mesin Roger Penrose bukan sekadar fisikawan biasa. Ia adalah salah satu ilmuwan yang berani melampaui...

Read moreDetails

Menonton Pemimpin yang ‘Adigang, Adigung, Adiguna’

by Chusmeru
June 5, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

GAMBARAN sosok pemimpin dari masa ke masa selalu berubah seiring dengan dinamika masyarakatnya. Dahulu kala, pemimpin di Indonesia sarat dengan...

Read moreDetails

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
0
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

Read moreDetails

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

by Angga Wijaya
June 4, 2026
0
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

Read moreDetails

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails
Next Post
Monyet Ekor Panjang di Puncak Wanagiri, Peminta-minta yang Kegemukan

Monyet Ekor Panjang di Puncak Wanagiri, Peminta-minta yang Kegemukan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pameran Tabula Rasa Vol 3, Ruang Tumbuh yang Menjaga Nyala Kreativitas Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UPMI Bali
Pameran

Pameran Tabula Rasa Vol 3, Ruang Tumbuh yang Menjaga Nyala Kreativitas Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UPMI Bali

DI salah satu sudut ruang pamer lantai dasar gedung Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, sebuah lukisan terpajang dalam bingkai...

by Dede Putra Wiguna
June 6, 2026
Talkshow Virtual YLAI dan Penerbit Pelangi: Literasi Lingkungan Anak, Peduli Bumi Sejak Dini
Pendidikan

Talkshow Virtual YLAI dan Penerbit Pelangi: Literasi Lingkungan Anak, Peduli Bumi Sejak Dini

PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan anak di Indonesia. Melalui kolaborasi antara Yayasan...

by tatkala
June 6, 2026
Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 
Esai

Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 

ANTARA Bung Karnodan Chairil Anwar adalah Bung Sjahrir. Chairil Anwar sebagai pengarang berhasil mengintip dan menguntit Bung Sjahrir untuk mengorek...

by I Nyoman Tingkat
June 6, 2026
‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur
Panggung

‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur

DI Desa Adat Pecatu, hujan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa alam. Ia adalah harapan, doa, sekaligus sumber kehidupan yang dinantikan...

by Dede Putra Wiguna
June 6, 2026
Cerita Rakyat Sebagai Identitas
Khas

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

by I Wayan Artika
June 6, 2026
Niels Bohr, Spiritualitas, dan Pancakosha: Ketika Fisika Kuantum Bertemu Kebijaksanaan Timur
Esai

Niels Bohr, Spiritualitas, dan Pancakosha: Ketika Fisika Kuantum Bertemu Kebijaksanaan Timur

Niels Bohr dan Kerendahan Hati di Hadapan Misteri DALAM sejarah sains modern, nama Niels Bohr sering dikaitkan dengan lahirnya mekanika...

by Agung Sudarsa
June 6, 2026
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane
Cerpen

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
Puisi-puisi Ama Gaspar
Puisi

Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

by Ama Gaspar
June 5, 2026
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui
Khas

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif
Panggung

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku
Esai

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu...

by I Wayan Artika
June 5, 2026
‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem
Panggung

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co