2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Semasih Diberi Waktu – Refleksi Aktor 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah

Tuti Dirgha by Tuti Dirgha
December 29, 2018
in Esai
Semasih Diberi Waktu – Refleksi Aktor 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah

Pentas Tuti Dirgha dalam 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah

Suatu hari Sonia menuturkan niatnya untuk mengajukan proposal sebuah proyek yang melibatkan para ibu (saya salah satunya) sebagai tokoh yang menginsipirasi,berjuang untuk keluarga.

Awalnya saya masih gamang tentang bentuk dan kebutuhan proyek ini akan keberadaan saya. Untuk apa? Untuk siapa? Layakkah saya? Inikah waktunya saya ungkapkan keinginan saya?

Saya akui jauh di dasar hati, setelah meninggalnya suami, saya ingin membagikan sedikit pengalaman saya ketika mendampingi beliau semasa hidupnya, yang mungkin ada manfaatnya bagi perempuan lain.

Antara lain tentang bagaimana saya bisa menerima lelaki dari pernikahan yang dirancang keluarga. Bagaimana penyesuaian diri awal sebagai menantu, ipar, dan bagian dari keluarga yang notabene masih sangat kental tradisinya, terutama panggilan dan sebutan penghormatan yang harus tepat dalam percakapan sehari-hari ataupun saat rapat keluarga (prareman).

Juga bagaimana pakaian yang sepatutnya digunakan saat sowan ke rumah keluarga setingkat mertua, untuk melayat, ke undangan nikah, ataupun maturan.

Cukup banyak waktu yang saya lewati untuk mempelajari dan memahaminya. Beberapa saudara dan teman memberikan tuturan, kisah dan sisi pandang yang berbeda dalam menyikapi rumah tangga kami masing-masing.

Ada yang memilih bertahan dengan segala penderitaannya demi sebuah status. Ada yang mengajarkan saya mendobrak tradisi, ada juga yang memilih bercerai setelah mengantarkan pembantunya ke dokter karena keguguran, ironisnya dihamili suaminya sendiri.

Lama saya belajar untuk menyadari ternyata lelaki pilihan ibu memang ayah dan suami yang baik hingga akhir hayatnya, walau saya belum mengungkapkannya secara langsung. Saya berpikir masih cukup banyak waktu, bahwa saya takkan kehilangannya, takkan ditinggalkan sebelum saya siap.

Tatkala Sonia datang kembali dengan paparan yang jelas tentang Proyek Teater Dokumenter 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah yang merupakan hibah Cipta Media Ekspresi, saya memastikan diri, siap menjadi bagian proyek tersebut. Status single parent yang saya sandang akan saya jadikan dasar untuk bisa berbagi sesuai kacamata masing-masing pribadi, introvert-ekstrovert, meledak-ledak, ataupun pendiam dan memendam.

Kita akan saling menguatkan, memvibrasi para ibu yang merupakan bagian kehidupan yang memiliki permasalahan yang mungkin jauh lebih kompleks dari 11 ibu, bisa lebih menghargai  waktu, memaknai kualitas bukan kuantitas kebersamaan, karena tiap-tiap kita adalah bagian dari yang lainnya.

Janji temu pertama 11 ibu adalah di Rumah Belajar Komunitas Mahima. Bagi 11 ibu dalam pertemuan itu ada pertemuan pertama dan ada yang bertemu kembali. Anehnya, kami tak merasa asing satu sama lain. Pertemuan mengalir begitu saja, apakah karena rumah itu yang hangat ataukah Sonia, sang sutradara dan penulis naskah, yang selalu antusias dan hangat, terutama jika sudah menjabarkan bagan hingga detil-detil terkecil proyek ini (adakah ini salah satu hal yang mengesankan juri saat Sonia presentasi?)

Pertemuan berlanjut di rumah satu ibu ke ibu yang lainnya. Dalam proses inilah sangat terasa kedekatan kami terpupuk, belajar lebih banyak mendengarkan, berusaha mengungkapkan dengan bijak permasalahan, kondisi untuk didengarkan, bersikap terbuka, dan menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing, memilih dan memilah kalimat-kalimat, dan tindak-tanduk yang konstruktif dalam memberikan alternatif saran dan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Seringkali kami hanyut dalam tangis bersama, sesekali tawa kami renyah berderai.

Pemahaman terbangun secara sukarela. Saya membayangkan bagaimana cara Sonia mendatangi kami satu persatu untuk bersedia terlibat dalam proyek ini. Saya merasa bahwa ketulusan juga terbentuk dengan sendirinya. Selain berlatih untuk naskah sendiri, kami juga selalu terlibat dalam setiap pementasan 11 Ibu. Tanpa diminta kami akan saling berbagi makanan yang dibawa sendiri saat salah satu ibu berlatih dan pentas.

Kami juga ikut berperan sebagai figuran demi suksesnya pentas-pentas tersebut (kecuali berhalangan karena kepentingan lain). Pernah pula kami menjadi pemompa semangat karena salah satu ibu bermasalah dengan naskah dan rumahtangganya.

Sungguh ini serupa teater terapi karena kemudian hubungan dengan pasangannya jadi membaik setelah pentas berlangsung. Yang pasti, kami tidak pernah berlagak menghakimi setiap kali naskah usai dipanggungkan.

Dalam proses latihan hingga pentas, setiap ibu melibatkan keluarga sebagai bagian dari kisahnya. Tidakkah itu indah? Elemen-elemen rumah bisa sebagai panggung. Semua anggota keluarga terlibat, semua merasakan, semua saling menguatkan. Apresiasi penonton lewat whatsapp, facebook, maupun komentar langsung, termasuk saran dan kritik memberi arti tersendiri bagi kami.

Sebagai orang Bali, saat pentas saya memunculkan latar Bale Gede, bagian penting tradisi karena setiap prosesi bertempat di sini. Layaknya wadah meramu kerukunan, pengejawantahan rasa, saling berbagi dan berkumpul, cerminan Rwa Bhineda (suka dan duka selalu berdampingan dalam kehidupan).

Satu lagi hal penting yang saya rasakan dari kebersamaan kami dalam proyek ini yaitu mekarnya kesadaran: sebagai perempuan, sosok gadis (daha) sebaiknya menyiapkan diri sepantasnya karena nantinya akan memasuki kehidupan baru (kahuripan) saat menikah.

Sebagai istri, berusaha menjaga hubungan sebaik kita bisa  pada tiap bilah tahapan rumah tangga, (karena jodoh kan kuasa Tuhan).  Sebagai ibu, melaksanakan swadharma suci, menyadari anak yang terlahir adalah titipan Tuhan melalui kita tapi bukan dari kita. Kita bisa tumpahkan kasih ibu sedalam-dalamnya semasih diberi waktu.  (T)                

Tags: ibuMonologPerempuanTeater
Share23TweetSendShareSend
Previous Post

Kata Nirwan Dewanto, Ada 3 Alasan Kenapa Kita Membaca Buku “Jais Darga Namaku”

Next Post

Seni Rupa Bali di Penghujung Tahun 2018 -Catatan Seorang Penikmat Pasif

Tuti Dirgha

Tuti Dirgha

Penulis buku puisi Beri Aku Waktu

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Seni Rupa Bali di Penghujung Tahun 2018  -Catatan Seorang Penikmat Pasif

Seni Rupa Bali di Penghujung Tahun 2018 -Catatan Seorang Penikmat Pasif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co