24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Semasih Diberi Waktu – Refleksi Aktor 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah

Tuti Dirgha by Tuti Dirgha
December 29, 2018
in Esai
Semasih Diberi Waktu – Refleksi Aktor 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah

Pentas Tuti Dirgha dalam 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah

Suatu hari Sonia menuturkan niatnya untuk mengajukan proposal sebuah proyek yang melibatkan para ibu (saya salah satunya) sebagai tokoh yang menginsipirasi,berjuang untuk keluarga.

Awalnya saya masih gamang tentang bentuk dan kebutuhan proyek ini akan keberadaan saya. Untuk apa? Untuk siapa? Layakkah saya? Inikah waktunya saya ungkapkan keinginan saya?

Saya akui jauh di dasar hati, setelah meninggalnya suami, saya ingin membagikan sedikit pengalaman saya ketika mendampingi beliau semasa hidupnya, yang mungkin ada manfaatnya bagi perempuan lain.

Antara lain tentang bagaimana saya bisa menerima lelaki dari pernikahan yang dirancang keluarga. Bagaimana penyesuaian diri awal sebagai menantu, ipar, dan bagian dari keluarga yang notabene masih sangat kental tradisinya, terutama panggilan dan sebutan penghormatan yang harus tepat dalam percakapan sehari-hari ataupun saat rapat keluarga (prareman).

Juga bagaimana pakaian yang sepatutnya digunakan saat sowan ke rumah keluarga setingkat mertua, untuk melayat, ke undangan nikah, ataupun maturan.

Cukup banyak waktu yang saya lewati untuk mempelajari dan memahaminya. Beberapa saudara dan teman memberikan tuturan, kisah dan sisi pandang yang berbeda dalam menyikapi rumah tangga kami masing-masing.

Ada yang memilih bertahan dengan segala penderitaannya demi sebuah status. Ada yang mengajarkan saya mendobrak tradisi, ada juga yang memilih bercerai setelah mengantarkan pembantunya ke dokter karena keguguran, ironisnya dihamili suaminya sendiri.

Lama saya belajar untuk menyadari ternyata lelaki pilihan ibu memang ayah dan suami yang baik hingga akhir hayatnya, walau saya belum mengungkapkannya secara langsung. Saya berpikir masih cukup banyak waktu, bahwa saya takkan kehilangannya, takkan ditinggalkan sebelum saya siap.

Tatkala Sonia datang kembali dengan paparan yang jelas tentang Proyek Teater Dokumenter 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah yang merupakan hibah Cipta Media Ekspresi, saya memastikan diri, siap menjadi bagian proyek tersebut. Status single parent yang saya sandang akan saya jadikan dasar untuk bisa berbagi sesuai kacamata masing-masing pribadi, introvert-ekstrovert, meledak-ledak, ataupun pendiam dan memendam.

Kita akan saling menguatkan, memvibrasi para ibu yang merupakan bagian kehidupan yang memiliki permasalahan yang mungkin jauh lebih kompleks dari 11 ibu, bisa lebih menghargai  waktu, memaknai kualitas bukan kuantitas kebersamaan, karena tiap-tiap kita adalah bagian dari yang lainnya.

Janji temu pertama 11 ibu adalah di Rumah Belajar Komunitas Mahima. Bagi 11 ibu dalam pertemuan itu ada pertemuan pertama dan ada yang bertemu kembali. Anehnya, kami tak merasa asing satu sama lain. Pertemuan mengalir begitu saja, apakah karena rumah itu yang hangat ataukah Sonia, sang sutradara dan penulis naskah, yang selalu antusias dan hangat, terutama jika sudah menjabarkan bagan hingga detil-detil terkecil proyek ini (adakah ini salah satu hal yang mengesankan juri saat Sonia presentasi?)

Pertemuan berlanjut di rumah satu ibu ke ibu yang lainnya. Dalam proses inilah sangat terasa kedekatan kami terpupuk, belajar lebih banyak mendengarkan, berusaha mengungkapkan dengan bijak permasalahan, kondisi untuk didengarkan, bersikap terbuka, dan menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing, memilih dan memilah kalimat-kalimat, dan tindak-tanduk yang konstruktif dalam memberikan alternatif saran dan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Seringkali kami hanyut dalam tangis bersama, sesekali tawa kami renyah berderai.

Pemahaman terbangun secara sukarela. Saya membayangkan bagaimana cara Sonia mendatangi kami satu persatu untuk bersedia terlibat dalam proyek ini. Saya merasa bahwa ketulusan juga terbentuk dengan sendirinya. Selain berlatih untuk naskah sendiri, kami juga selalu terlibat dalam setiap pementasan 11 Ibu. Tanpa diminta kami akan saling berbagi makanan yang dibawa sendiri saat salah satu ibu berlatih dan pentas.

Kami juga ikut berperan sebagai figuran demi suksesnya pentas-pentas tersebut (kecuali berhalangan karena kepentingan lain). Pernah pula kami menjadi pemompa semangat karena salah satu ibu bermasalah dengan naskah dan rumahtangganya.

Sungguh ini serupa teater terapi karena kemudian hubungan dengan pasangannya jadi membaik setelah pentas berlangsung. Yang pasti, kami tidak pernah berlagak menghakimi setiap kali naskah usai dipanggungkan.

Dalam proses latihan hingga pentas, setiap ibu melibatkan keluarga sebagai bagian dari kisahnya. Tidakkah itu indah? Elemen-elemen rumah bisa sebagai panggung. Semua anggota keluarga terlibat, semua merasakan, semua saling menguatkan. Apresiasi penonton lewat whatsapp, facebook, maupun komentar langsung, termasuk saran dan kritik memberi arti tersendiri bagi kami.

Sebagai orang Bali, saat pentas saya memunculkan latar Bale Gede, bagian penting tradisi karena setiap prosesi bertempat di sini. Layaknya wadah meramu kerukunan, pengejawantahan rasa, saling berbagi dan berkumpul, cerminan Rwa Bhineda (suka dan duka selalu berdampingan dalam kehidupan).

Satu lagi hal penting yang saya rasakan dari kebersamaan kami dalam proyek ini yaitu mekarnya kesadaran: sebagai perempuan, sosok gadis (daha) sebaiknya menyiapkan diri sepantasnya karena nantinya akan memasuki kehidupan baru (kahuripan) saat menikah.

Sebagai istri, berusaha menjaga hubungan sebaik kita bisa  pada tiap bilah tahapan rumah tangga, (karena jodoh kan kuasa Tuhan).  Sebagai ibu, melaksanakan swadharma suci, menyadari anak yang terlahir adalah titipan Tuhan melalui kita tapi bukan dari kita. Kita bisa tumpahkan kasih ibu sedalam-dalamnya semasih diberi waktu.  (T)                

Tags: ibuMonologPerempuanTeater
Share23TweetSendShareSend
Previous Post

Kata Nirwan Dewanto, Ada 3 Alasan Kenapa Kita Membaca Buku “Jais Darga Namaku”

Next Post

Seni Rupa Bali di Penghujung Tahun 2018 -Catatan Seorang Penikmat Pasif

Tuti Dirgha

Tuti Dirgha

Penulis buku puisi Beri Aku Waktu

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Seni Rupa Bali di Penghujung Tahun 2018  -Catatan Seorang Penikmat Pasif

Seni Rupa Bali di Penghujung Tahun 2018 -Catatan Seorang Penikmat Pasif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co