3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan PPL: Menjadi Guru yang Memanusiakan Anak Didik

Jaswanto by Jaswanto
October 10, 2018
in Esai
Catatan PPL: Menjadi Guru yang Memanusiakan Anak Didik

Ilustrasi diolah dari Google

JANGAN bosan-bosan untuk membaca catatan PPL saya. Memang beginilah salah satu cara saya untuk mengasah otak agar tetap berpikiran jernih, dengan cara sibuk membaca buku dan menuliskan hal-hal temuan maupun respon atas suatu kejadian.

Selama saya menjadi mahasiswa praktekan, banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan. Kalau dulu selama KKN saya mendapatkan pelajaran terkait dengan pola-pola pendekatan kepada masyarakat, cara menempatkan diri, sampai merasakan bahwa begitu kompleksnya masalah dalam kehidupan bermasyarakat. Saya juga semakin paham bahwa banyak sekali rupa-rupa manusia di dunia ini. Sedangkan selama PPL, saya lebih banyak mendapatkan ilmu juga pengalaman terkait dengan hal-hal yang berhubungan dengan pengajaran, administrasi sekolah, sampai belajar menjadi seorang calon guru yang bisa memanusiakan seorang peserta didik.

Para pembaca yang budiman…

Selama ini, kalau kita mau jujur, atau paling tidak saya sendiri, rasa-rasanya memang sudah sangat lama kita merindukan sebuah sekolah yang benar-benar bisa memanusiakan anak didiknya.

Kok begitu? Tentu saja, selama ini, menurut pandangan saya yang berdasarkan buku berjudul Learning Metamorphosis: Hebat Gurunya, Dahsyat Muridnya, karya H.D. Iryanto, sekolah hadir lebih banyak sebagai lembaga pembelajaran yang hanya mengedepankan aspek kognitif. Padahal, sebagaimana dikatakan Benyamin S. Bloom, setiap anak didik memiliki bukan hanya ranah kognitif, tetapi juga ranah afektif dan psikomotorik. Penting untuk disadari bahwa dua ranah yang terakhir ini juga perlu dikembangkan. Bahkan sudah banyak buktinya bahwa dua ranah yang terakhir ini justru yang amat menentukan bagi kesuksesan seseorang di dunia kerja (Setidaknya Kurikulum K.13 sudah membahas tentang hal ini, hanya saja, implementasinya sudah apa belum, saya tidak tahu)

Bukti bahwa masih banyak sekolah yang hanya mementingkan aspek kognitif bisa kita lihat bersama. Apresiasi sekolah diberikan hanya kepada murid yang prestasi akademisnya bagus, relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan apresiasi yang diberikan kepada murid yang memiliki prestasi nonakademis. Lebih ironis lagi, masih banyak sekali pandangan dari sebagian pendidik bahwa jurusan tertentu dianggap lebih baik, lebih unggul, lebih favorit dari jurusan yang lain (yang lebih kentara tentu saja perbandingan antara jurusan IPA dan IPS, jurusan IPA dianggap lebih baik daripada jurusan IPS, saya pikir di mana-mana begitu). Akibatnya, perlakuan tidak adil sering dirasakan oleh jurusan yang dianggap favorit tadi.

Begitulah. Bagi saya, sekolah yang hanya mementingkan aspek kognitif saja, sesungguhnya telah mengingkari jati diri sebagai lembaga pengajaran itu sendiri. Seperti kata Ki Hajar Dewantara sendiri, bahwa makna pengajaran dan pendidikan itu berbeda. Pengajaran diartikan sebagai proses mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada anak didik. Sedangkan pendidikan dimaknai sebagai proses menuntun para murid agar mereka tumbuh menjadi manusia yang selamat dan bahagia, baik di dunia maupun akhirat.

Dalam dunia pendidikan, guru adalah komponen terpenting. Peran dan fungsi guru, untuk melaksanakan proses pembelajaran yang mampu menghasilkan pengembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik secara berimbang. Bobbi DePorter, penulis buku Quantum Learning, bersama Mike Hernacky, bahkan memberikan penggambaran tentang peran dan fungsi guru ini dengan sangat indahnya. Sedangkan dalam buku Learning Metamorphosis: Hebat Gurunya, Dahsyat Muridnya, karya H.D. Iryanto, posisi guru dalam kelas pembelajaran tidak ubahnya seperti seorang konduktor dalam sebuah orkestra. Harmoni dan irama yang indah akan lahir dari para pemain, jika sang konduktor piawai dalam memimpin orkestra.

Pendapat lain datang dari seorang mantan Rektor IKIP Bandung (sekarang Universitas Pendidikan Indonesia), Prof. Dr. Moh. Fakry Gaffar, guru memegang peranan strategis terutama dalam upaya membentuk watak bangsa—melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan. Sementara itu, dalam pandangan Dr. Titik Rohanah Hidayati, guru merupakan bagian integral dari sumber daya pendidikan yang sangat menentukan keberhasilan sebuah pendidikan.

Sebagai salah satu subkomponen dalam pendidikan, khususnya komponen pendidikan dan tenaga kependidikan, guru merupakan sebuah kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan. Karena itu, posisi guru berada pada titik sentral dari setiap usaha reformasi pendidikan yang diarahkan pada perubahan-perubahan kualitatif.

Mengingat betapa pentingnya peran dan fungsi guru, maka kompetensi guru harus terus dikembangkan dari masa ke masa. Tidak cukup hanya pelajaran-pelajaran di kampus, guru juga harus aktif di dunia keorganisasian, kepemimpinan, dan manajemen tentu saja. Lebih-lebih seorang guru mampu melakukan penelitian terkait dengan permasalahan-permasalahan di dunia pendidikan.

Kemampuan mendidik dan mengajar harus terus diasah, agar bisa menyesuaikan dengan zaman. Kreatif dengan model-model dan metode pembelajaran. Bersahabat dengan anak didik, tidak membeda-bedakan. Kepribadiannya harus terus dimatangkan, agar mampu menjadi figur teladan bagi anak didiknya. Kecakapan sosial dan profesionalitasnya juga harus ditingkatkan, baik di masyarakat maupun di lingkungan sekolah.

Para pembaca yang budiman…

Selama saya menjalankan PPL ini, saya melihat hanya ada beberapa guru saja yang mampu menjadi guru yang elegan. Masih banyak sekali guru yang proses pembelajarannya cenderung monoton dan membosankan. Maih banyak sekali guru yang tidak mampu menggali bakat dan potensi murid. Masih banyak sekali guru yang lebih sering marah ketimbang sabar saat menghadapi murid yang dianggap “nakal” dan “bodoh”. Dan masih banyak sekali guru yang model pembelajarannya hanya terfokus pada pengembangan kecakapan akademis semata dan melupakan kecakapan hidup lainnya.

Dengan kondisi semacam itu, maka tak heran jika banyak sekali siswa yang kurang antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. Berbagai hambatan proses pembelajaran pun akan sulit untuk diatasi. Kalau pun ada usaha untuk mengatasi, maka yang dilakukan adalah memberikan hukuman, teguran, dll. Seperti tulisan Prof. Jalaludin Rakhmat dalam sebuah buku berjudul Belajar Cerdas: “Jika Anda punya pesawat televisi yang sudah cukup tua, yang gambarnya kadang muncul kadang tidak, apa yang sering Anda lakukan ketika gambarnya tidak muncul?” hampir semua orang akan menjawab: Digebrak! Sayangnya murid bukan mesin tua.

Celakanya, banyak sekali oknum guru yang main gebrak saja terhadap otak muridnya. Kalau murid mengalami kesulitan belajar atau gagal memahami materi yang diajarkan, para guru dengan serta merta mengebrak muridnya—entah dengan kata-kata, tatapan mata, rauh wajah, atau sikap dan perilaku yang bisa melukai hati murid dan bahkan meruntuhkan kepercayaan diri murid—tanpa melihat, jangan-jangan model pembelajaran yang diterapkannya membosankan? Alih-alih memotivasi, yang terjadi justru sebaliknya, kadang-kadang murid akan jatuh mental belajarnya. Tentu saja tidak semua guru bertindak seperti itu.

Menurut saya pribadi, untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, tentu saja dibutuhkan seorang guru yang elegan, profesional, dan tentu saja tidak gila hormat. Saya percaya, seorang guru yang hebat, akan berhasil menjadi insitusi pendidikan yang memberdayaka sekaligus membahagiakan anak ddiknya.

Seperti pendapat Munif Chatib dalam buku Sekolahnya Manusia, ia menuliskan: “ Membangun sekolah, hakikatnya, adalah membangun keunggulan sumberdaya manusia. Sayangnya, banyak sekolah yang sadar atau tidak malah membunuh banyak potensi siswa-siswa didiknya. Sebab setelah diteliti, banyak sekali sekolah di negeri ini yang berpredikat “Sekolah Robot”; mulai dari proses pembelajaran, target keberhasilan sekolah, sampai pada sistem penilainya. Kalau sudah seperti ini, sekolah bukannya mengembangkan potensi anak didik, melainkan justru mengerdilkannya.”

Bagaimana komentar Anda? Bisakah kita menjadi seorang guru yang bisa memanusiakan anak didik kita? Selamat bekerja, Bapak/Ibu Guru. Adillah sejak dalam pikiran. Sebab tugas manusia adalah menjadi manusia, dan tentu saja mampu memanusiakan manusia. (T)

Tags: gurukemanusiaansekolahsiswa
Share28TweetSendShareSend
Previous Post

Sarajevo, Setelah Tahun-Tahun Buruk

Next Post

Tak Ada Alat Pendeteksi Gempa, Yang Ada Si “Buoy” Pendekteksi Tsunami

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Tak Ada Alat Pendeteksi Gempa, Yang Ada Si “Buoy” Pendekteksi Tsunami

Tak Ada Alat Pendeteksi Gempa, Yang Ada Si “Buoy” Pendekteksi Tsunami

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co