12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bertemu Bill di Ubud, Bercakap-cakap tentang Meditasi dan Mindfulness

Angga Wijaya by Angga Wijaya
October 6, 2018
in Esai
Bertemu Bill di Ubud, Bercakap-cakap tentang Meditasi dan Mindfulness

Bill Farancz

LELAKI tua itu datang dan menyapa Pak Memet, pemilik sebuah café di Jalan Sri Wedari, Ubud. Tampaknya mereka sudah saling kenal. Saya sedang duduk mengetik tak jauh dari lelaki itu, sembari menikmati teh di pagi yang sejuk. Kami saling menyapa.

Namanya Bill Farancz. Ia berasal dari sebuah kota di negara bagian New York, Amerika Serikat. Ia sudah sering k Ubud dan berpikir untuk menetap di sana. Kami lalu berbincang tentang hal ringan seputar aktivitas keseharian masing-masing. Ia belum menguasai bahasa Indonesia dan berbicara dalam bahasa Inggris.

Meditasi

Topik pembicaraan kami beralih ke spiritualitas. Bill bercerita pengalamannya bepergian ke banyak negara. Salah satunya India. Ia pernah berkunjung dan bertemu langsung dengan Osho (1931-1990), mistik dan guru spiritual yang terkenal itu. Saya semakin antusias saat ia menyebut nama itu. Osho idola saya sejak lama.

Bill bertemu Osho pada usia tiga puluh tahun. Ia tinggal dan mengikuti program meditasi di ashramnya selama sebulan. Sebelumnya Bill banyak membaca buku karya Osho. Ia bercerita, Osho sangat paham filsafat dan psikologi manusia. Ia menguasai banyak ajaran agama dan spiritual dari berbagai tradisi di dunia.

“Osho adalah profesor filsafat yang kemudian mengajar spiritualitas. Apa yang ia sampaikan sangat logis dan bisa diterima akal. Tak aneh banyak orang yang tertarik dan menyukainya,” kata Bill.

Bill menuturkan, meditasi yang ia ikuti di ashram Osho adalah meditasi Vipassana. Teknik ini dipopulerkan oleh Siddharta Gautama. Selama dua minggu ia mengikuti program meditasi tersebut. Selama itu peserta tak boleh berbicara bahkan bersentuhan dengan peserta lain. Keheningan adalah poin utama dalam meditasi.

Vipassana mengajarkannnya cara mengamati gerak pikiran, yang oleh banyak guru diibaratkan sebagai “monkey mind” menggambarkan betapa liarnya pikiran seperti seekor kera, bergerak ke sana-sini dan tak mau diam. Meditasi adalah metode menjinakkan keliaran pikiran. Dengan mengamati masuk dan keluarnya nafas, pikiran seperti diberi “pekerjaan” sehingga berfokus pada satu hal yakni nafas.

“Saya lulus dalam program meditasi selama dua minggu itu. Tak sedikit yang gagal, mungkin belum terbiasa. Saya menemukan pengalaman baru yang banyak mengubah cara pandang terhadap kehidupan,” ujar Bill.

Sejak saat itu, Bill menjadi penekun meditasi. Bertahun-tahun melakukannya, ia mendapat pemahaman baru bahwa meditasi bukan hanya sekadar duduk diam selama sekian menit atau jam setiap hari. Inti meditasi adalah kesadaran; menjadi sadar setiap waktu. Misalnya pada waktu makan, kita sadar bahwa kita sedang makan. Begitu pula dengan aktivitas lainnya. Meditasi menghasilkan kesadaran (eling) setiap saat dan menumbuhkan sikap hidup meditatif.

Mindfulness

Menurut Bill, apa yang kini ramai dibicarakan dan diajarkan termasuk dalam pendidikan yakni mindfulness adalah istilah lain dari meditasi. Mengandung pengertian memusatkan perhatian sedemian rupa, menghayati apa yang sedang kita lakukan tanpa penilaian.

“Dengan melihat segala sesuatu tanpa penilaian, kita bisa menjadi lebih tenang karena pikiran penuh dengan penilaian seperti baik-buruk, pantas-tidak pantas dan lain sebagainya. Hanya menjadi saksi apa yang kita terima dari panca indera sepertinya sangat bagus,” katanya.

Saya kurang setuju dengan Bill yang mengatakan mindfulness adalah istilah lain dari meditasi. Meditasi bukan mindfulness.

Dalam buku “Soul Awareness” karya Anand Krishna, seorang humanis spiritual, budayawan dan penulis lebih dari 170 buku disebutkan, meditasi adalah pelampauan mind. Meditasi bukanlah untuk mengasah mind supaya bisa digunakan secara optimal.

“Tidak, bukan itu maksud dan tujuan meditasi. Miind lahir dari dualitas, konflik adalah sifatnya; mengasah mind berarti membuatnya lebih cakap berkonflik! Apa itu mau kita?”, tulis Anand.

Lebih lanjut Anand menulis, meditasi “menghancurkan” mind, kemudian mendaurulangnya kembali menjadi intelegensi. Prosesnya persis sama seperti menghancurkan kertas bekas, misalnya kertas koran, kemudian mendaurulang hancurannya menjadi kertas baru.

Jadi, mind yang berubah menjadi intelegensi sudah berubah karakter secara menyeluruh, Secara total. Mind mengikat kita dengan kebendaan, intelegensi membebaskan kita,

“Selama kita masih membutuhkan motivasi eksternal untuk berbuat sesuatu, kita masih sepenuhnya terkendali oleh mind. Sesungguhnya, saat itu kita sudah cukup mindful, Tidak perlu lagi mengeluarkan biaya sepeser pun untuk belajar “apa yang sering disebut” mindfulness meditation,” jelas Anand.

Sayang Bill belum membaca buku atau bertemu langsung dengan Anand Krishna di ashramnya yang berjarak tak jauh dari tempat kami mengobrol. Saya lalu menceritakan tentang Anand Krishna dan kegiatan yang beliau lakukan dua puluh tahun belakangan ini yaitu menyebarkan kesadaran akan hidup meditatif bagi masyarakat Indonesia, tempat beliau berkarya.

Bill pasti senang jika bertemu dengan Pak Anand, begitu saya memanggil pria 62 tahun keturunan India kelahiran Solo, Jawa Tengah tersebut.

Obrolan dengan Bill terus berlanjut, saya banyak mendapat wawasan baru dan menjadi tahu pandangan orang Barat terhadap kehidupan. Ada nilai-nilai universal dan kesamaan pemikiran yang dimiliki manusia dari manapun ia berasal. Carl Gustav Jung menyebutnya kesadaran kolektif. Bill lalu menyampaikan pengetahuannya tentang itu dan saya menyimaknya dengan saksama.

Saya beruntung bertemu Bill, orang yang ramah untuk ukuran orang asing yang baru pertama kali berjumpa. Tengah hari saat saya mesti meninggalkan café itu dan balik ke Denpasar karena ada tugas lain menanti. Kami sempat bertukar alamat email, berharap  bisa bertemu di lain waktu dengan topik perbincangan lain. (T)

 

Tags: Anand KrishnameditasiUbud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

12 Seniman dan 3 Tamu Terhormat di DenPasar Art+Design 2018.

Next Post

Biennale Sastra Indonesia – Catatan Menjelang 90 Tahun Bahasa Indonesia

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Biennale Sastra Indonesia – Catatan Menjelang 90 Tahun Bahasa Indonesia

Biennale Sastra Indonesia - Catatan Menjelang 90 Tahun Bahasa Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co