14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bertemu Bill di Ubud, Bercakap-cakap tentang Meditasi dan Mindfulness

Angga Wijaya by Angga Wijaya
October 6, 2018
in Esai
Bertemu Bill di Ubud, Bercakap-cakap tentang Meditasi dan Mindfulness

Bill Farancz

LELAKI tua itu datang dan menyapa Pak Memet, pemilik sebuah café di Jalan Sri Wedari, Ubud. Tampaknya mereka sudah saling kenal. Saya sedang duduk mengetik tak jauh dari lelaki itu, sembari menikmati teh di pagi yang sejuk. Kami saling menyapa.

Namanya Bill Farancz. Ia berasal dari sebuah kota di negara bagian New York, Amerika Serikat. Ia sudah sering k Ubud dan berpikir untuk menetap di sana. Kami lalu berbincang tentang hal ringan seputar aktivitas keseharian masing-masing. Ia belum menguasai bahasa Indonesia dan berbicara dalam bahasa Inggris.

Meditasi

Topik pembicaraan kami beralih ke spiritualitas. Bill bercerita pengalamannya bepergian ke banyak negara. Salah satunya India. Ia pernah berkunjung dan bertemu langsung dengan Osho (1931-1990), mistik dan guru spiritual yang terkenal itu. Saya semakin antusias saat ia menyebut nama itu. Osho idola saya sejak lama.

Bill bertemu Osho pada usia tiga puluh tahun. Ia tinggal dan mengikuti program meditasi di ashramnya selama sebulan. Sebelumnya Bill banyak membaca buku karya Osho. Ia bercerita, Osho sangat paham filsafat dan psikologi manusia. Ia menguasai banyak ajaran agama dan spiritual dari berbagai tradisi di dunia.

“Osho adalah profesor filsafat yang kemudian mengajar spiritualitas. Apa yang ia sampaikan sangat logis dan bisa diterima akal. Tak aneh banyak orang yang tertarik dan menyukainya,” kata Bill.

Bill menuturkan, meditasi yang ia ikuti di ashram Osho adalah meditasi Vipassana. Teknik ini dipopulerkan oleh Siddharta Gautama. Selama dua minggu ia mengikuti program meditasi tersebut. Selama itu peserta tak boleh berbicara bahkan bersentuhan dengan peserta lain. Keheningan adalah poin utama dalam meditasi.

Vipassana mengajarkannnya cara mengamati gerak pikiran, yang oleh banyak guru diibaratkan sebagai “monkey mind” menggambarkan betapa liarnya pikiran seperti seekor kera, bergerak ke sana-sini dan tak mau diam. Meditasi adalah metode menjinakkan keliaran pikiran. Dengan mengamati masuk dan keluarnya nafas, pikiran seperti diberi “pekerjaan” sehingga berfokus pada satu hal yakni nafas.

“Saya lulus dalam program meditasi selama dua minggu itu. Tak sedikit yang gagal, mungkin belum terbiasa. Saya menemukan pengalaman baru yang banyak mengubah cara pandang terhadap kehidupan,” ujar Bill.

Sejak saat itu, Bill menjadi penekun meditasi. Bertahun-tahun melakukannya, ia mendapat pemahaman baru bahwa meditasi bukan hanya sekadar duduk diam selama sekian menit atau jam setiap hari. Inti meditasi adalah kesadaran; menjadi sadar setiap waktu. Misalnya pada waktu makan, kita sadar bahwa kita sedang makan. Begitu pula dengan aktivitas lainnya. Meditasi menghasilkan kesadaran (eling) setiap saat dan menumbuhkan sikap hidup meditatif.

Mindfulness

Menurut Bill, apa yang kini ramai dibicarakan dan diajarkan termasuk dalam pendidikan yakni mindfulness adalah istilah lain dari meditasi. Mengandung pengertian memusatkan perhatian sedemian rupa, menghayati apa yang sedang kita lakukan tanpa penilaian.

“Dengan melihat segala sesuatu tanpa penilaian, kita bisa menjadi lebih tenang karena pikiran penuh dengan penilaian seperti baik-buruk, pantas-tidak pantas dan lain sebagainya. Hanya menjadi saksi apa yang kita terima dari panca indera sepertinya sangat bagus,” katanya.

Saya kurang setuju dengan Bill yang mengatakan mindfulness adalah istilah lain dari meditasi. Meditasi bukan mindfulness.

Dalam buku “Soul Awareness” karya Anand Krishna, seorang humanis spiritual, budayawan dan penulis lebih dari 170 buku disebutkan, meditasi adalah pelampauan mind. Meditasi bukanlah untuk mengasah mind supaya bisa digunakan secara optimal.

“Tidak, bukan itu maksud dan tujuan meditasi. Miind lahir dari dualitas, konflik adalah sifatnya; mengasah mind berarti membuatnya lebih cakap berkonflik! Apa itu mau kita?”, tulis Anand.

Lebih lanjut Anand menulis, meditasi “menghancurkan” mind, kemudian mendaurulangnya kembali menjadi intelegensi. Prosesnya persis sama seperti menghancurkan kertas bekas, misalnya kertas koran, kemudian mendaurulang hancurannya menjadi kertas baru.

Jadi, mind yang berubah menjadi intelegensi sudah berubah karakter secara menyeluruh, Secara total. Mind mengikat kita dengan kebendaan, intelegensi membebaskan kita,

“Selama kita masih membutuhkan motivasi eksternal untuk berbuat sesuatu, kita masih sepenuhnya terkendali oleh mind. Sesungguhnya, saat itu kita sudah cukup mindful, Tidak perlu lagi mengeluarkan biaya sepeser pun untuk belajar “apa yang sering disebut” mindfulness meditation,” jelas Anand.

Sayang Bill belum membaca buku atau bertemu langsung dengan Anand Krishna di ashramnya yang berjarak tak jauh dari tempat kami mengobrol. Saya lalu menceritakan tentang Anand Krishna dan kegiatan yang beliau lakukan dua puluh tahun belakangan ini yaitu menyebarkan kesadaran akan hidup meditatif bagi masyarakat Indonesia, tempat beliau berkarya.

Bill pasti senang jika bertemu dengan Pak Anand, begitu saya memanggil pria 62 tahun keturunan India kelahiran Solo, Jawa Tengah tersebut.

Obrolan dengan Bill terus berlanjut, saya banyak mendapat wawasan baru dan menjadi tahu pandangan orang Barat terhadap kehidupan. Ada nilai-nilai universal dan kesamaan pemikiran yang dimiliki manusia dari manapun ia berasal. Carl Gustav Jung menyebutnya kesadaran kolektif. Bill lalu menyampaikan pengetahuannya tentang itu dan saya menyimaknya dengan saksama.

Saya beruntung bertemu Bill, orang yang ramah untuk ukuran orang asing yang baru pertama kali berjumpa. Tengah hari saat saya mesti meninggalkan café itu dan balik ke Denpasar karena ada tugas lain menanti. Kami sempat bertukar alamat email, berharap  bisa bertemu di lain waktu dengan topik perbincangan lain. (T)

 

Tags: Anand KrishnameditasiUbud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

12 Seniman dan 3 Tamu Terhormat di DenPasar Art+Design 2018.

Next Post

Biennale Sastra Indonesia – Catatan Menjelang 90 Tahun Bahasa Indonesia

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Biennale Sastra Indonesia – Catatan Menjelang 90 Tahun Bahasa Indonesia

Biennale Sastra Indonesia - Catatan Menjelang 90 Tahun Bahasa Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co