2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bertemu Bill di Ubud, Bercakap-cakap tentang Meditasi dan Mindfulness

Angga Wijaya by Angga Wijaya
October 6, 2018
in Esai
Bertemu Bill di Ubud, Bercakap-cakap tentang Meditasi dan Mindfulness

Bill Farancz

LELAKI tua itu datang dan menyapa Pak Memet, pemilik sebuah café di Jalan Sri Wedari, Ubud. Tampaknya mereka sudah saling kenal. Saya sedang duduk mengetik tak jauh dari lelaki itu, sembari menikmati teh di pagi yang sejuk. Kami saling menyapa.

Namanya Bill Farancz. Ia berasal dari sebuah kota di negara bagian New York, Amerika Serikat. Ia sudah sering k Ubud dan berpikir untuk menetap di sana. Kami lalu berbincang tentang hal ringan seputar aktivitas keseharian masing-masing. Ia belum menguasai bahasa Indonesia dan berbicara dalam bahasa Inggris.

Meditasi

Topik pembicaraan kami beralih ke spiritualitas. Bill bercerita pengalamannya bepergian ke banyak negara. Salah satunya India. Ia pernah berkunjung dan bertemu langsung dengan Osho (1931-1990), mistik dan guru spiritual yang terkenal itu. Saya semakin antusias saat ia menyebut nama itu. Osho idola saya sejak lama.

Bill bertemu Osho pada usia tiga puluh tahun. Ia tinggal dan mengikuti program meditasi di ashramnya selama sebulan. Sebelumnya Bill banyak membaca buku karya Osho. Ia bercerita, Osho sangat paham filsafat dan psikologi manusia. Ia menguasai banyak ajaran agama dan spiritual dari berbagai tradisi di dunia.

“Osho adalah profesor filsafat yang kemudian mengajar spiritualitas. Apa yang ia sampaikan sangat logis dan bisa diterima akal. Tak aneh banyak orang yang tertarik dan menyukainya,” kata Bill.

Bill menuturkan, meditasi yang ia ikuti di ashram Osho adalah meditasi Vipassana. Teknik ini dipopulerkan oleh Siddharta Gautama. Selama dua minggu ia mengikuti program meditasi tersebut. Selama itu peserta tak boleh berbicara bahkan bersentuhan dengan peserta lain. Keheningan adalah poin utama dalam meditasi.

Vipassana mengajarkannnya cara mengamati gerak pikiran, yang oleh banyak guru diibaratkan sebagai “monkey mind” menggambarkan betapa liarnya pikiran seperti seekor kera, bergerak ke sana-sini dan tak mau diam. Meditasi adalah metode menjinakkan keliaran pikiran. Dengan mengamati masuk dan keluarnya nafas, pikiran seperti diberi “pekerjaan” sehingga berfokus pada satu hal yakni nafas.

“Saya lulus dalam program meditasi selama dua minggu itu. Tak sedikit yang gagal, mungkin belum terbiasa. Saya menemukan pengalaman baru yang banyak mengubah cara pandang terhadap kehidupan,” ujar Bill.

Sejak saat itu, Bill menjadi penekun meditasi. Bertahun-tahun melakukannya, ia mendapat pemahaman baru bahwa meditasi bukan hanya sekadar duduk diam selama sekian menit atau jam setiap hari. Inti meditasi adalah kesadaran; menjadi sadar setiap waktu. Misalnya pada waktu makan, kita sadar bahwa kita sedang makan. Begitu pula dengan aktivitas lainnya. Meditasi menghasilkan kesadaran (eling) setiap saat dan menumbuhkan sikap hidup meditatif.

Mindfulness

Menurut Bill, apa yang kini ramai dibicarakan dan diajarkan termasuk dalam pendidikan yakni mindfulness adalah istilah lain dari meditasi. Mengandung pengertian memusatkan perhatian sedemian rupa, menghayati apa yang sedang kita lakukan tanpa penilaian.

“Dengan melihat segala sesuatu tanpa penilaian, kita bisa menjadi lebih tenang karena pikiran penuh dengan penilaian seperti baik-buruk, pantas-tidak pantas dan lain sebagainya. Hanya menjadi saksi apa yang kita terima dari panca indera sepertinya sangat bagus,” katanya.

Saya kurang setuju dengan Bill yang mengatakan mindfulness adalah istilah lain dari meditasi. Meditasi bukan mindfulness.

Dalam buku “Soul Awareness” karya Anand Krishna, seorang humanis spiritual, budayawan dan penulis lebih dari 170 buku disebutkan, meditasi adalah pelampauan mind. Meditasi bukanlah untuk mengasah mind supaya bisa digunakan secara optimal.

“Tidak, bukan itu maksud dan tujuan meditasi. Miind lahir dari dualitas, konflik adalah sifatnya; mengasah mind berarti membuatnya lebih cakap berkonflik! Apa itu mau kita?”, tulis Anand.

Lebih lanjut Anand menulis, meditasi “menghancurkan” mind, kemudian mendaurulangnya kembali menjadi intelegensi. Prosesnya persis sama seperti menghancurkan kertas bekas, misalnya kertas koran, kemudian mendaurulang hancurannya menjadi kertas baru.

Jadi, mind yang berubah menjadi intelegensi sudah berubah karakter secara menyeluruh, Secara total. Mind mengikat kita dengan kebendaan, intelegensi membebaskan kita,

“Selama kita masih membutuhkan motivasi eksternal untuk berbuat sesuatu, kita masih sepenuhnya terkendali oleh mind. Sesungguhnya, saat itu kita sudah cukup mindful, Tidak perlu lagi mengeluarkan biaya sepeser pun untuk belajar “apa yang sering disebut” mindfulness meditation,” jelas Anand.

Sayang Bill belum membaca buku atau bertemu langsung dengan Anand Krishna di ashramnya yang berjarak tak jauh dari tempat kami mengobrol. Saya lalu menceritakan tentang Anand Krishna dan kegiatan yang beliau lakukan dua puluh tahun belakangan ini yaitu menyebarkan kesadaran akan hidup meditatif bagi masyarakat Indonesia, tempat beliau berkarya.

Bill pasti senang jika bertemu dengan Pak Anand, begitu saya memanggil pria 62 tahun keturunan India kelahiran Solo, Jawa Tengah tersebut.

Obrolan dengan Bill terus berlanjut, saya banyak mendapat wawasan baru dan menjadi tahu pandangan orang Barat terhadap kehidupan. Ada nilai-nilai universal dan kesamaan pemikiran yang dimiliki manusia dari manapun ia berasal. Carl Gustav Jung menyebutnya kesadaran kolektif. Bill lalu menyampaikan pengetahuannya tentang itu dan saya menyimaknya dengan saksama.

Saya beruntung bertemu Bill, orang yang ramah untuk ukuran orang asing yang baru pertama kali berjumpa. Tengah hari saat saya mesti meninggalkan café itu dan balik ke Denpasar karena ada tugas lain menanti. Kami sempat bertukar alamat email, berharap  bisa bertemu di lain waktu dengan topik perbincangan lain. (T)

 

Tags: Anand KrishnameditasiUbud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

12 Seniman dan 3 Tamu Terhormat di DenPasar Art+Design 2018.

Next Post

Biennale Sastra Indonesia – Catatan Menjelang 90 Tahun Bahasa Indonesia

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Biennale Sastra Indonesia – Catatan Menjelang 90 Tahun Bahasa Indonesia

Biennale Sastra Indonesia - Catatan Menjelang 90 Tahun Bahasa Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co