23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bertemu Bill di Ubud, Bercakap-cakap tentang Meditasi dan Mindfulness

Angga Wijaya by Angga Wijaya
October 6, 2018
in Esai
Bertemu Bill di Ubud, Bercakap-cakap tentang Meditasi dan Mindfulness

Bill Farancz

LELAKI tua itu datang dan menyapa Pak Memet, pemilik sebuah café di Jalan Sri Wedari, Ubud. Tampaknya mereka sudah saling kenal. Saya sedang duduk mengetik tak jauh dari lelaki itu, sembari menikmati teh di pagi yang sejuk. Kami saling menyapa.

Namanya Bill Farancz. Ia berasal dari sebuah kota di negara bagian New York, Amerika Serikat. Ia sudah sering k Ubud dan berpikir untuk menetap di sana. Kami lalu berbincang tentang hal ringan seputar aktivitas keseharian masing-masing. Ia belum menguasai bahasa Indonesia dan berbicara dalam bahasa Inggris.

Meditasi

Topik pembicaraan kami beralih ke spiritualitas. Bill bercerita pengalamannya bepergian ke banyak negara. Salah satunya India. Ia pernah berkunjung dan bertemu langsung dengan Osho (1931-1990), mistik dan guru spiritual yang terkenal itu. Saya semakin antusias saat ia menyebut nama itu. Osho idola saya sejak lama.

Bill bertemu Osho pada usia tiga puluh tahun. Ia tinggal dan mengikuti program meditasi di ashramnya selama sebulan. Sebelumnya Bill banyak membaca buku karya Osho. Ia bercerita, Osho sangat paham filsafat dan psikologi manusia. Ia menguasai banyak ajaran agama dan spiritual dari berbagai tradisi di dunia.

“Osho adalah profesor filsafat yang kemudian mengajar spiritualitas. Apa yang ia sampaikan sangat logis dan bisa diterima akal. Tak aneh banyak orang yang tertarik dan menyukainya,” kata Bill.

Bill menuturkan, meditasi yang ia ikuti di ashram Osho adalah meditasi Vipassana. Teknik ini dipopulerkan oleh Siddharta Gautama. Selama dua minggu ia mengikuti program meditasi tersebut. Selama itu peserta tak boleh berbicara bahkan bersentuhan dengan peserta lain. Keheningan adalah poin utama dalam meditasi.

Vipassana mengajarkannnya cara mengamati gerak pikiran, yang oleh banyak guru diibaratkan sebagai “monkey mind” menggambarkan betapa liarnya pikiran seperti seekor kera, bergerak ke sana-sini dan tak mau diam. Meditasi adalah metode menjinakkan keliaran pikiran. Dengan mengamati masuk dan keluarnya nafas, pikiran seperti diberi “pekerjaan” sehingga berfokus pada satu hal yakni nafas.

“Saya lulus dalam program meditasi selama dua minggu itu. Tak sedikit yang gagal, mungkin belum terbiasa. Saya menemukan pengalaman baru yang banyak mengubah cara pandang terhadap kehidupan,” ujar Bill.

Sejak saat itu, Bill menjadi penekun meditasi. Bertahun-tahun melakukannya, ia mendapat pemahaman baru bahwa meditasi bukan hanya sekadar duduk diam selama sekian menit atau jam setiap hari. Inti meditasi adalah kesadaran; menjadi sadar setiap waktu. Misalnya pada waktu makan, kita sadar bahwa kita sedang makan. Begitu pula dengan aktivitas lainnya. Meditasi menghasilkan kesadaran (eling) setiap saat dan menumbuhkan sikap hidup meditatif.

Mindfulness

Menurut Bill, apa yang kini ramai dibicarakan dan diajarkan termasuk dalam pendidikan yakni mindfulness adalah istilah lain dari meditasi. Mengandung pengertian memusatkan perhatian sedemian rupa, menghayati apa yang sedang kita lakukan tanpa penilaian.

“Dengan melihat segala sesuatu tanpa penilaian, kita bisa menjadi lebih tenang karena pikiran penuh dengan penilaian seperti baik-buruk, pantas-tidak pantas dan lain sebagainya. Hanya menjadi saksi apa yang kita terima dari panca indera sepertinya sangat bagus,” katanya.

Saya kurang setuju dengan Bill yang mengatakan mindfulness adalah istilah lain dari meditasi. Meditasi bukan mindfulness.

Dalam buku “Soul Awareness” karya Anand Krishna, seorang humanis spiritual, budayawan dan penulis lebih dari 170 buku disebutkan, meditasi adalah pelampauan mind. Meditasi bukanlah untuk mengasah mind supaya bisa digunakan secara optimal.

“Tidak, bukan itu maksud dan tujuan meditasi. Miind lahir dari dualitas, konflik adalah sifatnya; mengasah mind berarti membuatnya lebih cakap berkonflik! Apa itu mau kita?”, tulis Anand.

Lebih lanjut Anand menulis, meditasi “menghancurkan” mind, kemudian mendaurulangnya kembali menjadi intelegensi. Prosesnya persis sama seperti menghancurkan kertas bekas, misalnya kertas koran, kemudian mendaurulang hancurannya menjadi kertas baru.

Jadi, mind yang berubah menjadi intelegensi sudah berubah karakter secara menyeluruh, Secara total. Mind mengikat kita dengan kebendaan, intelegensi membebaskan kita,

“Selama kita masih membutuhkan motivasi eksternal untuk berbuat sesuatu, kita masih sepenuhnya terkendali oleh mind. Sesungguhnya, saat itu kita sudah cukup mindful, Tidak perlu lagi mengeluarkan biaya sepeser pun untuk belajar “apa yang sering disebut” mindfulness meditation,” jelas Anand.

Sayang Bill belum membaca buku atau bertemu langsung dengan Anand Krishna di ashramnya yang berjarak tak jauh dari tempat kami mengobrol. Saya lalu menceritakan tentang Anand Krishna dan kegiatan yang beliau lakukan dua puluh tahun belakangan ini yaitu menyebarkan kesadaran akan hidup meditatif bagi masyarakat Indonesia, tempat beliau berkarya.

Bill pasti senang jika bertemu dengan Pak Anand, begitu saya memanggil pria 62 tahun keturunan India kelahiran Solo, Jawa Tengah tersebut.

Obrolan dengan Bill terus berlanjut, saya banyak mendapat wawasan baru dan menjadi tahu pandangan orang Barat terhadap kehidupan. Ada nilai-nilai universal dan kesamaan pemikiran yang dimiliki manusia dari manapun ia berasal. Carl Gustav Jung menyebutnya kesadaran kolektif. Bill lalu menyampaikan pengetahuannya tentang itu dan saya menyimaknya dengan saksama.

Saya beruntung bertemu Bill, orang yang ramah untuk ukuran orang asing yang baru pertama kali berjumpa. Tengah hari saat saya mesti meninggalkan café itu dan balik ke Denpasar karena ada tugas lain menanti. Kami sempat bertukar alamat email, berharap  bisa bertemu di lain waktu dengan topik perbincangan lain. (T)

 

Tags: Anand KrishnameditasiUbud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

12 Seniman dan 3 Tamu Terhormat di DenPasar Art+Design 2018.

Next Post

Biennale Sastra Indonesia – Catatan Menjelang 90 Tahun Bahasa Indonesia

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Biennale Sastra Indonesia – Catatan Menjelang 90 Tahun Bahasa Indonesia

Biennale Sastra Indonesia - Catatan Menjelang 90 Tahun Bahasa Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co