7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bintang Itu Kekasihku

Jaswanto by Jaswanto
February 7, 2018
in Esai
Bintang Itu Kekasihku

MIMPI. Lima huruf yang tak aku mengerti. Mimpi. Dunia yang tak nyata, dimensi lain dari kehidupan. Tapi perasaan tetap berguna di dalamnya. Haus. Tiba-tiba saja aku haus. Tenggorokanku kering. Kenapa? Kenapa mimpi membikin haus? Padahal berkeringat saja tidak?

Di luar. Suara itu mengambang. Seperti suara-suara pagi yang lalu. Tetanggaku, seorang ibu paruh baya sudah begitu semangat menyapu halaman dan menyirami tanaman. Daun-daun kamboja kering bertebaran di halamannya adalah pernyataan untuk minta dibersihkan. Kemudian wajah ibu melintas. Ibuku di kampung. Sedang apa ibu sekarang?

Mengingat ibu berarti mengingat semua tentantangnya—termasuk juga apa yang ia katakan: hidup adalah tentang memburu kebahagiaan. Akan tetapi, bagiku, itu akan sulit. Kau tahu kenapa? Itu sebab kebahagiaan bagiku adalah bersamamu, gadis yang bagi ibuku: sederhana dalam bicara dan tingkah laku. Malu tapi sebenarnya mau. Sok bisa melakukan apa-apa sendiri tapi sebenarnya manja. Itu bagi ibuku.

Sedangkan bagiku, kamu adalah belut, licin dan gesit. Dan aku bagaikan nelayan yang datang dengan tangan kosong untuk menangkapmu. Kuharap kau tidak berubah menjadi duyung yang dalam sekejap sudah memiliki pangeran pendamping. Namun, taukah kau mengapa aku begitu gencar mencintaimu? Ya, karena kamu adalah semangkok Indomie yang datang dikala aku lapar dan pertama kali suapan, kuahnya nyiprat ke mata. Kamu adalah kopi yang kuteguk dikala hujan—yang kata orang hujan itu 1 % cairan dan 99 % kenangan—begitu menghangatkan tubuhku. Tanpamu aku merasa kelaparan dan kedinginan.

Pernah suatu hari, kau melihatku dan aku melihatmu. Mata kita satu jalur, bertatapan. Pedar cahaya itu menerpa pipimu, lalu mataku merekam momen itu, kemudian otakku merespon. Di saat itu, aku jatuh cinta kepadamu, wanita yang sederhana, kata ibuku. Tidak berhenti di situ, bayanganmu mengikutiku. Orang-orang heran, kenapa bisa aku mempunyai dua bayangan, dan itu berbeda. Mereka tidak tahu, itulah tanda-tanda orang jatuh cinta. Sepantasnya mereka tahu, agar mereka merasakannya juga.

***

Segelas air putih kuminum sekali teguk, tandas. Itu sebab aku kehausan. Bukan sebab aku habis olahraga. Perihal aku minun, sebab aku memutuskan berhenti untuk mengejarmu—seperti sebuah lagu, ‘semakin kukejar, semakin kau jauh. Tak pernah letih…’ tidak, aku benar-benar letih—ya, aku berhenti.

Dua laki-laki baik itu rupanya juga mendekatimu. Apalah aku jika bersaing dengan mereka. Tak bisa. Aku bakal kalah saing. Maka, dengan berat hati aku memutuskan, aku berhenti untuk mengagumimu. Dan aku mulai berharap, jika memang kau tulang rusukku, maka kau akan kembali pada tubuh ini. Nah, dalam berharap pun, bisa-bisanya aku masih mengutip lirik sebuah lagu. Aku memang tak pantas untuk bersamamu.

Kau tahu, tak ada yang lebih sakit daripada mengalah berjuang untuk mendapatkan gadis pujaannya. Dan aku, mengalah sebab kedua laki-laki itu temanku sendiri. Kau harus tahu itu. Sebenarnya, kalau aku boleh sombong, aku masih sanggup untuk bersaing dengan mereka. Tapi apa gunanya aku mendapatkanmu dengan cara menyakiti hati orang lain. Biar. Biar aku saja yang sakit, mereka jangan.

***

Ada malam-malam yang aku harus jalani sendiri. Seperti kebiasaanku, melihat bintang dan memberinya nama satu-satu. Itu, bintang yang paling terlihat besar dan paling terang bercahaya, kau tahu, aku memanggilnya percis ketika aku memanggilmu. Hadirnya bintang itu, menandakan bahwa sebenarnya dunia ini hanya sebuah kegelapan. Seperti lampu neon di kamar kontrakanku yang sudah mulai redup.

Entah. Aku pikir, lampu noen itu seperti manusia, punya kehidupan: ada kalanya semangat bersinar dan ada kalanya tidak semangat bersinar. Rak buku, lemari plastik warna biru, buku-buku, jendela yang menatap iba dan tak terbuka, pintu yang sendari tadi menolak untuk menutup, baju berserakan, adalah bukti kekalahanku.

Tentang kamu dan gagalnya dua lelaki yang mendekatimu. Bodoh, sial. Rupanya dua lelaki itu kandas sebelum memilikimu. Penyesalan memang datang belakangan. Kenapa aku tidak menolak tatkala sebelum aku memutuskan untuk berhenti. Bajingan betul perasaanku waktu itu.

Perihal aku saat ini: kalah untuk kedua kalinya. Dua lelaki itu sirna. Seorang lelaki datang lagi padamu disaat aku mulai merancang, mereka-reka dan mencipta untuk kembali mengagumimu lagi. Sialan betul. Padahal, aku sudah mulai kembali meneruskan sketsa wajahmu yang sempat terbengkalai dalam otakku di kala respon pertama kali tatapan kita satu jurusan.

Di himpunan, ada kenangan yang mengambang. Tepat di samping ruangan di mana aku menyimpan nama kedua orangtuaku. Namamu. Tertulis dan tersimpan rapi di sana. Ada air mengalir di sana, airnya bagus. Bagiku sendiri, itu adalah air yang paling menyegarkan di dunia ini. Ya, itulah yang orang sebut: kebahagiaan. Dan kebahagiaan itu adalah kamu.

Perkah kau mencoba melihatku di sini waktu itu? pertanyaan yang aku tanyakan kepada diriku sendiri. Mulutku seperti terkunci ketika aku sudah berada di depanmu. Aku ingin mengumpat. Menyumpah serapahi diriku sendiri. Aku betul-betul hina. Bagaimana mungkin aku kembali mengatakan, aku berhenti untuk mengagumimu. Yang kedua kalinya. Cukup. Entahlah. Seseorang yang mendekatimu saat ini juga temanku juga. Seperti yang sudah tertulis, sebenarnya, kalau aku boleh sombong, aku masih sanggup untuk bersaing dengan mereka.

Tapi apa gunanya aku mendapatkanmu dengan cara menyakiti hati orang lain. Biar. Biar aku saja yang sakit, mereka jangan. Dan aku kembali berharap, jika memang kau tulang rusukku, maka kau akan kembali pada tubuh ini. Nah, dalam berharap pun, bisa-bisanya aku masih mengutip lirik sebuah lagu. Aku memang tak pantas untuk bersamamu.

***

Tetanggaku, ibu paruh baya itu, masih menyapu halamannya. Suara sabu lidinya masih mengambang. Bayangan ibu masih terlihat di sana. Tapat. Seperti merasuki ibu paruh baya itu. Dan di sana, bayanganmu pula terlihat jua. Kau, gadis sederhana, kata ibuku. Saat ini tak capek aku untuk mengejarmu. Sebab, kau sudah ada di pelukanku. Tinggal aku dan kamu membangun konsisten. Mau sampai mana dan mau dibawa kemana hubungan kita—maaf, Om Armada, aku kutip bentar, demi kekasihku.

Sekarang, bintang yang paling besar dan paling bersinar terang itu benar-benar kupanggil namamu. Dengan lantang. Jujur. Bangga. Sebab, kau memang memilihku dari sekian banyak yang mendekatimu. Entah karena apa. Cinta tak butuh alasan, cinta lebih butuh balasan, katamu.

Apakah kau tahu, mengapa ikan-ikan di lautan tidak merasa kedinginan bahkan tanpa sehelai benang pun yang menutupi kulitnya? Ya, mereka kuat bertahan seperti itu karena semuanya di dasari yang namanya keyakinan. Rambutmu meyakinkan, alismu, matamu, pipimu, bibirmu, semua tentangmu telah meyakinkanku, membawaku ke alam lamunan dan mengurungku di sana. Kamu adalah perpaduan wanita-wanita tercantik di dunia. Di satu sisi aku menyebutmu Cleopatra, bukan. Sebab, di sisi lain, ternyata kau lebih mirip Drupadi, ah… tidak. Sepertinya kau lebih pantas aku panggil Srikandi. Sial, tidak juga. Ah… benar, kau memang perpaduan antara mereka.

Kau, kekasihku. Yang aku dapatkan dengan sungguh-sungguh. Kaulah satu-satunya. Dari beribu bintang yang bersinar, tapi hanya kaulah yang paling terang. Namun sayang, cintaku padamu tidak membutuhkan suatu sebab—mau bersinar atau tidak—ia terjadi begitu saja.

Mendapatkanmu bukan hanya perihal bahagia saja ternyata, ketakutan juga hadir bersamanya. Aku menggigil, gemetar, dan dihadapkan pada ketakutan luar biasa: kehilanganmu. Ya, membiarkanmu hilang adalah suatu kebodohan yang nyata. Mungkin, jika tidak ada keinginan melihatmu esok hari, aku mati sekarang juga. kekasihku, tetaplah bersinar, walau mentari telah mengalahkanmu. Sebab, bintang itulah kekasihku. (T)

Tags: alamcintakeindahan
Share55TweetSendShareSend
Previous Post

Anak-anak, Puisi, dan Pengungsi

Next Post

Politik Patronase, Kegagalan Mencipta Pemilih Mandiri – Catatan Jelang Pilkada

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
0
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

Read moreDetails

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails
Next Post
Politik Patronase, Kegagalan Mencipta Pemilih Mandiri – Catatan Jelang Pilkada

Politik Patronase, Kegagalan Mencipta Pemilih Mandiri – Catatan Jelang Pilkada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co