6 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Malam Natal di Singaraja, Santa Claus di Antara Pakaian Adat Bali

Kardian Narayana by Kardian Narayana
February 2, 2018
in Feature

Malam Natal di mereka Gereja Bethel Injhil Sepenuh GBIS Singaraja

 

DESEMBER merupakan bulan yang penuh suka cita bagi sahabatku yang beragama Kristen (Katolik dan Protestan). Lihatlah, berbagai pernak-pernik menyambut Natal tampak di mana-mana, sama ramai, sama meriah, sama khusyuknya seperti umat beragama lainnya dalam meyambut hari raya keagamaan masing-asing, semisal Idul Fitri, Waisak, Imlek dan Nyepi.

Setiap hari raya besar keagaamaan – dari agama apa pun  —  saya selalu turut merasakan kemeriahan dan kebahagiaan itu. Tentu karena sebagai seorang jurnalis, saya pasti melakukan peliputan dan mau tak mau berada di dalam kemeriahan itu.

Natal kali ini saya menghubungi salah satu teman Kristiani, dan menyanyakan kegiatan yang dilakukan saat Natal di Gereja. Ini untuk memudahkan saya datang pada saat yang tepat untuk meliput kegembiraan mereka merayakan Natal.

Dengan sangat jelas ia memberi petunjuk tentang apa-apa saja kegiatan yang dilakukan di Gereja. Ada satu hal yang menarik ketika ia bilang, “Nanti jemaat akan menggunakan pakaian adat Bali.”

Wah, itu menarik. Saya putuskan meliput bagian itu, bagian jemaat berpakaian adat Bali itu.

Minggu 24 Desember, tepat jam 5 sore, saya datang ke tempêt ibadah mereka Gereja Bethel Injhil Sepenuh GBIS Singaraja di Jalan Toya Anakan III No. 22 Singaraja. Ini kali pertama saya mengunjungi tempat ini.

Kesan pertama yang saya rasakan di tempat itu, ya, seperti resepsi pernikahan orang Hindu. Tenda bernuansa biru putih terpasang berisikan hiasan pelengkungan dan ambu sebagai pintu masuk, serta ada sekitar enam orang laki-laki berseragam warna merah sebagai penyambut jemaat yang datang.

Para lelaki ini mengunakan baju, kamen dan saput yang jelas menunjukkan itu pakaian adat Bali. Baju safari, endek warna merah dan udeng warna merah. Di sekitarnya ada jemaat yang mengunakan pakaian adat Bali juga. Jujur saja, ini bukan menjilat atau mencoba menyenangkan-menyenangkan yang ingin disenangkan. Saya harus bilang, suasanya Bali banget.

Selanjutanya saya masuk ke tempat acara mereka, di tengah saya melihat banyak orang mengunakan pakaian adat Bali, baik perempuan maupun laki-laki, tua, muda dan anak-anak. Suasananya penuh kegembiraan, meraka saling mengucapatkan Selamat Natal satu dengan yang lainnya.

Jemaat bernyanyi berkapaian adat Bali

Selayaknya orang-orang di zaman now, berswafoto itu adalah yang wajib dilakukan untuk mengabadikan moment yang pastinya akan di-upload ke sosmed FB, Twiter, Instagram dan lain-lain.

Setelah mengambil gambar video, saya kembali keluar dan menunggu untuk wawancara. Saya wawancara dengan seorang pendeta muda bernama Feby Molansa. sepeti biasa pertanyaan saya cukup sederhana, kenapa memilih mengunakan pakaian adat Bali dan apa tanggapan dari jemaat?

“Kami sengaja memilih mengunakan pakaian adat Bali karena kami ingin ikut melestarikan budaya Bali, dan jemaat pun menyambut dengan baik setelah kami mengumumkan pakaian adat Bali akan digunakan saat menyambut Natal”.

Setelah wawancara saya sempat berbincang sebentar dengan pendeta muda Feby Molansa. Ada sedikit kalimat yang membuat saya sedikit tertegun. “Semoga apa yang kami lakukan tidak dianggap melecehkan budaya Bali”.

Selaku orang Bali yang beragama Hindu saya benar-benar tak merasa dilecehkan. Saya tak merasa dilecehkan hanya gara-gara pakaian adat yang biasa saya gunakan untuk upacara keagamaan digunakan juga oleh teman-teman dari umat lain dalam upacara keagamaannya.

Setiap perayaan Natal, pasti ada yang akan berperan sebagai Santa Claus. Saya menanti kedatangan Santa Claus, dan akhirnya dua Santa Claus pun datang dan membagikan permen kepada setiap jemaat yang datang, saya terus mengamati setiap orang yang datang. Sungguh pemandangan yang agak unik, di mana Santa Claus berada di tengah orang-orang berpakaian adat Bali.

Pendeta Feby Molansa

Saat bedang duduk-duduk, saya mendengar percakapan dua orang jemaat laki-laki, ternyata mereka berbincang tentang pengunaan pakaian adat Bali yang tak biasa mereka gunakan. Bahkan ada salah satu dari mereka, sempat mecari tutorial menggunakan kamen Bali di youtube. Mereka bercerita sambil tertawa. Saya pikir mereka cukup niat untuk dapat mengunakan pakaian adat Bali saat perayaan Natal. Dan bagi saya itu keren…

Pengunaan pakaian adat dalam acara keagaman non Hindu merupakan suatu cara menjaga kearifan lokal yang ada di tanah Bali khususnya di Buleleng. Seperti yang terjadi di Desa Pegayaman yang warganya beragama Islam. Di situ warga telah mengalkuturasikan kebudayaan Islam dan Hindu menjadi kebudayaan baru yang dapat kita lihat pada kesenian Budrah.

Begitu juga seperti perayaan Imlek oleh umat tridarma yang dilaksanakan di areal Pelabuhan Tua Buleleng yang selalu mengundang sekaa tabuh gambelan Bali dalam mengiringi acara mereka.

Indahnya keberagaman yang selalu berasaskan pada kearifan lokal yang harmonis. Bhineka Tunggal Ika, berbeda itu indah. Selamat Merayakan Natal untuk seluruh umat Kristiani. (T)

Tags: KristianiNatalSingaraja
Share352TweetSendShareSend
Previous Post

Titik Tengah Tempat Keramat – Renungan Kecil Tentang Kesuburan

Next Post

Pameran B to B: Komitmen dan Kebersamaan dalam Medium Seni Rupa

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails
Next Post

Pameran B to B: Komitmen dan Kebersamaan dalam Medium Seni Rupa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’
Opini

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
Topi Para Penyintas Kanker
Esai

Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

by Angga Wijaya
September 5, 2026
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri
Cerpen

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery
Puisi

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan
Esai

Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan

Kita mengajarkan anak mencintai lingkungan. Tetapi, berapa banyak sekolah yang benar-benar memberi anak pengalaman mencintai lingkungan? PERTANYAAN sederhana itu patut...

by I Wayan Yudana
September 5, 2026
Labirin Bahasa di Sekitar Kita
Bahasa

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

by I Made Sudiana
September 4, 2026
Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang
Esai

Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

 “Mau diberikan ke mama. Karena di rumah tidak ada nasi.” Muhammad Suleman Datau mengatakannya ketika teman-temannya mulai membuka kotak makanan...

by Ahmad Fatoni
September 4, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [9]: Seperti Dendam, Seperti Ronggeng: Karya yang Bertahan

DIAGNOSIS tentang Sastra Perhatian bukan pernyataan bahwa seluruh ekosistem sastra Indonesia sudah menyerah pada logikanya. Pernyataan semacam itu terlalu mudah...

by Andre Syahreza
September 4, 2026
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana
Opini

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang
Esai

AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang

PHIL COLLINS pernah melakukan sesuatu yang pada zamannya terasa luar biasa. Dalam album Both Sides yang dirilis tahun 1993, ia...

by Nanoq da Kansas
September 4, 2026
Nusa Dua Memang Tiada Satunya
Esai

Nusa Dua Memang Tiada Satunya

NUSA DUA lebih dikenal daripada Desa Adat Bualu yang menaunginya.  Sebelum akhir tahun 1950-an, Nusa Dua berada di bawah naungan...

by I Nyoman Tingkat
September 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co