6 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Malam Natal di Singaraja, Santa Claus di Antara Pakaian Adat Bali

Kardian Narayana by Kardian Narayana
February 2, 2018
in Feature

Malam Natal di mereka Gereja Bethel Injhil Sepenuh GBIS Singaraja

 

DESEMBER merupakan bulan yang penuh suka cita bagi sahabatku yang beragama Kristen (Katolik dan Protestan). Lihatlah, berbagai pernak-pernik menyambut Natal tampak di mana-mana, sama ramai, sama meriah, sama khusyuknya seperti umat beragama lainnya dalam meyambut hari raya keagamaan masing-asing, semisal Idul Fitri, Waisak, Imlek dan Nyepi.

Setiap hari raya besar keagaamaan – dari agama apa pun  —  saya selalu turut merasakan kemeriahan dan kebahagiaan itu. Tentu karena sebagai seorang jurnalis, saya pasti melakukan peliputan dan mau tak mau berada di dalam kemeriahan itu.

Natal kali ini saya menghubungi salah satu teman Kristiani, dan menyanyakan kegiatan yang dilakukan saat Natal di Gereja. Ini untuk memudahkan saya datang pada saat yang tepat untuk meliput kegembiraan mereka merayakan Natal.

Dengan sangat jelas ia memberi petunjuk tentang apa-apa saja kegiatan yang dilakukan di Gereja. Ada satu hal yang menarik ketika ia bilang, “Nanti jemaat akan menggunakan pakaian adat Bali.”

Wah, itu menarik. Saya putuskan meliput bagian itu, bagian jemaat berpakaian adat Bali itu.

Minggu 24 Desember, tepat jam 5 sore, saya datang ke tempêt ibadah mereka Gereja Bethel Injhil Sepenuh GBIS Singaraja di Jalan Toya Anakan III No. 22 Singaraja. Ini kali pertama saya mengunjungi tempat ini.

Kesan pertama yang saya rasakan di tempat itu, ya, seperti resepsi pernikahan orang Hindu. Tenda bernuansa biru putih terpasang berisikan hiasan pelengkungan dan ambu sebagai pintu masuk, serta ada sekitar enam orang laki-laki berseragam warna merah sebagai penyambut jemaat yang datang.

Para lelaki ini mengunakan baju, kamen dan saput yang jelas menunjukkan itu pakaian adat Bali. Baju safari, endek warna merah dan udeng warna merah. Di sekitarnya ada jemaat yang mengunakan pakaian adat Bali juga. Jujur saja, ini bukan menjilat atau mencoba menyenangkan-menyenangkan yang ingin disenangkan. Saya harus bilang, suasanya Bali banget.

Selanjutanya saya masuk ke tempat acara mereka, di tengah saya melihat banyak orang mengunakan pakaian adat Bali, baik perempuan maupun laki-laki, tua, muda dan anak-anak. Suasananya penuh kegembiraan, meraka saling mengucapatkan Selamat Natal satu dengan yang lainnya.

Jemaat bernyanyi berkapaian adat Bali

Selayaknya orang-orang di zaman now, berswafoto itu adalah yang wajib dilakukan untuk mengabadikan moment yang pastinya akan di-upload ke sosmed FB, Twiter, Instagram dan lain-lain.

Setelah mengambil gambar video, saya kembali keluar dan menunggu untuk wawancara. Saya wawancara dengan seorang pendeta muda bernama Feby Molansa. sepeti biasa pertanyaan saya cukup sederhana, kenapa memilih mengunakan pakaian adat Bali dan apa tanggapan dari jemaat?

“Kami sengaja memilih mengunakan pakaian adat Bali karena kami ingin ikut melestarikan budaya Bali, dan jemaat pun menyambut dengan baik setelah kami mengumumkan pakaian adat Bali akan digunakan saat menyambut Natal”.

Setelah wawancara saya sempat berbincang sebentar dengan pendeta muda Feby Molansa. Ada sedikit kalimat yang membuat saya sedikit tertegun. “Semoga apa yang kami lakukan tidak dianggap melecehkan budaya Bali”.

Selaku orang Bali yang beragama Hindu saya benar-benar tak merasa dilecehkan. Saya tak merasa dilecehkan hanya gara-gara pakaian adat yang biasa saya gunakan untuk upacara keagamaan digunakan juga oleh teman-teman dari umat lain dalam upacara keagamaannya.

Setiap perayaan Natal, pasti ada yang akan berperan sebagai Santa Claus. Saya menanti kedatangan Santa Claus, dan akhirnya dua Santa Claus pun datang dan membagikan permen kepada setiap jemaat yang datang, saya terus mengamati setiap orang yang datang. Sungguh pemandangan yang agak unik, di mana Santa Claus berada di tengah orang-orang berpakaian adat Bali.

Pendeta Feby Molansa

Saat bedang duduk-duduk, saya mendengar percakapan dua orang jemaat laki-laki, ternyata mereka berbincang tentang pengunaan pakaian adat Bali yang tak biasa mereka gunakan. Bahkan ada salah satu dari mereka, sempat mecari tutorial menggunakan kamen Bali di youtube. Mereka bercerita sambil tertawa. Saya pikir mereka cukup niat untuk dapat mengunakan pakaian adat Bali saat perayaan Natal. Dan bagi saya itu keren…

Pengunaan pakaian adat dalam acara keagaman non Hindu merupakan suatu cara menjaga kearifan lokal yang ada di tanah Bali khususnya di Buleleng. Seperti yang terjadi di Desa Pegayaman yang warganya beragama Islam. Di situ warga telah mengalkuturasikan kebudayaan Islam dan Hindu menjadi kebudayaan baru yang dapat kita lihat pada kesenian Budrah.

Begitu juga seperti perayaan Imlek oleh umat tridarma yang dilaksanakan di areal Pelabuhan Tua Buleleng yang selalu mengundang sekaa tabuh gambelan Bali dalam mengiringi acara mereka.

Indahnya keberagaman yang selalu berasaskan pada kearifan lokal yang harmonis. Bhineka Tunggal Ika, berbeda itu indah. Selamat Merayakan Natal untuk seluruh umat Kristiani. (T)

Tags: KristianiNatalSingaraja
Share352TweetSendShareSend
Previous Post

Titik Tengah Tempat Keramat – Renungan Kecil Tentang Kesuburan

Next Post

Pameran B to B: Komitmen dan Kebersamaan dalam Medium Seni Rupa

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

by tatkala
November 6, 2026
0
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

Read moreDetails

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
0
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

Read moreDetails

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
0
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

Read moreDetails

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
0
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

Read moreDetails

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

by tatkala
November 1, 2026
0
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

Read moreDetails

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

by Emi Suy
November 1, 2026
0
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

Read moreDetails

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

by I Wayan Artika
October 31, 2026
0
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

Read moreDetails

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

Read moreDetails

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
0
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

Read moreDetails

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
0
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

Read moreDetails
Next Post

Pameran B to B: Komitmen dan Kebersamaan dalam Medium Seni Rupa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co