23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rai Sri Artini# Puisi-puisi: Rendezvous Biru, Di Sebuah Kapela

Rai Sri Artini by Rai Sri Artini
February 2, 2018
in Puisi

Nyoman Erawan, bagian Monolog Rupa (2017)

.
UAP KOPI

Kita selalu merindukan puisi-puisi yang terbang bersama uap kopi
diam-diam menyelinap manja dalam hangatnya
meresapi wanginya untuk merasakan lapar, sisa-sisa masa lalu dan
guguran rasa yang lain
Kita selalu luruh dalam uap kopi yang bebas
menggeliatkan angan dari campakan ego
melayarkan kembali mimpi yang hampir samar karena cuaca
masihkah kita terjebak dalam medan magnet asing
ketika ampas-ampas kopi menyayat huruf-huruf ganjil dalam mata
lalu puisi-puisi berhamburan ke dalam dada ranummu
dan gelora kecipak darahmu
Hingga kita mulai percaya
bahwa kopi selalu menyediakan ruang untuk melabuhkan riuh rindu
karena ia mampu menjahit jerit kehilangan
dari perca-perca hasrat yang purba

(Tegaljaya, Oktober 2016)

DI SEBUAH KAPELA

Pukul duabelas lonceng kapela berbunyi
Nyanyian menggema terbang melintasi sejuta serapah
Mendedah segala nyeri mengisi kuk jiwa yang larat
Ribuan anak panah melesat seperti uap tangis balita
di antara homili
Di bawah cahaya lampu, sayap-sayap yang patah jadi tirai
dan anyir lidah dimurnikan nyanyian hosanna
Kita tak perlu mencari robekan baju atau serat-serat yang rontok
Hanya dengarkan seksama suaranya dalam mata injil
Di bawah lampu perca-perca harapan lahir
Konsekrasi membuka rahasia baju kita yang paling kelit
Memanjangkan rasa dan bayangan jadi energi untuk menjahit
Robekan yang asin oleh darah
Lewat tangan imam roh ditiupkan pada hosti yang sampai di telapak tangan kita
Kita segera menyantapnya
lalu tenggelam dalam serat baju kita masing-masing

(Tegaljaya, November 2017)

ABU-ABU

Di sini
Dua orang duduk dalam satu bangku panjang berunding
Tentang hari-hari yang lewat sia-sia
Dan hari-hari yang belum lewat
menghitung detak jam, melihat kalender dan menantang malam
Lalu mereka memutuskan mencari cara keluar
Dari kubang jelaga dengan cara indah dan rapi
Namun jelaga masuk ke bilik jantung
Mereka mencoba telanjang dan duduk di kursi terpisah
Rasa paling manusiawi terbit
Meliuk licin di serabut cinta
Cinta dan puisi mengambang dalam warna abu-abu
Mereka mencoba lagi menyalin surat cinta yang pernah mereka tulis
Tapi huruf-huruf dingin bermunculan
Membeku di kucup malam
Kelopak usia beringsut keriput
Sekeriput rasa yang mulai lelah oleh liang lapar
Janji kehilangan tuah di hari keramat
Kini dada merekapun berubah warna jadi abu-abu
Seperti mendung yang bergelayut di langit sore

(Tegaljaya, November 2017)

HARI KEMENANGAN

“Mereka mengikat beban-beban berat lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.”

Jumbai panjang penuh penghormatan semestinya tak hanya untuk sebuah ritual
Mereka terlelap dalam anggur terbaik
Harum piala memuntahkan manis puja-puji
Kata-kata tuhan telah dipanggul di bahu masing-masing orang
Sedang mereka menyisihkan diri dan memasang tilam yang lain
Waktu tak pernah mengekalkan sebuah dusta apalagi kesesatan
Siapa yang menebar jala ia akan mendapat bagiannya
Maka sang waktu menjamin ada satu tiang yang dapat dijadikan sandaran
Meski terkepung silau oleh tirai jubah
Belati pikiran akan mengusap lembut punggungmu sebelum akhirnya menusukmu
Sekerat roti menjadi hambar meski dicelup dalam anggur
Tapi marilah berdoa
Atas keratan beban di kepala dan bahu
Dan salib yang terus memberat mendaki bukit tengkorak
Dengan senyum paling ramah merayakan lubang paling nyeri
hingga sampai di puncak pembebasan
di hari kemenangan

(Tegaljaya, November 2017)

RAHASIA SUNYI

Keringatmu kutampung dalam piala
Juga ludahmu
Kusimpan dalam lembar-lembar kitab
Tak lupa kujahit lidahku dalam huruf-huruf di tiap lembarnya
Hingga kita selalu bersama sekaligus mengakrabi nurani dibalik
Getar-getar yang nyala
“Pulanglah.” Ujarmu
Kilau gigimu membuka rahasia tubuh yang lama ditempeli identitas
Cakar-cakar emosi bersarang di kedua bilik dan serambi jantung
Serta beribu tanda tanya diantara barisan kecemasan
Keringatmu terlalu cukup untuk kugubah menjadi tawa atau catatan kematian
Terlalu cukup. Bahkan kurindui meski bisu memenjarakan seribu tangan
Dan segugus harap
Ah, aroma keringatmu telah menaksir jarak , langkah dan jadwal kepulanganku
Yang selalu menjadi rahasia
Rahasia sunyi.

( Tegaljaya, Mei 2017 )

RENDEZVOUS BIRU

Bu, hanya pada angin kita berkicau lantang tentang kesunyian yang merambat menjadi dialog
Semata karena ia ringan dengan segala rupa resah dan gerigi pedih
Ia bebas lepas laksana udara
Menyusupi setiap ruang pilu
Menghempas lelap dan jaga
Segala embun kerak, keranda purba yang terbaca dalam diam
Menggetarkan kita dalam pengasingan tak berujung
Bu, telah sampai manakah suara kita?
Tak adakah ruang sepanjang detak waktu untuk kita bersama
Sekadar bertukar kata (hengkang dari sepah orang)
Untuk memberi warna pada mata kita yang telaganya telah lama menguap
Karena mimpi yang bersimpangan dan getar energi berseberangan
Bu, di rendezvous biru
Litani – litani bangkit menggapai langit
Setelah sekian lama mengendap di pucuk ingin
Di rendezvous yang redup dengan wangi lily
Selalu kutunggu kerling matamu meski kata-kata tak mampu mewakili tetes rindu
Biarkan aku mencipta syair dari intisari doa
Untuk mengabadikan perjalanan yang kian uzur
Dikerat usia

(Tegaljaya, November 2017 )

Tags: Puisi
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Cagub atau Cawagub? Kabar pun Beredar, Sudikerta pun Menjawab

Next Post

Koruptor itu Sampah, Buanglah pada Tempatnya…

Rai Sri Artini

Rai Sri Artini

Tinggal di Dalung, Kuta Utara. Pernah menempuh pendidikan pascasarjana di Undiksha. Bisa ditemui di raisri_artini@yahoo.com

Related Posts

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
0
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

Read moreDetails
Next Post

Koruptor itu Sampah, Buanglah pada Tempatnya…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co