23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Porseni FOK Undiksha Sportif & Seru – Coba Bandingkan dengan LI & SEA Games

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Feature

Foto-foto: Julio Saputra

 

Sebuah ajakan:

“Prik, ayo datang ke acara fakultasku.” kata seorang teman saya saat saya sedang serius membicarakan strategi jitu menikung pacar seseorang. Kata teman saya yang menjadi mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Undiksha, Singaraja, itu, dari tanggal 20 hingga 26 November 2017 fakultasnya akan mengadakan Porseni Mahasiswa FOK, sebuah acara besar tahunan yang diadakan dalam rangka ulang tahun fakultasnya.

Hhhhmmm, ini aneh, kenapa teman saya itu mengajak saya datang ke acara fakultasnya? Saya bukan mahasiswa FOK, bukan juga orang-orang penting seperti ketua BEM dan MPM yang memang sering diundang, bukan juga artis tanah air. Saya bukan siapa-siapa atuh, Mas, Mbak. Cuma seorang mahasiswa bahasa yang tak pernah berhasil mengkomunikasikan cintanya kepada seseorang. Ah lupakan. Saya bergumam dalam hati, “Datang nggak ya?”

Mendengar kata ‘porseni’, pikiran saya sudah jauh membayangkan berbagai kompetisi olahraga dan kesenian. Lalu, apa istimewanya? Saya yakin tidak akan ada bedanya dengan porseni-porseni lain yang pernah diadakan, kecuali status ‘mahasiswa’ sebagai pemainnya. Saya bergumam lagi, “Datang atau nggak nih?”

Saya berdikusi dengan diri saya, melapalkan mantra dan doa-doa memohon petunjuk kepada Tuhan menanyakan jalan mana yang harus saya tempuh, dan akhirnya, untuk menjaga hubungan baik dengan teman yang saya kenal saat KKN itu, saya mengangguk-angguk pelan. “Ya, aku pasti datang.” kata saya sambil tersenyum manis. Tak usah dibayangkan manisnya, nanti malah senyum-senyum sendiri.

Selasa, 21 November 2017, jam 1 siang, saya melesat menuju Kampus FOK Jinengdalem. Awalnya saya berniat untuk datang di hari sebelumnya, saat acara pembukaan Porseni Mahasiswa FOK, karena hari itu katanya ada parade budaya, ada atraksi-atraksi, ada penampilan dan lain-lain. Sayang sekali, yang namanya kuliah tak bisa ditinggalkan rupanya. Jadilah hari Selasa itu saya berangkat, sendirian, tanpa ditemani pacar saya. Eh, ngomong-ngomong pacar saya siapa ya? Lupa atuh.

Sampai di sana, saya langsung menuju GOR FOK Jinengdalem. Saat itu ada pertandingan volley, siapa lawan siapa saya tidak peduli. Segera saya menemui teman saya di tribun penonton. Teman saya itu, sebutlah namanya Andhy, nampak senang dengan kehadiran saya yang bukan siapa-siapa ini. Sebenarnya di sana ada lagi teman saya, seorang atlet volley yang mumpuni, namun karena ia akan bertugas menjadi wasit, saya memutuskan untuk tidak menghampirinya, dan “prrriiitttt” ternyata pertandingan dimulai, Bung.

Sportifitas Mahasiswa FOK

Nah, saat pertandingan volley itulah, saya mau tidak mau harus manampik segala penilaian saya terhadap Porseni Mahasiswa FOK Undiksha. Lho, memangnya kenapa? Meskipun mereka (mahasiswa FOK) bertanding di tengah-tengah GOR yang tidak sempurna alias belum selesai dibangun, mereka dapat menghidupkan suasana yang tak kalah greget dengan suasa saat pertandingan volley dalam kejuaran nasional. Merekalah yang memberikan nuansa olahraga bagi GOR yang tidak sempurna itu.

Kedua tim bermain sportif juga sengit. Tentu saja para pemainnya memiliki mental dan fisik yang kuat, dan sepertinya kebanyakan mahasiswa FOK memang seperti itu. Menurut saya lagi, yang bermain di sana adalah pemain pilihan dan andalan, dan sudah pasti mereka mengetahui peraturan bola volley resmi dan bersedia dengan senang hati menaatinya.

Nah, yang saya suka, mereka benar-benar menunjukan rasa hormat, ramah, semangat, jujur kepada sesama kawan, lawan, wasit dan penonton. Tidak ada keberpihakan dari wasit. Tidak ada “skandal” semacam yang biasa terjadi di SEA Games belum lama ini.

Tidak ada tiba-tiba pemotongan atau penambahan poin atau score yang bikin eneg seperti di Liga Indonesia (LI) belum lama ini. Setelah pertandingan usai pun, mereka tidak ada dendam satu sama lain (menurut saya, dalamnya hati siapa tahu), tapi saya yakin dari raut muka para pemain. Tak peduli kalah, tak peduli menang, mereka tetap senang. Mereka tetap semangat memeriahkan acara fakultas mereka.

Jadi, jangan bandingkan dengan SEA Games atau Liga Indonesia. Jelas Porseni Mahasiswa FOK ini tak sebanding. Tapi, bagi saya, Porseni ini jauh lebih sportif dan seruuuu.

Di Porseni ini, selain pemain, para penonton dan supporter juga membuat suasana menjadi lebih kompetitif. Mereka mendukung tim mereka dengan suara lantang. Teman saya, si Andhy ini, bahkan terlalu semangat dalam mendukung teman-temannya. Saking semangatnya sampai-sampai sakit tenggorokan, berujung pada batuk-batuk yang belum terobati hingga sekarang.

Penonton yang lain juga tak kalah semangat. Ada yang mengibar bendera, ada juga yang membawa kain atau spanduk yang menyala-nyala, dan pasti di antara mereka ada yang melapalkan mantra mendoakan tim mereka menang. Sebagian ada juga yang mengambil snapgram teman, sahabat, dan bisa jadi juga pacar mereka yang sedang bertanding.

Mereka ada untuk teman-teman mereka, dengan kata lain mereka ada untuk FOK. Tambahan, meski saya hanya menonton pertandingan volley, saya yakin suasana dan sportifitas yang sama dapat dirasakan di pertandingan cabang olahraga lainnya.

Rasa Memiliki

Rasa salut saya kepada FOK ini masih berlanjut ketika saya tahu bahwa bukan hanya mahasiswa yang bertanding dalam porseni tersebut. Alumni FOK, dosen, peserta PPG juga ikut berpartisipasi dalam porseni, khususnya dalam pertandingan cabang olahraga futsal. Sangat sesuai dengan tema kegiatannya “Satu Langkah untuk FOK Jaya”.

Itu benar-benar menunjukan bahwa semua warga FOK, baik mahasiswa, dosen maupun alumni benar-benar mempunyai ‘rasa memiliki’ yang patut diancungi jempol. Terutama bagi para dosen. Jarang sekali saya melihat dosen yang mau benar-benar berpartisipasi dalam kegiatan fakultas. Paling hanya datang saat ceremony kemudian hilang tanpa kabar. Hanya beberapa saja benar-benar mau berdedikasi. Tapi di FOK itu, hampir semua dosennya coy. Tak heran jika banyak mahasiswa yang mengatakan fakultas terkompak adalah FOK.

Saya mulai mengira-ngira, barangkali ‘rasa memiliki’ yang mereka punya lahir karena adanya rasa kebersamaan. Nah, rasa kebersamaan ini tentu saja ada karena sportifitas yang selalu mereka kedepankan dalam kegiatan Porseni Mahasiswa FOK. Bertanding dengan suasana gembira dan penuh sukacita juga semangat yang tinggi tentu akan mempererat tali persaudaraan di antara mereka.

Bisa jadi, kebersamaan mereka akan menjadikan FOK sebagai fakultas unggulan di Undiksha. “Kami terus berupaya bagaimana FOK ke depan menjadi kebanggaan Undiksha,” begitulah kata Dekan FOK, I Ketut Budaya Astra, S.Pd, M.O.

Tentang Porseni Mahasiswa FOK

Porseni Mahasiswa FOK tahun ini merupakan kegiatan peringatan ulang tahun FOK yang ke-11. Porseni Mahasiswa FOK (POMFOK) juga menjadi momentum untuk menggali lebih dalam prestasi-prestadi yang dimiliki mahasiswa FOK.

Diadakan dari tanggal 20 s/d 26 Desember 2017, POMFOK diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pertandingan futsal, basket 3 on 3, bola voli, bulu tangkis, karaoke, dan jalan santai. Adapun juara pada POMFOK tahun ini.

  • Juara Umum 1 – Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • Juara Umum 2 – Alumni
  • Juara Umum 3 – Penjaskesrek 7A
Tags: mahasiswaolahragaUndiksha
Share89TweetSendShareSend
Previous Post

Misteri Besar Tidur Gus Dur dan Sedikit Tentang Tidur Novanto

Next Post

Kabar Rupa dari Beijing: Estetika di Balik Budaya Dua Bangsa

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails
Next Post

Kabar Rupa dari Beijing: Estetika di Balik Budaya Dua Bangsa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co