2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Porseni FOK Undiksha Sportif & Seru – Coba Bandingkan dengan LI & SEA Games

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Feature

Foto-foto: Julio Saputra

 

Sebuah ajakan:

“Prik, ayo datang ke acara fakultasku.” kata seorang teman saya saat saya sedang serius membicarakan strategi jitu menikung pacar seseorang. Kata teman saya yang menjadi mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Undiksha, Singaraja, itu, dari tanggal 20 hingga 26 November 2017 fakultasnya akan mengadakan Porseni Mahasiswa FOK, sebuah acara besar tahunan yang diadakan dalam rangka ulang tahun fakultasnya.

Hhhhmmm, ini aneh, kenapa teman saya itu mengajak saya datang ke acara fakultasnya? Saya bukan mahasiswa FOK, bukan juga orang-orang penting seperti ketua BEM dan MPM yang memang sering diundang, bukan juga artis tanah air. Saya bukan siapa-siapa atuh, Mas, Mbak. Cuma seorang mahasiswa bahasa yang tak pernah berhasil mengkomunikasikan cintanya kepada seseorang. Ah lupakan. Saya bergumam dalam hati, “Datang nggak ya?”

Mendengar kata ‘porseni’, pikiran saya sudah jauh membayangkan berbagai kompetisi olahraga dan kesenian. Lalu, apa istimewanya? Saya yakin tidak akan ada bedanya dengan porseni-porseni lain yang pernah diadakan, kecuali status ‘mahasiswa’ sebagai pemainnya. Saya bergumam lagi, “Datang atau nggak nih?”

Saya berdikusi dengan diri saya, melapalkan mantra dan doa-doa memohon petunjuk kepada Tuhan menanyakan jalan mana yang harus saya tempuh, dan akhirnya, untuk menjaga hubungan baik dengan teman yang saya kenal saat KKN itu, saya mengangguk-angguk pelan. “Ya, aku pasti datang.” kata saya sambil tersenyum manis. Tak usah dibayangkan manisnya, nanti malah senyum-senyum sendiri.

Selasa, 21 November 2017, jam 1 siang, saya melesat menuju Kampus FOK Jinengdalem. Awalnya saya berniat untuk datang di hari sebelumnya, saat acara pembukaan Porseni Mahasiswa FOK, karena hari itu katanya ada parade budaya, ada atraksi-atraksi, ada penampilan dan lain-lain. Sayang sekali, yang namanya kuliah tak bisa ditinggalkan rupanya. Jadilah hari Selasa itu saya berangkat, sendirian, tanpa ditemani pacar saya. Eh, ngomong-ngomong pacar saya siapa ya? Lupa atuh.

Sampai di sana, saya langsung menuju GOR FOK Jinengdalem. Saat itu ada pertandingan volley, siapa lawan siapa saya tidak peduli. Segera saya menemui teman saya di tribun penonton. Teman saya itu, sebutlah namanya Andhy, nampak senang dengan kehadiran saya yang bukan siapa-siapa ini. Sebenarnya di sana ada lagi teman saya, seorang atlet volley yang mumpuni, namun karena ia akan bertugas menjadi wasit, saya memutuskan untuk tidak menghampirinya, dan “prrriiitttt” ternyata pertandingan dimulai, Bung.

Sportifitas Mahasiswa FOK

Nah, saat pertandingan volley itulah, saya mau tidak mau harus manampik segala penilaian saya terhadap Porseni Mahasiswa FOK Undiksha. Lho, memangnya kenapa? Meskipun mereka (mahasiswa FOK) bertanding di tengah-tengah GOR yang tidak sempurna alias belum selesai dibangun, mereka dapat menghidupkan suasana yang tak kalah greget dengan suasa saat pertandingan volley dalam kejuaran nasional. Merekalah yang memberikan nuansa olahraga bagi GOR yang tidak sempurna itu.

Kedua tim bermain sportif juga sengit. Tentu saja para pemainnya memiliki mental dan fisik yang kuat, dan sepertinya kebanyakan mahasiswa FOK memang seperti itu. Menurut saya lagi, yang bermain di sana adalah pemain pilihan dan andalan, dan sudah pasti mereka mengetahui peraturan bola volley resmi dan bersedia dengan senang hati menaatinya.

Nah, yang saya suka, mereka benar-benar menunjukan rasa hormat, ramah, semangat, jujur kepada sesama kawan, lawan, wasit dan penonton. Tidak ada keberpihakan dari wasit. Tidak ada “skandal” semacam yang biasa terjadi di SEA Games belum lama ini.

Tidak ada tiba-tiba pemotongan atau penambahan poin atau score yang bikin eneg seperti di Liga Indonesia (LI) belum lama ini. Setelah pertandingan usai pun, mereka tidak ada dendam satu sama lain (menurut saya, dalamnya hati siapa tahu), tapi saya yakin dari raut muka para pemain. Tak peduli kalah, tak peduli menang, mereka tetap senang. Mereka tetap semangat memeriahkan acara fakultas mereka.

Jadi, jangan bandingkan dengan SEA Games atau Liga Indonesia. Jelas Porseni Mahasiswa FOK ini tak sebanding. Tapi, bagi saya, Porseni ini jauh lebih sportif dan seruuuu.

Di Porseni ini, selain pemain, para penonton dan supporter juga membuat suasana menjadi lebih kompetitif. Mereka mendukung tim mereka dengan suara lantang. Teman saya, si Andhy ini, bahkan terlalu semangat dalam mendukung teman-temannya. Saking semangatnya sampai-sampai sakit tenggorokan, berujung pada batuk-batuk yang belum terobati hingga sekarang.

Penonton yang lain juga tak kalah semangat. Ada yang mengibar bendera, ada juga yang membawa kain atau spanduk yang menyala-nyala, dan pasti di antara mereka ada yang melapalkan mantra mendoakan tim mereka menang. Sebagian ada juga yang mengambil snapgram teman, sahabat, dan bisa jadi juga pacar mereka yang sedang bertanding.

Mereka ada untuk teman-teman mereka, dengan kata lain mereka ada untuk FOK. Tambahan, meski saya hanya menonton pertandingan volley, saya yakin suasana dan sportifitas yang sama dapat dirasakan di pertandingan cabang olahraga lainnya.

Rasa Memiliki

Rasa salut saya kepada FOK ini masih berlanjut ketika saya tahu bahwa bukan hanya mahasiswa yang bertanding dalam porseni tersebut. Alumni FOK, dosen, peserta PPG juga ikut berpartisipasi dalam porseni, khususnya dalam pertandingan cabang olahraga futsal. Sangat sesuai dengan tema kegiatannya “Satu Langkah untuk FOK Jaya”.

Itu benar-benar menunjukan bahwa semua warga FOK, baik mahasiswa, dosen maupun alumni benar-benar mempunyai ‘rasa memiliki’ yang patut diancungi jempol. Terutama bagi para dosen. Jarang sekali saya melihat dosen yang mau benar-benar berpartisipasi dalam kegiatan fakultas. Paling hanya datang saat ceremony kemudian hilang tanpa kabar. Hanya beberapa saja benar-benar mau berdedikasi. Tapi di FOK itu, hampir semua dosennya coy. Tak heran jika banyak mahasiswa yang mengatakan fakultas terkompak adalah FOK.

Saya mulai mengira-ngira, barangkali ‘rasa memiliki’ yang mereka punya lahir karena adanya rasa kebersamaan. Nah, rasa kebersamaan ini tentu saja ada karena sportifitas yang selalu mereka kedepankan dalam kegiatan Porseni Mahasiswa FOK. Bertanding dengan suasana gembira dan penuh sukacita juga semangat yang tinggi tentu akan mempererat tali persaudaraan di antara mereka.

Bisa jadi, kebersamaan mereka akan menjadikan FOK sebagai fakultas unggulan di Undiksha. “Kami terus berupaya bagaimana FOK ke depan menjadi kebanggaan Undiksha,” begitulah kata Dekan FOK, I Ketut Budaya Astra, S.Pd, M.O.

Tentang Porseni Mahasiswa FOK

Porseni Mahasiswa FOK tahun ini merupakan kegiatan peringatan ulang tahun FOK yang ke-11. Porseni Mahasiswa FOK (POMFOK) juga menjadi momentum untuk menggali lebih dalam prestasi-prestadi yang dimiliki mahasiswa FOK.

Diadakan dari tanggal 20 s/d 26 Desember 2017, POMFOK diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pertandingan futsal, basket 3 on 3, bola voli, bulu tangkis, karaoke, dan jalan santai. Adapun juara pada POMFOK tahun ini.

  • Juara Umum 1 – Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • Juara Umum 2 – Alumni
  • Juara Umum 3 – Penjaskesrek 7A
Tags: mahasiswaolahragaUndiksha
Share89TweetSendShareSend
Previous Post

Misteri Besar Tidur Gus Dur dan Sedikit Tentang Tidur Novanto

Next Post

Kabar Rupa dari Beijing: Estetika di Balik Budaya Dua Bangsa

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails
Next Post

Kabar Rupa dari Beijing: Estetika di Balik Budaya Dua Bangsa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co