25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Serambi Masjid, Pengungsi Gunung Agung, dan Kampung Islam Buitan

Kambali Zutas by Kambali Zutas
February 2, 2018
in Feature

Foto: Ali

 

“Nanti, mudah-mudahan saya bisa kembali ke sini,” kataku sebelum meninggalkan Kampung Islam Desa Buitan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, Sabtu (30 September 2017). Terik matahari tak menghalangi langkah kami mengunjungi posko pengungsian itu. Ya sebuah posko pengungsian Bencana Gunung Agung.

Kabarnya, para pengungsi mulai datang berduyun-duyun setelah status Gunung Agung naik menjadi Awas dari Siaga pada Jumat (22/09/2017) lalu. Mereka secara berbondong-bondong pada malam hari sekitar pukul 22.00 Wita atau setelah pengumuman peningkatan level status tersebut meninggalkan wilayah Bebandem dan Kota Amlapura atau Kecamatan Karangasem yang termasuk Kawasan Rawan Bencana (KRB). Mereka pun menempati posko-posko yang telah didirikan pemerintah, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, dan komunitas-komunitas.

Satu di antaranya posko pengungsian di Masjid Al Hikmah. Pada hari itu, pengungsi terus berdatangan menuju di masjid tersebut. Bahkan jumlah diperkirakan mencapai 470 kepala keluarga (KK) waktu itu.

“Di kampung ini kalau lurus langsung ke pantai. Nah di situ banyak tempat mancing dan ikannya cukup banyak. Tempatnya nyaman dan bersahabat untuk para pemancing mania.”
Haji Ibnu Mundir menceritakan. Suasana di daerah cukup bagus berada di cekung pesisir Kabupaten Karangasem. “Tetapi tidak sekarang, kondisinya belum memungkinkan.”

***

Kami pun bergegas. Jam menunjukkan pukul 08.30 Wita, handphone berdering. Haji Ibnu Mundir yang menelepon. Polisi asal Desa Maguan, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ini mengajak berangkat menuju pengungsian bencana Gunung Agung. Sesuai janji kemarin lusa, kami diamanati mengantar bantuan dari grup Khatam Alquran al-Aqso yang anggotanya mayoritas anggota Polri yang rutin melaksanakan salat dhuha koordinator AKBP Fatma Nasution Anggota Bidkum Polda Bali.

“Siap, mari berangkat mumpung masih pagi.”

Kami menaiki ambulans milik Haji Mundir itu. Cukup lihai bapak dua anak ini membawa Mazda keluaran tahun 1998 ini. Maklum jam terbang mengemudikan ambulans dari ujung pulau Bali hingga ujung barat pulau Jawa. “Meski mesin tua tapi masih enak,” kata Haji Mundir.

Selama perjalanan cuaca pagi yang sempat mendung mulai terhempas oleh awan. Langit pun tampak putih cerah, dan matahari memancarkan sinarnya. Dalam perjalanan cerita demi cerita tak ada hentinya. Tak terasa, kami tiba di wilayah Kabupaten Karangasem. Sekitar pukul 10.00 Wita, karena sebelum sampai Karangasem kami sarapan dulu di Warung Barokah di wilayah Manggis.

Usai sarapan kucoba cari perihal pengungsi. “Supaya tidak jauh dari pemaknaan atau arti yang sebenarnya tentang kata ungsi-pengungsi-dan pengungsian,” kata dalam hati.

Dan kutemukan tentang arti kata-kata itu. Tentunya berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Bahwa pengungsi berasal dari kata dasar ungsi/ung•si/, mengungsi/meng•ung•si/-kata kerja- yang berarti pergi menghindarkan (menyingkirkan) diri dari bahaya atau menyelamatkan diri (ke tempat yang dirasa aman). Lalu pengungsi/peng•ung•si/ n orang yang mengungsi, serta pengungsian/peng•ung•si•an/ yang berarti proses, cara, perbuatan mengungsi atau 2 hal yaitu mengungsi atau mengungsikan yang diutamakan orang-orang tua dan anak-anak. Juga bisa berarti tempat mengungsi.

Kami kemudian melanjutkan perjalanan. Di sepanjang tampak beberapa tenda para pengungsi menghiasi kanan jalan. Lapangan dan padepokan pencak silat juga dimanfaatkan untuk menampung para pengungsi. Setelah beberapa jam perjalanan kami akhir sampai di lokasi tujuan. Adalah Masjid Al Hikmah, Desa Buitan, Kecamatan Manggis, Karangasem, posko pengungsian yang kami kunjungi. Para petugas dan volunteer atau relawan tampak antusias membantu kami menurunkan barang bantuan logistik dari komunitas.

Di posko masjid Al Hikmah tersebut pada Sabtu (30/09/ 2017) jumlah pengungsi terdapat 422 orang. Dari jumlah itu terdiri 238 laki-laki dan 184 perempuan. Kami lihat melihat sekeliling posko itu. Tenda kesehatan dan tenda logistik terpisah. Para pengungsi berada di serambi masjid. Tempat ibadah itu pun tampak dijejali para pengungsi. Barang seperti tas juga tampak berjejer di samping pintu masjid. Ada yang diam di serambi masjid itu, ada juga yang berbicara satu dengan yang lain. Anak-anak mereka berlari dan bermain di area masjid. Ada juga yang di luar area masjid.

“Kalau malam tidur penuh di masjid. Bahkan sebagaian harus di luar. Serambi juga penuh. Bisa dibayangkan jumlah orang mencapai ratusan, dan luas masjid segitu. Tetapi syukur masih memadai,” ujar Ramadhan tokoh masyarakat Desa Buitan, ketika kami temui.
Kondisi itu menunjukkan masjid memiliki fungsi selain sebagai tempat ibadah. Masjid memiliki peranan penting bahkan sangat besar bagi masyarakat.

Ahmad Sarwono dalam bukunya Masjid Jantung Masyarakat (Rahasia dan Manfaat Memakmurkan Masjid) hal. 9 menyebutkan, masjid sebagia jantung masyarakat sebab masjid berkaitan erat dengan kegiatan sehari-hari umat Islam, bukan hanya sebagai simbol namun untuk mewujudkan kemajuan perabadan, kemasyarakatan, dan keruharian umat.

Dalam tulisan Afiful Ikhwan, fungsi awal dari masjid dalah sebagai agen perubahan. Masjid sebagai instrumen yang dapat digunakan untuk bersujud, juga berarti dapat digunakan kegiatan-kegiatan berdimensi sosial yang melibatkan manusia dengan menjadikannya sebagai sentral kegiatan.

Ramadhan melanjutkan, penduduk di Buitan ini mayoritas beragama Islam. Ada sekitar 44 kepala keluarga. Mereka berasal dari berbagai kota/kabupaten baik di Bali maupun luar Bali. Ada dari Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera, dan Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kemudian sekitar pukul 10.45 Wita terdengar panggilan dari petugas melalui pengeras suara. “Waktunya sarapan.” Lalu kami melangkah meninggalkan masjid dan mengunjungi pengungsi di gedung setengah jadi yang letaknya tak jauh dari masjid. Mereka tampak menikmati sarapan pagi setengah siang itu.

Lantas kami lanjutkan dengan melihat tiga tenda yang telah terpasang di sebelah timur masjid. Tenda dengan tulisan Kementerian Sosial itu tampak sajadah, dan dua lainnya kosong. Menurut keterangan petugas, tenda tersebut sengaja tidak ditempati, karena ketika siang udara cukup panas. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak kepada para pengungsi.

Di samping tenda itu tampak ada 5 toilet darurat. Air dari sumur bor mengalir melalui sambungan selang plastik yang mengarah pada tandon.Tampak ada beberapa posko didirikan di area itu. Di antaranya, posko NU Peduli Bencana Gunung Agung, yang dibuat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU. Cukup kegiatan gerakan 30 S ini kami pun pamitan dan menuju Kota Denpasar. Mudah-mudahan semua dijauhkan dari segala bencana dan semuanya diberikan keselamatan. (T)

Tags: erupsiGunung AgungkarangasemMuslim
Share5TweetSendShareSend
Previous Post

Ini Universitas, Bung! Bukan Panci Bertekanan

Next Post

Lukisan Wayang Kaca Nagasepaha, Nasibmu Kini…

Kambali Zutas

Kambali Zutas

Lahir di Nganjuk, Jawa Timur, kini tinggal di Denpasar, Bali. Kesibukan sehari-hari selain jurnalis, juga menulis esai, puisi, dan cerpen. Berkecimpung di organisasi profesi sebagai Anggota Bidang Etika dan Profesionalisme AJI Kota Denpasar.

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

by Nyoman Budarsana
October 18, 2026
0
BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

Empat seniman dari Bali dan Korea Selatan menggelar pameran kolaboratif bertajuk BURU-JIWA-BUMI di Nata-Citta Art Space (N-CAS), Institut Seni Indonesia...

Read moreDetails

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

by tatkala
October 14, 2026
0
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

Read moreDetails

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
0
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

Read moreDetails

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails
Next Post

Lukisan Wayang Kaca Nagasepaha, Nasibmu Kini…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co