15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Serambi Masjid, Pengungsi Gunung Agung, dan Kampung Islam Buitan

Kambali Zutas by Kambali Zutas
February 2, 2018
in Feature

Foto: Ali

 

“Nanti, mudah-mudahan saya bisa kembali ke sini,” kataku sebelum meninggalkan Kampung Islam Desa Buitan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, Sabtu (30 September 2017). Terik matahari tak menghalangi langkah kami mengunjungi posko pengungsian itu. Ya sebuah posko pengungsian Bencana Gunung Agung.

Kabarnya, para pengungsi mulai datang berduyun-duyun setelah status Gunung Agung naik menjadi Awas dari Siaga pada Jumat (22/09/2017) lalu. Mereka secara berbondong-bondong pada malam hari sekitar pukul 22.00 Wita atau setelah pengumuman peningkatan level status tersebut meninggalkan wilayah Bebandem dan Kota Amlapura atau Kecamatan Karangasem yang termasuk Kawasan Rawan Bencana (KRB). Mereka pun menempati posko-posko yang telah didirikan pemerintah, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, dan komunitas-komunitas.

Satu di antaranya posko pengungsian di Masjid Al Hikmah. Pada hari itu, pengungsi terus berdatangan menuju di masjid tersebut. Bahkan jumlah diperkirakan mencapai 470 kepala keluarga (KK) waktu itu.

“Di kampung ini kalau lurus langsung ke pantai. Nah di situ banyak tempat mancing dan ikannya cukup banyak. Tempatnya nyaman dan bersahabat untuk para pemancing mania.”
Haji Ibnu Mundir menceritakan. Suasana di daerah cukup bagus berada di cekung pesisir Kabupaten Karangasem. “Tetapi tidak sekarang, kondisinya belum memungkinkan.”

***

Kami pun bergegas. Jam menunjukkan pukul 08.30 Wita, handphone berdering. Haji Ibnu Mundir yang menelepon. Polisi asal Desa Maguan, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ini mengajak berangkat menuju pengungsian bencana Gunung Agung. Sesuai janji kemarin lusa, kami diamanati mengantar bantuan dari grup Khatam Alquran al-Aqso yang anggotanya mayoritas anggota Polri yang rutin melaksanakan salat dhuha koordinator AKBP Fatma Nasution Anggota Bidkum Polda Bali.

“Siap, mari berangkat mumpung masih pagi.”

Kami menaiki ambulans milik Haji Mundir itu. Cukup lihai bapak dua anak ini membawa Mazda keluaran tahun 1998 ini. Maklum jam terbang mengemudikan ambulans dari ujung pulau Bali hingga ujung barat pulau Jawa. “Meski mesin tua tapi masih enak,” kata Haji Mundir.

Selama perjalanan cuaca pagi yang sempat mendung mulai terhempas oleh awan. Langit pun tampak putih cerah, dan matahari memancarkan sinarnya. Dalam perjalanan cerita demi cerita tak ada hentinya. Tak terasa, kami tiba di wilayah Kabupaten Karangasem. Sekitar pukul 10.00 Wita, karena sebelum sampai Karangasem kami sarapan dulu di Warung Barokah di wilayah Manggis.

Usai sarapan kucoba cari perihal pengungsi. “Supaya tidak jauh dari pemaknaan atau arti yang sebenarnya tentang kata ungsi-pengungsi-dan pengungsian,” kata dalam hati.

Dan kutemukan tentang arti kata-kata itu. Tentunya berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Bahwa pengungsi berasal dari kata dasar ungsi/ung•si/, mengungsi/meng•ung•si/-kata kerja- yang berarti pergi menghindarkan (menyingkirkan) diri dari bahaya atau menyelamatkan diri (ke tempat yang dirasa aman). Lalu pengungsi/peng•ung•si/ n orang yang mengungsi, serta pengungsian/peng•ung•si•an/ yang berarti proses, cara, perbuatan mengungsi atau 2 hal yaitu mengungsi atau mengungsikan yang diutamakan orang-orang tua dan anak-anak. Juga bisa berarti tempat mengungsi.

Kami kemudian melanjutkan perjalanan. Di sepanjang tampak beberapa tenda para pengungsi menghiasi kanan jalan. Lapangan dan padepokan pencak silat juga dimanfaatkan untuk menampung para pengungsi. Setelah beberapa jam perjalanan kami akhir sampai di lokasi tujuan. Adalah Masjid Al Hikmah, Desa Buitan, Kecamatan Manggis, Karangasem, posko pengungsian yang kami kunjungi. Para petugas dan volunteer atau relawan tampak antusias membantu kami menurunkan barang bantuan logistik dari komunitas.

Di posko masjid Al Hikmah tersebut pada Sabtu (30/09/ 2017) jumlah pengungsi terdapat 422 orang. Dari jumlah itu terdiri 238 laki-laki dan 184 perempuan. Kami lihat melihat sekeliling posko itu. Tenda kesehatan dan tenda logistik terpisah. Para pengungsi berada di serambi masjid. Tempat ibadah itu pun tampak dijejali para pengungsi. Barang seperti tas juga tampak berjejer di samping pintu masjid. Ada yang diam di serambi masjid itu, ada juga yang berbicara satu dengan yang lain. Anak-anak mereka berlari dan bermain di area masjid. Ada juga yang di luar area masjid.

“Kalau malam tidur penuh di masjid. Bahkan sebagaian harus di luar. Serambi juga penuh. Bisa dibayangkan jumlah orang mencapai ratusan, dan luas masjid segitu. Tetapi syukur masih memadai,” ujar Ramadhan tokoh masyarakat Desa Buitan, ketika kami temui.
Kondisi itu menunjukkan masjid memiliki fungsi selain sebagai tempat ibadah. Masjid memiliki peranan penting bahkan sangat besar bagi masyarakat.

Ahmad Sarwono dalam bukunya Masjid Jantung Masyarakat (Rahasia dan Manfaat Memakmurkan Masjid) hal. 9 menyebutkan, masjid sebagia jantung masyarakat sebab masjid berkaitan erat dengan kegiatan sehari-hari umat Islam, bukan hanya sebagai simbol namun untuk mewujudkan kemajuan perabadan, kemasyarakatan, dan keruharian umat.

Dalam tulisan Afiful Ikhwan, fungsi awal dari masjid dalah sebagai agen perubahan. Masjid sebagai instrumen yang dapat digunakan untuk bersujud, juga berarti dapat digunakan kegiatan-kegiatan berdimensi sosial yang melibatkan manusia dengan menjadikannya sebagai sentral kegiatan.

Ramadhan melanjutkan, penduduk di Buitan ini mayoritas beragama Islam. Ada sekitar 44 kepala keluarga. Mereka berasal dari berbagai kota/kabupaten baik di Bali maupun luar Bali. Ada dari Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera, dan Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kemudian sekitar pukul 10.45 Wita terdengar panggilan dari petugas melalui pengeras suara. “Waktunya sarapan.” Lalu kami melangkah meninggalkan masjid dan mengunjungi pengungsi di gedung setengah jadi yang letaknya tak jauh dari masjid. Mereka tampak menikmati sarapan pagi setengah siang itu.

Lantas kami lanjutkan dengan melihat tiga tenda yang telah terpasang di sebelah timur masjid. Tenda dengan tulisan Kementerian Sosial itu tampak sajadah, dan dua lainnya kosong. Menurut keterangan petugas, tenda tersebut sengaja tidak ditempati, karena ketika siang udara cukup panas. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak kepada para pengungsi.

Di samping tenda itu tampak ada 5 toilet darurat. Air dari sumur bor mengalir melalui sambungan selang plastik yang mengarah pada tandon.Tampak ada beberapa posko didirikan di area itu. Di antaranya, posko NU Peduli Bencana Gunung Agung, yang dibuat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU. Cukup kegiatan gerakan 30 S ini kami pun pamitan dan menuju Kota Denpasar. Mudah-mudahan semua dijauhkan dari segala bencana dan semuanya diberikan keselamatan. (T)

Tags: erupsiGunung AgungkarangasemMuslim
Share5TweetSendShareSend
Previous Post

Ini Universitas, Bung! Bukan Panci Bertekanan

Next Post

Lukisan Wayang Kaca Nagasepaha, Nasibmu Kini…

Kambali Zutas

Kambali Zutas

Lahir di Nganjuk, Jawa Timur, kini tinggal di Denpasar, Bali. Kesibukan sehari-hari selain jurnalis, juga menulis esai, puisi, dan cerpen. Berkecimpung di organisasi profesi sebagai Anggota Bidang Etika dan Profesionalisme AJI Kota Denpasar.

Related Posts

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
0
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026...

Read moreDetails

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
0
Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

Read moreDetails

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
0
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

Read moreDetails

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
0
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

Read moreDetails

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

Read moreDetails

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

Read moreDetails

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

Read moreDetails

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails
Next Post

Lukisan Wayang Kaca Nagasepaha, Nasibmu Kini…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih
Esai

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Esai

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng
Khas

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026...

by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital
Esai

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)
Khas

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi
Ulas Rupa

Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

TIDAK semua pengetahuan lahir dari buku. Jauh sebelum manusia mengenal aksara, alam telah lebih dahulu menjadi ruang belajar. Pohon mengajarkan...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif
Esai

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co