15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Serambi Masjid, Pengungsi Gunung Agung, dan Kampung Islam Buitan

Kambali Zutas by Kambali Zutas
February 2, 2018
in Feature

Foto: Ali

 

“Nanti, mudah-mudahan saya bisa kembali ke sini,” kataku sebelum meninggalkan Kampung Islam Desa Buitan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, Sabtu (30 September 2017). Terik matahari tak menghalangi langkah kami mengunjungi posko pengungsian itu. Ya sebuah posko pengungsian Bencana Gunung Agung.

Kabarnya, para pengungsi mulai datang berduyun-duyun setelah status Gunung Agung naik menjadi Awas dari Siaga pada Jumat (22/09/2017) lalu. Mereka secara berbondong-bondong pada malam hari sekitar pukul 22.00 Wita atau setelah pengumuman peningkatan level status tersebut meninggalkan wilayah Bebandem dan Kota Amlapura atau Kecamatan Karangasem yang termasuk Kawasan Rawan Bencana (KRB). Mereka pun menempati posko-posko yang telah didirikan pemerintah, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, dan komunitas-komunitas.

Satu di antaranya posko pengungsian di Masjid Al Hikmah. Pada hari itu, pengungsi terus berdatangan menuju di masjid tersebut. Bahkan jumlah diperkirakan mencapai 470 kepala keluarga (KK) waktu itu.

“Di kampung ini kalau lurus langsung ke pantai. Nah di situ banyak tempat mancing dan ikannya cukup banyak. Tempatnya nyaman dan bersahabat untuk para pemancing mania.”
Haji Ibnu Mundir menceritakan. Suasana di daerah cukup bagus berada di cekung pesisir Kabupaten Karangasem. “Tetapi tidak sekarang, kondisinya belum memungkinkan.”

***

Kami pun bergegas. Jam menunjukkan pukul 08.30 Wita, handphone berdering. Haji Ibnu Mundir yang menelepon. Polisi asal Desa Maguan, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ini mengajak berangkat menuju pengungsian bencana Gunung Agung. Sesuai janji kemarin lusa, kami diamanati mengantar bantuan dari grup Khatam Alquran al-Aqso yang anggotanya mayoritas anggota Polri yang rutin melaksanakan salat dhuha koordinator AKBP Fatma Nasution Anggota Bidkum Polda Bali.

“Siap, mari berangkat mumpung masih pagi.”

Kami menaiki ambulans milik Haji Mundir itu. Cukup lihai bapak dua anak ini membawa Mazda keluaran tahun 1998 ini. Maklum jam terbang mengemudikan ambulans dari ujung pulau Bali hingga ujung barat pulau Jawa. “Meski mesin tua tapi masih enak,” kata Haji Mundir.

Selama perjalanan cuaca pagi yang sempat mendung mulai terhempas oleh awan. Langit pun tampak putih cerah, dan matahari memancarkan sinarnya. Dalam perjalanan cerita demi cerita tak ada hentinya. Tak terasa, kami tiba di wilayah Kabupaten Karangasem. Sekitar pukul 10.00 Wita, karena sebelum sampai Karangasem kami sarapan dulu di Warung Barokah di wilayah Manggis.

Usai sarapan kucoba cari perihal pengungsi. “Supaya tidak jauh dari pemaknaan atau arti yang sebenarnya tentang kata ungsi-pengungsi-dan pengungsian,” kata dalam hati.

Dan kutemukan tentang arti kata-kata itu. Tentunya berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Bahwa pengungsi berasal dari kata dasar ungsi/ung•si/, mengungsi/meng•ung•si/-kata kerja- yang berarti pergi menghindarkan (menyingkirkan) diri dari bahaya atau menyelamatkan diri (ke tempat yang dirasa aman). Lalu pengungsi/peng•ung•si/ n orang yang mengungsi, serta pengungsian/peng•ung•si•an/ yang berarti proses, cara, perbuatan mengungsi atau 2 hal yaitu mengungsi atau mengungsikan yang diutamakan orang-orang tua dan anak-anak. Juga bisa berarti tempat mengungsi.

Kami kemudian melanjutkan perjalanan. Di sepanjang tampak beberapa tenda para pengungsi menghiasi kanan jalan. Lapangan dan padepokan pencak silat juga dimanfaatkan untuk menampung para pengungsi. Setelah beberapa jam perjalanan kami akhir sampai di lokasi tujuan. Adalah Masjid Al Hikmah, Desa Buitan, Kecamatan Manggis, Karangasem, posko pengungsian yang kami kunjungi. Para petugas dan volunteer atau relawan tampak antusias membantu kami menurunkan barang bantuan logistik dari komunitas.

Di posko masjid Al Hikmah tersebut pada Sabtu (30/09/ 2017) jumlah pengungsi terdapat 422 orang. Dari jumlah itu terdiri 238 laki-laki dan 184 perempuan. Kami lihat melihat sekeliling posko itu. Tenda kesehatan dan tenda logistik terpisah. Para pengungsi berada di serambi masjid. Tempat ibadah itu pun tampak dijejali para pengungsi. Barang seperti tas juga tampak berjejer di samping pintu masjid. Ada yang diam di serambi masjid itu, ada juga yang berbicara satu dengan yang lain. Anak-anak mereka berlari dan bermain di area masjid. Ada juga yang di luar area masjid.

“Kalau malam tidur penuh di masjid. Bahkan sebagaian harus di luar. Serambi juga penuh. Bisa dibayangkan jumlah orang mencapai ratusan, dan luas masjid segitu. Tetapi syukur masih memadai,” ujar Ramadhan tokoh masyarakat Desa Buitan, ketika kami temui.
Kondisi itu menunjukkan masjid memiliki fungsi selain sebagai tempat ibadah. Masjid memiliki peranan penting bahkan sangat besar bagi masyarakat.

Ahmad Sarwono dalam bukunya Masjid Jantung Masyarakat (Rahasia dan Manfaat Memakmurkan Masjid) hal. 9 menyebutkan, masjid sebagia jantung masyarakat sebab masjid berkaitan erat dengan kegiatan sehari-hari umat Islam, bukan hanya sebagai simbol namun untuk mewujudkan kemajuan perabadan, kemasyarakatan, dan keruharian umat.

Dalam tulisan Afiful Ikhwan, fungsi awal dari masjid dalah sebagai agen perubahan. Masjid sebagai instrumen yang dapat digunakan untuk bersujud, juga berarti dapat digunakan kegiatan-kegiatan berdimensi sosial yang melibatkan manusia dengan menjadikannya sebagai sentral kegiatan.

Ramadhan melanjutkan, penduduk di Buitan ini mayoritas beragama Islam. Ada sekitar 44 kepala keluarga. Mereka berasal dari berbagai kota/kabupaten baik di Bali maupun luar Bali. Ada dari Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera, dan Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kemudian sekitar pukul 10.45 Wita terdengar panggilan dari petugas melalui pengeras suara. “Waktunya sarapan.” Lalu kami melangkah meninggalkan masjid dan mengunjungi pengungsi di gedung setengah jadi yang letaknya tak jauh dari masjid. Mereka tampak menikmati sarapan pagi setengah siang itu.

Lantas kami lanjutkan dengan melihat tiga tenda yang telah terpasang di sebelah timur masjid. Tenda dengan tulisan Kementerian Sosial itu tampak sajadah, dan dua lainnya kosong. Menurut keterangan petugas, tenda tersebut sengaja tidak ditempati, karena ketika siang udara cukup panas. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak kepada para pengungsi.

Di samping tenda itu tampak ada 5 toilet darurat. Air dari sumur bor mengalir melalui sambungan selang plastik yang mengarah pada tandon.Tampak ada beberapa posko didirikan di area itu. Di antaranya, posko NU Peduli Bencana Gunung Agung, yang dibuat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU. Cukup kegiatan gerakan 30 S ini kami pun pamitan dan menuju Kota Denpasar. Mudah-mudahan semua dijauhkan dari segala bencana dan semuanya diberikan keselamatan. (T)

Tags: erupsiGunung AgungkarangasemMuslim
Share5TweetSendShareSend
Previous Post

Ini Universitas, Bung! Bukan Panci Bertekanan

Next Post

Lukisan Wayang Kaca Nagasepaha, Nasibmu Kini…

Kambali Zutas

Kambali Zutas

Lahir di Nganjuk, Jawa Timur, kini tinggal di Denpasar, Bali. Kesibukan sehari-hari selain jurnalis, juga menulis esai, puisi, dan cerpen. Berkecimpung di organisasi profesi sebagai Anggota Bidang Etika dan Profesionalisme AJI Kota Denpasar.

Related Posts

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
0
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

Read moreDetails

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

by tatkala
May 14, 2026
0
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

Read moreDetails

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

Read moreDetails

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

Read moreDetails

Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

Jauh sebelum para undangan itu hadir, karya seni rupa berbagai ukuran sudah terpasang rapi pada dinding tembok putih. Lampu sorot...

Read moreDetails

Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

by Dede Putra Wiguna
May 8, 2026
0
Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

SETELAH mencuri perhatian sebagai unit rock tunanetra asal Bali lewat single “Keidela”, “I’m a Fire”, dan “3”, kini Filla memasuki...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

Read moreDetails
Next Post

Lukisan Wayang Kaca Nagasepaha, Nasibmu Kini…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co