2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Pantai Penimbangan: Awas Hoax Buaya Berjemur, Hati-hati Penyu Bertelur

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 2, 2018
in Esai

Penyanyi Bali Joni Agung melihat proses penetasan telur penyu di Pantai Penimbangan. /Foto: Istimewa

 

JANGAN dibantah. Kini Pantai Penimbangan jadi objek wisata paling heboh di kawasan kota Singaraja. Bahkan bisa dikata lebih heboh dari odong-odong yang diserbu anak-anak di Taman Kota.

Dulu, dulu sekali, orang datang ke pantai itu karena sepi sehingga pasangan muda yang sedang dimabuk asmara bisa pacaran secara gelap-gelapan. Lalu, sejak sekitar tahun 2004, orang datang karena di situ ada deretan berpuluh-puluh rompyok jagung bakar di tepi laut. Sehingga pasangan muda yang tak begitu berduit, bisa tetap pacaran dengan modal pas-pasan.

Kini, setiap orang yang berada di Singaraja atau kebetulan berada di Singaraja, atau kebetulan tersesat di Singaraja, punya banyak alasan untuk mengunjungi Pantai Penimbangan. Dua alasan terbaru adalah cerita tentang buaya berjemur dan penyu bertelur.

Buaya Berjemur

Ini cerita bikin agak ngeri sekaligus tertawa. Pantai Penimbangan pernah dihebohkan berita tentang munculnya buaya di kawasan itu.  Berita itu sempat menyebar dari mulut ke mulut. Sempat juga muncul di media sosial. Karena agak aneh, orang bertanya-tanya.

Karena berita itu, ada orang yang sengaja datang ke Pantai Penimbangan untuk membuktikan kebenarannya. Tapi tak sedikit juga yang justru takut main ke pantai itu. Bahkan, menurut salah satu penjaga warung jagung bakar, akibat berita buaya berjemur di pantai itu, omsetnya sempat menurun karena pengunjung sepi. Padahal, sumber berita itu amat sumir dan susah untuk bisa dipercaya.

Yang menarik, ternyata ada warga yang dengan pasih bisa menceritakan tentang buaya itu, yang berjemur di muara dekat Pura Penimbangan. “Saya lihat buaya itu berjemur di dekat pura, saya lihat dari jembatan, saya takut,” kata seorang warga saat ditanya kebenaran berita itu.

Banyak ternyata yang percaya. Tapi lebih banyak lagi yang tak percaya. Terbukti, hingga kini tak ada yang benar-benar bisa membuktikan bahwa buaya itu pernah muncul di Pantai Penimbangan.

Jadi, bisa disimpulkan, berita tentang buaya berjemur itu adalah hoax.

Penyu Bertelur   

Nah, berita yang satu ini dijamin bukan hoax. Sejak lebih dari setahun lalu, Pantai Penimbangan didatangi banyak induk penyu. Induk itu ke daratan untuk bertelur. Nah, jika berjalan-jalan di atas pasir di Pantai Penimbangan, terutama di sebelah timur Pura Penimbangan, diharap berhati-hati. Jangan-jangan kaki bisa menginjak telur penyu. Jika itu terjadi, dosalah kita.

 

Pertama kali sejak beberapa tahun ini, telur penyu ditemukan 24 Februari 2016. Ditemukan sarang penyu berisi ratusan telur. Sarang itu kemudian diselamatkan dengan membuat pagar dan dipasangi lampu. Tentu agar orang lewat di situ, apalagi yang sedang pacaran malam-malam, tidak menginjak telur tersebut.

Dedy Yastika alias Melor, seorang musisi yang sehari-hari jaga warung ikan bakar di pantai itu, kemudian  mengupulkan sejumlah teman musisi serta sejumlah tokoh warga di Desa Baktiseraga untuk membuat sebuah gerakan yang diberi nama Save Penyu. Selain itu, mereka juga membangun bak pelestarian di tepi pantai. Di bak itu itulah telur-telur penyu ditetaskan dengan penjagaan yang cukup ketat.

Salah seorang musisi dari Memores Rumah Musik, Gde Kurniawan, bahkan langsung membuat lagu berjudul “Save Penyu Penimbangan” sebagai penyemangat gerakan. Ini liriknya:

De ngaku peduli ken alam bali…

Yen sing taen tuwun tur beraksi …

De ngaku jengah teken buleleng

Yen tuah memodal keren ….

Ne ade penyu metaluh di penimbangan …

De pesan usak usik tur ngae punah ….

Lan jagd bareng bareng penyue …

Apang penyune leatari ….  

Reff :

Lestariang penyu di penimbangan

Jage lan lestariang penyu di pantai penimbangan ….

Reffer:

se due telu pat lime enem pitu , mai bareng milu irage menjage penyu , kecarik memanyi sambil mebekel nasi, de lebian munyi …ayoookkk beraksi …..

Sarang Demi Sarang

Dedy Yastika mengatakan sejak setahun lalu itu, sarang demi sarang penyu kemudian ditemukan. Hingga kini terdapat sekitar 1.000 telur penyu belum menetas dan masih berada di sarangnya. Selain itu juga beberapa kali ditemukan induk penyu terdampar di daratan. Agar tak diambil orang, induk itu kemudian diantar kembali ke tengah lautan.

Belum lama ini, di Pemaron, tak begitu jauh dari Pantai Penimbangan juga ditemukan sarang berisi telur penyu. Sejumlah telur sudah menetas dan dengan sendirinya merayap ke laut. Sejumlah telur lagi kini menunggu menetas.

Sekitar sebulan lalu, saat melakukan pemasangan tiang untuk layar LCD di wilayah pantai, kelompok pelestari penyu kembali menemukan sebuah sarang baru. Sarang itu ditemukan secara tidak sengaja.

Total ada 83 telur yang ada dalam sarang itu. Tiga telur diantaranya rusak, dalam proses penggalian. Telur-telur itu langsung dibawa ke bak pelestarian.

Didatangi Artis

Karena penyu, Pantai Penimbangan yang dulu tak begitu dilirik, kini jadi objek bagi artis-artis untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Beberapa bulan lalu, Iwan Fals sempat ke Penimbangan dan ikut melepaskan tukik ke lautan.

Saat perayaan Pagerwesi, Rabu 23 Agustus 2017, penyanyi Bali yang malang melintang di dunia reggae, Joni Agung, melepaskan tukik bersama ratusan warga di Penimbangan. Ia melepaskan 25 ekor tukik jenis lekang, yang menetas di lokasi pelestarian. Joni Agung juga menyaksikan proses pelestarian penyu yang digagas masyarakat Desa Baktiseraga.

“Kebetulan saja kami konser di sini dan dilibatkan dalam pelepasan penyu. Sekarang sudah banyak yang peduli dengan penyu. Seperti di tempat saya di Sanur juga sudah berlangsung,” katanya.

Joni mendorong agar semua pihak turut terlibat dalam pelestarian penyu, karena keberadaannya yang semakin terancam. Selain itu masyarakat juga harus solid dan diedukasi soal penyu. (T)

Tags: bulelenglingkungansave penyu
Share12TweetSendShareSend
Previous Post

“Cinta Tak Seawet Mawar di Bawah Pusarmu” – Kisah Tukang Tato dan Cewek Kafe

Next Post

Muhamad Kusuma Gotansyah# Puisi: Kelabu, Warna, Hitam, Putih…

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post

Muhamad Kusuma Gotansyah# Puisi: Kelabu, Warna, Hitam, Putih...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co