22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berduaan dengan Aida – Cerita Wartawan dan Anaknya, juga Buku, Syahrir dan Hatta

Heyder Affan by Heyder Affan
February 2, 2018
in Esai

AKU senang, karena bakal berduaan kembali dengan Aida, anakku. Saat itu, akhir pekan — 5 Juni 2005. Itulah momen yang kutunggu-tunggu. Istriku, Ika, dan teman-temannya, pada hari itu, mesti menyelesaikan acara diskusinya.

Aku sudah membayangkan kira-kira acara apa yang akan kami lakukan berdua — dan, inilah pekerjaan yang sungguh mengasyikkan! Ke kebun binatang lagikah? Atau ke museum, atau ke toko buku? Atau menonton pertandingan sepakbola di Lebakbulus — ha, ha, untuk yang terakhir ini, istriku pasti memprotesnya, “Bagaimana kalau ada tawuran?”

Apapun, berjalan-jalan dengan Aida adalah kesenangan baruku — selain membaca dan mengutak-atik kliping sepakbola, tentunya. Kalau ditanya, di mana letak kesenangannya, aku akan mengatakan, selama perjalanan itu, yaitu di saat-saat mendengarkan celoteh, pertanyaan-pertanyaan jujurnya, serta tawa Aida — juga mungkin rengek manjanya.

Rengek manjanya? Heem, anakku — nama lengkapnya Aida Ameera Alkaff — memang luar biasa manjanya — apalagi bila dia ada di kerumunan, sementara dia tahu, aku dan Ika ada di sampingnya. Dia akan segera menggelayut, entah ke mama atau walidnya — istriku dulu yang usul agar Aida memanggilku Walid, kata lain dari ayah, dari bahasa Arab. Harus kuakui, kadang-kadang tingkahnya menyebalkan, utamanya bila anakku ini seolah berperan seperti bayi, lewat ucapan-ucapannya.

Itulah Aida. Meski terkadang membuat jengkel, tapi tatkala melihat bulat matanya yang bening, dan kaki kecilnya yang lincah meloncat-loncat, serta tangannya yang tiba-tiba merangkul leherku, hati siapa yang tidak akan luruh. Dan, aku paling merasa sedih, kalau tiba-tiba melihat dia lesu dan terbaring sakit — sedih sekali!

Tapi, dalam banyak hal, memang dibutuhkan kesabaran luar biasa, selama berduaan dengan Aida. Kesabaran untuk memahami bahwa Aida saat itu adalah seorang bocah berumur 3 tahun 6 bulan, yang belum banyak tahu tentang apa itu hak dan kewajiban. Inilah tantanganku, untuk pandai-pandai menyelami apa yang ada di benaknya — kalau sudah begini, aku sadar, mesti banyak tahu lagi tentang psikologi anak-anak.

Sebagai wartawan yang jam kerjanya bisa sampai larut malam, aku mesti mencari akal, bagaimana pertemuanku dengan Aida, tetap terjaga, setidaknya dalam sepekan, aku bisa seharian bersama dia pada Sabtu dan Minggu. Inilah yang dulu menjadi kesepakatan antara aku dan istriku, kecuali ada masalah pekerjaan yang mendesak untuk didahulukan. Makanya, aku sampai tidak tega meninggalkan istri dan anakku, bila harus piket ke kantor pada Sabtu atau Minggu — itulah sebabnya, aku beberapa kali mengajak anakku dan istri ke kantor, saat piket. Jadilah ruangan kantorku sedikit berantakan karena kehadiran Affan junior.

Terakhir Aida kuajak ke kebun binatang Ragunan, beberapa pekan lalu. Selama di sana, aku berusaha menikmati segala ucapan dan tingkah-lakunya. Kuperankan diriku seolah-seolah seumur dengan dia. Aida loncat-loncat diantara gundukan tanah, aku ikut pula. Dia menirukan suara macan tutul, aku ikut pula mengaum. Aku bahagia sekali kalau dia tertawa lepas. Segala pertanyaan yang muncul dari mulut mungilnya, akan kujawab — meski dalam banyak hal aku menjawabnya dengan kalimat ”Walid belum tahu ya, nanti kita tanya mama atau lihat buku ya.”

Sebelumnya, anakku pernah kuajak keliling museum nasional di depan Monas. Dia pernah takjub saat kuajak naik bus butut, meski kadang-kadang keluar kalimat polosnya “Panas, Walid!” Kami pernah pula hampir jatuh di dalam busway, akibat pegangan tangannya, jebol.

Yang mengasyikkan, Aida sudah mengetahui di mana dia harus mencari rak buku anak-anak, di toko buku Gramedia, Pondok Indah Mall — bila dia kugiring ke rak buku filsafat (Hah! Aida di usia 2 tahun, sudah sering mengucapkan Nietzche, dan menirukan gerakan mulutnya, seraya membayangkan kumis filosof urakan itu bergerak ke sana-sini) atau sastra, dia akan protes “Ini bukan buku anak-anak”. Otomatis, aku balik badan, kembali ke rak buku anak-anak. Tentu saja, pernah pula kami berdua menghabiskan waktu dengan bermain di sejumlah mal — seharian main permainan, sambil menunggu mamanya yang tengah pijat.

Kalau sudah menemukan kenikmatan berjalan berdua dengan anakku, aku biasanya teringat secuil sejarah yang jarang diungkap, yaitu kisah Bung Hatta dan Bung Syahrir, tentang buku dan anak kecil. Kisah ini terjadi ketika mereka, di tahun awal 40-an, harus meninggalkan Bandaneira menjelang Jepang masuk Maluku — dua orang itu diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda ke pulau itu.

Syahdan, dalam hitungan menit, dua orang itu harus segera meninggalkan pulau itu, dengan sebuah pesawat kecil yang disediakan pihak Belanda. Sebuah pilihan harus diambil, siapa dan apa-apa saja yang harus didahulukan, karena ruangan pesawat sungguh terbatas. Beberapa saksi mata menulis, Hatta yang digambarkan berwatak serius, dibuat frustasi karena gagal membawa ribuan bukunya — dalam beberapa peti. Sebaliknya, masih menurut saksi mata itu, Syahrir merelakan bukunya ditinggal — konon, buku-bukunya habis dibagikan kepada anak-anak di sana, usai dibaca.

Syahrir, yang digambarkan lebih memilih berenang seharian ketimbang membaca buku di kamar, akhirnya memilih mengajak seorang anak lelaki ke dalam pesawat — belakangan, anak kecil itu diangkatnya sebagai anak angkatnya. Sebaliknya, Hatta masih berpikir keras: bagaimana buku-buku itu bisa segera dikirim ke Jawa. “Syahrir lebih mencintai anak-anak ketimbang buku,” itulah tafsir seorang penulis, mengomentari kisah tersebut.

Aku tak bermaksud membandingkan pengalamanku dengan kisah dua orang itu. Tapi, rasanya sulit, untuk melupakan kisah itu, ketika kenikmatan timbul di saat saya berdua dengan Aida. Mudah-mudahan kenikmatan yang kuperoleh, juga dirasakan Aida. (T)

Tags: anak-anakBukucintakasihwartawan
Share39TweetSendShareSend
Previous Post

Kata-kata yang Memberi Detak pada Pengalaman – Pengantar Buku “Seribu Pagi Secangkir Cinta”

Next Post

Teater 28 Siliwangi di Singaraja: Paduan Olah Cerita, Gerak Aktor dan Tata Artistik

Heyder Affan

Heyder Affan

Penyuka jalan-jalan, penikmat sastra, dan gila bola. Tulisannya bisa dilihat secara lengkap di heyderaffan.blogspot.com

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post

Teater 28 Siliwangi di Singaraja: Paduan Olah Cerita, Gerak Aktor dan Tata Artistik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co