2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berduaan dengan Aida – Cerita Wartawan dan Anaknya, juga Buku, Syahrir dan Hatta

Heyder Affan by Heyder Affan
February 2, 2018
in Esai

AKU senang, karena bakal berduaan kembali dengan Aida, anakku. Saat itu, akhir pekan — 5 Juni 2005. Itulah momen yang kutunggu-tunggu. Istriku, Ika, dan teman-temannya, pada hari itu, mesti menyelesaikan acara diskusinya.

Aku sudah membayangkan kira-kira acara apa yang akan kami lakukan berdua — dan, inilah pekerjaan yang sungguh mengasyikkan! Ke kebun binatang lagikah? Atau ke museum, atau ke toko buku? Atau menonton pertandingan sepakbola di Lebakbulus — ha, ha, untuk yang terakhir ini, istriku pasti memprotesnya, “Bagaimana kalau ada tawuran?”

Apapun, berjalan-jalan dengan Aida adalah kesenangan baruku — selain membaca dan mengutak-atik kliping sepakbola, tentunya. Kalau ditanya, di mana letak kesenangannya, aku akan mengatakan, selama perjalanan itu, yaitu di saat-saat mendengarkan celoteh, pertanyaan-pertanyaan jujurnya, serta tawa Aida — juga mungkin rengek manjanya.

Rengek manjanya? Heem, anakku — nama lengkapnya Aida Ameera Alkaff — memang luar biasa manjanya — apalagi bila dia ada di kerumunan, sementara dia tahu, aku dan Ika ada di sampingnya. Dia akan segera menggelayut, entah ke mama atau walidnya — istriku dulu yang usul agar Aida memanggilku Walid, kata lain dari ayah, dari bahasa Arab. Harus kuakui, kadang-kadang tingkahnya menyebalkan, utamanya bila anakku ini seolah berperan seperti bayi, lewat ucapan-ucapannya.

Itulah Aida. Meski terkadang membuat jengkel, tapi tatkala melihat bulat matanya yang bening, dan kaki kecilnya yang lincah meloncat-loncat, serta tangannya yang tiba-tiba merangkul leherku, hati siapa yang tidak akan luruh. Dan, aku paling merasa sedih, kalau tiba-tiba melihat dia lesu dan terbaring sakit — sedih sekali!

Tapi, dalam banyak hal, memang dibutuhkan kesabaran luar biasa, selama berduaan dengan Aida. Kesabaran untuk memahami bahwa Aida saat itu adalah seorang bocah berumur 3 tahun 6 bulan, yang belum banyak tahu tentang apa itu hak dan kewajiban. Inilah tantanganku, untuk pandai-pandai menyelami apa yang ada di benaknya — kalau sudah begini, aku sadar, mesti banyak tahu lagi tentang psikologi anak-anak.

Sebagai wartawan yang jam kerjanya bisa sampai larut malam, aku mesti mencari akal, bagaimana pertemuanku dengan Aida, tetap terjaga, setidaknya dalam sepekan, aku bisa seharian bersama dia pada Sabtu dan Minggu. Inilah yang dulu menjadi kesepakatan antara aku dan istriku, kecuali ada masalah pekerjaan yang mendesak untuk didahulukan. Makanya, aku sampai tidak tega meninggalkan istri dan anakku, bila harus piket ke kantor pada Sabtu atau Minggu — itulah sebabnya, aku beberapa kali mengajak anakku dan istri ke kantor, saat piket. Jadilah ruangan kantorku sedikit berantakan karena kehadiran Affan junior.

Terakhir Aida kuajak ke kebun binatang Ragunan, beberapa pekan lalu. Selama di sana, aku berusaha menikmati segala ucapan dan tingkah-lakunya. Kuperankan diriku seolah-seolah seumur dengan dia. Aida loncat-loncat diantara gundukan tanah, aku ikut pula. Dia menirukan suara macan tutul, aku ikut pula mengaum. Aku bahagia sekali kalau dia tertawa lepas. Segala pertanyaan yang muncul dari mulut mungilnya, akan kujawab — meski dalam banyak hal aku menjawabnya dengan kalimat ”Walid belum tahu ya, nanti kita tanya mama atau lihat buku ya.”

Sebelumnya, anakku pernah kuajak keliling museum nasional di depan Monas. Dia pernah takjub saat kuajak naik bus butut, meski kadang-kadang keluar kalimat polosnya “Panas, Walid!” Kami pernah pula hampir jatuh di dalam busway, akibat pegangan tangannya, jebol.

Yang mengasyikkan, Aida sudah mengetahui di mana dia harus mencari rak buku anak-anak, di toko buku Gramedia, Pondok Indah Mall — bila dia kugiring ke rak buku filsafat (Hah! Aida di usia 2 tahun, sudah sering mengucapkan Nietzche, dan menirukan gerakan mulutnya, seraya membayangkan kumis filosof urakan itu bergerak ke sana-sini) atau sastra, dia akan protes “Ini bukan buku anak-anak”. Otomatis, aku balik badan, kembali ke rak buku anak-anak. Tentu saja, pernah pula kami berdua menghabiskan waktu dengan bermain di sejumlah mal — seharian main permainan, sambil menunggu mamanya yang tengah pijat.

Kalau sudah menemukan kenikmatan berjalan berdua dengan anakku, aku biasanya teringat secuil sejarah yang jarang diungkap, yaitu kisah Bung Hatta dan Bung Syahrir, tentang buku dan anak kecil. Kisah ini terjadi ketika mereka, di tahun awal 40-an, harus meninggalkan Bandaneira menjelang Jepang masuk Maluku — dua orang itu diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda ke pulau itu.

Syahdan, dalam hitungan menit, dua orang itu harus segera meninggalkan pulau itu, dengan sebuah pesawat kecil yang disediakan pihak Belanda. Sebuah pilihan harus diambil, siapa dan apa-apa saja yang harus didahulukan, karena ruangan pesawat sungguh terbatas. Beberapa saksi mata menulis, Hatta yang digambarkan berwatak serius, dibuat frustasi karena gagal membawa ribuan bukunya — dalam beberapa peti. Sebaliknya, masih menurut saksi mata itu, Syahrir merelakan bukunya ditinggal — konon, buku-bukunya habis dibagikan kepada anak-anak di sana, usai dibaca.

Syahrir, yang digambarkan lebih memilih berenang seharian ketimbang membaca buku di kamar, akhirnya memilih mengajak seorang anak lelaki ke dalam pesawat — belakangan, anak kecil itu diangkatnya sebagai anak angkatnya. Sebaliknya, Hatta masih berpikir keras: bagaimana buku-buku itu bisa segera dikirim ke Jawa. “Syahrir lebih mencintai anak-anak ketimbang buku,” itulah tafsir seorang penulis, mengomentari kisah tersebut.

Aku tak bermaksud membandingkan pengalamanku dengan kisah dua orang itu. Tapi, rasanya sulit, untuk melupakan kisah itu, ketika kenikmatan timbul di saat saya berdua dengan Aida. Mudah-mudahan kenikmatan yang kuperoleh, juga dirasakan Aida. (T)

Tags: anak-anakBukucintakasihwartawan
Share39TweetSendShareSend
Previous Post

Kata-kata yang Memberi Detak pada Pengalaman – Pengantar Buku “Seribu Pagi Secangkir Cinta”

Next Post

Teater 28 Siliwangi di Singaraja: Paduan Olah Cerita, Gerak Aktor dan Tata Artistik

Heyder Affan

Heyder Affan

Penyuka jalan-jalan, penikmat sastra, dan gila bola. Tulisannya bisa dilihat secara lengkap di heyderaffan.blogspot.com

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post

Teater 28 Siliwangi di Singaraja: Paduan Olah Cerita, Gerak Aktor dan Tata Artistik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co