22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Oi, Band Kosong Satu, Dengarkan Iwan Fals tentang Fanatisme Panjang-Lebar

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 2, 2018
in Esai

Foto: Istimewa

SAYA melihat melalui laman facebook, sejumlah teman saya dari Singaraja sedang berada di Lampung. Dari foto-foto yang saya lihat saya yakin mereka sedang berbahagia. Mereka tersenyum dan wajahnya menunjukkan mereka sedang bersiap memperjuangkan sesuatu yang penting, mungkin perjuangan untuk Nusa dan Bangsa, mungkin juga dibarengi dengan tujuan pengembangan diri mereka sendiri.

Penting? Tentu saja. Mereka sedang mengikuti Musyarawarah Nasional (Munas) Oi VI, 21-23 April 2017. Apa itu Oi? Jangan cerewet. Tak baik jadi orang cerewet saat melihat orang lain sedang bergembira, bersemangat dan tentu saja berbahagia.

Oi memang sebuah ormas nasional yang pengurus dan anggotanya sebagian besar (untuk tidak menyebut semuanya) adalah penggemar penyayi dan tokoh nasional Iwan Fals. Tapi saya tahu, para penggemar Iwan Fals yang kumpul di Lampung itu bukan sedang memuja-muja Iwan Fals, bukan juga sedang memperjuangkan Iwan Fals, misalnya untuk menjadi Presiden. Bukan.

Awalnya, memang, mereka disatukan oleh naluri fanatisme terhadap lagu-lagu Iwan Fals, lalu dikuatkan lagi oleh ketokohan Iwan Fals, namun kemudian mereka direkatkan oleh hal-hal yang  jauh lebih panjang dan lebih lebar dari sekadar urusan musik dan senang-senang, yakni niat bersama memperbaiki Indonesia melalui aksi sosial, perbaikan lingkungan dan penyebaran nilai-nilai kemanusiaan.

Saya menyebutkan dengan istilah fanatisme panjang-lebar, tentu untuk membedakan dengan istilah fanatisme sempit. Fanatisme sempit, kita tahu, sering digunakan untuk memberi cap pada seseorang yang mengidolakan selebritis atau tokoh tertentu secara membabi-buta. Si selebritis pakai cukuran cepak, sang fans ikutan cepak. Si selebritis pakai lipstick ungu karena dia janda, eh, si penggemar ikut, padahal masih perawan ting-ting. Di sisi lain banyak juga selebritis yang menikmati “kesetiaan” para penggemarnya dengan menunjukkan fanatisme semacam itu.

Fans Iwan Fals jauh dari kesan seperti itu. Meski pun mereka memiliki fanatisme yang kuat terhadap Iwan, namun jangkauannya tidaklah sesempit urusan lipstick atau model cukuran rambut. Fanatisme mereka melebar ke urusan yang lebih besar. Bukan lagi urusan mode dan trend terhadap tubuh, melainkan jauh kepada urusan kemanusiaan.

Tentu saja karakter penggemar semacam itu tidak tercipta dengan sendirinya. Iwan Fals bersama istrinya, Rosana, turut serta membentuk karakter penggemar dengan fanatisme panjang-lebar seperti itu. Iwan dan sang istri membentuk Oi. Programnya, salah satu, memang menularkan semangat berkarya di bidang musik. Tapi program lain jauh lebih dianggap penting, yakni menularkan obsesi-obsesi luhur Iwan Fals terhadap perbaikan alam dan lingkungan, perjuangan sosial, dan peningkatan sumber daya manusia.

Band Kosong Satu

Oktober 2016, Iwan Fals menularkan secara nyata obsesi luhurnya kepada anggota Oi Bali di Kota Singaraja. Dalam rangkaian acara Tour Silaturahmi Oi, Iwan bersama pasukan BPP Oi menggelar berbagai kegiatan bertajuk Jaga Bumi, mulai dari bersih-bersih pantai, ngobrol bareng, hingga konser musik.

Iwan membagi pemikirannya secara alami dengan ngobrol di warung, duduk bersama penggemar di mana saja, sekaligus ikut melakukan apa yang dilakukan pengemarnya.

Di tengah guyub itulah Iwan mendengar ada Band Oi di Singaraja yang selama ini pentas dengan membawakan lagu-lagu Iwan Fals. Sebagai selebritis Iwan tentu senang, namun sebagai seorang tokoh yang bukan sekadar selebritis, ia kemudian memberi pengertian: bahwa Ormas Oi dibentuk untuk mengembangkan sedalam-dalamnya potensi diri dari masing-masing anggota Oi. Jadi, anggota Oi tidak harus meniru Iwan Fals. Tak harus membawakan lagu-lagu Iwan Fals. Jika itu dilakukan, maka kreativitas akan mandeg, dan potensi diri anggota Oi tak akan berkembang.

Sikap Iwan Fals itu sebagai satu bukti penting betapa ia adalah tokoh yang tak egois, tak suka memanfaatkan penggemarnya sendiri, dan sekaligus tak berjarak dengan penggemar. Ia punya visi jauh ke depan untuk mengembangkan potensi dan karakter masing-masing orang-orang. Tujuannya sudah pasti, Iwan ingin melihat anggota Oi berkembang melebihi dirinya sendiri.

Dengan begitu, Band Oi akhirnya berubah menjadi Band Kosong Satu atau Kosong Satu Band. Nama Kosong Satu tentu merupakan reinkarnasi dari Oi. Jika diangkakan, 01 tentu saja masih bisa dibaca seperti kata Oi.

Petuah Iwan Fals sungguh dicerna dengan baik. Band Kosong Satu, meski sesekali masih membawakan lagu Iwan Fals (misalnya karena diminta oleh penggemarnya), kini band  yang mengusung tema Pop Rock itu menunjukkan karakter matang, mandiri, dan punya keinginan terus untuk berubah menjadi lebih baik.

Band ini digawangi lima personil yang terdiri dari Andik (vokal), Angga Pratangga (gitar), Agung Indrayana (gitar), Dedy Yastika(bass) dan Ojes (Drum). Dan mereka sepakat mengusung lagu berbahasa Bali dengan tetap mempertahankan cirri-ciri modern dan kontemporer dalam musiknya.

Band ini punya potensi besar untuk maju dan mengembangkan diri sebagaimana spirit yang ditular Iwan Fals. Apalagi personil band ini sudah cukup lama berkecimpung dalam dunia musik, seperti Angga yang merupakan gitaris blues yang pernah melanglang dalam hiruk-pikuk dan lalu-lintas permusikan di ibukota, bahkan pernah bergabung dalam manajemen dengan label nasional ternama di Jakarta.

Single perdana Kosong Satu berjudul “Jak Mekejang Menyama” yang menceritakan tentang pesan kekompakan sebagai mahkluk sosial untuk menciptakan hidup yang harmonis. Diharapkan dengan karya-karya yang mereka gagas dapat memberikan warna serta meramaikan belantika Musik di Bali.

Dengan pengalaman dan semangat yang terus hidup, Kosong Satu bisa jadi akan melanglang sebagai band dengan karakter yang kuat.

Jika suatu kali Iwan Fals sempat menonton Kosong Satu, ia pasti senang. Karena ia akan melihat betapa visi Oi sudah dijalankan dengan benar, yakni visi untuk mengembangkan kebudayaan daerah (bahasa Bali), sekaligus visi untuk mengembangkan musik nasional, sekaligus juga visi untuk mengembangkan potensi emas di masing-masing anggota Oi.

Selamat, Kosong Satu. Selamat bermunas teman-teman Oi di Lampung. (T)

Tags: baliIwan FalsmusikSingaraja
Share73TweetSendShareSend
Previous Post

Uang Baru Bikin Mata Biru, Uang Kuno Bikin Hati Tergetar

Next Post

Arnata Pakangraras# Kota Ini Hanya Cahaya

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post

Arnata Pakangraras# Kota Ini Hanya Cahaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co