12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jelang Debat Pilkada Buleleng: PASS Kuasai Soal, SURYA Mungkin “Menyerang”

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 2, 2018
in Feature

JANGAN berharap membandingkan debat pasangan calon (paslon) kepala daerah di DKI Jakarta dengan debat di Pilkada Buleleng. Jauuuuuuh…

Debat Pilkada DKI sejak awal, bahkan sejak tahapan Pilkada belum dimulai, sudah punya “modal” untuk jadi seru. Sementara debat antarpaslon bupati/wakil bupati Pilkada Buleleng tampaknya masih terkesan malu-malu.

Lihatlah debat episode pertama di Hotel Melka, Lovina, Singaraja, 30 Januari 2017, yang disiarkan radio-radio di Buleleng. Sejak awal debat itu seperti bukan debat, tapi pentas monolog atau topeng pajengan. Paslon tampaknya masih asyik-asyik sendiri dengan program yang disusunnya, tanpa berusaha dengan mengulik-ulik program paslon lawan.

Namanya juga debat, masing-masing program ya harusnya diadu. Agar beradu, paslon harusnya menyerang program lawan. Selain untuk menunjukkan keunggulan program sendiri, paslon juga harusnya menunjukkan kelemahan program lawan. Itulah debat. Bukan giliran bicara.

Bahkan dalam waktu panjang kampanye, kedua paslon, Dewa Nyoman Sukrawan/Gede Dharma Wijaya (SURYA) dan paslon nomor urut 2 Putu Agus Suradnyana/Nyoman Sutjidra (PASS), tampaknya masih nahan-nahan diri dan malu-malu untuk saling mengkritisi program lawan. Setidaknya itu tampak dari pantauan berita-berita di media massa. Dan kondisi itu terbawa saat debat.

Dalam debat pertama, kedua paslon masih tampak kalem ketika menjawab pertanyaan yang dibacakan moderator. Seakan main monolog, masing-masing sibuk dengan “naskah” sendiri tanpa ada upaya main-main (atau serius) untuk menyinggung, menyindir, apalagi mematahkan program-program lawan.

Kondisi adem-ayem itu diperlembek dengan daftar pertanyaan dari panelis yang karakter  pertanyaannya seperti pertanyaan dosen kepada mahasiswa. Panjang dan beberapa terkesan abstrak, terutama bagi calon kepala daerah yang akan bekerja secara konkrit. Misalnya pertanyaan awal tentang kebudayaan:

“Bagaimana strategi Bapak dalam melestarikan kebudayaan Buleleng yang khas guna memperkuat jatidiri orang Buleleng sebagi bagian dari NKRI?”

Betapa abstraknya pertanyaan itu. Sebelum menjawab, harus dipikirkan dulu apa itu “kebudayaan Buleleng yang khas”, lalu memikirkan apa itu “jati diri”, kemudian menghubungkan lagi dengan kosa kata “bagian dari NKRI”.  Ketiga kalimat berhuruf miring yang diisi tanda petik itu adalah kalimat yang tak gampang untuk dibuat menjadi kongkrit dalam waktu yang cepat.

Jika pertanyaan ditujukan kepada mahasiswa mungkin mereka sudah punya modal definisi, dan memiliki waktu yang cukup panjang untuk menuliskan dalam kertas jawaban. Namun jika calon bupati yang diberi pertanyaan seperti itu dengan waktu hanya dua menit, tentu saja jawabannya tak memuaskan sehingga kecil memungkinkan munculnya persilangan pendapat dan pemikiran antarpaslon.

Selain itu, paslon SURYA sepertinya menyia-nyiakan kesempatan untuk “menyerang” program-program yang sudah dikerjakan paslon PASS selama memimpin Buleleng. Tim SURYA tampaknya abai menyiapkan data-data penting sebagai modal untuk memutarbalikkan klaim bahwa program-program yang disampaikan paslon petahana sudah sukses. Bahkan justru PASS sempat menyentil dengan pertanyaan bagaimana cara paslon SURYA meningkatkan fiskal daerah.

Jika, pada debat tahap kedua, 7 Februari 2017,  debat dibiarkan berlangsung dengan pola seperti pada debat pertama, paslon petahana akan tampak lebih unggul karena dengan gamblang bisa menjawab berbagai pertanyaan dari sejumlah persoalan yang sudah mereka kerjakan. Sedangkan paslon penantang akan tampak seperti paslon yang baru sebatas penyampaian cita-cita.

Apalagi, tema debat kedua ini sepertinya menguntungkan PASS selaku paslon petahana, yakni pembangunan ekonomi, pertanian, pariwisata, hukum dan politik untuk Buleleng. Dengan tema yang lebih konkrit semacam itu, paslon petahana akan dengan mudah menbeberkan contoh-contoh keberhasilannya. Apalagi, PASS dalam kampanyenya sejauh ini lebih banyak menggaungkan program pembangunan pertanian sehingga secara materi paslon itu akan tampak lebih siap.

Paslon SURYA selaku penantang bukan berarti tak akan siap. Dilihat dari program unggulannya, yakni masalah kesehatan, pendidikan dan lapangan kerja, paslon ini tentu juga sudah mengusai sejumlah materi, terutama di bidang pembangunan ekonomi. Namun jika paslon SURYA fokus kepada programnya tanpa ada niat untuk “menyerang” (baca: mendebat), maka PASS akan aman-aman saja.

Untuk itu, saya pikir dalam debat kedua ini PASS akan tampak menguasai soal sehingga akan dengan mudah menjabarkan prigram-programnya melalui jawaban. Dan paslon SURYA bukan berarti tak menguasai soal, namun karena belum punya contoh kerja, maka mungkin akan efektif dalam melakukan “serangan” terhadap program pembangunan (sesuai tema) yang sejauh ini sudah dilakukan petahana. Alat untuk “menyerang” bisa saja program sendiri jika dirasa lebih unggul, bisa juga dengan data-data tandingan.

Mudah-mudahan debat kedua berlangsung seru, setidaknya bisa ditonton dengan asyik. Jika bisa ditonton dengan asyik, tentu sosialisasi program dari masing-masing paslon bisa masuk dengan mudah ke dalam hati dan logika pemilih. Debat yang asyik juga bisa mengundang warga lebih tertarik untuk datang ke TPS sehingga jumlah golput bisa dikurangi.

Wisnumurti sebagai moderator pada debat kedua ini, serta para panelis, tentu saja lebih hebat dari penulis preview ini untuk menjadikan debat itu lebih bagus, lebih asyik, lebih menghibur, lebih memberi wawasan dan pengetahuan, kepada calon pemilih. (T)

Tags: bulelengdebat pilkadaekonomiPariwisataPembangunanPilkadaPolitik
Share20TweetSendShareSend
Previous Post

Melepas Burung dalam Upacara “Telu Bulanan”: Upaya Menciptakan Tradisi

Next Post

Festival 100 Monolog Putu Wijaya di Bali: Sejarah yang Belum Pernah Terjadi

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

by tatkala
September 11, 2026
0
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

Read moreDetails

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
0
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails
Next Post

Festival 100 Monolog Putu Wijaya di Bali: Sejarah yang Belum Pernah Terjadi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co