23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

5 Fakta Unik Agus Suradnyana & Dewa Sukrawan #Pernik Pilkada Buleleng 2017

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 2, 2018
in Esai

Istimewa

KINI Buleleng punya dua nama beken: Putu Agus Suradnyana dan Dewa Nyoman Sukrawan. Jangan mengaku keren jika tak kenal dua nama itu. Atau, bolehlah tidak kenal. Tapi sungguh keterlaluan jika sama sekali tak pernah mendengar nama dua tokoh kita itu.

Mereka beken bukan saja karena keduanya sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) jadi calon bupati untuk bertarung dalam Pilkada Buleleng, 15 Februari 2017. Lebih karena sejak lima tahun lalu, dua nama itu sudah biasa jadi berita di koran, radio dan TV lokal, serta jadi topik obrolan di media tradisional semacam warung kopi, warung patokan dan poskamling.

Bukan Kebetulan

Tentu bukan sebuah kebetulan dua nama ini kini berada dalam dua sudut yang berseberangan di tengah ring Pilkada. Dewa Sukrawan menjadi calon bupati dari jalur perseorangan, sementara Agus Suradnyana merupakan calon yang diajukan PDI-P. Di Bumi Siobak dan Rujak Plecing ini, dua tokoh kita ini memang punya hubungan pertalian politik yang unik.

Keduanya sejak lama berada dalam satu partai politik bernama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) namun banyak yang bisik-bisik di tengah obrolan tak resmi bahwa keduanya memang jarang cocok. Meski kadang tampak kompak di depan wartawan pada saat-saat tertentu, namun sejumlah wartawan tahu ada “sesuatu yang tersembunyi” di antara dua mata dan hati mereka.

Yang lebih menarik, dua tokoh kita ini seakan-akan ditakdirkan untuk “berhubungan” sekaligus “berseberangan”.  Setidaknya ada 5 fakta unik yang membuktikan Putu Agus Suradnyana dan Dewa Nyoman Sukrawan punya hubungan politik yang layak disebut “semacam takdir” sebelum mereka benar-benar “berhadap-hadapan” dalam Pilkada.

  1. Bersaing Raih Rekomendasi pada Pilkada Buleleng 2012

Setelah Putu Bagiada menjabat sebagai Bupati Buleleng dua periode (2002-2007) dan (2007-2012), Pilkada Buleleng tahun 2012 terbuka tanpa calon bupati petahana (incumbent). Dari PDI-P muncul sejumlah nama yang secara terus terang maupun malu-malu mencitrakan diri melalui berbagai media agar bisa mennggondol rekomendasi dari DPP PDI-P untuk bisa dicalonkan sebagai kepala daerah.

Dari banyak nama yang muncul, tampaknya persaingan mengerucut pada dua nama; Dewa Nyoman Sukrawan dan Putu Agus Suradnyana. Dua tokoh kita itu sama-sama punya kans besar. Sukrawan saat itu sebagai Ketua DPC dan Ketua DPRD Buleleng serta punya “tabungan politik” yang cukup besar di PDI-P. Sukrawan membuktikan diri sebagai kader PDI-P yang punya pendukung militan dengan perolehan suara besar di Dapil-nya dalam setiap hajatan Pemilu Legislatif.

Suradnyana pun bukan tokoh sembarangan. Selain beberapa periode duduk di kursi DPRD Bali dari Dapil Buleleng, ia juga pengurus DPD PDI-P Bali yang cukup disegani. Ia juga membuktikan diri memiliki dukungan massa besar yang juga dibuktikan dengan perolehan suara yang selalu besar untuk mengantarkannya ke kursi DPRD Bali.

Aroma persaingan dua tokoh kita ini di internal PDI-P memang sudah terasa sejak menjelang Pilkada 2012 itu. Namun, pada akhirnya Sukrawan tunduk pada rekomendasi partai yang jatuh kepada Agus Suradnyana. Suradnyana yang berpasangan dengan Nyoman Sutjidra dengan merk PAS saat itu menang dalam Pilkada Buleleng 2012 dengan jumlah suara lebih dari 50 persen.

  1. Tersebutlah Mereka jadi “Calon Wakil Gubernur”

Meski tak ada persaingan di antara mereka dalam perebutan posisi di Pilgub Bali, namun dua tokoh kita ini punya sejarah politik yang penting dalam Pilkada Gubernur (Pilgub) Bali tahun 2013. Jauh sebelum Pilgub Bali ditabuh, nama Putu Agus Suradnyana (yang saat itu sudah menjadi Bupati Buleleng) muncul sebagai bakal calon Wakil Gubernur berpasangan dengan Anak Agung Ngurah Puspayoga yang saat itu hampir dipastikan menjadi calon gubernur.

Bahkan poster bergambar Puspayoga dan Suradnyana dengan merk PAS sempat tayang di media sosial. Munculnya nama Suradnyana sebagai calon wakil gubernur sempat mengundang pro-kontra di kalangan masyarakat Buleleng. Tanggapan “tak enak” bukan saja datang dari warga yang kontra Suradnyana, namun juga datang dari para pendukung Suradnyana.

Namun Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri konon tak ingin Agus Suradnyana meninggalkan Buleleng. Suradnyana diminta tetap menjadi Bupati di kabupaten kelahiran nenek Megawati itu. Sehingga nama Agus Suradnyana pun hilang dari pembicaraan Pilgub Bali.

Namun, PDI-P tampaknya sangat sulit mencari pengganti Agus Suradnyana untuk dipasangkan dengan Puspayoga. Bahkan hingga beberapa hari menjelang berakhirnya jadwal pendaftaran calon di KPU Bali, PDI-P belum menentukan nama calon yang ditandem dengan Puspayoga.

Dan, tidak diduga, 5 Februari 2013, sehari menjelang berakhirnya pendaftaran calon di KPU Bali, Dewa Nyoman Sukrawan ditetapkan sebagai calon wakil gubernur mendampingi Puspayoga. Nama Dewa Sukrawan muncul sekitar tengah malam, saat rapat DPD PDI-P Bali yang dipimpin langsung Megawati di Gianyar sudah dalam suasana yang amat melelahkan.

Dewa Sukrawan pun saat itu mengaku kaget dan tidak menduga direkomendasikan menjadi wakil gubernur. Ia sendiri pada malam itu sebenarnya sudah pulang dari rapat ketika dalam perjalanan ke Buleleng ditelepon dan diminta berbalik. Beberapa jam setelah itu ia bersama Puspayoga mendaftar ke KPU Bali.

Yang unik, branding PAS yang sebelumnya digadang-gadang untuk pasangan Puspayoga-Suradnyana, tetap dipertahankan. Karena PAS bisa juga jadi akronim Puspayoga-Sukrawan.

  1. Saling Membantu dalam Pilkada

Meski sempat bersaing dalam meraih rekomendasi, Dewa Sukrawan tetap berbesar hati menjadi Ketua Tim Pemenangan Suradnyana-Sutjidra dalam Pilkada Buleleng 2012. Karena saat itu ia memang menjabat sebagai Ketua DPC PDI-P Buleleng. Sebagai kader partai yang loyal, Sukrawan tentu saja berkampanye membantu memenangkan Suradnyana-Sutjidra.

Demikian pula Putu Agus Suradnyana. Meski saat Pilgub Bali 2013 ia bukan sebagai Ketua Tim Pemenangan, namun Agus Suradnyana saat itu ikut membantu lancarnya kampanye untuk kemenangan pasangan Puspayoga-Sukrawan. Tentu saja sebagai Bupati Buleleng, gerakan Agus Suradnyana terbatas, namun selaku tokoh penting di Buleleng ia punya cara sendiri agar tak melanggar aturan untuk bisa membantu memenangkan pasangan Puspayoga-Sukrawan.

Sayangnya, pasangan Puspayoga-Sukrawan saat itu kalah tipis dengan pasangan Mangku Pastika-Sudikerta yang diusung Partai Golkar dkk.

  1. Bertukar Jabatan Ketua DPC dan Bendahara

Putu Agus Suradnyana dan Dewa Sukrawan ternyata punya takdir unik dalam hubungan karir jabatan di PDI-P. Dewa Sukrawan tercatat sebagai Ketua DPC PDI-P Buleleng pada periode 2005-2010 dan periode 2010-2015. Dan pada waktu yang hampir bersamaan Putu Agus Suradnyana menjabat sebagai Bendahara DPD PDI-P Bali.

Setelah jabatan Sukrawan berakhir, ia menggantikan posisi Agus Suradnyana di DPD sebagai bendahara. Sementara Agus Suradnyana terpilih sebagai Ketua DPC PDI-P Buleleng menggantikan Dewa Sukrawan.

Kini setelah Dewa Sukrawan mencalonkan diri sebagai Bupati Buleleng melalui jalur perseorangan, sejumlah berita menyebut ia dipecat dari PDI-P sekaligus dari posisi bendahara. Namun dalam sejumlah berita di media, Dewa Sukrawan mengaku masih sebagai bendahara dan belum dipecat dari PDI-P. Menurut Sukrawan sebagaimana dikutip media, ia mengaku belum menerima surat pemecatan.

  1. Sama-sama Orang Nomor Satu

Bicara soal kader di PDI-P Buleleng lima tahun belakangan, Sukrawan dan Suradnyana bolehlah disebut sebagai sama-sama orang nomor satu. Ini bisa dilihat dari jabatan mereka. Sukrawan pernah menjadi orang nomor satu di legislatif sebagai Ketua DPRD dan Suradnyana kita tahu menjadi Bupati Buleleng.

Meski masing-masing jadi orang nomor satu di legislatif dan ekskutif, dari pengamatan media keduanya jarang tampak bersama-sama saat mereka sama-sama menjabat, baik bersama dalam acara-acara formal pemerintahan maupun dalam acara-acara nonformal.

Jarangnya mereka bersama-sama mungkin sudah jadi tanda awal bahwa kelak mereka akan “benar-benar berseberangan” dalam satu hajatan politik. Dan benar saja, dalam Pilkada Buleleng 2017 ini, keduanya sama-sama jadi calon bupati. Dan hanya ada satu calon yang akan menang. Siapa?  (T)

Tags: bulelengPartai PolitikPilkadaPolitik
Share57TweetSendShareSend
Previous Post

Banjir di Bali: Kita Korban atau Pelaku Utama?

Next Post

Organisasi Mahasiswa Berlomba jadi Promotor: Belajar Usaha atau Iseng Belaka?

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails

‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

by Pande Susan
June 18, 2026
0
‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku...

Read moreDetails
Next Post

Organisasi Mahasiswa Berlomba jadi Promotor: Belajar Usaha atau Iseng Belaka?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co