14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Banjir di Bali: Kita Korban atau Pelaku Utama?

Ode Dhanayasa by Ode Dhanayasa
February 2, 2018
in Opini

Foto: Erwin Widaswara

BALI dilanda banjir. Dan ketika banjir melanda, jalan seperti sungai, halaman rumah jadi kolam, dan lapangan bola serta taman kota jadi danau, maka beritanya langsung heboh di media massa cetak, elektronik dan media online, lalu menjadi sangat viral di media sosial.

Dulu, kita, sebagai orang yang tinggal di Bali, banjir biasanya hanya bisa kita tonton di TV. Kini banjir terjadi di hadapan kita. Dulu, sebagai penonton, mungkin kita kaget dan heran, “Mimih Dewa Ratu, kok bisa besar gitu airnya?”

Kini, sejak sekitar tiga tahun belakangan ini, banyak dari kita akhirnya merasakan sendiri bagaimana genangan air menguasai perumahan dan jalanan. Kita harus mengamankan benda-benda berharga dari serbuan air yang datang tiba-tiba. Kita seperti orang-orang yang sering kita tonton di TV: panik lalu pasrah.

Kemudian saat berpergian, kita juga harus tahu rasanya menimbang-nimbang antara harus menerobos banjir dengan konsekuensi kendaraan mati atau harus menempuh jalur lain yang lebih jauh.  Bahkan kadang-kadang opsi untuk menempuh jalur lain pun tak semulus yang kita kira, karena jalur lainnya juga terdampak permasalahan yang sama: banjir. Repotlah sudah.

Bukan berarti di masa lalu Bali tak pernah banjir. Sejumlah sumber-sumber tradisional seperti babad dan sumber dari Belanda menyebutkan beberapa daerah di Pulau Dewata ini pernah dilanda banjir hebat.

Sebagaimana ditulis balisaja.com, dalam sejumlah babad diceritakan banjir pernah menghantam daerah Klungkung sekitar abad ke-16. Ketika itu terjadi pemberontakan di Kerajaan Gelgel, dan pemberontakan digagalkan oleh banjir. Pada saat pemberontak menyerang kerajaan, tiba-tiba terjadi banjir besar di Kali Unda, sungai terbesar di Klungkung.

Di masa lalu banjir juga beberapa kali terjadi di Buleleng. Yang terbesar pada 22 Oktober 1818 sebagaimana disebutkan oleh sumber Belanda. Hingga kini banjir besar itu sering diceritakan secara lisan oleh warga di Bali Utara. Disebutkan banjir itu hampir menenggelamkan kota Singaraja.

Banjir itu disebabkan salah satu dinding Danau Buyan dan Tamblingan jebol. Airnya meluncur menuju Singaraja dan melewati sejumlah desa. Selain istana kerajaan di Singaraja hancur, juga tercatat 38 desa tenggelam.

Pada tahun 1827, banjir besar juga menghantam daerah Kerajaan Badung. Banjir di Badung itu terbilang cukup dahsyat karena diikuti tanah longsor. Akibatnya, air bah menderas tercampur dengan lumpur. Sebagian besar daerah pertanian di Kerajaan Badung sebelah timur tertimbun lumpur.

Dengan cerita di atas jangan berpikir kalau banjir sesuatu yang biasa, yang bisa terjadi kapan saja, di zaman kerajaan maupun di zaman modern ini. Banjir di zaman kerajaan bisa diperkirakan murni terjadi karena alam. Antara lain karena hujan memang sangat deras berhari-hari, atau dinding danau jebol sebagaimana terjadi di Buleleng.

Kini, banjir lebih banyak disebabkan perilaku manusia, sehingga alam pun tak kuat menghadapinya. Buktinya, belakangan ini hujan sebentar saja, langsung banjir. Hujan tak begitu deras, langsung banjir. Bahkan sejumlah media massa sudah terbiasa menyebut daerah tertentu sebagai langganan banjir. Yang lebih menarik, ada daerah yang sebelumnya tak pernah banjir, tiba-tiba diterjang banjir meskipun hujan tak terlalu deras.

Lantas, siapa yang salah kalau sudah begitu? Pemerintah? Pemerintah salah karena tidak membuat saluran air yang bagus, karena tidak menyiapkan pompa air untuk menyedot air saat banjir?

Tunggu sebentar. Sebelum saling menyalahkan, marilah kita mencari akar permasalahannya terlebih dahulu. Apa yang menyebabkan Bali yang B(ersih) A(man) L(estari) I(ndah) ini sampai dilanda banjir?

Coba lihat genangan-genangan air saat banjir. Air itu berisi banyak material sampah. Itu baru sampah-sampah yang bisa hanyut bersama air. Belum lagi sampah-sampah yang menyumpat saluran air yang menyebabkan air harus meluber ke jalan dan halaman rumah.

Seberapa bagus pun sistem drainase yang dibuat pemerintah, jika kita terus tumpahkan sampah ke got, ke parit atau ke sungai, tetap saja drainase itu akan “sesak nafas” dan “batuk” saat hujan, lalu menyemburkan sampah bersama air bah ke jalan.

Tidak bisakah kita biarkan selokan dan sungai menjadi hak yang penuh sepenuh-penuhnya bagi air?

Sejumlah orang membuang sampah di selokan atau ke sungai kadang dengan alasan yang seenaknya. Antara lain karena mereka sudah melihat perilaku beberapa orang lainnya melakukan hal yang sama.

“Dia yang di hulu membuang sampah ke sungai, saya yang di hilir menjadi korbar. Ya saya ikut saja membuang sampah biar orang yang berada di hilir saya yang membersihkannya,” begitu kadang terdengar alasan seseorang, hingga seterusnya sampai sampah-sampah itu menumpuk di aliran air dan akhirnya kembali ke rumah mereka bersama air banjir.

Tidakkah kita takut banjir akan menjadi bencana tahunan seperti yang menyerang saudara kita di seberang pulau?

Perilaku lainnya adalah, saat sudah terjadi bencana banjir, semua sibuk memamerkan diri memotret keadaan banjir yang terjadi. Seolah-olah itu adalah sebuah hal yang patut dikagumi karena kita akhirnya hampir menyamai Ibukota di bidang banjir. Membagikan foto-foto keadaan banjir di media sosial, sembari berharap pemerintah memberi bantuan kepada kita yang merasa menjadi korban banjir.

Padahal penyebab utama terjadinya banjir adalah sampah yang kita buang ke aliran air setiap hari. Kalau begini sebenarnya kita menjadi korban banjir atau justru merupakan pelaku utama terjadinya banjir? (T)

 

Tags: balibanjirSampah
Share146TweetSendShareSend
Previous Post

Memilih Buron

Next Post

5 Fakta Unik Agus Suradnyana & Dewa Sukrawan #Pernik Pilkada Buleleng 2017

Ode Dhanayasa

Ode Dhanayasa

Lahir dan tinggal di Mengwi, Badung. Baru saja pulang dari Singaraja setelah menempuh pendidikan di Undiksha. Kini sebagai guru honorer di sekolah penerbangan. Suka membaca esai dan sedang mencoba belajar menulis.

Related Posts

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails
Next Post

5 Fakta Unik Agus Suradnyana & Dewa Sukrawan #Pernik Pilkada Buleleng 2017

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co