15 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nuryana Asmaudi SA# Lelaki Abstrak, Perempuan di Pediangan, Pewarta Cinta

Nuryana Asmaudi SA by Nuryana Asmaudi SA
February 2, 2018
in Puisi

Wayan Redika, Rajah 2

LELAKI ABSTRAK

 

Pada hamparan kanvasmu balon-balon meletus

menjadi wara-warni pelangi gugusan mega

awan pudar langit terhimpit mendung ditimpa matahari

siluet senja halimun anggun burung terbang oleng

gulita gurita malam raut leak seringai butakala

rumah reot kubah tua sarang laba-laba pohon tumbang

ngarai bebukitan bunga mekar bibir ranum kebaya tanggal

ranjang bergetar rimbun hijau semak kering daun gugur

ranting luruh kafilah garis patah abstraksi hati leleh.

 

Kau menari di sana menjadi bayangan tak teraba

menjadi kata tak terucap menjadi noktah tak terbaca

Aku si tuli bisu menyaksikanmu menjadi juru kunci

ranah sunyimu: penjaga kebun bercinta dengan pohon

perawat taman yang tak sempat menikmati bunga mekar

Kupu-kupu dungu kalah berebut madu dengan kumbang liar

Pungguk merindukan-dirindukan bulan di taman

malam zikir cinta di Snerayuza.

 

PEWARTA CINTA

 

Dara itu masih terlalu muda dipinang cinta

darimana segala bermula

mula tak berakhir hulu tak berhilir

tapi titah telah tertatah sekar terlanjur mekar

di taman takdir tersurat cerita dalam lontar

 

kepada bumi yang membesarkan ia berkata:

kesabaranku belum sampai pada-Nya!

bumi yang sedang berduka berfatwa:

“Kerelaan membuka jalan cinta

yang menganugerahi keutamaan

cinta yang memberimu firman.

Butakan matamu tulikan telingamu

pada segala yang bikin sakit

karena di sana maut numpang lewat

Langit memberkati. Ibu merestui!”

 

karma baik tak berakhir pada jalan buruk

cinta memilih permaisuri anak asuh bumi

bumi yang tersakiti berabad menanti

para khalifah penuntun jalan fitrah

syuhada yang menyediakan dirinya

jadi tumbal penyelamat kehidupan

 

Kau yang dijanjikan waktu tanyakan

kepada cinta yang mempermaisurimu:

titah apa hendak difirman?

 

Dara penggema gentakala pewarta cinta

sulukkanlah kasih di bumi lara.

Sebelum pergi singgah dulu

di rumah rindu peziarah kalbu

berbincang dengan waktu

membuka gerbang siang

menguak rahasia malam

malam berbunga-bunga

Malam Yang Cinta

 

 

 LELAKI PEMIMPI

 

Kenangan kanak-kanak itu hadir kembali

dalam mimpinya: “Angin nakal, Bu

ia renggut layanganku dibawa ke barat

tapi besok kami akan bermain layangan lagi,”

ia dengar temannya mengadu pada ibunya

 

Bocah miskin-nelangsa yang sering kalah berebut mainan

tak bisa membuat layangan tak mampu membeli benang

tapi ingin bermain layangan seperti temannya yang lain.

Ia cari daun gadung diterbangkan dengan serat batang pisang

“Lihat Mak, layanganku bisa terbang!” pekiknya girang.

Emak tersedusedan melihat layangan daun gadung

anak lanang terbang sempoyongan.

 

Kenangan kanak itu datang lagi dalam mimpi semalam

bayangan suram masa silam si lanang lajang

serupa suratan hidupnya yang gagal sekarang

hingga subuh membangunkannya dengan azan

 

Subuh tak sampai hati membiarkan lelaki

pemimpi itu mati terbunuh mimpinya sendiri.

 

 

PERAWAT IKAN

 

Perawat ikan itu meninggalkan perusahaan yang

tak menghargai karyawan. Ikan-ikan mogok makan

karena kangen. Akuarium besar tempat tinggal induk ikan

pecah ditubruk kucing bunting ngidam lohan.

 

Perawat ikan membaca tulisan di koran:

“Ribuan ikan hias mogok makan karena ditinggal

 pergi perawatnya. Pemilik perusahaan ikan hias

 (juragan kikir yang sombong) frustasi

lalu gantung diri di kebun kemangi.

 

“Ini pasti bukan kabar burung, tapi kabar ikan

Bukan pula mimpi, tapi cerita ilusi seorang

lelaki sepi yang mendambakan istri.”

Perawat ikan yang telah kembali ke azal sunyi

terkekeh-kekeh: “Sayang aku telah bersuami

sayang aku telah dipermaisuri puisi!”

 

 

PEREMPUAN DI PEDIANGAN

 

perempuan di pediangan itu mungkin api

yang menjaga bara agar tetap nyala

sebab hawa begitu dingin

setelah ditinggal adam

 

sewaktu-waktu ia pasti bosan menyala

menyembunyikan sisa bara atau benar-benar mati

menjadi abu dipermainkan angin atau ditelan hujan

hingga kau kehilangan kehangatan dan bara jiwa

 

tak ada lagi cahaya tak ada lagi bara cinta

dan kau menggigil dalam kegelapan

diterkam dingin dicekik sunyi

diri yang tak lagi kau kenali

 

 

KEPADA MARIA

 

Kita telah memulai sejak lama Maria

dan cinta tak pernah berakhir.

Di negeri jahiliyah jasad kita akan dijagal

Darah bercucuran. Menjelma domba

Menjadi biri-biri gembala

Bergolong-golong. Bermarga-marga

Domba-domba sahaya di bukit cahaya

Biri-biri bestari di lembah sunyi

Yang tak gentar melawan lapar

Tak takut direnggut maut.

 

Roh kita mi’raj ke langit. Ke mihrab jiwa

Bergandengan-bermesraan sepanjang jalan

Serupa laron kehilangan sayap beriringan

ke lobang persemayaman menyatu dengan tanah

Hingga masa kebangkitan menjadi laron lagi

atau menjelma makhluk lain. Menjalani

hidup baru di taman-taman hati.

 

Cinta adalah bunga Ilahi, Maria

Tak layu dirayu waktu. Tak gugur di liang kubur

Maka rekah-rekahkan cinta. Mendawamkan

zikir dan nyanyian Kudus dengan kekhusukan

iman dan ketabahan hati sebelum tiba saat

jasad kita dijagal para algojo jahiliyah.

 

Kita telah mengawali segala dengan cinta

Dan takkan pernah mengakhirinya

Sebab cinta hidup selamanya.

 

Tags: Puisi
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Proses Kreatif Kurnia Effendi 2# Curah Kisah

Next Post

Takut “Leak”, Takut “Ngadol Duwe” – Bali Lestari oleh Rasa Takut

Nuryana Asmaudi SA

Nuryana Asmaudi SA

Baru saja menerbitkan buku kumpulan puisi "Doa Bulan untuk Pungguk" (Akar Indonesia, 2016). Selain menulis puisi juga menulis esai dan cerpen. Kini menjadi wartawan dan tinggal di Denpasar

Related Posts

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
0
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

by Salman Alade
May 24, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

Menggambar dengan Kalimat aku menulis satu garisia menyebut dirinya alisaku tambah satu kataia mengaku sebagai mata pelan-pelanhalaman itu mulai merasa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

by Vito Prasetyo
May 23, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

Di Kampung Rawa di pagi yang memagut embun selatanjejak-jejak kaki tua terbenam pelanantara pasir lembut dan bisikan anginkutemukan nyanyian yang...

Read moreDetails
Next Post

Takut “Leak”, Takut “Ngadol Duwe” - Bali Lestari oleh Rasa Takut

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Perkuat Kompetensi Berbahasa Indonesia, 449 Siswa SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Ikuti UKBI Adaptif
Pendidikan

Perkuat Kompetensi Berbahasa Indonesia, 449 Siswa SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Ikuti UKBI Adaptif

JARI-jari mereka bergerak cepat di atas layar gawai dan laptop. Di beberapa ruang kelas SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam),...

by Dede Putra Wiguna
June 15, 2026
Lomba Mewarnai di Pesta Kesenian Bali 2026 —Ketut Kayla Safira Maharani Eliani Tirta Juara I
Panggung

Lomba Mewarnai di Pesta Kesenian Bali 2026 —Ketut Kayla Safira Maharani Eliani Tirta Juara I

ANAK-anak ini tampak tenang dan santai. Mereka duduk manis di atas karpet di teras Museum Taman Budaya, Art Center Provinsi...

by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna Sampaikan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan
Pemerintahan

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna Sampaikan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Om Swastyastu, Atas nama Pemerintah Kabupaten Buleleng dan pribadi, kami I Nyoman Sutjidra, Bupati Buleleng, bersama Gede Supriatna, Wakil Bupati...

by tatkala
June 15, 2026
Tari Siwanataraja, Simbol Awal Penciptaan yang Selalu Hadir dalam Peed Aya Pesta Kesenian Bali
Panggung

Peed Aya PKB 2026, Seni Keberlanjutan

PEMENTASAN Peed Aya serangkaian dengan pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) selalu ada yang baru, dan pastinya menarik. Arak-arakan barisan yang...

by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
Akurasi Sendratari ‘Lubdhaka Lelana’ Merefleksikan Tema ‘Atma Kerthi’ dalam PKB 2026
Ulas Pentas

Akurasi Sendratari ‘Lubdhaka Lelana’ Merefleksikan Tema ‘Atma Kerthi’ dalam PKB 2026

MENERJEMAHKAN tema Pesta Kesenian Bali (PKB) ke dalam seni pertunjukan kerap menjadi tantangan bagi para seniman. Pertama, tema-tema PKB dirumuskan...

by I Nyoman Darma Putra
June 15, 2026
Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali
Ulas Rupa

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

SEBUAH pertanyaan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di balik kalimat pendek, “What’s for Dinner?” atau “Mau makan malam apa?”,...

by Oka Rusmini
June 15, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Wisatawan Eropa Masih Menjadi Andalan Indonesia

MASA tinggal terlama wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia didominasi oleh wisatawan asal negara-negara Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa wisatawan Eropa...

by Chusmeru
June 15, 2026
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat
Puisi

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
Mendengar Kembali Bunyi yang Terlupakan: Catatan atas Pertunjukan Gula Gending 2.0 di Taman Budaya NTB
Panggung

Mendengar Kembali Bunyi yang Terlupakan: Catatan atas Pertunjukan Gula Gending 2.0 di Taman Budaya NTB

ADA bunyi-bunyi yang hidup begitu lama di sekitar kita hingga akhirnya menghilang dari ingatan. Ia pernah hadir setiap hari, melintas...

by Jaswanto
June 14, 2026
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara
Budaya

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins
Esai

Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu...

by Agung Sudarsa
June 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co