13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nuryana Asmaudi SA# Lelaki Abstrak, Perempuan di Pediangan, Pewarta Cinta

Nuryana Asmaudi SA by Nuryana Asmaudi SA
February 2, 2018
in Puisi

Wayan Redika, Rajah 2

LELAKI ABSTRAK

 

Pada hamparan kanvasmu balon-balon meletus

menjadi wara-warni pelangi gugusan mega

awan pudar langit terhimpit mendung ditimpa matahari

siluet senja halimun anggun burung terbang oleng

gulita gurita malam raut leak seringai butakala

rumah reot kubah tua sarang laba-laba pohon tumbang

ngarai bebukitan bunga mekar bibir ranum kebaya tanggal

ranjang bergetar rimbun hijau semak kering daun gugur

ranting luruh kafilah garis patah abstraksi hati leleh.

 

Kau menari di sana menjadi bayangan tak teraba

menjadi kata tak terucap menjadi noktah tak terbaca

Aku si tuli bisu menyaksikanmu menjadi juru kunci

ranah sunyimu: penjaga kebun bercinta dengan pohon

perawat taman yang tak sempat menikmati bunga mekar

Kupu-kupu dungu kalah berebut madu dengan kumbang liar

Pungguk merindukan-dirindukan bulan di taman

malam zikir cinta di Snerayuza.

 

PEWARTA CINTA

 

Dara itu masih terlalu muda dipinang cinta

darimana segala bermula

mula tak berakhir hulu tak berhilir

tapi titah telah tertatah sekar terlanjur mekar

di taman takdir tersurat cerita dalam lontar

 

kepada bumi yang membesarkan ia berkata:

kesabaranku belum sampai pada-Nya!

bumi yang sedang berduka berfatwa:

“Kerelaan membuka jalan cinta

yang menganugerahi keutamaan

cinta yang memberimu firman.

Butakan matamu tulikan telingamu

pada segala yang bikin sakit

karena di sana maut numpang lewat

Langit memberkati. Ibu merestui!”

 

karma baik tak berakhir pada jalan buruk

cinta memilih permaisuri anak asuh bumi

bumi yang tersakiti berabad menanti

para khalifah penuntun jalan fitrah

syuhada yang menyediakan dirinya

jadi tumbal penyelamat kehidupan

 

Kau yang dijanjikan waktu tanyakan

kepada cinta yang mempermaisurimu:

titah apa hendak difirman?

 

Dara penggema gentakala pewarta cinta

sulukkanlah kasih di bumi lara.

Sebelum pergi singgah dulu

di rumah rindu peziarah kalbu

berbincang dengan waktu

membuka gerbang siang

menguak rahasia malam

malam berbunga-bunga

Malam Yang Cinta

 

 

 LELAKI PEMIMPI

 

Kenangan kanak-kanak itu hadir kembali

dalam mimpinya: “Angin nakal, Bu

ia renggut layanganku dibawa ke barat

tapi besok kami akan bermain layangan lagi,”

ia dengar temannya mengadu pada ibunya

 

Bocah miskin-nelangsa yang sering kalah berebut mainan

tak bisa membuat layangan tak mampu membeli benang

tapi ingin bermain layangan seperti temannya yang lain.

Ia cari daun gadung diterbangkan dengan serat batang pisang

“Lihat Mak, layanganku bisa terbang!” pekiknya girang.

Emak tersedusedan melihat layangan daun gadung

anak lanang terbang sempoyongan.

 

Kenangan kanak itu datang lagi dalam mimpi semalam

bayangan suram masa silam si lanang lajang

serupa suratan hidupnya yang gagal sekarang

hingga subuh membangunkannya dengan azan

 

Subuh tak sampai hati membiarkan lelaki

pemimpi itu mati terbunuh mimpinya sendiri.

 

 

PERAWAT IKAN

 

Perawat ikan itu meninggalkan perusahaan yang

tak menghargai karyawan. Ikan-ikan mogok makan

karena kangen. Akuarium besar tempat tinggal induk ikan

pecah ditubruk kucing bunting ngidam lohan.

 

Perawat ikan membaca tulisan di koran:

“Ribuan ikan hias mogok makan karena ditinggal

 pergi perawatnya. Pemilik perusahaan ikan hias

 (juragan kikir yang sombong) frustasi

lalu gantung diri di kebun kemangi.

 

“Ini pasti bukan kabar burung, tapi kabar ikan

Bukan pula mimpi, tapi cerita ilusi seorang

lelaki sepi yang mendambakan istri.”

Perawat ikan yang telah kembali ke azal sunyi

terkekeh-kekeh: “Sayang aku telah bersuami

sayang aku telah dipermaisuri puisi!”

 

 

PEREMPUAN DI PEDIANGAN

 

perempuan di pediangan itu mungkin api

yang menjaga bara agar tetap nyala

sebab hawa begitu dingin

setelah ditinggal adam

 

sewaktu-waktu ia pasti bosan menyala

menyembunyikan sisa bara atau benar-benar mati

menjadi abu dipermainkan angin atau ditelan hujan

hingga kau kehilangan kehangatan dan bara jiwa

 

tak ada lagi cahaya tak ada lagi bara cinta

dan kau menggigil dalam kegelapan

diterkam dingin dicekik sunyi

diri yang tak lagi kau kenali

 

 

KEPADA MARIA

 

Kita telah memulai sejak lama Maria

dan cinta tak pernah berakhir.

Di negeri jahiliyah jasad kita akan dijagal

Darah bercucuran. Menjelma domba

Menjadi biri-biri gembala

Bergolong-golong. Bermarga-marga

Domba-domba sahaya di bukit cahaya

Biri-biri bestari di lembah sunyi

Yang tak gentar melawan lapar

Tak takut direnggut maut.

 

Roh kita mi’raj ke langit. Ke mihrab jiwa

Bergandengan-bermesraan sepanjang jalan

Serupa laron kehilangan sayap beriringan

ke lobang persemayaman menyatu dengan tanah

Hingga masa kebangkitan menjadi laron lagi

atau menjelma makhluk lain. Menjalani

hidup baru di taman-taman hati.

 

Cinta adalah bunga Ilahi, Maria

Tak layu dirayu waktu. Tak gugur di liang kubur

Maka rekah-rekahkan cinta. Mendawamkan

zikir dan nyanyian Kudus dengan kekhusukan

iman dan ketabahan hati sebelum tiba saat

jasad kita dijagal para algojo jahiliyah.

 

Kita telah mengawali segala dengan cinta

Dan takkan pernah mengakhirinya

Sebab cinta hidup selamanya.

 

Tags: Puisi
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Proses Kreatif Kurnia Effendi 2# Curah Kisah

Next Post

Takut “Leak”, Takut “Ngadol Duwe” – Bali Lestari oleh Rasa Takut

Nuryana Asmaudi SA

Nuryana Asmaudi SA

Baru saja menerbitkan buku kumpulan puisi "Doa Bulan untuk Pungguk" (Akar Indonesia, 2016). Selain menulis puisi juga menulis esai dan cerpen. Kini menjadi wartawan dan tinggal di Denpasar

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post

Takut “Leak”, Takut “Ngadol Duwe” - Bali Lestari oleh Rasa Takut

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana
Esai

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co